My Blue Thunder Heart’s BLOG

sketsa wajah yang terluka…….

Posted on: 2 Februari 2010

nasib bak cando buah pitulo……….di dalam ramuak lah batarawang

di lua sandiang lai tagak juo……….palampok malu ka bakah urang

taguahkan iman banayk basaba

alah suratan dari nan Satu………(lagu minang serasa mengena dengan postingan ini)

Butiran airmata di pipi anak seusia dua belas tahunan itu terus saja mengalir deras,meski malam telah merambat gelap, dan ia telah berdiri bersandar di dinding tembok rumah tua tak berpenghuni itu, hampir setengah hari. Dan waktu menunjukkan tepat jam tujuh malam. Bayu namanya, lengkapnya Bayu Langit Prakoso, anak ke dua dari enam sanak saudaranya. Bapaknya cuma pedagang asongan yang suka menjajakan dagangannya di depan sekolah SD yang berada di perempatan lampu merah, dekat sebuah mall di sekitar timur Jakarta, ibunya cuma kuli cuci keliling, sedang abangnya masih tergeletak di balai tempat tidur, meringkik menahan sakit yang kurang jelas apa nama penyakitnya, karena bagi orangtuanya, anaknya cuma sakit biasa, katanya; bila ada orang yang bertanya tentang anak ke satunya, dan itu berlangsung hingga tahun ke sembilan. Miris kedengarannya, tetapi demikianlah adanya tanpa dikurangi dan di lebih-lebihkan, segalanya berjalan dengan tanpa satu permintaan welas asih pada semua penghuni bumi di sekitarnya.

Dan bayu masih disana, bersandar memandang alam disekitarnya yang sudah berubah gelap, tatapan matanya kosong tanpa celah kesejukkan yang melekat di dua bola matanya, yang jika pagi hari terlihat bercahaya, memantulkan rasa kedamaian. Itu semua cuma cerita masa lalu, tetapi saat ini, jangankan kedamaian yang melekat, sinar kehidupannya saja sudah memudar, karena yang melekat hanyalah sebuah sinar luka yang menari nari dengan ganasnya di pelupuk bola matanya.

Ia menangis sekali lagi. Bukan karena ia tiada teman yang menemaninya saat itu, tetapi karena ia mulai merasa tidak sanggup lagi tuk menghujat penderitaan ini pada jiwanya sendiri, ia merasa tidak sanggup lagi menggengam mutiara duka itu di dermaga hatinya.

“Kenapa Tuhan! Kenapa!!” jeritnya kemudian, dengan lembut sembari memandang langit yang juga telah tertutup selendang kepekattan malam. Lihat aku Tuhan..Lihat! harus gimana lagi aku untuk menunda duka ini agar tidak datang dalam hari-hariku yang mulai melelahan ini, Tuhan ? Kurang apa lagi aku untuk meminta selembar saja kain kebahagiaan itu untuk aku dan keluargaku, cuma selembar saja, Tuhanku yang Maha Bijaksana. Aku terlalu lemah memang dalam memandang kebaikkan yang Kau inginkan di setiap kali aku memanjatkan doa pengharapan dariMu. Tapi apakah aku masih kurang pantas tuk berselingkuh dengan kebijaksanaanMu yang sering ku lakukan, * apa masih kurang pantas, Tuhanku, lihatlah, mata rantai yang selalu membelenggukan ajaran yang ku anut ini, Tuhanku, semuanya telah kulakukan, segalanya telah kupasrahkan pada mata rantai pemilikanMu, hingga aku takut jika sampai melepaskan salah satu mata rantai itu tersebut, aku benar benar takut Tuhan, karena kata ibuku’ seapapun parahnya penderitaan yang sedang kita jalani jangan sampai kita melupakan perintahNya, dan itu terus terngiang-ngiang di bunga ingatanku.

Aku salah apa Tuhan? apa karena kemarin, delapan ratus detikyang lalu, aku keseringan memuntahkan kristal-kristal putih, dijemari tangan nafsuku sendiri? menidurkan tubuhku diatas benang mimpi-mimpi yang indah? atau karena aku pernah menelanjangi janjiku tuk tidak bersetubuh dengan nyanyian dosa? hingga lupa tuk tetap mencium perintahMu? apa hanya karena itu hingga aku masih menghirup bau keperihan di sepanjang hari hariku.

