My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Februari 2010

Rintihan hujan perlahan lahan diujung dedaunan yang membasah

meninggalkan jejak wangi yang merindu membiru

selaksa terhembus siulan angin hingga membawanya ke relung hati sanubari yang terdalam

debur ombak di tanah lot engkau berdiri

menatap ujungnya tarian ombak yang menjilat hingga di ujung kakimu

lalu duduk bersimpuh dengan khusuk menyempat pujakan doanya

matamu tertutup dengan diamnya menikmati aroma bunga bunga kintamani dan asap dupa yang terbawa angin

namun ombak tetap mengejar ujung bebatuan

dan angin bermain diantara rentetan hujan yang menjatuh di bumi tanpa henti

hingga malam mendatang membawamu menghilang………………..

Seremoni sang gadis yang terlihat di kasat mataku diujung ombak tanah lot Bali!

Milikku kah malam ini,Tuhan?
selepas shalat magrib aku masih duduk di atas sejadahku di sudut ruang shalat di rumahku nan sepi. Ya sendirian aku disini di lepas mengerjakan perintahMu. Tetapi Tuhanku yan maha Adil dimanakah akan kau tautkan nama seseorang di bait bait doa pengharapanku saat ini. Saat dengan lapasnya aku membenahi kodrat nyawaku di restu KuasaMu, duhai Pelipur Ummat di muka bumi? Aku dalam batas yang tertekan akan satu magma seseorang yang mesti ku pilih tuk mengimankan niat baik atas dogma dogma sebuah perkawinan. Aku telah memberi sepotong roti kasih sayang pada seseorang namun ternyata rasa yang ku berikan tak sesuai dengan ajaran angan dan impiannya, Tuhanku. Kertas yang terterai penuh tinta impianku pun telah luntur bersaamaan terpuruknya diriku dalam mendekap erat sujudku padaMU. Dimanakah sebenarnya sesuatu itu Kau sembunyikan dan sampai kapan lelaki yang kesendiriannya hanya menghirup wangi pekatnya sang malam malamMu.
Tuhanku yang Kuasa!
Aku bukanlah seseorang yang lebih mengerti akan KuasaMu yang lainnya karena yang ku mengerti hanyalah saat aku melihat bintang dengan kelelahan yang menyerupai bentuk dilema yang terpental jauh tak mendekam apapun jua. Jiwa yang manakah yang mesti Kau inginkan agar tranformasi kuasaMu bisa mendekat dan mendarat di jurang pengharapanku yang terakhir sebelum segalanya terlahir kembali pada Mu. Duhai Sang Kuasa atas segala isi dunia ini. Dengan jalur yang kupilih ini lewat sapaku yang ku lakukan di setiap waktu panggilan Mu aku dengan berharap serta dengan pengharapan nan ikhlas ini aku mohon beri sedikit waktu untuk melebarkan pintu duniaMu yang penuh dengan bunga bunga serta wangi syurgaMu saat aku berada di dekat pintuMu meski lelaki ini masih tetap kesepian.

Hampir ku bunuh semua waktu yang telah terjadi kemudian hari saat semua kenangan yang pernah ku alami itu mulai terkuak di bongkahan peti ingatanku saat aku tanpa sadar telah menjilat kembali lukisan wajahmu yang menempel erat di dinding diaryku saat aku sedang tak ada yang bisa kulakukan apapun saat perjalanan waktuku kembali pada masa yang selalu membuatku ingin membunuh waktuku.

Akh! apalagi yang tersisa atas dosaku pada masa silam itu, duhai Yang Maha Pengatur waktu? masih adakah sedikit noda yang telah kuteteskan pada kenangan itu? bukankah anyelir yang kutawarkan padanya tak pernah ia tolak mesti ia masih menyimpan seikat bunga tulip di jantung hatinya? bukankah dialah sendiri yang mendorongku hingga aku terjerambat di kota indahnya? aku masih ingat semuanya ,Tuhan?

