My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Januari 12th, 2010

PAGI

Semua keperluan kantor suaminya sudah di bereskan olehnya dan sebagian sudah di letakkan di jok bangku belakang mobil suaminya. Dan ia juga sudah menyediakan sarapan paginya yang  berupa roti sandwiz bertabur parutan keju dan yogur. Juga segelas air putih hangat. Hanya menunggu suaminya turun dari kamar tidurnya yang berada di lantai dua. Sementara kedua anaknya sudah terlebih dahulu dibawa main oleh para pengasuhnya di halaman belakang dekat kolam ikan serta kolam renang. Ia tahu kalau si bungsu paling tak suka dengan air maka di buatkan ayunan dipinggir dekat tembok. Sesekali ia melambaikan tanganya dan tersenyum pada kedua mata hatinya dari ruang makan yang memang sengaja di buat terbuka agar bisa leluasa memperhatikan kedua anak anaknya jika sedang bermain di taman belakang. Dan sengaja tak ada sekat atau benda apapun yang bisa menutupi pemandangan itu. Dan untungnya suaminya juga menyetujuinya.

Beberapa menit kemudian saat suaminya sudah rapih dan duduk di bangku meja makan. Perhalatan setiap pagi segera dimulai. Diawali dengan segala rentetan agenda acara yang biasa dan mungkin akan di kunjungi oleh suaminya. Lalu beralih pada satu janji yang memang tak bisa di batalkan, yaitu menyaksiakan acara java jazz nanti malam. Yah, keduanya memang penggemar berat lagu lagu jazz dan ballad.

Selanjutnya Aurel  menghantar suaminya sampai di depat teras dan saat mobil itu sudah meluncur keluar garasi ia segera kembali masuk  kedalam untuk sekedar bercanda pada buah hatinya. Meski hanya sesaat namun ia tak mau kehilangan saat saat bersama buah hatinya. Selanjutnya ia segera masuk ke ruang kerjanya dan mulai berbaur pada rutinitas pekerjaannya. Hingga suara hpnya berdering untuk beberapa kali. Aurel masih enggan di ganggu sebenarnya namun ketika bunyi itu mulai mengusik beban pendengarannya ia segera mengangkat hpnya dan mengklik  jawabannya. Tanpa melihat siapa yang menelpon aurel mencoba menyapa suara dari seberang yang hanya terdiam.

“Hello,”

“………..”

“bisa jawab pertanyaan saya kan? siapa anda?” katanya sambil tetap memperhatikan berkas berkas pekerjaannya yang masih berceceran diatas meja kerjanya.

Namun tetap tak ada jawaban,

Dan Aurel hendak mematikan hpnya saat terdengar suara dari seberang tempat ia langsung meresponnya. Dan percakapan itu terasa mengusik pekerjaannya sebenarnya bahkan Aurel hampir terbelalak saat mengetahui si penelon. Berkas itu mulai tercecer dari genggaman tangannya. Jatuh ke lantai dalam diam yang mungkin seperti mematikan jantung Aurel sendiri. Sumpah serapah ia mencoba menenangkan pikiran dan perasaanya.

Dan setelah ia bisa mengendalikannya ia segera berkata,” Ada………ap…………..apa lag……..lagi, Carol. Dan darimana kamu tahu nomorku?”

Semburat kegalauan mulai mengusiknya dan aurel selalu saja tak tenang saat laki laki itu mulai kembali hadir dalam kehidupannya.

“Kenapa kamu,Real? kelihatannya kamu gugup dan tak siap menerima kehadiaranku? Atau……..memang kamu sudah ingin melupakanku dan mencoba untuk tak berdamai dengan situasi seperti saat saat ini. Aurel………………tenang. Aku harap kamu bersikap biasa saja dan tak perlulah kamu merasa asing lagi denganku. Maukan,real. Aurel……………”

” Maaf, aku masih ada kerjaan dan maaf  jika aku harus mengakhiri pembicaraan ini.”
Tanpa menunggu jawaban dari seberang aurel langsung mengnonaktifkan hp blackbery javelinnya. Suara deru nafasnya berpacu bersama dengan ke tidak siapan pikirannya menerima kehadiran laki laki itu. Sesaat Aurel menarik nafasnya dan menghembuskannya keatas langit langit kamar.

