My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for the ‘Yes’ Category

Entah apa yang ada dibenak bocah lanang berusia enam tahun itu, yang sedang berdiri tak tertib diantara para demonstar di bilangan HI. Bocah lanang berkulit coklat tapi sedikit keling namun tetap maniez tersebut asyik dengan dunia pikirannya sendiri. Berdiri lalu berjalan jalan setapak demi setapak mengikuti langkah sang bokap, yang juga ikut berdemo atas keinginan pemerintah untuk menaikan harga BBM. Wajahnya yang masih lugu pun tak mensyiratkan beban apapun. Kerana wajah sang lanang sedemikian polosnya.

Namaku dede kusnandar asli pinggiran kota jakarta,”tuturnya saat seorang wartawan terpaku padanya, lalu tanyanya kemudian”Kenapa abang mengikuti bapakku dan semuanya yang sedang berbaris barisan?”

Karena ini kerjaan abang sebagai wartawan”

Oh………….

lalu bocah itu mengambil sepotong roti yang disuguhkan oleh para demonstran wanita. Lalu dengan lahap dihabiskannya cepat cepat roti tersebut,”Aku lapar bang belum makan soalnya saat ikut bapakku kesini”

Beberapa menit kemudian bocah lanang itu ikut berteriak mengikuti apa yang ia saksikan disekitarnya……….hayo turunkan BBM serunya lantang

Kamu tahu arti BBM nak?” tanya wartawan yang dari tadi mengikuti bocah tersebut. Entah gemas atau bingung atau apalah pokoknya tuh wartawan pengennya ngikuti bocah tersebut. Padahal kan bocah itu kagak putih banget malah terkesan dekil……………wkwkkwkw(Ozo marah toh boz)

Aku tahu singkatan BBM, soalnya ibu suka mengucapkan kalimat tersebut jika sedang berbincang dengan bapak dibangku yang ada di halaman tanah milik kontrakan pak arie.

Memang apa kepanjangan BBM,nak?” ulangnya lagi

Kata ibu……..BBM itu……………..Berat Badan Melar. Makanya aku senang lihat bapak ikutan demo turunkan BBM lah wong secara badan bapakku melar banget bang. Kalau nggak percaya lihat aza tuh! serunya sambil menunjuk ke seorang bapak yang badannya emang melar.

Dan tanpa pamit sang wartawan langsung pergi meninggalkan bocah tersebut sambil terlihat bingung……………wong bapaknya ikut demo turunkan harga BBM he nich bocah malah nyangka turunkan Berat Bdan Melar……..wkkwkw…………kuplak@$#@$%$$$@%$#

jakarta sedang berdemo,2012 maret

Iklan


Sayang………

Aku sangat sadar bahwa aku bukanlah st Elmo Brady ahli kimia yang ternama dari afrika amerika itu, yang bisa menyelesaikan segala perumusan E=mc2. Tidak! jangan kau beri aku asam basa atau sifat asam saat engkau merasa kurang nyaman bersama ku untuk mengarungi medan magnet yang akan pasti tejadi tanpa kita sadari.

Sejak pertama aku melihatmu aku baru merasakan bahwa bayangan bayanganmulah yang menarik kekuatan lensa mata takjupku. Sangat nyata, tegak mengenai fokus kedua bola mataku. Ach! Janganlah kau tanyakan tentang gelombang kegugupanku saat berinterfensi dengan bola mata indahmu yang berbinar. Semuanya terasa sangat cepat selaksa kecepatan angular yang tak pernah ada batasnya.

Duhai sayangku, yang memiliki senyuman laksana aspartman, ku harap kita berdua bisa menyelesaikan arus titik didih kecemburuan kita sendiri sendiri dengan menanamkan energi mekanik perasaan kita agar tak terbendung oleh friksi serta memahami serat dari titik bathin kita yang terdalam…..

Keponakanku kurang mencintai pelajaran kimia makanya blue buatkan postingan ini agar selalu menyukai apapun pelajarannya…….(terutama kimia hehehehe……………biar kayak om blue !)

Tuan TerHormat,

andai saja Tuan menerima dengan pemikiran yang logis. 

Pasti Tuan bisa menelan baik baik kepahitan yang sebenarnya terjadi

Maaf,Tuan! Bukan kami berpihak pada kesalahan atau kemuderatan……………….bukan itu maksud kami.

Tuan bisa menjelaskan dengan seksama aturan dalam ayat ayat Hukum yang (mungkin) sebenarnya bisa diatur?

Kami juga bukan hendak membiarkan aksi ini sebagai Demo penjunjung Kesalahan?

Bukan,duhai Tuan yang TerHormat sangat!

Bukan seperti itu yang kami inginkan dari sederetan aksi aksi kami mengumpulkan Sandal sandal (yang mungkin) masih bisa dibeli oleh sebhagiaan Pemilik Hukum dan Berkuasa di tempat tempat manapun.

Kami adalah kaum yang menginginkan sesuatunya berjalan dengan Hak Kehukuman………tapi jika hanya soal Sandal yang terambil oleh sebagian kaum kami yang susah,apakah mesti juga menerima pukulan Palu yang ternyata lebih berat dari para Penikmat Hasil Koruptor di negri ini? Hukum tak pernah menerima penjelasan kaum kami………………………………………kami lebih busuk (mungkin) dari para koruptor kelas kakap .

Tuan yang terHormat sangat, cobalah bisa menerima keluhan kami,penindasan kami,kelemahan kaum kami.

Maaf,bukan berarti kami tak taat hukum………………………………..bukan sama sekali Tuan yang terHormat!

Dari kami yang ingin memberi sentuhan sayang pada Tuan Besar

awal januari 2012

 

Sahabat!

pernah dengar SEBUAH CERITA HUJAN? atau SI BAPAK DENGAN SALUANGNYA itu? HMMMM…… Ada SEJUTA RASA,SAHABAT yang bisa MEMBACA MATAMU saat mendengar cerita LELAKI DI BALIK GEROBAK itu. Sungguh! jangan tanya Kenapa SARAH TIDAK SENDIRIAN membacanya di UJUNG SEPI saat SEMUA TELAH BERAKHIR dalam KENANGAN di CHILIE?  perlu 27 MINGGU aku membaca bukunya, jawabku. Sebab pengarang itu MENULIS DENGAN HATI.

Sahabat terbaikku…..

Avery speciall day in my life adalah……. saat aku menyadari ternyata sudah SATU TAHUN DI NEGRI PAMAN SAM aku si Lelaki menyebalkan  Larut dalam keheningan dalam HITAMNYA HITAM langit jiwa sahabatku yang masih bertanya SIAPA PEMBUNUH MAMA!. Aku harus LET’S PRAY pada Tuhan agar aku bisa pulang ke Indonesia. Lagi pula aku tak mau menikmati LIBURAN GARING dan SEPI jika tetap disini.  Aku harus pulang ke jakarta .  Karena Di kota inilah aku tinggal. Aku senang dan akan ku teriakan kalimat…….. Saya pulang. Dan melanjutkan baca buku SEX MANIPULATION AND BREEDING. Lagipula aku harus membeli CINCIN PERNIKAHAN.