Semua kenangan yang selalu memberikan lukisan yang terlalu indah tuk ku simpan di diary hatiku bahkan di perjalanan kehidupanku. Bunga perawan itu aku jumpai tengah menyendiri di sudut taman kota dengan luka memar atas derita cintanya bersama kekasihnya yang tengah meninggalkannya sendiri-sendiri meniduri kenangan buruk akan masa depannya nanti.

Bunga perawan itu tengah menyenandungkan irama kesedihannya saat aku mulai merambah pertanyaan kala menatap kedukaan yang memancar terang di bola matanya yang sebenanrnya sangat indah ketika dihiasi tetesan kristal putih itu.

Aku disana dekat tubuhnya yang harumnya membuat bibirku berdecak kagum. bahkan harumnya tak sirna meski senandung itu terus saja bergulir dan kristal itu terus menguncur turun di pipinya yang memerah.

Dan beberapa ratus ribu juta detik kemudian aku tengah bersamanya menikmati alunan lagu yang ceria. Dan aku ingat betul ketika kemudian aku telah menghapus semua lukisan kusam yang pernah terjadi padanya dan ia sangat menikmatinya sampai pada akhirnya ia terguncang kembali saat buah kenangan itu hadir kembali.

Lalu semuanya kembali gelap. Dan segalanya suram tertutup pekat malam yang luka. Tapi aku disini di samping malam malam sendiriku saat ia kembali mencoba menawarkan harum di tubuhnya. Tapi aku terlanjur menghilangkan wanginya dan membuang bunga anyelir dari kotak kenangan itu.

masih hujan saat ini?

Biarkan….karena aku akan selalu membaca buku La Tahzan

gerimisnya menari nari di lautan!

Biarkan karena aku memang ingin nyebur di laut

Disini di kotaku hujan lho

Berarti sama di Mataram Lombok island juga sedang demam hujan

tak berhenti hujannya,Niz

Dan aku akan menikmati Drama Comedi serta mendengarkan music dari artis kesayanganku Backstret boy dan Britney S plus Peterpan………hehheheh yang penting enak di dengar,begitu kesanmu pada album kenangan harimu

Seperti kenanganmu untuk lebih mencintai siapapun juga disaat hujan mulai bersahabat dengan langit tepat di Ulang Tahunku saat ini……………………..Selamat Ulang Tahun Mahardikadewi atau Ika saja!

Sukses selalu y

bagian V

Dalam riuhnya suasana tersebut membuat bayu tak bisa mengendalikan kekuatan tenaganya. Dan ia hampir rubuh ke jalan jika saja tak ada tangan yang siap memangku tubuhnya sehingga bayu tak jadi jatuh dalam kerimuanan masa yang semakin tidak terkendalikan.

Massa dari berbagai ornamen ornamen tersebut sudah memasuki titik didih dalam emosinya. Di ujung depan nampak seorang nasabah dari korban bank century terlihat merontah rontah seakan sudah tidak bisa membedakan mana yang memakai logika dan mana yang tidak. Emosi lebih berbicara ketimbang akal sehat. Namun apakah masih ada akal yang sehat saat dorongan nafsu lebih mendesak dan menggrogoti hati dan nurani kita?Jika masih memiliki akal sehat kenapa adam sampai memakan buah khuldi. Dan jika tak memiliki akal yang sehat mengapa kita tetap mempertahankan rezim itu hingga beberapa tahun lamanya?Ach! segalanya menjadi sangat abstrax saat nafsu yang berbicara. Sama seperti keinginan kita menikmati tarian hasrat nafsu kita sendiri

Lalu bayu tertahan dalam ketidak siapan tenaganya

“Kamu sudah bangun,Bay?” lembut ucapan ayahnya saat bayu tersadar dari pingsanya. lalu kataya lagi'”Tadi kamu pingsan saat mengikuti demo………..sst!Kamu pasti bigung kenapa bisa sampai di rumah………….dan pastinya kamu bertanya taya siapa yang membawa kamu kesini.Yakan?tegasnya saat memlihat mimik wajah bayu yang masih terbengong bengog dengan sesuatu yang terjadi pada dirinya.

