My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Januari 23rd, 2010

“Alfin?”

Suaranya tersendat sendat antara percaya dan tak percaya. Dan Aurel benar benar hanya terdiam sampai akhirnya lelaki tampan itu sudah duduk di sebelahnya.

Nafasnya masih sulit tuk dikendalikan oleh aurel namun sesaat kemudian ia akhirnya bisa juga menenangkan dirinya saat lelaki yang di panggil alfin itu mencoba memberi kekuatan tuk kontrol dirinya,katanya,”Apa cabar,aurel?” mata yang indah dan teduh itu semakin membuat aurel tak berkutik.

Ia tahu kalau mata lelaki yang duduk di sebelahnya itu tak akan pernah bisa menyimpan kedukaan dari perasaan apa pun. Dan aurel juga paham bahwa hanya alfinlah yang dulu bisa menerima keadaannya saat pertama kali ia datang ke australia tuk pertama kalinya.

Diam!

“Aurel,”

kali ini ia tak bisa membohongi dirinya. Di tatapnya kedua mata lelaki itu. Dan berujar,”aku………aku……”

Aurel tak bisa meneruskan kalimatnya. Bersusah payah ia mencoba besikap tenang namun akhirnya justru ia malah menangis di pelukkan dada bidang alfin. Seseggukkan tangisannya dan alfin mencoba beberapa kali untuk membujuk agar aurel bisa menggendalikan emosinya,” Tenang aurel, kamu tak akan pernah merasa menyakiti perasanku. Percayalah padaku,aurel. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kelangsungan perkawinanmu dengan Nino.”

“Tapi al,” isaknya semakin tersendat di dadanya. Alfin menghibas hibas rambut aurel dengan sangat penuh kasih sayang.”Tenang.tenang…….hsst! kamu tak perlu nangis seperti ini aurel. Aku justru malah merasa bersalah jika kamu seperti ini? Dengar aurel…..aku akan selalu melindungimu dari sini.”

Beberapa menit kemudian aurel sudah bisa kembali memulihkan perasaannya. Diusapnya mata beningnya dengan kedua jemari tangannya. Matanya memang masih menyisahkan kemerahan.

Dan ia sudah duduk tenang di sebelah alfin.

“Aku akan selalu baik baik saja disini.”

Mata aurel masih menyisahkan airmatanya namun ia berusaha agar tak tumpah lagi di hadapan Alfin. Ia memandangi wajahnya.

“Segalanya sudah ku pasrahkan disini……di lubuk hatiku yang paling dalam aurel,” tuturnya sambil menunjuk ke jantungnya sendiri,” Ta akan pernah aku meminta lebih lagi darimu. Mendengar kabarmu baik baik saja aku sudah sangat bersyukur. Dan itu berarti Nino mu sangat menjaga dan menyayangi mu lebih dari apa yang pernah ku lakukan untukmu.” Jemari tangan aurel di sentuhnya oleh alfin untuk sesaat diusap usapkan punggung tangan aurel dengan lembut,” Dan ternyata memang kamu sangat bahagia kan, aurel?”

“Maafkan aku,Al!”bergetar nada suara aurel yang di dengar alfin dan alfin membalasnya dengan senyuman. Kini ia menarik kembali tangannnya dari punggung tangan aurel. Ia tak mau merusak suasana hatinya sendiri bila terlihat mesra di hadapan tantenya dan juga anak anaknya.

“Lalu lagi mana dengan………….” suaranya terpotong oleh kalimat alfin yang segera menjelaskan keadaan Aeldya. “Dia baik baik saja,aurel. Anak ki…….maaf salah anakmu kabarnya baik baik dan juga sehat sehat saja bersama ku.”

Bibir aurel bergetar. Ia tak bisa lagi menghentikan aliran butiran airmata yang pada akhirnya menetes jatuh ke ke dua pipinya. Lalu………….

Bersambung


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Januari 2010
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blue Stats

  • 141.192 hits