Sahabatku………PENJAGA HATIKU

buku yang berjudul TRAGEDI PEUYEUM karya penyair si KEPOMPONG itu harus ku akhiri saat malam sudah lelah Pada SATU TITIK-nya. besok lusa aku akan menulis buku Akhir SEBUAH KEYAKINAN atau MENJELANG HARI AKHIR. semoga,ya sahabatku?

Sahabat..aku lelah mencoret coret tulisan tetapi BELUM ADA JUDUL bahkan sampai TADARUS NAFAS dan memberikan RUANG RUANG UNTUK JIWApun aku belum menyelesaikan buku tersebut. Padahal semua recomendasi dari buku THE BEAUTIFUL NOTRE DAME IN SAIGON hingga buku DATANG UNTUK PERGI DAN PERGI UNTUK KEMBALI sudah ku baca Ach! ENTAH SAMPAI KAPAN aku menyelesaikannya namun aku masih bersikap SEPERTI DEDY MIZWAR yang mengatakan KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA. Dan aku percaya meskipun AKU TERTIDUR SELAMA DUA TAHUN dan juga tidak makan KAMBING BAKAR ALA VIETNAM aku akan berhasil menyelesaikannya.

hari ini  dalam TELAGA HATI aku menemukan KATA KATA AJAIB saat bertemu dengan TUKANG SAPU eh… salah PENYAIR BADUI maksudku, Ach aku tak bisa berbuat apa apa saat PEREMPUAN ITU dan juga WANITA yang sedang memegang TEROMPET USANG berwarna HIJAU memandangku sejenak ku berikan senyum manisku juga sepotong roti yang tadi ku beli dan ia  mengatakan TERIMAKASIH?

Oya? hari ini tepat JAM 10 BULAN 11 TANGGAL 15 YANG KE 16 tahunkan hari kelahiran sahabatku. Duh SEJAUH JIWA MEMANDANG kalau omongin pertambahan umur aku jadi ingat perkataannya, ia bilang……..HARUSKAH KU PERGI TINGGALKAN DUNIA saat dia belum menemukan jawabaN Mau tahu SEBERAPA BESAR ALAM SEMESTA ini? Tetapi sudahlah aku ingin istirahat dan berdoa semoga sahabatku ini tak akan pernah saling melupakan. BISMILLAH. KETIKA AKU BERADA PADA SATU TEPI dan saat LANGIT MELANGIT ku yakin SENJA HARI DI SEBUAH AWAL TAHUN ini aku akan melakukan BEGADANG BERSAMA TUHAN meski hanya SEHARI SAJA. SAYA JUGA TAHU MALAIKAT TAU  mengapa aku masih mengharapkan tulisan itu BERAKHIR

Sekarang aku PAMIT karena mau NGELMU SOEWOENG MANFAAT GIGI KAMBING juga mau bertemu bundaku dan mengatakan MAAFKAN AKU,IBU. Trims sahabat atas perjalinan KITA…..salam dari AKU LELAKIMU SAYANGKU…….yang suka banget rumus mencari TRIK MATEMATIKA

Aku masih ingat bisikan sahabatkudari JOGYA tempo hari katanya;MAAF??? SORI, INDO LEBIH BAIK.

Sahabat………

Ramadhan Serenade telah kita jalani separuhnya  semoga  selalu ada Power of Asa di jiwa kalian saat menanti beduk berkumandang…..tidak! Sebaiknya jangan berjalan ke arah yang tak baik sahabat mumpung usia kalian masih muda sebaiknya duduk di surau dan dengar cerita Ketika 2 lelaki dan satu wanita bercerita tentang sandiwara seorang keponakan atau membaca buku berjudul Aku bangga menjadi bangsa indonesia atau belajar sufi bareng anand kreshna atau dongeng mengenai Sandal butut di malam taraweh? gimana sobat. pastinya  puasa kita bernilai banget jika kita mempunyai pemikiran kan Niat baik pasti ada jalan heheh………..oya. atau sebaiknya kita membicarakan mengenai salah persepsi seputar ibadah puasa atau sesuatu yang dilarang saat berpuasa.

sahabat…………...I’am twenty four years old dan kebiasaanku adalah selalu bertanya pada cermin

dan tak akan pernah lupa tuk mengatakan always remember to say Insya Alloh jika hendak berkecimbung di perkaitan dengan janji…….seperti janji di cintanya cintaku…………..oya boleh tanya kan sobat benar gak sih, first love never dies…?? sebab daku selalu seperti berada di telaga yang mengulum rembulan saat menyambut cinta cintanya cinta itu sendiri.hehehe……….kog jadi bicarakan cinta di bulan Ramadhon yah sebaiknya dsimpan di my diaryku saja yah hehe……………..dasar blue sky.

sahabat aku jadi ingat akan ucapan sahabatku……..gini dia bilang shaum kelima belas bagaimana jika malam ini maut menjemput. hmm..makanya kita mesti berubah punya niat tuk tampilan baru lebih freshhh, semangat!!! tuk tetep mengingat kebesaran Alloh. Kita mesti bersyukur dan sadar akan gempa kematian dan menghargai hidup. Mudah mudahan kemenangan cinta di ramadhon dapat kalian miliki dan rasakan. Ach saat awan gelap aku mau rehat sejenak, lihat gambar gambar lucu atau membaca buku tetang kisah petani dan jagung super kan seperti ungkapan sambil menyelam minum air jadinya kalau kita sedang menanti beduk tanda berbuka telah tiba nantinya. oya blue mau katakan”aku cinta padamu,”heheh……………selamat menikmati ibadah puasa serta sajian jamuan berbuka ya sahabat. salam hangat selalu jangan lupa pesan om zulhaq kita mesti tersenyum dalam kesederhanaan .

Selamat hari kartini (^_^)

Kawan……….kalaulah puisi ini……kau mengerti maka engkau akan  merasakan kartini dalam wajah bunda. Menyenangkan pabila kita membaca Buku itu Seandainya waktu bisa dikembalikan maka akan banggalah Kartini.

Sahabat………wanita tetaplah wanita meski daya ingat wanita lebih tajam ketimbang Pria, meski wanita bisa menulis dengan berekspresi dan berpendapat bahwa pemimpin itu  mudah serta meyakinkan menulis dengan cinta itu mudah.Bahkan menmyutujui bahwa membuat menu accodion dengan….kemudahan.

Namun ingat 11 kata bijak untuk kesuksesan anda juga ingat peranan wanita sebagai peranan orangtua memang tak boleh lengah. dan tahukan obat awet muda itu adalah Keep your smile duhai wanita wanita. Bacalah buku tentang 4 kartini dan buku atau kartini dan kebaya bahkan tentang tali asih dari balik pohon yang tak pernah merasakan musim semi datang ke medan. Mungkin juga tentang testimoni sang istri!

duhai wanita………anak dan orangtua adalah sesuatu rukun yang selalu bertautan. Bayangkanlah cerita persahabatan mereka yang abadi. Semoga semalam dan hari ini engkau bisa mengatasi gangguan keharmonisan dari pria atau godaan iblis dalam bersembahyang,duhai para wanita. Karena engkaulah tempat titipan surga di telapak kakimu jika telah menjadi seorang ibu yang bijak.Ach ini hanyalah sebuah catatan ngawur  karea  aku tahu wanita lebih bisa membungkus kenang. Tetaplah mencoba meski pengalaman pertama itu sakit dan berdarah.

Ini sekedar “cermin” dengan aisyah popok koki itu.selaksa puisi untuk sahabat dan mungkin juga bayangaan yang paling dekat itu  mati. Bahkan untuk persembahan wanita In memoriam Sie,sahabat yang telah pergi itu.

Bangkitlah wahai wanita dimana saja

Sahabat sahabatku semuanya

Tragedi kembali menyapa bumi kita tercinta  Ketika alam bicara  emnandakan Gunung api diIndonesia satus waspada  sepertiHantu di bulan hantu atau Asta Brata yang hendak Berkasih dengan mimpi semuanya tersentajk.  Namun cinta kita tetap ada tetap Mencintaimu dan masih bangga emmilikimu.Itu saja

Meski Pemudai diuara Gangnya serta Tante Riana masih sempat ikutan Pesta Bloger namun  KIta semua betdukakarenma kita adalah insan sosial,seru Maya  yang sedang membaca buku Adjustable bratemortgages serta buku sastra berjudul  Hari ini,setahun ekmaren

para pelempar sepatu itu melepasmu,,,aku penghalang itu sudah dibuang pohon berpenghuni mati lampu gundul_gundul pacul maya dilema hatiadjustable bratemortgages30   oktober 2010 peduli merapi dan m entaway bangun rasa kemanusiaan siswa tante riana bercerminlah pada diri sendiri melodi jiwa indahnya silaturahmi detikdetik menegangkan hari ini,setahun kemaren istri simpanan aku datang ya Alloh mari berdoa untuk indonesia tikus hotel menolong jiwa sepatuku saat dia kembali menyapa buatmu  yang mengerti sembunyi gadis dihatimu sepi memutuskan memilih jalan yang salah sinarku  telah hilang semenjak ada dirimu apalah arti dukaku airmata untuk anak negeri selembar kain ungu hari ini milik saya sampai batas lelahku bikin busana blog malam  ramah tamah kaya hanyalah Tuhan pasti ada

Oya,sahabat……….coba cari yang mana judul postiongan kalian yang blue ambil tanpa minta izin…ehehheh tak marah,kan kawan

yang dicetak tebal adalah judul postingan kalian,sahabat baikku

terima kasih tuk berbagi kebahagiaan pada seorang blue

kisah blue ke V

Kisah si blue

Sahabat tahu tidak kalau pada saat blue berdekatan dengan intan (masih ingat dengan intan,sahabat? heheh………..blue yakin kangboed,om hariez serta bang cenya95 plus om Bayu pasti kagak bakalan lupa ya,kan? blue juga tahu kalian semua pengen banget ketemu dengan gadis yang namanya intan,kan? hmm, atau jangan jangan diajeung sama deg mahardika cemburu karena blue lebih bersahabat dengan yang namanya si intan daripada semua sahabat sahabat perempuannya…….benarkah kalian cemburu?

Oya, intan kini sudah benar benar jadi mayat yang tak bisa berkeliaran lagi di malam malam untuk menemani kesendiriasnnya blue. Bahkan baunya saja blue kagak kecium. Intan benar benar sudah betah dialamnya. Itu juga setelah ia menyelesaikan masalah dengan kekasih yang ngebunuhnya. Ia sudah bales dendam dech pokoknya. Makanya dia kagak mau lagi keluar dari rumahnya. Bikin blue bete banget dech.

Pernah blue teriak teriak tuk sekedar melepas rasa kangen blue sama intan. Namun yan ada hanya kemarahan  para penghuni yang lainnya. Pernah sih blue minta tolong sama sahabatnya si intan intan, Suzie, lelaki flamboyan yang tinggal di sebelahnya intan. Suzi ini mati gara gara di kejar kejar kamtib saat ada razia di dekat jembatan persis sebelah rumahnya om namakuananda…..heheheh. Saat ada razia ia kagak lihat kalau di dekat sana ada lobang besar yang di bawahnya ada arus sungai gityu dech. Kasihan dech…..matinya aza jadi kaga karu karuan. Padahal waktu masih hidup wajahnya udah kayak cinta laura gityu…..itu juga cerita si intan beberapa waktu yang lalu. Stop……..! Kembali ke intan. Nah intan ini kagak mau juga keluar keluar. Malas lah katanya, lagi m lah, lagi apa dan apa dech pokoknya intan kagak mau lagi ketemu sama blue.

Beberapa hari kemudian blue memutuskan untuk kaga lagi datang ke kuburan. Blue mulai membuka diri untuk menerima kehidupan yang sebenarnya. Dan kemaren blue akhirnya ikut contreng lho di daerah blue. Mesti  senang namun blue masih ingin banget ketemu sama intan. Sahabat mau bantu blue untuk pertemukan blue dengan intan atau intan intan yang lainnya juga boleh dach………….!hehehhehe…….

semangat

semangat.

semangat……semangat

semangat

s                                        e                       m                     a                       n                        g                       a                                t

semangat ngeblog lagi yuk,kawan!

Novelet

Sudut kota jakarta menjelang malam di tahun 2002

Jakarta dalam rangka menuju keasriannya sang malam ternyata sangat sedemikian ramainya. Pola hidup sang urban maupun pelengkap metropolisannya sang malam di jakarta. Lampu jalanan sedemikian beragam cahaya menerangi berbagai sudut pandang kota jakarta. Dalam diam. Dalam bisikan sang malam. Dalam gerimis yang bersenandung. Dalam dekapan sukma. Dan dalam tarian pemuas nafsu yang tak berhenti. Seperti lelaki berusia delapan belas tahun yang sedang berjalan gontai Seorang laki laki berjiwa muda dengan paras wajahnya sangat tampan. Dalam kegamangan sang jiwa pemuda tersebut terus berjalan hingga ia benar benar terkulai dengan nafas yang tersengal sengal dan jatuh di rerumputan di pinggirnya sudut malam kota jakarta.

Tasikmalaya di tahun 2009

EPISODE KEMURNIAN JIWA…………

seorang santri muda dengan wajah yang sangat tampan dengan tubuhnya yang bertegak berjalan menuju ke sebuah surau yang berada di ujung timur pesantren di tasikmalaya. Saking tampannya rerumputan berasa sangat segar menyambut setiap langkah langkahnya. Seperti desir angin yang menghembuskan kesegarannya buat seluruh alam. Menimbulkan banyak ragam atas ketampannnyanya. Seperti nabi Yusuf yang dikurniakan oleh Alloh rupa yang bagus, paras yang tampan dan tubuh yang tegak  yang menjadikan idaman bagi setiap wanita dan menjadi kenangan para gadis gadis remaja.

