My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Januari 2010

Sujud dengan kesempurnaanya tengah aku lakukan saat ini,Tuhanku yang kesempurnaannya melebihi kebajikan yang telah aku lakukan saat saat ini, tetapi tidak! Bukan karena pasir pasir permasalahan itu telah menimbun tembok dan dinding dinding kejiwaanku hingga aku benar benar bersujud padaMu.

Aku tahu, aku terlalu jauh saat mencoba membangun pondasi rumah imanku. Aku rapuh saat memilih tanaman yang cocok untuk istana hatiku. Dan aku ternyata terlalu melekat pada cat warna kedukaan dibandingkan dengan warna putih kesucian. ( Apakah berarti putih benar benar suci Tuhanku?)

Dan satu Rindu ini menjadi sebuah kebijakkan yang lebih arif tatkala palu di altarnya sebuah meja sidang kelukaan jiwaku terasakan disini, di penghujungnya sebuah malam malam yang membeku pekat.( perlukah menyingkirkan rasa malu atas sujud yang benar benar terlaksanakan sebuah perTOBATAN?)

Rangkuman kalimat atas judul yang dikehendaki sahabatnya blue

Sahabat……..

ini adalah bagian dari novel Remember me

blue harap sahabat masih mau memberikan masukan tuk karya yang kagak berkarya ini

Sidney di sebuah pagi

Entah mengapa di saat Alfin hendak mendekatkan diri aurel pada buah hatinya tiba tiba saja carol datang untuk memastikan kalau aeldya itu buah hatinya juga. Aurel tak bisa berbuat apa apa demikian juga dengan alfin. Sekuat apapun ia mempertahankan keberadaan anak itu di dalam kehidupannya namun akhirnya ia mesti menyadari kalau ia hanyalah sebuah tempat persinggahan yang pernah di rasakan oleh anak perempuan itu. Segalanya menjadi sebuah dilematis dalam kehidupan antara ia, aurel, carol dan anak perempuan yang berusia delapan tahun itu.

Demikian juga dengan aurel apa yang mesti bisa ia harapkan untuk memberikan kebebasan pada alfin untuk tetap menjadi bagian dalam kehidupan aeldya. Sudah lelah ia mencoba membujuk agar carol mau memberikan kesempatan untuk alfin agar bisa bersama sama dengan anak itu. Namun carol tetap pada pendiriannya. Ia tetap menginginkan anak itu dalam kehidupannnya.

“Dia darah dagingku,real?” ucapnya dengan tanpa menimbangkan apapun perasaan yang dialami oleh alfin.

“Dia juga darah dagingku carol dan kamu mesti ingat itu!” tegas aurel saat carol datang menemuinya di kediaman tante sari.  Dan untungnya tante sari sedang mengajak kedua anaknya berkeliling.

DIAM!

“Aku ingin merawa……………..”

“Kenapa baru sekarang carol kamu katakan itu!” potong aurel saat carol tetap pada pendiriannya, lalu lanjutnya dengan nafas yang mulai tak menentu;”kenapa baru sekarang! Kenapa kamu tidak bilang niatmu itu sedari dulu saat anak kita masih di kandunganku sendiri. Kenapa carol? Kenapa baru sekarang……………jangan memotong dulu pembicaraanku carol,” desaknya saat melihat carol hendak memotong pembicaraannya. Tegasnya lagi”Jangan bilang kamu baru menyesal sekarang! jangan bilang kalau kamu sangat menyesali keputusanmu sewaktu dulu. Saat aku mendesakmu untuk mempertanggung jawabkan atas perutku yang telah berisi janin Kenapa carol?” isakkan aurel semakin menghiba. Carol hanya terpaku menantap aurel.

Hanya dengus nafas yang tercipta dari mulut mereka berdua.

Dan airmata itu sudah membasah di pipi aurel.

“Sekarang………..kamu bilang………kamu hendak merawat anak kita? Dengar Carol………..itu sama saja menyakiti perasaanku sendiri dan juga perasaan alfin.”

“Tapi dia anak aku juga kan,real?”

‘Benar! sangat benar carol tetapi tidak saat ini. Itu tidak mungkin carol……….alfin lah yang menjadi ayah dari aeldya saat ini. Di mata anak kita mungkin kita sudah dianggapnya tidak ada. Karena kita bukan dari bagian bayang bayang kehidupannnya,” Sesaat aurel menghapus airmata dipipinya dengan punggung tangannya sendiri” Karena kita tidak ada saat anak itu baru mulai merangkak sampai seusia sekarang ini. Delapan tahun carol…..kita tak ada disisinya. Delapan tahun aku dan kamu tidak pernah mempertanyakan keadaannya.”

“Real…………..”

“Sebaiknya jangan kamu renggut anak itu dari kehidupan alfin,carol. Aku mohon…….jangan buat satu masalah yang baru dalam kehidupan anak sekecil itu”

Diam!

Carol menatap wajah aurel dengan lekat. lalu………..

Bersambung

Perlahan lahan aurel mencoba merenggangkan jarak. Dan Alfin menyadari itu. Ia sadar kalau pebicaraan tentang aedya tak akan pernah bisa membuat aureal tenang. Di usapnya punggung tangan aurel untuk beberapa kali.