Diriku teramat letih tuk menjuntai benang derita itu saat ini Tuhan. Semusim derita tetap berada di rumah kehidupanku, dengan menatap derita yang memancar di mata orangtua kami. yang entah sudah merajut beban apa lagi tuk di tanggungnya, segalanya terasa berat, beban keluarga, sanak saudara yang enggan bersentuhan degan kehidupannya, berita kenaikan harga kontrak rumah,minyak tanah, listrik, bahan makan dan entah apa lagi yang akan ia dengar beritanya. Aku tak sanggup lagi untuk tidak mengakhiri perjalanan derita ini sampai malam ini, sampai………. …….. …….. (segalanya berhenti saat Bayu mulai mengakhiri perjalanan hidupnya diatas pohon dekat rumahnya bergantungan )

sebuah dilema saat aku baca dan menyaksikan berita duka yg terjadi dalam kehidupan seorang penerus bangsa itu harus berakhir………….

Iklan

61 Tanggapan to "sketsa wajah yang terluka……."

dan aku tak bisa berbuat apa apa ketika………..

ketika si bayu menahan perih di perut nya mas

sungguh miris,sobat.

*menitikkan airmata*

Hiks.. Kenapa begitu??..

Ada kasih yang bisa di bagi kepada sesama penghuni muka bumi ini yang sulit dan gundah

Iya ..kasih

bukan harta
bukan jiwa

Karena dalam kasih ada rasa tulus..setulus ketika aku ingin sekali menghampiri Bayu kecil

Mungkin aku tidak punya harta yang banyak untuk berbagi dan mewujudkan semua impiannya

Tapu aku punya kasih ..yang tulus

Dan dalam tulus itu..kan ku usahakan untuk membagi rejekiku..yang hak nya.

Jika tak ada materi tuk dibagi
mari kita berbagi kasih
senyum
dan tawa
🙂

terharu bacanya…nice 🙂

mari peduli sesama!! jangan hanya ngomong ajahh 😀

miris, mengiris, mungkin inilah realita bangsa kita saat ini.

mas, saya datang menemani … 🙂

Couldn’t agree more with Yessy and Indira…
Banyak cara..
Banyak cara lain untuk membantu…

Ah, Blue..
kenapa postingan kamu sedih ya?
Bikin saya gimanaaaa gituhhhh… 😦

apakah bangsa ini seperti itu? kayaknya sih iya?

Sungguh suatu keadaan yang sangat memilukan,…. mungkin terjadi diluar sana,…. mari bersama kita bergerak,.. perlahan dari tetangga yang terdekat 🙂

gw ngga bisa baca soalnya suedihhhh..banget.. 😦

biar kamyu ngga’ sedih mampir ke tuyi blog’s, dijamin ngakakkkkk…. 😦

sedih…
sedih itu bagian dari perasaan…
saat ne aq juga sedih…
sedih banget…

kita selalu ada dan bisa tiupkan kesejukan doa kebaikan bagi mereka ketika kita merasa tak mampu apa2, tanpa perlu mereka ketahui, kapanpun, walau bibir kita tak bisa tersenyum terjahit rapat akibat akumulasi kemarahan akan keadaan. tuhan maha mendengar, maha ajaib…

Seharusnya dosa-dosa pengkhiran hidup bayu harus ditanggung pemimpin bangsa ini.

hehe sedih dan senang itu memang sesuatu yang mesti dirasa tapi kita hrs ttp smngat

berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

blue, aku tunggu kumpulan cerpennya dalam sebuah buku.
karya yang indah ……… salam sukses selalu 🙂

Berkunjung bang…

Salam sukses dan tetap bersemangat.

aduhhh…hatiku ikut pilu membacanya Blue, sungguh…

Berkunjung balikni di blog sahabat.

duh aku juga sedang dalam keletihan , ada yang mau bantu membuatku menjadi bugar dan semangat

Teringat masa-masa kecil dulu, hidup dengan sangat dan sangat sederhana….makan berbagi yang ada….ubi jalar sudah sangat istimewa…roti dan kue hanya angan belaka…..jadi sedih……..

salam.
2 mutiara sedang digelindingkan… dengan arah yang berlawanan…. yang satu beradu dengan rumput hijau, yang satunya pada tanah berdebu….. arena rumput banyak bertemu bunga dan embun…. arena tanah berdebu menyesakkan dada….
masing-masing bertahan untuk terus bergelinding ….. mungkin nantinya akan bertemu …… pada sungai yang bening ….
salam

apakah ini cerita kenyataan???

terhanyut baca prosanya… 🙂

kalau saja si bayu memilih jalan yang lebih terhormat, barangkali cerita ini bisa lebih memotivasi pembacanya 😀

Sebuah ironi di negri yang bernama indonesia

hiks. hiks. hiks….