Seorang santri bimbingan dari pak kyai Azam,pemilik padepokan pesantren tersebut. Lulusan dari universitas di kairo, anak dari saudagar kaya di jakarta. Nama pemuda tersebut Fakhri bachtiar alamsyah.

beberapa menit kemudian ia sudah duduk di atas rerumputan dengan membaca buku kumpulan hadist bukhari Muslim. Sangat khusuk mengamati beberapa persoalan yang dijabarkan dalam buku tersebut. Sepertinya keImanannya sedang menaik.

Abdullah bin Mas’ud r.a berkata: ketika turun ayat: mereka yang beriman dan tidak menodai (mencampuri) iman mereka dengan zhulm (aniaya), merekalah yang terjamin keamanannya,dan mereka yang mendapat petunjuk hidayat…………….

Sepertinya fakhri benar benar tak ingin terganggu saat ia menyimak setiap kata perkata dalam buku tersebut. Hingga ia tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang sedang mengamatinya dari balik pohon di belakang tempatnya duduk.

***

Di sudut kamar peristirahatan nampak semua santri pria sedang menikmati suasana sorenya dengan sembari rebahan bahkan ada juga yang tetap membaca baca buku serta menulis surat entah untuk siapa tujuannya.

“Aku bisa menebak untuk siapa surat yang engkau tulis itu,Har”serunya sambil menggoda hariez yang nampak tersipu sipu malu, dengan raut wajahnya yang memerah akhirnya ia mencoba merajuk agar temannya tak lagi menggodanya.

“Memangnya kamu sudah tahu tujuan Hariez menulis surat itu, dien”tanya Lukman sambil mendelik pada hariez,membuat hariez semakin memerah saja wajahnya. tangannya pun bergemetar hingga ia menghentikan tulisannya. Semua yang melihat gerak gerik hariez jadi tersenyum senyum bahkan si lukman terlihat paling keras tawanya.

“Jangan terlalu keras tawamu,luk ,”tegur Iman,lalu katanya lagi”Nanti kalau ketahuan  santri petugas malam gimana……kamu sendiri yang akan dimarahin……………Kalian semua juga jangan terus menerus menggoda hariez dong’ serunya.

Diam

***

Sehelai daun pinus sedikit berterbangan tatkala angin datang secara tiba tiba. Dan sehelai daunnya jatuh tepat diatas lembaran buku yang sedang dipegang Fakhri. Sesaat diambilnya daun tersebut dan diletakkkan diatas rerumputan, disamping ia duduk. Kemudian ia meneruskan membaca buku tersebut. Menyimak. Dan mencoba untuk lebih memahami isi dari kandungan buku hadist tersebut. Jika Fakhri sudah memegang buku maka tak akan pernah ada yang bisa mengganggunya. Bahkan Pak kyai sekalipun sampai harus menegurnya beberapa kali tatakala ia tak  menggubris tegurannya,tempo hari lalu.

Untuk sesaat Fakhri menghembuskan nafasnya dan mengeluarkannya secara perlahan lahan. Pandangan matanya mulai tertuju pada aliran sungai yang berada di seberang,dekat ia duduk bersantai. Tak ada siapa siapa di seberang sana di sore menjelang jam lima ini. Tak seperti biasanya yang selalu ada beberapa santri yang berlarian bahkan mengambil air sungai.Ya,biasanya santri Heru, santri Gama Husada dan lain lainnya selalu menimba air untuk mandi. Bahkan jika hujan mulai turun hampir seluruh santri nampak disekitar sungai tersebut. Selain airnya yang masih jernih dan tidak kotor bahkan sebutir kotoran pun tak diperbolehkan berada di perairan sungai tersebut. Tak terkecuali santri Fakhri sesekali juga ikut menikmati tarian rinai hujan yang turun di penghujung senja. Dan jika sudah sedemikian maka hampir tak  melihat sang waktu yang terus berjalan. Semua terlalu hanyut dalam tarian hujan tersebut. Hingga teguran sang kyai yang menyuruh mereka untuk segera kembali ke padepokan barulah semuanya berlarian menuju ke padepokan sebelum kyai Azam sendiri yang menghampiri mereka. Tidak! Bukan karena takut dimarahi……….bukan! Kyai Azam tak pernah sekalipun marah bahkan sampai membentak santrinya. Dimata para santri pak Kyai sangat disegani dikarenakan sifatnya yang penyabar serta baik hati tersebut.

Ada juga si kyai yang memiliki sifat berbalik belakang dengan sifatnya kyai Azam…………seperti Ustad Bancar, ustad Indra. Dua duanya adalah ustad yang selalu membuat para santri untuk tidak melakukan kesalahan. Mereka akan tahu resiko jika ada santri yang berbuat ulah bahkan melanggar peraturan maka akan menikmati buah dari kesalahan tersebut berupa teguran yang sangat keras bahkan sebuah hukuman yang akan membuat santri kelelahan…………..Tiba tiba butiran butiran halus yang berhorizontal jatuh dari atas langit. Cuaca mnghendaki hujan. Dan sebelum hujan turun sangat kencang maka seketika itu Fakhri bangkit dari lamunannya serta duduknya. Ia berdiri dan berlari menuju ke padepokan. Namun ia tak bisa mengelak saat hujan mulai menari nari. Sama seperti pemilik sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Fakhri.  Si pengintai tersebut segera berlari menembus pohon pohon pinus yang berada di belakang tempat Fakhri berada tdi. larinya sangat kencang bahkan sesekali tubuhnya jatuh dikeranakan terpeleset di tanah yang membasah. Sebagian tubuhnya mulai membasah. Sangat basah……………….hingga sampai di tempat padepokan pun tubuhnya basah atas hujan yang semakin mengencang.

Fakhri menghibas hibaskan rambutnya dengan jemari tangan kirinya sesampai di padepokan. Tangan yang satunya lagi tetap memegang erat buku yang sedikit kena cipratan air hujan. Sambil berjalan menuju ke kamarnya Fakhri tetap mengibas ibaskan helaian rambutnya yang hitam. Dan ia hampir mendekat ke kamarnya tiba tiba ada sebuah sapaan dari arah belakangnya.

Fakhri menolehkan kepalanya perlahan lahan dan ia menganggukan kepalanya saat sang pemanggil tersebut menanyakan apakah ia kehujanan. Dan ternyata  si penegur tersebut Pak Kyai Azam yang sedang berjalan bersama anak perempuan satu satunya. Ini yang membuat Fakhri terbelalak dan hampir tak mempercayainya. Dan pastinya semua para santri pria akan tercengang jika bisa bertemu bahkan berpapasan dengan anak pak kyai azam yang sangat cantik dan bersahaja tersebut.