Dan Aurel hanya terdiam. Bukan karena ia ingin melupakan aeldya. Bukan! Aurel tak akan pernah lupa. Dia menyadari bahwa masa lalunya memang menghasilkan buah si malakamanya atas percintaan yang tak pernah ia lupakan. Lelaki yang telah menidurinya pun aurel tak akan pernah lupa. Namun kali ini ia benar benar tak ingin membicarakan tentang aeldya. Ia sudah menutup semua masa lalu aeldya dan menyerahkannya pada lelaki yang bernama alfin.

Ya, alfinlah yang dulu saat pertama kali ia datang ke australia demi menghindari atas segala peristiwa yang sangat menyulitan keputusan  antara ia dan carol. Ya, aeldya memang anak hasil hubungan percintaan yang dulu ia lakukan bersama carol. Dan carol bukan ingin menghindari dari tanggung jawab pada saat ia tahu kalau aurel hamil. Tidak! Bahkan dalam hati kecilnya ia ingin merawat dan membesarkan anak yang ada di dalam perut aurel. Namun karena terbentur pada sebuah ikatan kontrak oleh beberapa PH yang tidak menginginkan artisnya terlibat akan hubungan gelap dengan siapa pun. Makanya dengan berat hati ia perlahan lahan mencoba memberi pngertian pada aurel.

Namun aurel bukanlahah perempuan yang hendak menghemis atas tanggung jawab maka ia memilih untuk memutuskan hubungan dengan carol. Kemudian ia mencoba melupakan semuanya dengan mengambil keputusan untuk tinggal di australia. Di rumah kakak dari mamahnya. Perutnya baru berusia empat bulan pada saat aurel menjauh dari kota jakarta dan juga dari carol. Begitupun dengan carol. Ia memutuskan untuk belajar acting di negara belgia. Dan disana ia pun tak bisa menghindari dari retunitas pekerjaannya. Disana ia terlibat oleh beberapa agency.

” Dia mirip sekali denganmu,aurel?” alfin mengusik kediaman aurel yang terkenang akan masa lalunya. Katanya kemudian,” Dia juga pintar serta baik hati, ia gampang bersosialisas dengah sekelilingnya. Oya, aurel. Jika kamu mau menemuinya aku akan menghantarkanmu ke rumah. Ach………tak usah ku bilang begitu ya,aurel. kamu lakukan saja semaumu. Aku tak akan pernah membatasi pertemuanmu dengannya.”

Diam!

Di benaknya ia merasa sangat berterima kasih karena ia telah bertemu degan lelaki yang sangat memuliakan keadaanya. Alfinlah yang merawat aeldya saat ia memutuskan untuk kembali ke jakarta setelah melahirkannya. Afin pulalah yang memberi kasih sayang………….ya aku tak akan pernah meragukan segala kebaikkan alfin terhadap anak dari perutnya.

Aku lah yang meminta agar alfin tak usah memberi kabar atas perkembangan aeldya dari kehidupannya. Dia ingin melupakan aeldya dengan memilh untuk menerima perjodohan yang dilakukan oleh mamahnya bersama nino.

“Mah………”

Aurel  menoleh ke belakang saat anaknya memanggil manggilnya. Di berikan senyuman untuk menyabut kedua anaknya yang sudah berkeliling dengan tante serta teman teman tantenya.

“hey,fin tak disangka ya kita ketemu lagi disini,”ujar sari saat melihat kehadiran alfin yang duduk disebelah aurel. Lalu mereka bersalaman dan saling memperkenalkan pada teman teman sari dan juga pada anak anak aurel

“Ini namanya Om alfin. Dia jago main biola dan piano lho ”  sari mulai memperkenalkan alfin pada mereka semua. Semuanya terkagum kagum. Kata nya lagi,”Dan sabtu besok ia akan konser tunggal kecil kecilan lho di salah satu musium yang ada di kota  sydney.”

“Sar…………sudah dong jangan pamerkan aku pada mereka semua. Malu aku jadinya,”rajutnya yang justru disambut dengan tawa dari semuanya.

Keakraban mulai tecipta. Dan aurel sangat senang ternyata anaknya juga mulai mengakrabkan diri pada alfin. Bahkan anak yang laki laki ingin sekali diajarkan biola olehnya.

Keesokan harinya.

Pagi hari aurel sudah menelpon ke nino dan menanyakan keadaanya. Dan sebaliknya nino bertaya tentang anak anak dan juga kabar keluarga tante sari.   Dan aurel juga mengatakan kalau ia akan balik ke jakarta pada hari minggu.

Jam Sebelas siang

Kali ini ia diajak oleh sari menikmati pemandangan lain dari negri australia, dan sepertinya aurel pun  pasrah diajak berkeliling. Dan kali ini pun anaknya meminta agar om alfin juga diajak. Dan mau tak mau ia menawarkan keinginan anak laki laki nya.

Dan alangkah senangnya anak laki lakinya ketika tahu kalau om alfin akan ikut serta.  Aurel tahu kalau anaknya menginginkan agar alfin mau mengajarkan cara bermain piano dan biola pada nya.

Kali ini semua diajak untuk naik ke monorael. Namun berhubung aurel paling takut dengan ketinggian akhirnya ia tak jadi menikmati melihat pemandangan keliling sidney. Dan Alfinlah yang menemaninya sembari duduk duduk di bangku di sebuah taman dengan memesan segelas juice tomat sedangkan alfin memilih coffe.

Aku bawa photo anakmu,aurel,” kata alfin sambil mengambil sebuah photo seorang gadis manis dengan rabut dikepang dua.