Sedih bangets….. 😦 sampai berkaca2

kunjungan malam hari… ingin minta follownya dari sobat blogger yang sudah top ini… terimakasih atas partisipasinya.. biar gak paki L silahkan Klik di sini aja program 1001 komentar, berprtisipasilah

sedih, terharu, miris, dongkol, terhanyut, pokoknya campur aduk dah.. :mrgreen:

salam gan.. *ikut meramaikan. . 😉

salam sobat
sangat mengharukan BLUE,,
semua kuasa ALLAH SWT,,,yang penting tetap mengingat selalu perintahNYA..

aku ko’ g paham2 sastra ya..kalo code HTML lumayan… hihihihi

sastra begitu indah tersaji disini siap untuk dinikmati oleh penikmat sastra

Selamat malam Blue ,hatiku selalu menjadi biru dan romantis jika mampir di site anda ini

jangan sedih blue… 😦

ini true story? wuih 😦

tuhan..apakah engkau sudah bosan dgn segala tingkah laku kami..
ach..berat dan perih jika memikirkan semua ini…
terimakasih utk cerita yg hebat ini, sahabatku..
salam hangat, salam damai selalu

Tuhan salah ? Never.
yang salah kita sendiri…, dan wajahku nggak terluka walaupun hanya dalam sebuah sketsa.
Tuhan tidak pernah menyakitiku, tetapi akulah yang menyakitNya.

dalam keheningan merambah pagi aku ingin dia terseyum optimis dan tidak pesimis, semoga doa blue bersama kami

Mudah2an tidak akan ada lagi kejadian seperti Bayu, ya. Kalau semuanya mengakhiri hidupnya, tragis betul nasib bangsa ini.

Kunjungan pagi Blue… terharu.

page blue maaf baru mampir lagi, setiap kata yg tertulis dalam postingannya semua penuh dengan makna dan arti yg sangat dalam, aku suka itu blue

Kali ini speechles. hehe

Selamat sore, ingat setiap harta yg kita miliki ada hak anak yatim piatu, miskin, jompo melekat disitu

maaf saya telat mengunjung blog mas.. harap maklum dengan keadan yg sangat mendesak…
huuhhh seperti melepas dahaga setelah bisa berkunjung ke blog mas blue….
wah saya kira saya tadi mas taunya lain …. heeee

dibalik semua derita pasti ada seberkas cahaya pengharapn yang lain yang ingin disampaikan kepada kita,, bukankah kita jarang mengucapkan syukur kepada Sang pencipta,, Pemeberian yang paling berharga olehNya adalah Kesehatan,,>>> yang sangat dan hampir tidak pernah kita syukuri… jadi bersyukurlah atas pemberiaNya berawal dari yang kecil terlebih dahulu…..
Semua Pasti Akan Tersenyum, Tidak diDunia ini mungkin Di Tempat yang paling indah nanti (SURGA)…Amin.

Kunjungan perdana nich! Ditunggu kunjung baliknya!

Tulisan yang indah…
meski cerita sedih tapi sastra membuatnya jadi indah..

ketika hidup dan kehidupan dihadapkan pada kenyataan yang tak kita inginkan, maka bunuh diri bukanlah jalan yang tepat untuk diambil. karena itu sama saja dengan menjauhi dan tak menikmati ujian yang diberikanNya 😀

#btw dapet award dari saya tuh mas 😀

jadi terharu bacanya

ahhh, kenapa bayu harus mengakhiri hidupnya diantara pohon2 ?

Seperti kata Ebiet, “Rembulan pun menjadi menangis di serambi malam…”

[…] Dobleh yang Malang » yg men-Sketsakan Wajah Terluka […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Blue Stats

  • 134,817 hits
%d blogger menyukai ini: