My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Desember 2009

belalang belang belong lang belalang

terbelakang bilang memang yayang terbelakang

nendang gelang belalang terbang

gendang endang memang belang belang

gelang endang belang belalang terbang kebelakang kandang empang lalang ngundang belalang terbang ke empang jumpang jumpangang megang gelang endang belalang pun terbang……………

met menyambut tahun baru kawanku semua………………..

to Rindu kemakah liburanmu?

Bunda

Hari ini tepat setahun dia mengajaku jalan berdua .  Setahun pulalah di bulan yang kata orang penuh cinta dia mengungkapkan kesukaannya padaku. Dia, bunda……… kekasih yang selalu aku bangga banggakan akan memberi ruang yang sangat nyaman dengan  wangi akan bunga bunga cinta bertebaran pesona khayalan penuh kasih mendalam. Dia,bunda. Kekasih yang setiap akhir pekan selalu saja menjemput aku di tempat aku beraktifitas lalu datang kerumah dengan selalu membawa sesuatu yang katanya untuk, bunda tersayang.  Ach, bunda dia memang kekasih yang sempurnakah buat aku,bunda?

Bunda yang manis.

Aku lupa menanyakan sesuatu pada kekasihku meski sudah berjalan setahun. Setahun menikmati hari hari yang penuh keindahan serta kesempurnaan prilaku. Ada sesuata yang sampai saat ini juga aku belum pernah mempertanyakan padanya kenapa dia belum mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya padaku. Dia belum mengatakan isi hatinya padaku,bunda. Meski aku tahu dia sangat menyayangi aku dan dia sangat melindungi aku. Namun selalu saja perasaan itu kembali hadir di benak pikiranku. Diakah kekasih yang selalu kita sanjung sanjungkan itu dan dia yang selalu memberi pesona pada kasat mata kita itu belum juga mengungkapkan perasaannya padaku, bundaku tersayang. Sungguh! aku ingin sekali mempertanyakan ini padanya? tetapi apa aku pantas untuk mempertanyakan ya? apakah aku perlu mempertanyakan masalah yang semestinya tak perlu ada menjadi ada? Pantaskah aku melakuannya untuk membutikan rasa cintanya padaku,bunda? Sedangkan dari sisi keromantisan serta kasih sayang yang ia ciptakan sunguh sungguh membuatku nyaman lho. Dia selalu memeperhatikan aku. Dia selalu memberikan suport saat aku jatuh dan letih akan masalah yang aku hadapi.

Dia, kekasih yang selalu aku anggap kekasih itu…………..

Dia sangat sempurna ternyata bunda untuk aku miliki. Dia hanya memberi ruang tapi tidak memberi jendela dan pintu hatinya untuku. Dia bilang kalau aku hanya sangat menghargai keberadaanku semata sebagai sahabat,bunda. Hanya sebagai sahabat semata! TITIK. Hanya sahabat? Sempurnakah penderitaan ini untuku,Tuhanku. Dimana rasa kesempurnaan cinta yang selalu ia hadirkan di kepingan waktu waktuku. Lalu kemana akan ku titip kan rasa kagumku padanya yang selalu kita bangga banggakan telah menjadi kekasih hatiku. Aku tak kuat,bunda. Aku tak mengerti kenapa mesti sampai sedemikian rapihnya ia meletakan batu kedukaan di dinding keropohan jiwaku. Haruskan aku memaksanya untuk mencintaiku Tuhanku yang Baik? Sedangkan dia sama sekali tak menganggapku sebagai kekasihnya.