Tadinya aurel belum siap untuk melihat photo anak perempuannya namun seketika saja tubuhnya bergetar. Ia ambil photo itu dan di pandanginya dengan seksama. Airmatanya mulai membasah. Dia tak mengira kalau alfin sangat menyayangi anak yang bukan dari darah biologisnya.

Sesaat aurel memandang wajah alfin. Lelaki yang dulu sempat menjadi suami pinjaman agar tetap memandang status aurel yang tak bersuami saat ia hamil. Dan alfin sangat mendukung mesti ia hanya menjadi suami sesaat. Ia tak merasa harga dirinya telah di permainkan seorang perempuan. Tidak! Bahkan alfin dengan sangat gembira bisa membantu seorang perempuan yang membutuhkan status untuk anak yang nanti di lahirkannya.

Sesaat alfin tersenyum untuk selanjutnya mengangguk.

“Diakah anak bilogis kita,real? tiba tiba sebuah pertanyaan keluar dari arah belakangnya. Aurel mendadak berpaling dan menoleh ke belakang. Tiba tiba ia terpana mulutnya ternganga…….

Bersambung.

SAHABAT…………….. NOVEL INI AKAN MENJADI TIGA BAGIAN YANG BESAR DENGAN JUDUL BERBEDA TETAPI TETAP ADA KESEINAMBUNGAN ANTARA PARA TOKOH TOKOH DI NOVEL INI.

DAN YANG INI ADALAH BAGIAN PERTAMA SEDANGKAN BAGIAN YG KEDUA KISAH AWAL PERTEMUAN AUREL DENGAN CAROL. LALU YANG KETIGA TENTANG TOKOH ALFIN………….APAKAH MENURUT KALIAN ALFIN PADA AKHIRNYA AKAN TETAP MENJADI ORANG BAIK? JAWABANNYA ADA PADA SEKUEL YANG KE TIGA NANTI……………..LALU BAGAIMANA NASIB ANAK ANAK AUREL YG LAINNYA?

Dan yang terpenting ada tokoh Zulhaq serta Bayuputra tokoh yang penuh dengan antusias tuk mencari kebahagiaan dengan cara apapun juga…….heehhe Mudah mudahan om zulhaq serta bang bayu tak marah y…….

NAMUN ITU SEMUA JUGA JIKA SAHABAT SAHABAT BLUE TIDAK KAPOK MEMBACA DAN MENDAPATKAN NOVEL KACANGANNYA

SENANG RASANYA BLUE TETAP MENJADI BAGIAN DARI SAHABAT SAHABAT BLUE…..SALAM LOVE 4 U DECH HEHEH…………….

“Alfin?”

Suaranya tersendat sendat antara percaya dan tak percaya. Dan Aurel benar benar hanya terdiam sampai akhirnya lelaki tampan itu sudah duduk di sebelahnya.

Nafasnya masih sulit tuk dikendalikan oleh aurel namun sesaat kemudian ia akhirnya bisa juga menenangkan dirinya saat lelaki yang di panggil alfin itu mencoba memberi kekuatan tuk kontrol dirinya,katanya,”Apa cabar,aurel?” mata yang indah dan teduh itu semakin membuat aurel tak berkutik.

Ia tahu kalau mata lelaki yang duduk di sebelahnya itu tak akan pernah bisa menyimpan kedukaan dari perasaan apa pun. Dan aurel juga paham bahwa hanya alfinlah yang dulu bisa menerima keadaannya saat pertama kali ia datang ke australia tuk pertama kalinya.

Diam!

“Aurel,”

kali ini ia tak bisa membohongi dirinya. Di tatapnya kedua mata lelaki itu. Dan berujar,”aku………aku……”

Aurel tak bisa meneruskan kalimatnya. Bersusah payah ia mencoba besikap tenang namun akhirnya justru ia malah menangis di pelukkan dada bidang alfin. Seseggukkan tangisannya dan alfin mencoba beberapa kali untuk membujuk agar aurel bisa menggendalikan emosinya,” Tenang aurel, kamu tak akan pernah merasa menyakiti perasanku. Percayalah padaku,aurel. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kelangsungan perkawinanmu dengan Nino.”

“Tapi al,” isaknya semakin tersendat di dadanya. Alfin menghibas hibas rambut aurel dengan sangat penuh kasih sayang.”Tenang.tenang…….hsst! kamu tak perlu nangis seperti ini aurel. Aku justru malah merasa bersalah jika kamu seperti ini? Dengar aurel…..aku akan selalu melindungimu dari sini.”

Beberapa menit kemudian aurel sudah bisa kembali memulihkan perasaannya. Diusapnya mata beningnya dengan kedua jemari tangannya. Matanya memang masih menyisahkan kemerahan.

Dan ia sudah duduk tenang di sebelah alfin.

“Aku akan selalu baik baik saja disini.”

Mata aurel masih menyisahkan airmatanya namun ia berusaha agar tak tumpah lagi di hadapan Alfin. Ia memandangi wajahnya.

“Segalanya sudah ku pasrahkan disini……di lubuk hatiku yang paling dalam aurel,” tuturnya sambil menunjuk ke jantungnya sendiri,” Ta akan pernah aku meminta lebih lagi darimu. Mendengar kabarmu baik baik saja aku sudah sangat bersyukur. Dan itu berarti Nino mu sangat menjaga dan menyayangi mu lebih dari apa yang pernah ku lakukan untukmu.” Jemari tangan aurel di sentuhnya oleh alfin untuk sesaat diusap usapkan punggung tangan aurel dengan lembut,” Dan ternyata memang kamu sangat bahagia kan, aurel?”