Bayu mengangguk pelan kepalanya.

“Ayah saja juga tidak tahu siapa yang menghatar kamu kesini. Kata mbo minah kamu diantar oleh beberapa teman…………”

“Ada sms dari seseorang yag mengabarkan kamu jatuh pingsan dan sedang berada di post keamanan dekat bundaran HI,” tiba tiba yozi memotong pembicaraan ayah bayu,”Makanya jam pelajaran jangan dijadikan untuk kepentingan yang bukan kepentinganmu,bay!”serunya sambil menghibas rambut bayu.

Semuanya tertawa termasuk Gen,buwel serta bri yang datang bersama yozi.

pukul 17.31.01

Bayu masih duduk di serambi belakang rumahnya,dekat kolam renang yang berukuran sedang. Menyaksikan yozi selesai berenang. Dan bayu hendak menyusul bayu kebelakang saat hpnya berdering. Sambil berdiri ia menjawab telephon yang tak bernama tersebut.Lalu………

“Gimana keadaanmu sekarang setelah jatuh pigsan tadi siang?? Sudah baikan?Makanya kalau mau sekolah ya sekolah jangan ikut ikutan demo.” tanya suara dari seberang sana.

Terheran heran bayu segera membalasnya”Aku tak kenapa kenapa. Sudah baikkan koq. Oya, aku berbicara dengan siapa ya? Boleh aku tahu namamu?Tunggu dulu, koq kamu tahu kalau aku pingsan……………..atau jangan jagan kamu yang menelephon teman sekolahku dan mengabarkan tentang keadaanku.Ya,kan?”

Mendapat serangan yang bertubi tubi dari bayu si misterius tersebut justru tertawa. Dan ini yang membuat bayu semakin penasaran. Percakapan mulai nampak tak bersahabat saat bayu tak mendapatkan identitas dari orang tersebut. Dan bayu kian emosi saat telephonnya di matikan saat ia benar benar ingin mengetahuinya.

Karena bayu sedang emosi sebaiknya kita istirahat dulu ya………….heheh maksudnya bersambung

Bagian IV

Pukul 10.34.21

Di pusat ibukota nampak ada beberapa agenda yang akan segera terlaksana. Sebuah acara utuk menerima seratus harinya seorang bapak Presiden di negeri kita tercinta. Sebuah angka seratus yang berbagai maknanya sangat ingin dinikmati oleh seluruh rayatnya. Seratus harinya menegaskan dari janji  untuk memberantaskan korupsi.

Meski kita tersadar bahwa di seratus harinya ia bekerja tidaklah  mungkin banyak yang dihasilkan. Namun sebagian rakyat sepertinya tidak mau mengerti karena  seratus hari pertama sangatlah berarti untuk menagih janji janji program programnya agar segera direalisasikan dalam jangka waktu seratus hari tersebut.

Seratus hari yang berarti pertaruhan kredibilitas bahwa program tersebut bukanlah sebuah janji belaka namun amanah rakyat yang harus segera dibuktikan dan diwujudkan. Dan tentu saja salah satunya adalah program pemberantasan korupsi.

Implementasi pemberantasan korupsi menjadi isu utama yang segera harus dlaksanakan. Karena korupi itu seperti sebuah virus yang akan segera mengalir dan mejangkau di setiap inci dan sudut sudut kita semua.

Suasana sangat gaduh.

Sama seperti yang terjadi di selatannya jakarta,di ruang persidangan. Dimana pada ahhir keputusan hakim menjatuhkan terpidana yang bernama bapak antasari dengan hukuman selama delapan belas tahun.