Namanya Anla Bari’ah, ia seorang perempuan cerdas namun cantik serta baik hati. Segala tutur katanya selalu bisa membuat orang yang diajak bicara pasti terpesona akan kemerduan serta kelusan budi perketinya. Ia adalah seorang wanita yang sangat dipuja kaum adam bahkan menjadi idola bagi sebagian perempuan yang menghendaki bisa memiliki pesona seperti yang dimiliki oleh anak pak kyai Azam tersebut. Sama seperti yang dirasakan oleh Fakhri. Bahkan ia sedikit menundukkan kepalanya berlamaan seketika anak pak kyai tersebut memberikan salam. Padahal ia sudah mewanti wantikan dirinya agar tidak berlebihan saat bertemu dengan anak pak kyai tersebut. Tetapi ternyata jiwanya kalah dan lemah seketika dengan jelas jelas ia bisa bersitatap sebentar dengan anak pak kyai tersebut. Karena inilah kali pertamanya ia bisa berpapasan dengan anak pak kyai. Sebab selama ini ia hanya mendengar desas desus dari para santri lainnya kalau anak pak kyai sangat cantik. Bahkan santri Hariez selalu menulis surat pemujaannya pada anak pak kyai tersebut di buku hariannya. Selembar demi selembar Hariez selalu menulis kata hatinya yang menghendaki memiliki pendamping seperti Anla tersebut. Hariez benar benar termakan oleh keabadianya sebuah keinginan jiwa pecintaanya. Atas sosok santri wanita yang sangat cantik dan bersahaja terse……………

“Kamu kenapa nak,Fakhri,”tiba tiba pak Kyai menegurnya saat ia melamun sejenak, menerima teguran tersebut reaksi yang ditimbulkannya semakin membuatnya tersipu sipu malu. Beberapa kali ia memainkan jemari tangannya sendiri dan meremas remasnya. Berusahan untuk tetap tenang. Fakhri benar benar dibuat mati kutu atas pertemuannya dengan anak pak kyai Azam tersebut.

Dan hal sedemikian terus bermain main di alam pemikirannya sesampainya di kamar tidur. Bahkan sampai ia merebahkan tubuhnya saja bayangan atas sosok Anla semakin menjelaskan bahwa ada sesuatu rasa yang tertimbul di benak hatinya terdalam. Matanya. Bibirnya. Tubuhnya bahkan ujung nadinya sepertinya bergetar getar. Dan ini yang sedang dialami oleh Fakhri dalam usia yang menjelang dua puluh tiga tahun.

Tetapi sejenak ia tersadar kalau dirinya tidak boleh berbuat sedemikian. maka ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan menuju ke tempat air wudhu. Dengan tergesa gesa fakhri menuju ke ruang wudhu. Sesampainya disana ia segera berwudhu. Lalu kembali ke kamarnya. Dan setelah selesai bersujud Fakhri memanjakan doanya..“Duhai jiwa jiwa yang berada di rongga tubuhku,kapankah dirimu berhenti sejenak dari rasa maksiat Apakah engkau tak berpikir untuk menyudahinya……….apakah engkau tak malu dengan idolamu? Engkau hadiri majelis majelis rasa sukamu…………..engkau ciumi tangan tangan keinginan hatimu dengan mengotori kuman kumanmu pada denyut jantungmu. Padahal rasa suka yang berlebihan bukanlah sesuatu yang sangat mulia untuk jiwa jiwaku sendiri.

Baginda Rosulullah saw bersabda”Pada setiap jantung yang berdenyut ada pahala………pada setiap jantung yang berdenyut ada pahala……….pada setiap jantung yang berdenyut ada pahala (HR Bukhari Muslim).

***

Jelang pukul dua malam.

Santri Hariez terbangun dari tidurnya dan segera bangkit dan berjalan menuju ke lemarinya sendiri. Diambilnya buku hariannya,dan setelah menutup laci lemarinya Hariez segera kembali ke tempat tidurnya. Dibukanya lembaran demi lembaran bagian dari buku tersebut. Setelah menemukan lembaran kosong dari buku hariannya Hariez segera menuangkan ungkapan jiwanya…...Aku adalah insan yang telah meletakan batu keinginan hatiku untuk memiliki impian yang semoga bersahaja atas rasa itu sendiri. Aku sangatlah memendam keinginan itu lewat senandung kata hatiku sendiri tatkala malam lebih mengerti dan memahami perasaanku terhadap impian yang datang di jiwaku………Aku sangat menyukai impianku ,duhai Tuhan yang lebih bisa memahami hambaNya sendiri. Dia adalah figur wanita soleha yang aku dambakan. Dan aku harapkan kelak untuk ku jadikan pendamping hidupku selama lamanya. Wanita soleha yang bisa menggetarkan kuncup kuncup bunga yang bermekaran di taman akhyalanku. Ya, diallah wanita yang telah terpilih dalami mpianku,ya Alloh. Bersamanya aku ingin melanjutkan  misi muliaku hingga akhir akhyatku kelak nanti bersamanya. Dialah wanita soleha yang………………..”

“Seharusnya engkau tuntaskan keinginanmu  itu sendiri kepada orangtua wanita yang menjadi idola hatimu,Har” tiba tiba saja santri Ifan mengejutkan Hariez sehingga tanpa sadar ia telah melemparkan pulpen itu tepat mengenai wajah Lukman yang tertidur di hadapannya. Hariez menghela nafasnya. Sesaat kemudian ia mencoba menatap wajah sahabatnya dengan wajah yang sedikit kesal,lalu ia berseru”Sebaiknya engkau tak perlu mengurusi keinginanku,kawan” Karena ini akhyalanku sendiri. Mengerti kamu!”suaranya sedikit marah. Membuat Irfan terkejut karena selama ini Hariez terkenal dengan sifatnya yang penyabar.

Suasana sedikit merenggang.

Helahan nafas dari mulut mereka masing masing semakin membuyarkan lamunan Hariez serta rasa keterkejutan Irfan sendiri. Keduanya saling berdiam. Berdua kemudian saling berpandangan. Tanpa suara.

“”Aku minta maaf……….”seru mereka berdua kompak. Hingga keduanya tersenyum dan kembali bisa melunakan suasana yang tadi sempat mencekam. Keduanya saling berangkulan.

***

Menjelang subuh suasana semakin ramai. Kesibukan para santri serta para kyai jelas membuat padepokan tersebut sedikit sumringah. Pemandangan yang akan selalu terlihat jika menjelang subuh. Sebagian santri sibuk dengan urusannya masing masing. Menyiapkan peralatan sholat. Ada yang sudah berada di musholah untuk melakukan sholat malam. Bahkan ada yang membaca buku buku Fiqih. Semuanya berlangsung hingga subuh benar benar mendekat waktunya. Dan semuanya sudah berada di mushola ketika muadzin sudah mengalunkan panggilan adzan.

Sama seperti di ruangan santri wanita. Semuanya melakukan kegiatan yang sama persis di lakukan para santri pria. Mengikuti ritualnya sebuah mata rantai sebagai santri. Mereka berbaris di safnya belakang santri pria yang berjarak sangat menjauh. Ada sket yang membatasi ruangan untuk santri pria dan santri wanita. Sehingga tak mungkinkan para santri pria dan santri wanita berpapasan wajah.