Dan alangkah senangnya aurel saat kondisi pikirannya sudah kalut terdengar suara sapa kedua anak anaknya yang datang ke kamar kerjanya. Untuk sementara waktu ia sedikit lega dengan bercanda canda bersama mereka.

***

Malam

Rada kesal juga mereka berdua saat hendak memarkirkan mobilnya di arena parkit jcc senayan.  Saat mereka berdua hendak menyaksikan acara java jazz.  Dan kepenatan itu masih berlanjut saat mereka juga hendak memasuki lorong lorong pintu masuk assembly 3.

Itu hanya sebentar dan saat si pembawa acara mulai memastikan kalau sang penyanyi Jason miraz akan segera dimulai.

Nampak aurel menggandeng tangan suaminya begitu erat saat si penyanyi mulai menyanyikan lagu Make it nine dan lucky.

Semuanya hanyut dalam lantunan suara khas jason. Para abg abg malah semakin keras meneriakan nama si penyanyi saat bereaksi dengan penonton yang ada di depannya. Dan tiba tiba di tengah acara sang suami memohon untuk keluar sebentar menerima telpon dari relasinya yang ada di semarang. Aurel  menganggukan kepalanya tanda setuju. Dan ia kembali terbius saat terdengar intro dari lagu life is wonderfull. Tidak! Bukan hanya aurel namun semua pengunjung yang ada di ruangan tersebut. Teriakan serta teriakan mulai membahana bersama suara suara yang mengikuti lyrik lagu tersebut.

Aurel benar benar menikmati acara malam ini. Dan perasaan itulah yang terbawa saat ia segera meninggalkan ruangan dan menuju ke lobby utama dan berdiri menunggu suaminya.

Beberapa detik kemudian.

‘Masih menunggu suamimu,real?” sapaan itu. Sapaan yang tanpa ia menoleh ke arah pemilik suara itu pun ia sudah tahu siapa yang menegurnya. Namun kali ini ia sudah bertekad untuk menjawab sesantai mungkin. Ia tak mau terlihat kaku dan sepertinya menjadi tersangka di depan laki laki tersebut. Ia mulai menoleh saat suara itu berulang ulang menmanggil namanya. Aurel tersenyum sedikit. Dan ia tak mau membalas sambutan tangan laki laki itu saat menjulur ke arahnya.

“Kenapa kamu,real?”

Diam.

“Mestinya aku yang marah sama kamu dan bukan kamu yang justru marah padaku,real? Dengarkan aku! Aku sampai saat ini masih menanti dan mengingat kamu sedangkan kamu sendiri? Coba kamu pikir lag………..”

“Sudahlah,carol. Sudah! itu semua masa lalu dan sekarang aku sudah memiliki seorang suami yang sangat sayang padaku,”

“Apa aku tak sayang pada kamu,real.  Apakah selama ini aku akan merubah semua perasaanku padamu meski…………………..

“Carol please!”

“Kenapa,real. Kenapa! Apa yang membuatmu tega merubah semua keinginan serta cita citaku untuk memilikimu selamanya. Dan kenapa justru malah kamu kawin dengan laki laki yang sebenarnya belum begitu lama kenal dengan kamu. Aku real………….aku yang begitu kenal kamu lama dan yang memahami semua prilaku dan cita citamu.”

Real terdiam dalam sudut perasaannya yang kelabu.

Dan aurel mencoba tak terbenam dalam situasi yang sepertinya membuatnya tak nyaman. Dan …………….

Bersambung


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Januari 2010
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blue Stats

  • 141.192 hits