Dan sebuah keputusan yang sangat mengakibatan banyak perdebatan dari sebagian golongan baik yang berkepentingan maupun yang sebagai figuran saja. Berlomba lomba menegaskan bahwa hal tersebut sangat tidak sesuai degan apa yang sudah diperbuat oleh sang terpidana. Padahal terpidana bukanlah sebuah batu maupun juga sebuah permata. Hanya segenggam tanah yang membecek saat terendam oleh sesuap nafsu yang berlebih. Lalu benarkah sudah bisa dikategorikan sangat adil keputusan tersebut. Ach! Biarlah semuanya menjadi sebuah permainan di dunia yang mungkin di bilang nyata dan tidak. Padahal sesuatu rasa senang dan menangis bukanlah hal yang mutlak. Sama saat Tuhan menerima ummatya; Jika ummatNya masuk neraka Tuhan tidak marah dan ketika ummatNya masuk ke surga Tuhan juga tak pernah tertawa.

Suasana sangat memanas

Dan bayu berada disana mejadi saksi atas demo yang dilakukan oleh sebagian elemen yang megatas nama demi rayat. Masih memakai celana sekolah ketika ia hendak melontarkan yel yel yang dipandu oleh sang penggagas demo tersebut. Keringat menetes di dahinya namun tak menyurutkan niatnya untuk selalu berada di barisan tersebut. Wajahya yang putih bersih itu terlapis oleh debu debu jalanan. Sesekali ia menyerusup air mineral agar tenggorokannya tetap segar.  Panas mulai menyalak dan Rambutya sudah membasah dan ia hendak mengelapnya dengan saputangan saat seseorang sudah memberikan topi berwara hitam dan bertegger menutupi sebagian kepalanya.

Bayu menolehkan kepalanya. Namun sebelum ia melihat sosok pemberi topi tiba tiba dari arah belakang ada serbuan massa kedepan sehingga ia terdorong dan maju ke depan.

Matanya tetap mencari cari sosok tersebut meski ia tersedak oleh kerumunan massa. Sehingga akhirnya……………

bersambung tak mengapa kan?

Bagian III

Pukul 24.01.28

Seperti pemberitahuan atas kemarahan sang langit di jagad malam. Diantara gemuruh angin yang memperlihatkan betapa egoisnya petir mencabik cabik kulit awan yang terdiam dalam kehitaman pekat. Gemuruhnya membentang dari sudut yang tak beraturan lalu menukik tak berhorizontal membabi buta.

Tetesan hujan sudah tak lagi berirama bahkan tak berbentuk sebuah tariannya yang indah. Semuanya seakan terbabpitis oleh egonya sebuah kemarahan………….(Membaca apapun diatas kegelisahan langit yang marah pasti akan menimbulkan jejak yang selalu dan selalu saja menuruti kata sesepuhnya sang Kebaikan! Lalu kita teringat akan Doa. Akankah selalu berurusan dengan membaca doa saat sesuatu buruk menerpa?Dimana sebelum sebelumnya kita mengingatnya saja enggan bahkan terkadang justru menyepelehkan doa)

Aku ingin tidur jangan ganggu aku!

Aku tak mengganggumu……….aku justru ingin memperlihatkan apa

yang sesuangguhnya jarang engkau lihat. Bangunlah

Tidak! Biarkan aku disini menikmati ragaku yang tertidur pulas. Aku lelah berbisnis sapa denganmu. Jangan ganggu aku! Jangan datang disetiap aku hendak tertidur

Angin menjilat gelombangnya mempertautkan dedaunan dengan satunya lagi hingga mendekat jatuh ke tanah yang membecek basah!

Darah emosi halilintar tak terkendalikan seakan hendak melahap seisi bumi

Aku tidak takut!

Karena kamu memiliki keinginan untuk berdoa?

Ya ada doa yang selalu disini di dekat nadiku

Tapi kamu segera melupakan doa setelah segalanya berakhir. Dan kembali terbenam dengan kesibukan apapun di duniamu. Lalu melupakan bahkan seperti tak memiliki Doa. Sama seperti kejadian yang terjadi saat kamu menab……………

Aku ingin lepas dari sentuhan bisikan hatimu. Aku lelah! Aku hendak tertidur. Dan aku ingin mendekap kesakralan doa itu disini……………..