***

Pagi pukul tujuh lewat dua pukul detik.

Jika jiwa itu baik, ia akan melihat sinar pagi dengan penuh semangat, malam sebagai pameran, dan gubuk sebagai istana yang kokoh(‘Aidh bin Abdullah Al Qarni)

Selesai sholat duha Fakhri berjalan menuju ke ruang utama karena bapak kyai Azam menghendaki agar dia mau diberikan amanat kepadanya untuk  memberi materi agama disalah satu sekolah di pusat kota Tasikmalaya,tepatnya di slta 2. Tergesa gesa  dengan berbagai macam pikiran yang berkecamuk di benaknya sangat membuatnya untuk cepat cepat berada di ruangan tersebut.

Sepanjang perjalanan menuju ke ruang utama matanya sibuk berkeliling memperhatikan semua santri yang berada di berbagai sudut. Tetapi tidak untuk jiwanya yang masih terus bertanya tanya amanat apa yang akan diberikan pak kyai terhadapnya. Dan sebelum ia menemukan jawaban atas pertanyaan suara hatinya langkahnya sudah tepat berada  di depan pintu ruang utama yang memang terbuka sedikit.

Sesaat Fakhri mengatur nafasnya dan setelah merasa lebih tenang maka ia segera memberi salam………….

“Assalamualaikum wr wb………..pak Kyai” panggilnya sebelum memasuki ruangan dan setelah mendapati kalau kyai juga sedang menunggunya maka fakhri segera mencium punggung tangan pak kyai. Setelah itu fakhri mendengarkan maksud dan tujuan di suruh menghadap beliau adalah menggantikan ustad  Noorhasan yang tidak bisa memberikan pelajaran agama di sltan 2 tersebut.

Sesaat pikirannya semakin mengembang dengan berjuta keterkejutannya. Yup, ia merasa belum siap untuk memberi materi apalagi berhadapan langsung dengan para siswa dan siswi. Lalu pemikirannya berubah menjadi sebuah arena tuk akhyalannya . Dalam arena tersebut jelas jelas santri fakhri terlihat gugup dan hampir tak bisa berkonsentrasi saat bertatapan mata oleh siswa di ruangan. Tubuhnya bergemetar. Keringat dingin mulai membasah di sekitar leher,telinga serta dahinya……………..getar dan bergetar hingga……………”Nak Fakhri siap kan menggantikan ustad Noorhasan?”pertanyaan yang dituturkan oleh pak Kyai sangat pelan namun karena Fakhri sendiri sedang melamun maka terdengar sangat keras sehingga ia menjawabnya sangat vokal dan mengeras. Membuat pak kyai terkejut namun segera menyalami santri pilihannya.

suatu keburukan yang dianugrahkan kepadamu bisa jadi  membawa kebaikkan dan kemuliaan di akhirat kelak…..sebaliknya kebaikan yang dilimpahkan kepadamu mungkin pada akhirnya membawa keburukan dan malapetaka di akhirat …………semoga Alloh memberikan yang terbaik buat kita agar selamat di dunia dan akhirat……..amien! seru hati kecilnya berbisik dalam kediamannya sendiri.

Setelah selesai. Dan memberi salam. Fakhri kembali berjalan menuju ke ruangannya sendiri. Menyiapkan makalah yang akan diberikan pada siswa sekolah tersebut.

Sesampainya di kamar fakhri segera merebahkan sejenak tubuhnya diatas kasur yang berejajar di lantai ubin.

Keresahan dan kegelisahan jelas jelas sedang ia rasakan.

***

Di sekitar jalan menuju ke padepokan pak kyai azam nampak sebuah kendaraan dari jakarta sedang meluncur ke arah pondokan terebut. Mobil mewah merk Mercedez -Benz E Class E550 warna hitam. Laju kendaraannya sangat kencang…………..menerbangkan sisa sisa dedaunan yang berserakan di sekitar dan pinggir perjalanan. Dan juga genangan kecil yang berada di sisi samping jalanan yang membasah atas sisa air hujan semalam.

Di dalam kendaraan sendiri nampak sang boz sedang membolak balik halaman demi halaman sebuah majalah bisnis dan perekonomian dengan antusias, sesekali ia menerima telphone,kemudian ia teringat bahwa ia harus menelphon pak kyai mengabarkan kalau dirinya sudah hampir sampai ditempatnya.

Beberapa menit kemudian terjadi pengobrolanantara pak kyai dengan  sang bos, yang merupakan donator tetap untuk perkembangan pondok pesantren. Sedangkan sang supir mengelilingi pandangan matanya supaya baik jalan kendaraannya.

***

Setelah menerima telphone dari sang boz maka pak kyai segera memerintahkan para sesepuh serta ketua penyambutan sang boz supaya segera berada di tempatnya masing masing guna menyambut kedatangan sang boz tersebut. Maka segeralah terlihat suasana yang sangat sibuk disana sini. Ustad bancar malah terlihat yang paling emosian saat mendapatkan santri santri yang tak bersemangat. Maka keluarlah semua kata kata yang menyakitkan atas santri yang bermasalah etersebut. Semua hanya terdiam menerima teguran ustad bancar.

Lima menit sebelum kedatangan sang boz semua sudah berada di tempatnya masing masing. Di depan terlihat beberapa santri pria menggunakan stelan gamis serba putih nampak berbaris rapih di dua sisi kanan dan kiri. Lalu santri  rebana juga siap dengan peralatannya. ….Diujung nampak Fakhri sedang berjalan keluar pondok untuk segera berangkat ke kota. Langkahnya terus melangkah dan ia hanya memberikan senyuman pada santri yang menyapa serta meledeknya. Dan ia terus melangkah bertepatan dengan kehadiran mobil sang bos memasuki halaman pondokan. Fakhri menggeser sedikit ke kiri untuk memberi jalan kendaraan tersebut. Kakinya terus melangkah tanpa memperdulikan sang supir yang secara diam diam mengamati sosoknya. Dan sang supir segera berbincang dengan sang  bos.

“Saya pernah kenal dengan santri yang sedang berjalan itu,tuan?”tanyanya

“Yang mana pak usup?”jawab sang boz sambil memandang keseluruh santri yang berada di sisi kanan dan kiri. “Itu yang sedang berjalan keluar pondokan,tuan” jelasnya lagi dan ia menunjuk ke arah santri  fakhri. Namun karena santri yang menjadi objek pembicaraan dua orang tersebut sudah membelakangi mereka maka tak nampaklah wajah fakhri.

Beberapa kali sang supir memperhatikan sosok fakhri lewat kaca spion mobilnya. Rasa keterkejutan atas santri tersebut terus membuatnya berpikirannya. Hingga bayangan sosok fakhri hilang dari pandangannya.

***

Jam sembilan lewat lima menit

Fakhri terlihat sudah bisa mengendalikan keraguannya sendiri. Dengan lugas dan tangkas ia bisa beradaptasi bersama seluruh siswa siswi di sekolah tersebut. Tanpa ragu ia menjabarkan makalah yang memang sudah ditetapkan oleh ustad Noorhasan. Sesekali ia bertanya jawab mengenai materi pelajarannya. Sesekali pula ia bisa mengakrabkan dirinya pada semua penghuni kelas sebelas B.

