My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Januari 26th, 2010

Sahabat……..

ini adalah bagian dari novel Remember me

blue harap sahabat masih mau memberikan masukan tuk karya yang kagak berkarya ini

Sidney di sebuah pagi

Entah mengapa di saat Alfin hendak mendekatkan diri aurel pada buah hatinya tiba tiba saja carol datang untuk memastikan kalau aeldya itu buah hatinya juga. Aurel tak bisa berbuat apa apa demikian juga dengan alfin. Sekuat apapun ia mempertahankan keberadaan anak itu di dalam kehidupannya namun akhirnya ia mesti menyadari kalau ia hanyalah sebuah tempat persinggahan yang pernah di rasakan oleh anak perempuan itu. Segalanya menjadi sebuah dilematis dalam kehidupan antara ia, aurel, carol dan anak perempuan yang berusia delapan tahun itu.

Demikian juga dengan aurel apa yang mesti bisa ia harapkan untuk memberikan kebebasan pada alfin untuk tetap menjadi bagian dalam kehidupan aeldya. Sudah lelah ia mencoba membujuk agar carol mau memberikan kesempatan untuk alfin agar bisa bersama sama dengan anak itu. Namun carol tetap pada pendiriannya. Ia tetap menginginkan anak itu dalam kehidupannnya.

“Dia darah dagingku,real?” ucapnya dengan tanpa menimbangkan apapun perasaan yang dialami oleh alfin.

“Dia juga darah dagingku carol dan kamu mesti ingat itu!” tegas aurel saat carol datang menemuinya di kediaman tante sari.  Dan untungnya tante sari sedang mengajak kedua anaknya berkeliling.

DIAM!

“Aku ingin merawa……………..”

“Kenapa baru sekarang carol kamu katakan itu!” potong aurel saat carol tetap pada pendiriannya, lalu lanjutnya dengan nafas yang mulai tak menentu;”kenapa baru sekarang! Kenapa kamu tidak bilang niatmu itu sedari dulu saat anak kita masih di kandunganku sendiri. Kenapa carol? Kenapa baru sekarang……………jangan memotong dulu pembicaraanku carol,” desaknya saat melihat carol hendak memotong pembicaraannya. Tegasnya lagi”Jangan bilang kamu baru menyesal sekarang! jangan bilang kalau kamu sangat menyesali keputusanmu sewaktu dulu. Saat aku mendesakmu untuk mempertanggung jawabkan atas perutku yang telah berisi janin Kenapa carol?” isakkan aurel semakin menghiba. Carol hanya terpaku menantap aurel.

Hanya dengus nafas yang tercipta dari mulut mereka berdua.

Dan airmata itu sudah membasah di pipi aurel.

“Sekarang………..kamu bilang………kamu hendak merawat anak kita? Dengar Carol………..itu sama saja menyakiti perasaanku sendiri dan juga perasaan alfin.”

“Tapi dia anak aku juga kan,real?”

‘Benar! sangat benar carol tetapi tidak saat ini. Itu tidak mungkin carol……….alfin lah yang menjadi ayah dari aeldya saat ini. Di mata anak kita mungkin kita sudah dianggapnya tidak ada. Karena kita bukan dari bagian bayang bayang kehidupannnya,” Sesaat aurel menghapus airmata dipipinya dengan punggung tangannya sendiri” Karena kita tidak ada saat anak itu baru mulai merangkak sampai seusia sekarang ini. Delapan tahun carol…..kita tak ada disisinya. Delapan tahun aku dan kamu tidak pernah mempertanyakan keadaannya.”

“Real…………..”

“Sebaiknya jangan kamu renggut anak itu dari kehidupan alfin,carol. Aku mohon…….jangan buat satu masalah yang baru dalam kehidupan anak sekecil itu”

Diam!

Carol menatap wajah aurel dengan lekat. lalu………..

Bersambung


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Januari 2010
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blue Stats

  • 141.192 hits