Seperti gemuruhnya angin ditengah hujan……..sedemikian pula dengan bayu yang meronta diatas ketidaksadarannya.

“Bayu………….bayu bangun,bayu!”sentakan jemari tangan dari ayahnya membuat bayu segera tersadar atas impiannya yang buruk. Keringat menetes di dahi dan menurun di pipihnya bahkan menempel lekat diujung bibirnya.

Bayu segera bangkit dari tidurnya dan memeluk erat di tubuh ayahnya. Sangat erat!

Seperti pelukan rinai hujan yang kian membesar.

Sesaat suasana terdiam. Hanya desis nafas mereka yang terdengar. Ayahnya masih mengusap rambut anak laki satu satunya itu dengan penuh kelembutan. Selembut kasih sayang yang selalu disentuhkan dari akar nafas hingga menjadi dahan yang memiliki ranting rantingnya. Begitu hangat pelukan yang disuguhkan oleh ayahnya. Sebuah suguhan yang terekam dengan sangat kuat di bathin bayu sejak ibunya pergi meinggalkan dirinya. Dan membiarkan satu rasa terlepas. Dan itu hanya ditujukkan dari ayahnya. Ranting yang seharusnya masih membutuhkan siraman agar tetap kokoh itu ternyata mesti rontok perlahan lahan sehingga tak menimbulkan dedauanan yang hijau merindang.

Bayu kembali menarik nafasnya dan segera dihempaskan di bahu ayahnya. Bahu yang selalu siap menjaga dan menerima beban duka dan derita dari anaknya. Bahu yang setiap saat tak pernah lalai dari kehidupan bayu berusia dua tahun hingga menjelang tujuh belas tahun.

Mata lelaki berusia empat puluh delapan itu tak menampakkan rasa lelah dan ngantuk. Masih bersinar dan tetap memberikan sinar kasihnya untuk seorang anak satu satunya tersebut

Di luar hujan mengganas dan anginnya menerpa beberapa penghuni di bumi. Bahkan ada yang roboh.

bersambung lagi yuk………heheheh

Bag II

Antara sadar dan tidak akhirnya bayu bermain pada perasaan bayangan semenjak tabrakan tersebut. Segalanya membuyarkan pandangan matanya.

Ia yakin kalau orang tersebut benar benar ketabrak mobilnya namun disisi lain ia tak bisa mengelak saat orang itu berjalan dan berlalu dari pandangannya.

Seperti dalam pertunjukan yang sedang mempertautkan antara seni dengan sebuah kondisi lakon hidup. Dalam basis di pertontonkan atau mempertontonkannya sendiri. Seperti bangkit dari kematian. Memudaran nafas menjadi sebuah simbul ketajaman jasad yang tak bernyawa……..(Apakah kematian merupakan siklus yang benar benar tidak boleh memiliki rasa untuk kesadaran hidup? Apakah Tuhan benar benar menerapkan segalanya itu dalam kitab kitab setiap ajaran yang beraneka ragamnya? Lalu sudihkan jasad melepaskan sebegitu saja saat nyawa masih ingin merangkul erat di sosok tubuh kta?)

Jasad tetap berada disana

Tidak!

Apakah kamu sudah tak percaya Takdir?

Bukan begitu…………………..jasad memang milik kita! Namun……….

Sudah! Aku enggan membahas’jerit perasaan bayu ketika tersadar akan alinea dari kitab kehidupannya sendiri yag asyik di permainkan oleh perasaan yang satunya lagi. Selaksa antara putih dan hitam. Atau setan dan manusia bahkan jejak surga atau neraka. Semuanya membuat bayu tak berkonsentrasi saat hendak bermain basket maupun saat bayu berada di rumahnya sendiri.

Kekacauan lebih jelas atas sukma bisikan dari hati yag beda.

