My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Januari 16th, 2010

“Bram………………….!”

Sebuah teriakan yang sangat kencang itu telah membahana seisi ruangan. Tanpa lelah aurel terus berteriak sambil terus memanggil manggil nama anak bungsunya.

Aurel tersentak dari tidurnya. Dan duduk diatas kasur. Dan mengatur nafasnya tang tersengal sengal. Susah payah ia memastikan bahwa semuanya itu hanyalah mimpi belaka. Namun tetap saja aurel masih bergetar.

Sementara itu di depan ranjang tempat tidurnya. Para pembantunya sedang kebingungan mencari cara tuk menenangkan majikannnya.  Berkali kali kedua pembantunya memanggil majikannnya.”nyonya…..nyonya bangun……………..sebut nyonya. Sebut asma Alloh. Nyo………………”

“Bram……bram dimana, mba min. Bram…………..”

Celengak celinguk aurel mencari cari anak bungsunya.

“Blam ditini,mah…………….tenapa tih mah teliak.teliak……”

Tanpa menjawab pertanyaan anaknya aurel langsung mengangkat anaknya dan memeluk anaknya.  Mendekapkannya dalam dekapan tubuhnya. Berkali kali ia menciumi anaknya dengan perasaan yang sangat kuatir.

Aurel sadar kalau itu hanyalah sebuah mimpi buruk, namun tetap saja ketakutannya belum sempat ia hilangkan.

“Mah….mamah tenapa? mamah tatit?”

Aurel tersenyum dan jawabnya,”Tidak sayang. Mamah tidak sakit. Mamah cuma kangen sama kamu. Sini mamah peluk lagi.”

Dalam pelukan kasih sayang seorang ibu memberikan rasa hangat pada jiwa sang kasih buah hati anaknya sendiri.

“Mah…”

“Ya,sayang. Ada apa?”

“Mamah tan elum nandi………………ndi uyu,mah, yah,mah………….au nich……..”

Sekejap aurel tersenyum haru sambil memandangi buah hatinya. Sambil mencubit kedua pipi anaknya ia segera mengiyakan perintah anaknya.

Semenit kemudian kedua pembantunya memohon izin tuk kembali ke ruang dapur. Sambil menutup pintu kamar majikannya. Mereka berdua tersenyum senyum melihat tingkah majikannya itu. Dari balik pintu pun mereka masih mendengar canda tawa majikannya dan anaknya.

****

Minggu yang gerimis

Aurel sudah berjanji tuk bertemu suaminya yang tiba di jakarta pagi ini. Ia bilang akan langsung bertemu dengan karyawan bagian program di salah satu cafe di daerah senayan city. Janji jam satu siang namun aurel tetap saja datang agak terlambat dua puluh menit saat tiba di senayan city. Dengan memakai gaun warna merah marun batiknya prayudi serta kain sarungnya the oscar warna senada aurel terlihat lebih cantik. Tas merk Gucci  menggantung di tangan kirinya semakin menambah keanggunan. Dia masih akan menghadiri beberapa acara sampai malam makanya ia lebih praktis berpenampilan seperti saat ini.

Dan aurel pun melangkah memasuki lobby tuk menuju tempat yang telah di tentukan oleh suaminya. Naik kelantai empat aurel sempat berpapasan dengan sahabat lamanya yang datang bersama suaminya. Berbincang  melepas kerinduan sejak terakhir di acara lulusan sltanya. Sebelum berpisah sahabatnya sempat berbisik di telinganya. Samar samar memang aurel mendengarnya namun karena ada nama carol tersebutkan aurel menangkap jelas pendengarannya.”Ia semakin keren saja,ya Aurel” bisiknya sambil melangkah meninggalkanya.

Dan sepanjang perjalanan ke lantai lima pikirannya telah bermain main dengan kehadiran carol di hadapannya nantinya. Ia ingin berbalik pulang saat tanpa sengaja ia menoleh ke arah kiri saat tiba di lantai lima. Saat matanya dengan sengaja menangkap sosok suaminya sedang bebicara dengan…………………..carol!

“Tidak!” bisiknya dalam diam.

Dan aurel sudah mengambil keputusannya untuk segera berpaling pulang ketika terdengar namanya di sebut sebut oleh suaminya. Aurel terdiam sejenak. Mengatur kembali pernafasannya. Lalu……………

Bersambung……………..

Iklan

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Januari 2010
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blue Stats

  • 141.197 hits