“Maafkan aku,Al!”bergetar nada suara aurel yang di dengar alfin dan alfin membalasnya dengan senyuman. Kini ia menarik kembali tangannnya dari punggung tangan aurel. Ia tak mau merusak suasana hatinya sendiri bila terlihat mesra di hadapan tantenya dan juga anak anaknya.

“Lalu lagi mana dengan………….” suaranya terpotong oleh kalimat alfin yang segera menjelaskan keadaan Aeldya. “Dia baik baik saja,aurel. Anak ki…….maaf salah anakmu kabarnya baik baik dan juga sehat sehat saja bersama ku.”

Bibir aurel bergetar. Ia tak bisa lagi menghentikan aliran butiran airmata yang pada akhirnya menetes jatuh ke ke dua pipinya. Lalu………….

Bersambung

Australia dalam kelembutan saljunya…………..

Keletihan masih terasa oleh aurel saat menghabiskan malam pertamanya di tempat kediaman tante Sari Indira . Kedua anaknya juga masih tergeletak di atas kasur setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang. Aurel sejenak bangkit dari tempat tidur dan berjalan mendekati jendela. Di geserkan sedikit kainnya untuk memastikan kalau ia memang sudah berada jauh dari kota jakarta. Sejenak ia menghela nafas untuk kemudian di hembuskannya di kaca jendela hingga membentuk uapan membasah disana. Di lepaskannnya kedua matanya pada seluruh pelosok pemandangan yang bisa dilihat dari jendelanya.

Waktu sudah menunjukkan jam dua malam dan aurel merasa sangat kedinginan diambilnya sweater warna coklat tua yang tergeletak di dekat jendela. “Dan pasti besok kamu akan bilang aduh tante aku flu nich ada obat yang dari apotik kan?” aurel membalikkan tubuhnya saat mendengar suara tante sari. Sebenarnya ia dan tantenya itu tidak begitu jauh beda umurnya namun karena tradisi keluarga yang mengharuskan memanggilnya tante terpaksa ia manut saja. Terkadang mereka berdua keseringan memanggil nama saja untuk mengakrabkan diri masing masing. Kemudian ia berkata,”Belum tidur kamu,sar?”

Perempuan yang sebaya dengannya itu berjalan menghampiri aurel lalu mereka bersenderan di dekat jendela,katanya,”Bisakah aku tidur nyenyak sementara ada seorang wanita karir yang sukses sedang termenung di dekatnya?” sejenak mata mereka bertemu namun kemudian kembali ke hadapan pemandangan yang ada di depannya,lanjutnya”Jangan bilang kamu tak ada masalah di jakarta ?”

Aurel menaikkan bahunya.

“Masalah dengan suamimu,mas Nino?

Diam!

‘Biasakan kalau dalam rumah tangga ada perbedaan pendapat atau masalah?

“Entahlah!” jawabnya singkat.

“Jadi benar ada masalah dengan suamimu?”

“bisa dibilang ya dan tidak!”

kali ini sari yang memandangi aurel tanpa kedip.,”Kenapa dengan suamimu?Apa dia sudah berani selingkuh dengan perempuan lain?”

Diam!

“Aurel………….”

“Masalahnya bukan ia selingkuh tapi…………..sudahlah! Aku jauh jauh kesini untuk mencari suasana yang bisa menyejukkan hati bukan di tanya tanya . Mentang mentang kamu ngambil jurusan hukum terus aku kamu samakan seperti si pendakwa saja.”

mereka saling berhadapan untuk selanjutnya mereka malah asyik ketawa tiwi.

“Besok kamu dan anakmu akan aku bawa keliling australia. Masih ada beberapa waktu kan sebelum akhirnya kamu memutusakan kembali ke indonesia?

“3 hari dan aku mau kamu bisa membuat anak anakku senang dengan suasana yang di berikan oleh tantenyaTITIK.”

“Ya iyalah……….kagak bakalan dech anak anakmu merasa rugi memiliki tante yang sebaik dan secantik ini. Eit! Kita photo dulu OK”

Aurel tadinya malas diphoto dalam suasana seperti saat saat ini namun karena bujukan serta keasyikkan narsis narsis akhirnya berdua menghabizkan waktunya dengan bernasis ria bahkan sesekali bersama kedua anak aurel yang masih tertidur.

Dan suasana hati aurel jadi terasa sangat bahagia,

Perjalanan dalam suasana yang penuh gembira

Awal rencana Sari ingin mengajak mereka ke canberra dulu namun rencana itu berganti dan memilih untuk menghabiskan waktunya dengan berkeliling ke seluruh sydney.  Susana semakin riang dengan ditambah sahabat sahabat tantenya juga turut serta, Ada  Era, Lian serta mbak Vike.  Kata Sari tadinya teman satunya lagi mau ikut namun karena Ami sudah pernah ke sydney maka ia urung ikutan..

Setelah menjejakkan kaki di tempat tempat yang menyenangkan akhirnya mereka memutuskan untuk sejenak istirahat di sebuah taman yang mungkin serupa dengan taman klasik china. Dan aurel sangat senang menerima hadiah perjalanan dari Sari. Di sebuah rumput akhirnya aurel memutuskan untuk beristirahat. Sementara kedua anaknya diajak oleh tantenya serta teman temannya berjalan jalan.