***

Abu Dzar r.a,berkata:Aku datang kepada Nabi saw,sedang beliau tidur berbaju putih, kemudian aku datang kembali dan beliau sudah terbangun,lalu ia bersabda : tiada seorang hamba yang membaca: Laa illaha illallah kemudian ia mati  atas kalimat itu, melainkan pasti masuk surga. Aku tanya :Meskipun ia telah berzinah dan mencuri, jawab Nabi saw: meskipun ia sudah berzinah dan mencuri. Aku bertanya: mekipun sudah berzinah dan mencuri? Jawab Nabi saw : Meskipun ia sudah berzinah dan mencuri. Aku tanya: Meskipun ia sudah berzinah dan mencuri?  jawab Nabi saw; Meskipun ia sudah berzinah dan mencuri dan mengecewakan hidung  Abu Dzar  (Meskipun mengecewakan  diri abu dzar) (Bukhari Muslim)………..

Kyai Ilham menjabarkan materinya di sebuah ruangan belakang,dekat sungai. Lalu dilanjutkan dengan acara tanya jawab yang berhubungan materi tersebut. Ada beberapa santri yang mengajukan pertanyaan dan ada juga yang hanya mencatat dan mencatat bahkan ada santri yang tertidur.

Sementara di pondok santri wanita juga sedang ada ceramah dari ustadzah Nilam. Nampak beberapa santri terlihat serius mendengarkannya dan ada juga yang sedang berbisik bisik.

Beberapa menit kemudian setelah acara tersebut berakhir anak pak kyai azam berjalan menuju ke sungai bersama beberapa santri wanita lainnya. sepanjang perjalanan terdengar obrolan mengenai berbagai topik masalah. Sesekali diiringi obrolan tentang santri santri pria yang menurut mereka cukup tuk diidolakan. Apalagi saat nama santri fakhri disebut. Terdengarlah tawa serta gurauan yang bikin semuanya tertawa tawa. Terutama santri Ade,ia sangat sumringah membicarakan sosok fakhri terlihat jelas ia sangat menyukainya. Seakan akan sosok fakhri merupakan idolanya. Bahkan dengan terang terangan ia mengubar bahwa ia akan berumah tangga jika santri fakhri melamarnya. Membuat semua santri wnita tersenyum senyum,bajkan ada yang menggoda santri ade. Hanya anak pak kyai azam saja yang sedikit tersenyum.

Sesampainya di tepi sungai semua santri wanita mulai membuat suatu lingkaran kecil,di dekat sungai tersenyum. Semua duduk beelesehan di rerumputan. Mereka membuka buku Meraih cinta Ilahi, penulis Syekh Abdul Qadir al-jailani.

Beberapa menit kemudian semua nampak terlibat dalam adu argumentasi atas bedah buku tersebut. Semuanya sangat antusias untuk mendapatkan jawaban yang bisa dipertanggungjawabkan.

Diam

Pukul sebelas lewat empat detik.

Hingga beberapa detik kemudian  semuanya terperangah tanpa suara. Semuanya termasuk anak pak kyai azam. Sepertinya denyut jantung sedang terhenti sejenak tatkala tanpa mereka hendaki sekelompok santri pria sedang berajalan diujung dari arah selatan. Ada santri Hariez, irfan, Lukman, Dayat serta tak ketinggalan satri Fakhri yang sudah datang dari kota tuk memberi materi disalah satu sekolahan. Meski lelah namun baginya kebersamaan sangatlah berarti. Semua melangkah tanpa menoleh ke arah para santri wanita yang jelas jelas sangat terkejut atas pemandangan yang tak terduga duga oleh mereka. Dan setelah beberapa menit semua seperti terkesima maka saat kesadarannya muncul terdengarlah tawa riang dari para santri wanita. Semuanya saling meledek dan saling menggoda.

Segalanya menjadi benar benar merasakan sesuatu hal yang (mungkin ) menjadi sebuah resapan jiwa mereka sendiri saja.

Sementara itu para santri pria sudah berada di dekat batu besar dan setelah membentuk lingkaran kecil semuanya nampak menyiapkan peralatan untuk membahas makalah yang disuruh oleh ustad bancar,ustad yang sangat tempremental.

Dan sebenarnya masih belum tuntas pembahasan makalah tersebut namun karena adzan zuhur telah berkumandang maka segeralah semua membubarkan diri dan berjalan menuju ke madsjid.

***

Malam pukul delapan

Entah apa yang ada dipikiran fakhri. Tiba tiba saja ia hendak mandi di malam yang sangat dingin,bahkan hujan masih terdengar rintik rintik,diluar.

Tanpa rasa apapun akhirnya fakhri benar benar mandi di malam malam yang mendingin. Tetapi baru ebberapamenit ia mengguyurkan air  ke seluuruh tubuh. Sepertinya ia merasakan sesuatu yang mengegetarkan pikirannya. Entah apa namun selalu saja ia sepertinya tersentak. Bayanmgan itu semakin hendak mewujudkan dirinya dan bahkan pundaknya seperti disentuh oleh bayangan tersebut namun seketika ia membalikkan tubuhnya…………..tiba tiba ia berteriak. Sangat kencang……………namun seketika itu juga ia tersadar saat santri hariezlah yang menyentuh pundaknya.

Beberapa kali fakhri mengatur pernafasannya. Dan setelah ia bisa menguasai emosinya dan mengnormalkan nafasnya ia buru buru mengambil handuk dan melilitkan kesebagian tubuhnya.

“Kamu terlihat ketakutan,fakhri….maaf jika ana membuat antum terkejut~”serunya dengan penuh penyesalan,lalu katanya kemudian lagi:”Apa sebenarnya yang antum takuti?”

Diam

Sesaat fakhri menatap wajah sahabatnya itu sebelum ia berkata. Hariez membalas dengan penuh keinginantahuannya sendiri. “Ana tidak apaapa,riez……….antum tak usah kawatir………….oya,maaf juga sudah membuatmu resah atas sikap ana!”pelan suara fakhri. Hariez menganggukan kepalanya dan tersenyum.

Diberanda depan nampak santri Bagas,santri ikbal sedang berbincang bincang dengan ustad Didien. Entah apa yang sedang diperbincangkan. Hanya terdengar tawa mereka saja yang nyaris menguasai sepinya malam.

tetapi  kemudian ada terdengar sebuah gertakan keras dari arah kamar tidur para santri pria. Semua saling berpandangan dan saling menebak.

Semuanya terdiam untuk mendengarkan apa yang sesungguhnya terjadi di ruang tersebut.

Sementara di dalam ruang tidur  terlihat sosok ustad Bancar yang sedang memarahi santri hariez. Segala bentakan keras ditujukan ke arah santri yang dimata ustad tersebut bermasalah. Di genggaman tangan kirinya sehelai kertas yang berisi tentang curahan hati santri hariez tergenggam dengan erat.