(Bagaimana perasaan kalian jika ternyata kau termasuk kekasih yang tak dianggap.  Siapakah yang salah?  Siapa?)?

aku tertidur Tuhan

tertidur di pusara anganku semenjak datang malam yang telah menyapa gelapnya pemandangan dalam hatiku hatiku yang selalu merantau tak menentu menantikan arah yang tengah kau tunjukkan padaku,duhaiTuhanku Yang Maha BIJAK.

kehendak jiwaku yang akan merentangkan keinginan ternyata tersendat oleh kebijaksanaan rasa iriku akan kebahagiaan yang kurasa sangat menjauhi diriku,

kenapa Tuhan? kurang loyal apa lagi aku padaMU?  setengah ratus juta waktuku telah ku penjarakan untuk mengunyah bait bait doa padaMu? dan aku juga telah mengunci mata rantai kepercayaan yang ku anut agar tak lepas dari kuncianMu akupun telah menelanjangi diriku diatas sejadah agar aku benar benar bisa larut dalam kekhusyuhan rasa cintaku padaMu. semuanya untukMu.

aku gelisah diatas bongkahan lukaku Tuhanku yang maha Bijaksana dan aku tahu itu!

itu kesalahanku sendiri telah tertidur diatas anganku  aku ingin berlari untuk meninju akhyalanku agar ia terdampar disudut kepastian tetapi ternyata aku tak bisa bangkit bahkan sinyal kegairahan hidup rasanya sangatlah menjauh

sama seperti kekasihku yang kini telah merantau jauh entah pergi kemana  aku tak diberinya lampu penjelasan Tuhanku aku juga tak diberi sinar kasihnya  bahkan vitamin rasa kepercayaan yg pernah ia beripun ternyata telah di telannya tanpa sisa  hanya setetes rasa perih yang kunikmati   hanya segelas air luka yang mesti kuminum setiap hari   cuma kepedihan yang selalu mewarnai lukisan dianganku

Dan aku masih gelisah Tuhan dan aku tahu itu

Sini kemari,nak, bantu  ibu membersihkan pohon natal milik kita! maukan,eliza? sini….kemarilah lebih dekat lagi dengan ibumu, ibu ingin sekali memelukmu lebih lama lagi. Sudah lama sekali kamu tidak ibu peluk ya? aduh maafkan ibu,ya? mungkin ibu keseringan pergi pergian hingga ibu sampai tidak ada lagi waktu untuk segedar memelukmu sayangku, maafkan  ibu ya,sayangku. Maafkan atas ketidak becusan ibu merawatmu hingga kamu ibu titipkan pada nenek, tapi sungguh! ibu tidak bermaksud menjauhkanmu dari ibu dan bahkan sebaliknya ibu tidak pernah berniat untuk mencampakkanmu dari kehidupan ibu, Sungguh,anakku! ibu  mohon kamu mau memaafkan ibu,ya. Lihat,,,lihat kemari. lihat wajah ibu. Tatap mata ibu, ibu kangen sekali dekat dekatan lagi denganmu sayangku, dekat dengan jantung hatiku dekat dengan kerlingan bola matamu, dekat dengan senyuman manismu yang selalu bikin abangmu farell terus terusan mencubit cubiti pipimu, juga tante laras……oya, ngomong ngomong tentang tante laras  kamu tahu tidak dia sekarang ni sedang ada di german, mengikuti om andry yang di tugaskan disana. Hmm……..pasti kalau tante laras tahu kamu sudah sebesar ini, ia juga pasti ingin membawamu kasana. dia kan belum dikaruniakan seorang anak, sayangku. ingatkan kamu kalau tante laras dari dulu emang paling ingin berniat merarawatmu.. tetapi, sudahlah mungkin sekarang ia sedang sibuk dengan agenda kerjanya dan juga agenda kerja om andry. dua tahun sudah ia tidak memberi kabarnya pada ibu bahkan teleponan saja sekarang ia sudah tidak perna lagi. ada apa ya,ell?

Anakku tersayang…….