Tinggal aurel sendiri. Dia benar benar merasa sangat terbebas dari masalah yang ada. Hingga akhirnya sebuah sapaan lembut itu terdengar menyapanya,kataorang itu” Kenapa kamu tak bilang bilang kalau kamu mau ke australia,Real?”

Hampir saja ia terlonjak dari tempatnya kalau saja ia tidak bisa menguasai dirinya.

‘Kam………..kamu……..?” suaranya terpatah dalam kebingungan yang menyesakkan dadanya.

Bersambung.

Sebagai tuan rumah yang baik dan menunjukkan kalau malam ini adalah malam yang spesial bagi dia dan suaminya maka mau tak mau Aurel mencoba berdamai dengan situasi yang menjemukannya itu. Di berikan senyuman yang sebisa mungkin terlihat nyaman di mata Carol dan juga dimata Nino.

Kegundahan merupakan tempat yang nyaman di hulu hati saat ini

Dan Aurel mengikuti ritual yang sebenarnya tak sesuai dengan keinginannya. Dan Carol nampak lebih terlihat santai dengan situasi dalam sambutan istri dari salah satu boz terkenal. Kemudian carol menanyakan kedua anak anaknya yang tak terlihat. Nino menjelaskan kalau mereka sedang diajak neneknya menginap di daerah lebak bulus.

“Gimana,carol istriku. Cantik kan malam ini……?”  ucapan yang terlihat sekedar menyejukkan suasana pertemuan itu disambut dengan anggukan dan sedikit senyuman dari carol. Namun tidak bagi Aurel. Baginya itu hanyalah guyonan yang sangat dibuat buat oleh nino untuk istrinya. Aurel cuma senyum membalasnya sambil mempersilahkan carol duduk dikursi meja makan.

“Kamu tahu carol bahwa sampai usia perkawinanku menginjak delapan tahun aku masih belum menemukan sisi ketidak cantikkan di wajah istriku,”ujarnya kemudian terdengar suara tertawa dari mulut mereka berdua.

Aurel berdiam! Lalu lanjutnya Baik mau gembira dan kesal bahkan………..sampai marah pun istriku tetap terlihat cantik lho, Carol,” Kembali terdengar tawa yang kali ini lebih keras. Wajah aurel merah namun ia mencoba untuk menikmati rayuan dan sanjungan suaminya. Dengan lembut ia mencubit lengan tangan nino dan bahkan sesekali nino memeluk istrinya.

Acara makan malam segera di mulai.

Dan saat Nino hendak menyuapkan sepotong kentang goreng dengan sedikit saus sambal diujungnya. Tiba tiba Carol berkata,'” Bukankah kamu tidak bisa makan kentang goreng,Real,”

Hanya sepotong ucapan memang yang di tuturkan carol namun telah membuat Aurel terperangah. Begitu juga dengan Nino. Semenit kemudian ia mengundurkan niatnya itu lalu meletakkan potongan kentang itu dipiring tempatnya. Nino memandangi wajah carol lalu bergantian memandang wajah istrinya.

Dan carol tahu kalau situasi itu bakalan tak nyaman bagi aurel maka dengan sikap ia pun mencoba mengalihkan pembicaraannya. Dan katanya” Berarti tebakanku benarkah,aurel?”

Diam!

“Kamu bisa menebaknya carol? Apakah kamu peramal?”tanya nino sambil bertepuk tangan. Situasi sudah tak setegang tadi. Dan itu berarti carol pintar memutar situasi itu sendiri. Dan tentu saja carol tak ingin aurel jadi tersudut oleh ulahnya.

“Aku juga bisa menebak apa yang diinginkan oleh istrimu jika sedang kesal. Lalu warna baju yang enggan sama sekali ia pakai jika dikasih baju berwarna biru” sambungnya dengan antusias disambut oleh keheranan nino suaminya.

“Dan aurel paling takut sama binatang………..

“Cicak” Berbarengan kalimat itu meluncur dari mulut carol dan nino, yang kemudian terdengar tawa yang sangat keras.

Dengan sedikit senyum akhirnya aurel pamit untuk kembali kekamarnya. Tadinya nino melarangnya namun karena istrinya tetap bersikeras untuk ke kamar maka dibiarkan istrinya kembali ke kamarnya. Tinggalah mereka berdua menikmati makan malam sesekali mereka menuangkan minuman beralkohol.

Semuanya berjalan dalam kesempurnaan yang tak diinginkan oleh aurel. Kekesallannya di tumpahkan dalam isakkan di bantal gulingnya. Hingga carol benar benar telah meninggalkan rumahnya di pukul setengah dua malam. Dan dengan keadaan yang sudah sangat diinginkan oleh nino. Dan setelah pintu di tutup. Nino tanpa basa basi lagi langsung memeluk tubuh aurel yang sedang terlentang diatas kasur. Aurel merontah. Namun itu tak membuat nino mengendurkan niatnya. Ia semakin menikmati saat aurel merontah rontah dalam pelukkannya.”Jangan nino……aku masih belum siap….nino…….” sesaknya mencoba melepaskan pelukkan suaminya. Namun tetap saja nino semakin bernafsu. Sebuah teriakkan yang terlontar dari mulut istrinya  semakin terdengar nyaman untuk situasi pikirannya yang sudah terhimbas minuman itu sendiri.

