My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Januari 15th, 2010

Beberapa menit setelah berkata aurel bergegas dari duduknya dan melangkah cepat menerobos barisan hujan yang menghujami tubuhnya. Carol tak melakukan sesuatu tindakkan apapun.  ‘ Dan aku minta kamu menjauh dari kehidupan ku,carol!” ujar aurel sambil membelakangi wajah laki laki yang selalu mengganggu pemikirannya.

Diam!

Ia biarkan perempuan itu berjalan menjauh dari tatapan matanya. Di biarkan ia membasah dalam diam sembari terus menatap sosok perempuan itu hingga benar benar menghilang dari pandangan matanya.

***

Sisa tarian malam hanyalah sebuah lukisan dari  raut wajah sang rembulan malam ini yang sedang merenung dalam kediaman. Tiada lagi tatapan ceria dalam barisan awan yang menghitam pekat di atas langit langit, lukisan kegelapan yang selalu saja ia rasakan kerap hadir bersamaan dengan kehadiaran sosok carol dalam kehidupan sehari harinya kini. Sudah berkali kali ia hendak membicarakan masalah ini pada suaminya namun selalu saja ia tak tega mengganggu rutinitas pekerjaannya yang menumpuk. Ia tahu kalau Nino suaminya itu sudah terlalu sibuk dan ia tak ingin banget menambah beban yang satu ini. Nino tak perlu tahu masalah……………….

“Mah………………”

Aurel terbelalak dengan segera ia bangkit dari tempat tidurnya dan berlari menghampiri sumber datangnya suara anak bungsunya. Ia panik dan takut akan terjadi apa apa dengan anak bungsunya itu. Tetapi sampai di dekat pintu ruang yang menuju ke arah taman belakang rumahnya. Ia terhenti. Aurel benar benar terpana akan pemandangan yang dilihatnya. Ia sok. Ia hampir tak mempercayai kalau anaknya itu sedang tergantung dalam pegangan tangan Carol diatas kolam renang.

Aurel marah

“mah……..!

Suara itu! Suara yang benar benar memohon pertolongan darinya. Aurel benar benar gugup dan stres di buatnya. Salah tingkah ia mencoba mencari celah agar carol mau melepaskan anaknya. Ia tak mau Bram merasakan pembalasan atas sakit hati diri carol. Air matanya sudah menetes dipipinya. Tetapi carol hanya diam dan memandanginya terus berganti memandangi anak perempuan yang dulu ia sayangi.

“Mah! Blam tatut……mah! Blam ta mau cena ail mah………..!”

Aurel  benar benar menangis

“Tolong carol………..please lepaskan anakku,carol!” isaknya sembari membiarkan air mata itu membasah sekujur wajah dan lehernya, katanya lagi memohon,” Aku mohon padamu,carol. Jangan libatkan anakku jika memang kamu marah padaku! Dia tak ahu apa apa carol…………please! Kamu boleh bunuh aku tapi jangan kamu sakiti anakku carol………….aku memang salah meninggalkanmu waktu itu tetapi ak…………….aku…………….”

“Mah………!”

Selangkah demi selangkah aurel mencoba mendekati carol namun laki laki itu sudah mengendorkan genggaman tangannya. Setapak lagi kaki anaknya akan menyentuh permukaan air kolam. Dan aurel berteriak mencari pertolongan. Namun tak ada satupun yang mendengar. Ia seperti orang stres berjalan tanpa arah di dekat anaknya.

“Carol……………..aku mohon jangan sakiti dan siksa anakku carol. Please! dia tak bisa berenang dan dia paling takut dengan air kolam,carol. Letakkan anakku dari atas kolam dan biarkan ia duduk di tepiannya . Aku mohon carol…………………………

“Mah……………………..!”

Bersambung


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Januari 2010
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blue Stats

  • 141.192 hits