Sudah hampir tengah malam namun ibu belum juga tahu mana yang lebih pantas di pajang untuk hiasan pohon natal kita bahkan ibu juga belum sempat membuat kue kue kesukaanmu,nak. aduh, kenapa ya ibu sampai lupa dengan semua itu ya,nak? Mari sini dekat ibu,nak, biar ibu yang memelukmu supaya anak ibu tidak kedinginan di karenakan hembusan angin malam yang seenaknya telah membuat ibu bahkan tubuhmu kedinginan. sini,nak. Anakku yang manis…….coba dech kamu pilihkan mana yg menurutmu pantas kita taruh untuk hiasan di pohon natal kita ini? kamu masih maukan bantu bantu memilihkannya seperti dulu dulu. boneka ini. lampu lampu yg berwarna warni ini, kertas warna dan juga kapas kapasan ini sebaiknya kamu saja yg meletakkannya ya. Kan dari dulu kamu memang selalu senang dan tepat jika menghiasi pohon natal di rumah kita, bahkan hasil karyamulah yg selalu di puji puji oleh teman teman ayah dan juga ibu serta para saudara dan juga tetangga tetangga kita  Duh ibu jadi menangis nih,nak. sungguh ibu selalu merasa ingin sekali memelukmu lebih erat lagi sekarang selarang ini. ibu takut matahari dan rembulan bagi cahaya mata bathin ini  terluka hanya karena sesuatu yg telah dengan seeanaknya menyakitimu. Duh ibu jadi sedih dech bila ingat semua ini,anaku. Kamu jangan ikutan sedih seperti ibu ya,nak? ibu tidak mau anak ibu, permata hatiku ini ikut ikutan besedih. Sini ibu hapus airmatamu,nak. Kemarilah….bantu ibu dan berikan senyuman manismu itu untuk esok pagi ya. Kan esok bulan desember kita akan merayakan natal bersama sama lagi. Berikan senyum manismu untuk pagi dibulan desember rumah kita ya,  permata hatiku. Sini,nak ibu peluk lagi. sini tidur dipangkuan. ibu agar ibu bisa merasakan kehangatan kasih sayang seorang ibu yang sudah beberapa tahun ini meninggalkanmu hanya karena ibu ingin sekali mengejar cita cita dan juga ingin memberikan yg lebih dari biasanya untuk kehidupan anak anak ibu semenjak ayahmu telah tiada saat usiamu masih enam tahun. sungguh nak, ibu meninggalkan desa kita dan berharap ada kesejukkan yg ibu impikan di ibu kota.

Nak!

Ibu tidak tahu pada akhirnya kamu  ternyata memiliki niat yg lebih mulia untuk mencari ibumu sejak kamu lulus sma. ibu juga tak mengerti mengapa pada akhirnya garis kehidupan yg  sudah ibu tutupi itu akhirnya bisa juga kau temukan dimana dan dimana ibumu itu berada dan bekerja, Sungguh, ibu tidak habis pikir pada saat kamu berhasil menemukan ibu di salah satu tepat bordil atau rumah pelacuran. Sunguh nakl. ibu minta maaf sekali karena ibu telah menutupi segala pekerjaan ibumu. sungguh maafkan ibu, biar ibu tak perlu menceritakan tapi aku yakin kamu ; lebih tahu mengapa dan kenapa ibumu menutupi semua itu. kamu pasti lebih pahamkan,nak?   anakku, tersayang..sini lebih dekat lagi, biar ibu memelukkmu sekali lagi biar ibu………………

“bu……. Eliza sudah tertidur lelap. Dia pasti akan memberikan senyumannya lagi buat hari hari ibu keesokkan harinya . Biarkan elizaa tertidur dalam pelukkan kasih Tuhan kita. Dia pasti  senang bisa ikut merayakan natal bersama Sang Maha Kasih serta ayah kita,bu.

“mari sini tidur dalam pelukkan farell bu, biarkan farell yang kini menjaga ibu dan memberikan kasih sayangnya buat ibu. Senyum ya,bu. Selamat natal,ibu!

Meski blue tak merayakan natal namun blue ingin memberi sesuatu untuk kawan yang merayakan natal………………..

malamkah saat ini?

beramai meski tak sebegitu ramai

bangku…….bangku

di sudut dekat pohon jambu saja!

aku teh maniz

kopi tak sebegitunya manis,ya?

mana mana

giliranmudong yang kocok kartunya

pakai uang tidak……………….hehehhehe  terserah kalian saja dech ok.