Dan nino sudah melepaskan halangan yang menutupi tubuh istrinya dengan tangan kirinya dan tangan yang satunya menahan segala rintihan istrinya. Aurel masih merontah. Berteriak. lalu menjadi sebuah cengkaraman yang ( tidak mungkin blue ceritakan yah kan pasti ada yang belum siap menerimanya. Tak enakklah kalau blue teruskan OK}

Pagi

“Kamu mau kemana,aurel?” tanya nino saat melihat istrinya sudah siap dengan segala persiapan serta perlengkapan dalam satu koper penuh berrisi.

“Aku mau ke tempat tanteku di australia. Mungkin seminggu aku disana. Dan anak anak ikut denganku. Toh dia belum pernah bertemu dengan tantenya kan?Anggap saja liburan sebelum mereka masuk sekolah. Papah takperlu mengantar mamah biarkan mamah yang menjem[ut mereka dari rumah nenek di tebet. Semuanya sudah mamah siapka koq,”

Setelah berpamitan aurel meninggalkan rumahnya menuju ke rumah neneknya di daerah tebet. Kemudian…………

Bersambung

Sepanjang malam hanya kesunyian yang ada

Aurel kini mulai merasa ada ketidak pahaman jalan pemikirannya logikanya dengan imajinasi ketidak sanggupannya. Sisi lain hati dia menyesalkan kenapa Carol sampai menceritakan bahwa ia adalah teman dari Nino. Dan di sisi lain hati ia juga merasa kesal karena nino tetap memilih carol sebagai iconnya.

Setiap hari Aurel merasa kesal sendirian!

Carol sudah sangat keteraluan. Mengapa ia mesti menceritakan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu di ketahui oleh suaminya. Sekarang, gara gara peristiwa itu NIno mesti kedinginan setiap malam. Karena aurel memutuskan untuk tidur sendirian dikamarnya sedang nino tertidur disofa.

Apakah aku sangat keterlaluan!

Aurel mengeluh sendiri.  Susah payah ia mencoba menentramkan hatinya namun tetap saja rasa kesal yang ada. Berhari hari ia menimbulkan rasa ketidak sukaanya di hadapan suaminya. Sedangkan Nino bersikap untuk tidak terpancing oleh emosi yang ditimbulkan oleh istrinya sendiri.

Diam adalah pilihan yang sangat bijak yang dipilih oleh Nino. Hingga suatu saat, ia sedikit terbawa emosi.

Di suatu malam. Di saat tanpa berbicara dengan aurel ia mengundang Carol untuk makan malam di rumahnya. Padahal saat itu situasi ia dan istrinya sudah sedikit redah. Bahkan paginya aurel merajuk kalau nanti malam ia menyuruh nino untuk makan malam di rumah. Karena ia akan memasak masakan yang disukai oleh suaminya. Dengan sangat bahagia nino mengiyakannya. Makanya dia mengkensel segala rencana malam nanti.

Aurel sangat bahagia menyambutnya.

Dan aurel sudah memilih masakan yang tidak begitu berat. Hanya steak daging sapi yang di potong agak kecil dengan kentang serta beberapa cake yang ia beli di Bread talk tadi sore. Lalu semuanya menjadi…………..ajang kerisuhan.

Bersambung



Dalam beberapa detik serasa ada tusukan di jantungnya

Mau tak mau aurel mengikuti ajakan suaminya untuk bergabung dengan mereka.  Suasana cafe sedikit agak ramai. Dan Nino telah memesan tempat di sudut belakang dekat piano.

Beberapa tawaran menu telah diajukan suaminya namun aurel hanya memesan  steak ikan dori dan juga puding jagung manis di tambah minuman golden syrup. Sedang nino memesan honey lamb ( paduan rempah dan madu mampu mengubah aroma prengus daging kambing menjadi hilang) plus fried chicken with longan sauce. Sedang untuk minuman mereka memesan segelas semilir brastagi serta strawberry manggo slush.

Aurel duduk disamping kanan suaminya sedang carol berada tepat di depannya. Tadinya ia hendak bertukar tempat namun kata suaminya sudahlah tak usah di bahas.

Carol nampak lebih mempesona dengan baju casual warna peach sedikit coklat samar samar buatan perancang Denny wirawan. Dan carol justru yang terperangah saat menatap wajah aurel. Sebegitu dalamnya energi kekaguman atas pesona wanita yang pernah merenggut nyawa cintanya dimasa lalu. Aurel salah tingkah.

Sementara nino sibuk bebincang bincang dengan relasinya lewat hpnya. Carol semakin menajamkan tatapannya. Sampai nino menegurnya sambil membicarakan proyek kerja samanya.

“Dia papah ajak tuk menjadi icon station tv papah yang akan segera meluncur tahun depan,mah. Gimana pendapatnya?”

Aurel hanya menatap wajah suaminya. Diam.

Ia sebenarnya enggan menjawab bila situasinya semakin kian membeku. Namun agar tak terjadi salah pemikiran antara dia dan suaminya. Aurel mencoba berlagak rilex serilexnya. Lalu katanya,” Bayarannya pasti mahal,pah. Papah sanggup membayar honor super start nomor satu saat ini?’

Nino dan carol berpandangan kemudian tertawa bersamaan.