Di kamarnya bayu langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Semetara detik seperti hendak berlomba lomba utntuk melestarian langkah langkah kehidupan. Mata bayu sudah terpejam dan sepertinya ia dendam akan rasa ngantuknya sendiri. Hingga sesaat kemudian…………….terdengar sayup sayup lagu one last breath milik creed………….

please come now think i’m falling………..i

t’m holding on to all i think is safe………..

it seems i found the road to nowhere

and i’m tryng to escafe

i yelled back when I heard thunder

but i’m down to ane last breath

and whith it let me say…..let me say

Bersambung


Novelet kecil di bulan penuh cinta

Yoza terduduk diam dalam pekatnya malam diantara desiran angin yang menyapa lembut hingga ke hulu hatinya. Dipandanginya berkali kali langit yang menghitam pekat penuh ketegasan.

Sesekali ia menghirup dan menghempaskan nafasnya perlahan lahan. Kedua bola matanya yang dulu tajam kini serasa tertunduk dalam sekatnya sebuah kepedihan.

Diam!

**************

Diatas kursi rodanya nampak Bayuputra sedang mengamati lukisan cat minyak yang bertender di dinding ruang kamarnya. Lukisan seseorang yang sedang duduk memandangi  hamparan air laut yang membiru. Ada bayangan di dekat orang tersebut namun ia sendiri tak pernah mengerti apa maksud dari gambar lukisan yang dibuat Yozi,teman sekolahnya tersebut.

Dan lukisan tersebut sudah bersender di dinding hampir lima tahun sejak temannya memberikan tepat menjelang hari valentine.

Sesaat bayu melemparkan pandangan matanya ke arah luar lewat jendela kamar yang ia buka lebar lebar, tepat hujan  membasah dengan symphoni yang terasa sangat pelan. Dan bayu menikmati tarian hujan tersebut.

Lalu tanpa ia sadari sudah bermain pada bait bait sebuah kenangan yang dengan lantangnya membayang di pelupuk ingatannya…………….

“Kamu selalu akan menyukai suasana seperti sedemikian,bayu,” tutur yozi saat ia bermain ke rumahnya,lalu lanjutnya;”Dingin memang namun kamu akan selalu merindukan wanginya apabila satu hari engkau tak bertemu dengan situasi seperti ini……………..ssst! Jangan bilang aku hanya omong kosong,Bay!” tegasnya saat bayu hendak menggelengkan kepalanya.

“OK nanti aku akan coba mengikuti kata katamu,yoz. Sekarang kita berangkat,”

“Masih hujan,bay!”
“Lalu, kenapa? Apakah ada larangan bahwa kalau hujan kita tidak boleh bermain basket?”

“Bay…………………”
“Mau ikut atau…………”
“Ok aku ikut!” serunya dengan nada sedikit menghelak

Dan beberapa menit kemudian mereka berdua meninggalkan rumah. Dengan mengendarai mobil taruna bayu mengajak yozi ke tempat latihan basket di SLTA 6,bulungan jakarta selatan. Hanya menempuh waktu seperempat menit mereka akhirnya sudah berada ditujuan. Dan bayu hendak memarkirkan mobilnya tiba tiba dari arah di balik depan mobilnya seseorang hampir tertabrak kalau saja ia tidak segera menginjak pedal remnya. Namun tak terjadi apapun juga karena orang tersebut justru melanjutkan langkahnya seakan tak pernah terjadi apapun juga

Suasana sedikit menegang!

 

mentari menggelap dalam gantungan sang musim

menina bobokan terasa lelah namun menggemaskan

api membara dalam tatapan tungku nasi yang memasak

keringat namun embunnya pagi serasakan menyegarkan pagi membuta

air mengucur dengan tenang penuh kelembutan pada sang permata hati

dan sebagainya dan sebagainya seperti rutinitasnya seorang perempuan di jagat yang banyak sebagian ummat tak menghargai jasa sang ibu.

Umpami ibu uninga……abdi teh katalangsana

dahar isuk henteu sore…..sare taya numepende

abdi sono abdi kangen….hoyong tepang sareng ibu (lagu sunda ini mengingatkan kita pada ibu)


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Februari 2010
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Blue Stats

  • 141.149 hits