Pernahkah sahabat bermain gaplek?

Anakku yang manis

Tidurlah dengan penuh keceriahan dalam dekapan hangat peluk ibumu. Nikmatilah tidurmu yang nyenyak di perantara malam nan gelap. Ibumu akan selalu menjagamu,nak. Pasti! pasti ibu akan melindungi dari terpaan angin malam yang mungkin menusukkan kedinginan di kulitmu yang masih melemah tak berdaya. Nikmatilah sekali lagi tidurmu agar kepulasanmu itu hanyalah milik mu saja,anakku tersayang. Jangan hiraukan akan datang serbuan sang penghuni malam di kulitmu. Jangan hiraukan teguran sang malam di ujung mimpimu karena aku…. ibumu, ibu yang telah melahirkanmu setahun tadi akan segera mengusir segala bala dalam mimpimu. Tidur ya,nak!

Anakku nan manis. Disinilah dalam dekapan hangat peluk ibumu akan kau temukan sinegri dari pancaran mata kasih sayang ibumu. Sungguh,nak! ibumu selalu ingin berdekatan denganmu. Sungguh ibu akan bersusah payah untuk mengusahakan agar kau tetap menikmati susu produk kaleng yang mungkin bagi kita harganya sama juga dengan harga setengah ibumu dibayar upah nyuci baju orang orang, tetapi sungguh,nak! ibu tak akan pernah mengeluh sama sekali jika ternyata hanya untuk membeli susumu ibu tidak bisa menikmati kunyahan makanan enak. Tidak! ibumu tiada akan pernah menyesal telah mengorbankan segalanya untukmu. Semuanya untukmu,nak. untuk rasa sehat yang akan kau nikmati di perjalanan mu yang masih perlu banyak waktu untuk membiasakan sesaknya penderitaan ibu semenjak bapakmu yang telah menitipkan nafas nikmatnya untukmu pergi begitu saja tanpa memperdulikan apakah kamu lahir dalam keadaan sehat maupun tidak, jangan ! jangan katakan bapak itu tiada beradab. Jangan ya,nak. Toh dia masih bapakmu. Biar dia penjilat,perampok maupun apapun dia itu bapakmu. Bapak biologismu. Duh,nak, ibu jadi menangis di hadapanmu yang masih tertidur dalam pelukan ibu.

Kamu tahu tidak,nak?

Seapapun beratnya tantangan untuk kelangsungan perjalanan hidupmu, ibu sampai sampai hampir mempunyai niat yang tidak tidak terhadapmu. Maaf,nak! ibu hampir saja tergoda oleh rayuan mpok hella sang penjual beli bayi itu. Maaf,nak. Ibu hampir tergoda tetapi tidak…… tidak akan pernah ibumu melakukannya, ibu masih senang memiliki  anak seperti mu apapun kondisi kita kenyataannya miskin. Sini ,nak tersenyumlah tersenyumlah menerima kenyataan bahwa kau terlahir bukan dari golongan kelas atas maupun sang artis, tersenyumlah meski ternyata ibumu hanyalah sang pencuci pakaian keliling. Yah, senyummulah yang selalu bikin ibu semangat untuk terus memacu supaya tetap mempertahankan kesehatanmu,anakku. Kau memang anak yang manis nak. Kau sepertinya tak pantas hidup dalam sesaknya penderitaan kita ini. Sini,nak ibu gendong . Kita jalan jalan menikmati pemandangan serta kemajuan ibu kota yang dulu pernah memakan keegoan ibu dengan bapakmu bertahun tahun yang lalu. Akan ibu perlihatkan betapa hancurnya tanah yang lapang berganti dengan sebuah kondomonium serta  gedung gedung nan  menjulang tinggi.  Dan di salah satu gedung itu adalah tempat bapakmu yang sedang asyik berkutat dengan pekerjaan serta bisnis berkelas , dengan omset besar   yang terpandang di ibu kota ini……Akh! kita tak perlu kesana ya,nak. Biarkan biarkan sang lelaki itu menepis kehadiranmu dengan segala cengkraman nan licik serta belaiyan dan juga  rayuan pada korban korban lainnya. Biarkan……………”Lari……ada kantrib………bu heni lariiiii………lari cepat……………