Di hadapannya. Hariez terlihat menundukan kepalanya dalam duduknya di atas kasur yang tergeletak di lantai tak berubin tersebut. Raut wajahnya menggambarkan kesedihan yang teramat dalam. Tidak…..bukan rasa ketakutan pada sosok ustad tersebut yang membuatnya terdiam. Namun sehelai kertas itulah yang menjadi alasannya hingga ia memilih tuk terdiam. Jemarinya dimainkannya. Meski bibirnya bergetar namun ia belum sanggup tuk menjelaskan pada ustad tersebut perihal untuk siapa curahan hatinya ditujukkannya.

Segala gertakan sudah dilampiaskan atas ketidak sukaan ustad tersebut pada hariez membuatnya semakin terlihat sifat aslinya yang sangat keras.

“Kamu pikir disini boleh saling mengirim surat cinta pada sesorang? Apa kamu pikir disini tidak ada batasan batasan tentang apa yang meski dilakukan seorang santri yang ingin belajar ilmu agama!”sentaknya dengan nada keras,

Hariez masih diam!

“Kenapa tak mau jawab! Apa kamu sudah tidak ada alasan untuk mengklarifikasi masalahmu sendiri……..!”

kembali terdiam Harieznya. Hanya terdengar deru nafasnya yang berpautan sangat cepat iramanya.

Mata ustad sudah melotot dengan mimik wajah yang keras namun tetap saja hariez tak mau menjelaskannya……………..sehingga akhirnya ustad tersebut mengkoyak koyakkan kertas tersebut dan merobeknya sampai ke helaian terkecil. Setelah itu dilemparkannya ke atas rambut Hariez,katanya kemudian”Ini suratmu!”

Setelah melakukan hal itu ustad tersebut pergi meninggalkan Hariez sendirian.

Diam!

Beberapa menit kemudian Hariez memunguti serpihan kertas yang terkoyak koyak tersebut. Meski sedih namun ia terus memungutinya. Diujung kelopak matanya mulai terlihat setetes airmata yang hendak menjatuh di pipinya.

Ruang kamar semakin berkabung atas kesedihan yang dialami santri hariez. Tiada siapapun yang bisa membantunya. Sendirian santri hariez hanya bisa menyusun sobekan sobekan kertas tersebut.Bibirnya bergetar bahkan sebagian tubuhnya ikut bergetar. Seperti kilatan petir tertahan tatkala  hujan tak mau menyuruhnya.Bunyi diam seperti bunyi dentumannya.  Ia sendiri tak bisa meneteskan airmatanya hingga berkelanjutan sampai akhirnya satu persatu teman santrinya datang menghiburnya.  Semua mulai membicarakan tingkah laku ustad bancar  yang sudah kelewat  batas.

Jakarta dalam gerimis yang berkepanjangan

Rumah yang sangat besar dengan perkarangan yang sangat luas pula,berjejeran mobil mobil mewah disekitar garasi yang tak berpintu itu. Hanya para karyawan yang bekerja diruma itu yang sesekali terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya masing masing.

Sementara di ruang makan nampak ada perdebatan antara sang ayah dengan anak laki laki satunya itu. Sedang sang bunda hanya bisa terdiam.

“Pokoknya Arland tak suka papah memaksaku untuk datang kesana! ” “Dengar papah,nak”

“Pah…………..” “Papah hanya ingin  mengajakmu berkunjung kesana dan tidak menyuruhmu belajar kesana……………..meski papah mengharap kamu mau………..” “Arlan tidak mau,pah” potongnya cepat sambil memandang wajah mamahnya. Lalu katanya lagi”Arlan tidak mau dipaksa,mah!”

Suasana menjadi sedikit tak ramah.

Diam dalam permainan pendapatnya masing masing. Melihat situasi seperti itu mamahnya segera merelaikannya.Lalu katanya”Kita tak perlu memaksa anak  kita,pah! mungkin ia perlu waktu untuk pergi kesana.” tuturnya lembut sambil memberikan segelas just orange tanpa gula.

“Tapi papah kepengen anak kita mau berkunjung kesana,”jawab papahnya sambilmeneguk just tersebut.’Papah kagak memaksa anak kita belajar kesana……….hanya berkunjung……apa salahnya!”

Tak ada jawaban dari Arland. Selanjutnya ia pamit untuk keluar rumah.”Arland mau ke rumah handoko,”  pamitnya sambil mencium pipi mamah dan papahnya.

Papahnya Arland  menggelengkan kepalanya sambil melirik istri tercintanya

****

“Papah mau ke rumah adik papah. Kamu mau ikut kan,nak?” tanya mamahnya sambil membereskan segala bawaan utnuk keluarga adik papahnya.”Tolong bantu mamah bawakain ke mobil.”sambil memberikan beberapa kantong berisi makanan pada anak satu satunya itu.

“Tapi kita tak bermalam kesana kan,mah”sambutnya sambil menenteng kantong berisi makanan tersebut dan membawanya ke dalam bagasi mobil papahnya.

“Mamah belum tahu,nak. Mamah mah terserah papah saja………………..lagi pula besokkan hari minggu.  Pasti kamu tidak ada acara kemana mana kan?”

“Mah………….”

“Sudah kamu turuti kemauan papahmu kali ini. Lagi pula kita sudah lama tak bersilaturahmi ke keluarga papah kan? Kamu malah sudah enam tahun tidak kesana sana.”

Selanjutnya mereka masuk ke mobil.Dan sebelum pergi Mereka menitip rumah pada semua karyawannya. Dan semenit kemudian mobil segera meluncur keluar dari garasi dan melitas ke jalur jalan perumahannya. Sepanjang perjalanan Arland diam mebisu. Ia sekali sekali memainkan BBnya. Ol fbnya sembari membuat status kebeteannya. Bahkan saat menikmati hidangan makanan di sebuah resto tempat ia sukainya pun Arland tetap saja diam.”Biarkan dia seperti itu,pah?”bujuk mamahnya saat melihat gelagak anaknya seperti itu.

****

Di ruang belajat nampak para santri santri mengikuti pelajaran yang diberikan oleh ustad tamu;isinya sedemikian“Kehidupan adalah anugerah dari Illahi. Anugerah kehidupan memberikan gambaran kebesaranNya buat kita manusia, yang wajib kita syukuri dan hargai. Internet adalah kemudahan buat ummat manusia. Justru itu, memanfaatkan  itu untuk kesejahteraan diri kita dan ummat sejagat. Senantiasalah kita ingat, apa yang kita lakukan akan di pertanggung jawabkan pada kemudian hari. Gunakan sebaik baiknya karunia Alloh swt kepada kita. Halalkan kegunaan akal, hati dan lidah pada perkara yang bakal membawa kita beka kecemerlangan diri kita…….dan selanjutnya……………..selanjutnya yang semua isi ilmu darinya  membuat semua santri mengangguk anggukan kepalanya.


arsip bluethunderheart

my blue calendar

April 2019
S S R K J S M
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blue Stats

  • 139.211 hits
Iklan