Sebuah tawa yang menimbulkan rasa nyinyir di hati aurel. Entah mengapa pemikirannya semakin kian tak menentu. Kecurigaan yang akhirnya menyerobos pada sekat otak lemahnya. Berkali kali ia mencoba meyakinkan kalau itu semua hanyalah kebetulan saja. Nino memakai jasa carol tuk menjadi icon karena memang carollah yang sedang menjadi pusat pemburuan para pesohor segala acara. Aurel hanya memendam segala kecurigaannya itu lewat hembusan nafas yang ia tarik ulur berulang ulang. Sampai mereka benar benar berpisah .

***

Dalam kerapuhan angan

Pada titik tak bisa bertahan akhirnya aurel mengungkapkan rasa tak sukanya jika suaminya berkerja sama dengan carol. Untuk pertama nino cuma berpikir kalau itu hanyalah sebuah guyonan yang berlalu begitu saja yang di utarakan oleh istrinya. Namun saat aurel semakin menunjukkkan ketidak sukaanya ia bekerja sama dengan carol akhirnya ia membela diri.

“Kamu koq jadi yang berubah pemikiran sih,mah?” tanyanya sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur di samping istrinya.'”Ada alasan yang lebih kuat di terima akal papah atas penolak kanmu,mah?

Diam!

lengan tangan aurel sudah di genggamnnya dipelukannya.” Apa permasalahannya? Bukankah itu yang bagus buat mempromisikan stasiun papah yang baru nanti,mah. Bukannya carollah yang sekarang menjadi artis papan atas saat ini. Tampan, ramah, keren dan…………”

“Tapi mamah tidak suka papah memilih dia . Bukankah masih banyak artis yang lebih dari carol. Apa sih kelebihan dia?”

Nino mengatur nafasya yang kian sedikit naik namun ia mencoba lebih bersabar. Dibiarkan aurel istrinya menumpahkan uneg unegnya atas ketidak setujuanya. Di biarkan aurel menunjukkan rasa tak simpatiknya jika carol menjadi iconya.

“Tapi papah tetap memilih carol menjadi iconnya,mah”

berangsur aurel melepaskan tangannya dari pelukan suamiunya danm ia memalingkan tubuhnya. Hingga saling membelakangi.

Diam

“Bukankah carol……………..juga bekas ………teman satu sekolah denganmu,mah!”

Pelan dan hampir menyerupai bisikan memang yang keluar dari mulut suaminya. Namun terasa menggelegar kedengaran di telinga aurel. Aurel terperangah. Kaget!

Aurel menggigit bibirnya sendiri. Lalu beberapa detik membalikkan tubuhnya memandangi wajah suaminya. Nino yang menerima sambutan paras istrinya yang terkejut  hanya mengulum senyum manisnya sedikit.

Bersambung

“Bram………………….!”

Sebuah teriakan yang sangat kencang itu telah membahana seisi ruangan. Tanpa lelah aurel terus berteriak sambil terus memanggil manggil nama anak bungsunya.

Aurel tersentak dari tidurnya. Dan duduk diatas kasur. Dan mengatur nafasnya tang tersengal sengal. Susah payah ia memastikan bahwa semuanya itu hanyalah mimpi belaka. Namun tetap saja aurel masih bergetar.

Sementara itu di depan ranjang tempat tidurnya. Para pembantunya sedang kebingungan mencari cara tuk menenangkan majikannnya.  Berkali kali kedua pembantunya memanggil majikannnya.”nyonya…..nyonya bangun……………..sebut nyonya. Sebut asma Alloh. Nyo………………”

“Bram……bram dimana, mba min. Bram…………..”

Celengak celinguk aurel mencari cari anak bungsunya.

“Blam ditini,mah…………….tenapa tih mah teliak.teliak……”

Tanpa menjawab pertanyaan anaknya aurel langsung mengangkat anaknya dan memeluk anaknya.  Mendekapkannya dalam dekapan tubuhnya. Berkali kali ia menciumi anaknya dengan perasaan yang sangat kuatir.

Aurel sadar kalau itu hanyalah sebuah mimpi buruk, namun tetap saja ketakutannya belum sempat ia hilangkan.

“Mah….mamah tenapa? mamah tatit?”

Aurel tersenyum dan jawabnya,”Tidak sayang. Mamah tidak sakit. Mamah cuma kangen sama kamu. Sini mamah peluk lagi.”

Dalam pelukan kasih sayang seorang ibu memberikan rasa hangat pada jiwa sang kasih buah hati anaknya sendiri.

“Mah…”

“Ya,sayang. Ada apa?”

“Mamah tan elum nandi………………ndi uyu,mah, yah,mah………….au nich……..”

Sekejap aurel tersenyum haru sambil memandangi buah hatinya. Sambil mencubit kedua pipi anaknya ia segera mengiyakan perintah anaknya.

Semenit kemudian kedua pembantunya memohon izin tuk kembali ke ruang dapur. Sambil menutup pintu kamar majikannya. Mereka berdua tersenyum senyum melihat tingkah majikannya itu. Dari balik pintu pun mereka masih mendengar canda tawa majikannya dan anaknya.