……………………………………………………………… isi dengan ide kalian

Nah sobat………….blue pengen tahu dong ide kamu untuk meneruskan cerita ringan ini ok

Dear diary…………

Desember memang bulannya saat ini. Saat segala rasanya menjadi sebuah anyaman keinginan menjadi satu jalur tujuan yang tak terbendungkan lagi. Idialisme  tuk mengelak atas asa yang mengharapkan sebuah perjamuan cinta diantara kita berdua nampak jelas bukanlah sebuah ketidak lanjutan dari prekwensi perasaan kita sendiri. Dan aku mengakui nya bahwa aku terlanjur memberi analisa cinta yang tiada akan pernah terwujud.

tuk seseorang yang selalu membuatku bergetar saat bertemu denganmu

Bu!

tak perlukan ibu mengertikan kasat kedua mataku yang memancarkan keguratan kemaren kemaren hariku kan,bu? tak perlu juga ibu mengeja makna yang tersirat di gerak tubuh yang membahasakan kegelisahanku akan sesuatu hal kan,bu? Itu semua tak perlu ibu memikirkannya dengan sedikit garam kepedihanku atau mencampur parutan atas akar batang kedukaanku yang terdalam sangat ku rasakan disini, di ujung hulu hatiku! Aku tak pernah memintanya,bu, karena ananda tahu ibu masih membekalkan nafas kehidupan keluarga kita ini dengan sangat mulianya di tindas ketidak punyaan kita akan sesuatu yang dimiliki oleh tetangga kita, saudara kita ataupun pada diri kita sendiri. Sudah cukup ibu menelannya dengan berat beban itu,bu.

Bu, maafkan ananda

jika di ujung jari niatku (mungkin) tak pernah terpikirkan oleh akal sehat ibu kalau ananda akan memilih jalan seperti ini. Ibu, tak salah saat dengan tulusnya mencakar kata kata yang keluar dari ruang bibir ibu itu. Ibu tak salah!

Ibu juga tak pernah ku salahkan kalau pada akhirnya ibu dengan sayangnya akan mengadukan ananda pada bapak karena ananda tidak pernah sekolah selama satu bulan kemaren kemaren. Ibu tak salah! Ibu berhak marah dengan sangat kuatnya. Ibu juga berhak menuntun kekhilafan ibu akan perlakuan sikap nanda terhadap ibu yang tak pernah ananda ceritakan. Ibu tak pernah salah,Tuhanku! Makanya dengan kebijakan yang mungkin agak sangat tak penting tuk nanda contohkan pada kawan kawan ananda. maka nanda memilih…………………..

“Nanda………………..”

dan berjuta juta airmata terus menetes di sekujur pipih bu sari saat mengetahui kalau anaknya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan Bunuh diri!

(akankah banyak lagi pilihan itu dialamatkan pada generasi generasi kita selanjutnya hanya karena permasalahan mereka tidak masuk sekolah? haruskah kita kasar pada bayi bayi kita,anak anak kita,adik adik kita disebabkan mereka melakukan kesalahan! jangan! cukup si ayu yang empat hari kemaren meninggal gantung diri karena permasalahan itu!)

Engkau adalah lukisan yang nyata di setiap detik yang melewati rongga kehidupanku. Engkau laksana bulan yang selalu memberi keindahan saat menuturkan kata perkata dalam suasana apapun. Dan engkaulah sahabat! Yang selalu bisa memberi aku peluang tuk mengerti akan khazana persahabatan itu sendiri. Egkaulah sahabatku!

Dirimu serupa bunga anggrek yang berwarna biru di dalam kaca mata persahabatanku. Anggrek yang sebiru langit dan sebiru air laut. Dan dirimulah anggrek dalam bingkai bingkai potret persahabatan yang ada di sini. Dalam anggrek biru…………..aku masih tetap menatap sapa di kalimat kalimat yang dirimu buat!

Diam dalam kosa kata yang hendak kau tampilkan berhari harinya pun aku masih bisa merasakan nafas persahabatan kalian. Dalam diam pun aku tahu aku masih ada di genggaman tangan tangan baik kalian. Diam dalam sangkar emasnya hati sangatlah mempesona ku,sahabat! Hingga aku selalu datang menyapa kalian. Dalam diam ada nyawa diantara persahabatan bathin kita semua.

Lalu hari terus berganti. Lalu waktu semakin mendekat dalam alam yang hanya bisa di lihat oleh kasat mata bathin kita. Lalu nyanyian sendu. Nyanyian duka dan gembira selalu mewarnai hari hari yang berlangsungnya kelamaan postingan postingan kita. Mananti dan mengharap adalah wujud keinginan kita dalam jawaban jawaban yang sudah kita tuturkan. Dengan niat yang selalu ada di hati kita bahwa segalanya dari kita dan untuk persahabatan kita.

Ach! sahabat………..

Bunga anggrek biru yang aku berikan untuk kalian semoga saja memberi warna lain dari anggrek anggrek warna apapaun yang kalian milikki. Karena blue tetap ada dalam kasat mata bathin saja.

Salam hangat selalu untuk semua para sahabat sahabat blue …semuanya !

Duduk maniz nak disini. Dekat bunda ya. Jangan bergerak, nak, bunda akan selalu ada disini. Disampingmu. Dihadapanmu. Dipelukkanmu. Dibuaian kecupan kasih sayangku untukmu,nak. Jangan pernah berlari lari kesana nak, jangan nanti bunda susah tidak bisa menemuimu. Nanti bunda tidak bisa menggenggam tangan mungilmu nak. Jangan berlari…………………..

Duduk diam dalam dekapanku sekali ini yah nak. Lihat, masih ada tangan yang akan menggenggam tanganmu nak , masih ada jemari yang akan menghibas helaian rambutmu,nak. Dan masih ada pelukkan penuh kasih sayang bunda untukmu. Sekali ini. Sekali saja,nak.

Nak, masih tertidur ya saat bunda meendongengkan cerita para pejuang serta para pahlawan malam itu yah nak. Masih lihat bunda betapa nyenyaknya mata pejamanmu dalam mimpi mimpi kesucianmu,nak. Bunda yakin kamu masih ada dalam mimpi indah pada malam malam itu. Pada bunyi seruling sang Kuasa . Pada deburan jantung sang Pencipta. Pada angin yang bersenadung begitu kerasnya ya, nak, hingga engkau masih tertidur lelap dalam mimi mimpi kesucianmu. Andai saja bunda tidak kebelakang untuk mengambil segelas air minum untukmu saat engkau terjaga pasti bunda…………

Nak! jangan bangun dari mimpi sucimu,nak. Jangan pernah bangun dalam mimpi mimpi itu. Bunda tak kuat nak Bunda tak bisa menggapai mu, bunda tak mampu menompang tubuhmu dari bayangan badai itu,nak. Bunda. “Dia masih tertidur di kasur,pak saat air itu menerobos masuk ke rumah kami. Anakku masih menunggu segelas sir minum dari ku saat air itu datang menyeret dan menenggelamkan anakku. Aku masih menunggu ia datang disini,mbak untuk meminumkan segelas air untuk anakku tersayang. Tapi kini………………..semuanya telah membeku dalam mimpi mimpi kesuciannya. Semuanya!

Sahabat………jika ada banjir yang menimbun sosok nyawa maukan mendoakannya.


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Desember 2009
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blue Stats

  • 140.766 hits