****

Minggu yang gerimis

Aurel sudah berjanji tuk bertemu suaminya yang tiba di jakarta pagi ini. Ia bilang akan langsung bertemu dengan karyawan bagian program di salah satu cafe di daerah senayan city. Janji jam satu siang namun aurel tetap saja datang agak terlambat dua puluh menit saat tiba di senayan city. Dengan memakai gaun warna merah marun batiknya prayudi serta kain sarungnya the oscar warna senada aurel terlihat lebih cantik. Tas merk Gucci  menggantung di tangan kirinya semakin menambah keanggunan. Dia masih akan menghadiri beberapa acara sampai malam makanya ia lebih praktis berpenampilan seperti saat ini.

Dan aurel pun melangkah memasuki lobby tuk menuju tempat yang telah di tentukan oleh suaminya. Naik kelantai empat aurel sempat berpapasan dengan sahabat lamanya yang datang bersama suaminya. Berbincang  melepas kerinduan sejak terakhir di acara lulusan sltanya. Sebelum berpisah sahabatnya sempat berbisik di telinganya. Samar samar memang aurel mendengarnya namun karena ada nama carol tersebutkan aurel menangkap jelas pendengarannya.”Ia semakin keren saja,ya Aurel” bisiknya sambil melangkah meninggalkanya.

Dan sepanjang perjalanan ke lantai lima pikirannya telah bermain main dengan kehadiran carol di hadapannya nantinya. Ia ingin berbalik pulang saat tanpa sengaja ia menoleh ke arah kiri saat tiba di lantai lima. Saat matanya dengan sengaja menangkap sosok suaminya sedang bebicara dengan…………………..carol!

“Tidak!” bisiknya dalam diam.

Dan aurel sudah mengambil keputusannya untuk segera berpaling pulang ketika terdengar namanya di sebut sebut oleh suaminya. Aurel terdiam sejenak. Mengatur kembali pernafasannya. Lalu……………

Bersambung……………..

Beberapa menit setelah berkata aurel bergegas dari duduknya dan melangkah cepat menerobos barisan hujan yang menghujami tubuhnya. Carol tak melakukan sesuatu tindakkan apapun.  ‘ Dan aku minta kamu menjauh dari kehidupan ku,carol!” ujar aurel sambil membelakangi wajah laki laki yang selalu mengganggu pemikirannya.

Diam!

Ia biarkan perempuan itu berjalan menjauh dari tatapan matanya. Di biarkan ia membasah dalam diam sembari terus menatap sosok perempuan itu hingga benar benar menghilang dari pandangan matanya.

***

Sisa tarian malam hanyalah sebuah lukisan dari  raut wajah sang rembulan malam ini yang sedang merenung dalam kediaman. Tiada lagi tatapan ceria dalam barisan awan yang menghitam pekat di atas langit langit, lukisan kegelapan yang selalu saja ia rasakan kerap hadir bersamaan dengan kehadiaran sosok carol dalam kehidupan sehari harinya kini. Sudah berkali kali ia hendak membicarakan masalah ini pada suaminya namun selalu saja ia tak tega mengganggu rutinitas pekerjaannya yang menumpuk. Ia tahu kalau Nino suaminya itu sudah terlalu sibuk dan ia tak ingin banget menambah beban yang satu ini. Nino tak perlu tahu masalah……………….

“Mah………………”

Aurel terbelalak dengan segera ia bangkit dari tempat tidurnya dan berlari menghampiri sumber datangnya suara anak bungsunya. Ia panik dan takut akan terjadi apa apa dengan anak bungsunya itu. Tetapi sampai di dekat pintu ruang yang menuju ke arah taman belakang rumahnya. Ia terhenti. Aurel benar benar terpana akan pemandangan yang dilihatnya. Ia sok. Ia hampir tak mempercayai kalau anaknya itu sedang tergantung dalam pegangan tangan Carol diatas kolam renang.

Aurel marah

“mah……..!

Suara itu! Suara yang benar benar memohon pertolongan darinya. Aurel benar benar gugup dan stres di buatnya. Salah tingkah ia mencoba mencari celah agar carol mau melepaskan anaknya. Ia tak mau Bram merasakan pembalasan atas sakit hati diri carol. Air matanya sudah menetes dipipinya. Tetapi carol hanya diam dan memandanginya terus berganti memandangi anak perempuan yang dulu ia sayangi.

“Mah! Blam tatut……mah! Blam ta mau cena ail mah………..!”

Aurel  benar benar menangis

“Tolong carol………..please lepaskan anakku,carol!” isaknya sembari membiarkan air mata itu membasah sekujur wajah dan lehernya, katanya lagi memohon,” Aku mohon padamu,carol. Jangan libatkan anakku jika memang kamu marah padaku! Dia tak ahu apa apa carol…………please! Kamu boleh bunuh aku tapi jangan kamu sakiti anakku carol………….aku memang salah meninggalkanmu waktu itu tetapi ak…………….aku…………….”

“Mah………!”

Selangkah demi selangkah aurel mencoba mendekati carol namun laki laki itu sudah mengendorkan genggaman tangannya. Setapak lagi kaki anaknya akan menyentuh permukaan air kolam. Dan aurel berteriak mencari pertolongan. Namun tak ada satupun yang mendengar. Ia seperti orang stres berjalan tanpa arah di dekat anaknya.

“Carol……………..aku mohon jangan sakiti dan siksa anakku carol. Please! dia tak bisa berenang dan dia paling takut dengan air kolam,carol. Letakkan anakku dari atas kolam dan biarkan ia duduk di tepiannya . Aku mohon carol…………………………

“Mah……………………..!”

Bersambung


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Januari 2010
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blue Stats

  • 141.192 hits