My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

kematian adalah sebua ketidak penjelasan atas nyawa yang tertunda

dalam kasih Bapak di altar Gereja

atau dalam  sudut ruang mushola

nyawa menjadi lebih sangat tak berarti.sementara,

kemurkaan mulai bercampur dendam!

dan takdir sudah berada diujung niat

 

 

kematian dalam sunyi,juli 2014

Iklan

Kemudian tetapi malam

Lalu kehendak menjadi sebuah pertanyaan lelah, Mengapa enggan?

semenit ada keinginan  namun sunyi lebih menyerupai wajah keletihan, Tetapi mau!

engkau nemenerima detik menjadi alunan nada yang membosankan. lalu

aku duduk menjelaskan pada sang malam bahwa  aku seperti domba domba dalam altar istana Kasih bapak, di sudut gereja ua.

Aku kemudian sesaat………

ada tanya tetapi seperti wajah wajah suram ang hendak mencekik nyawa di ujung malam yang terakhir.

Pondog gede dalam alunan resah 2014

     Dalam diam jari jemariku saling bersentuhan……………entah asa yang tertimbun diselah-selah jemari atau telapak tanganku. Tetapi, tetap saja mendiami pikiranku untuk sesaat. Sama seperti persetubuhan kata perkata diantara ruang akhyalan atau buaian

     Meniduri malam dengan persetubuhan kata kata ini seperti hendak menunggu kekuatan akal sang Penyair datang diantara sentuhan angin (yang sedikit nakal) masuk diantara ruas ruas jendela kamarku, yang ku biarkan terbuka. Mengkeluhkan ujung lidah atas sapa sang Pendingin Langit. Mennanti banyak rasa dalam persetubuhan kata yang nanti ku utarakan. Lalu ku terbangkan di langit rumah Sang Penyair itu, meski tanpa sayap sayap yang kuat. Bahkan sayap sayap yang patah yang  ku miliki padanya.

     Hmm,duhai sang penyair yang tertidur diujung negeri sana. Biarkan aku dan alam pikiranku menyetubuhi kata kata ini menjadi sentuhan yang manis di bibir kekaguman mu nanti. Aku datangi raja malam dan membiarkan anjing melolong keras saat jemari jemari tangan ini memulainya. Meski gigitan nyamuk pun menyentuh ujung bagian bagian tubuh ini. Meski lelah menjadi sandaran waktu. Meski mata sedikit nakal mengatupkan kelopak kedua bola mataku. tetapi aku coba menuangkan kata kata ini menjadi rasa yang sangat maniz dalam persembahan dan Persetubuhan kata itu buat sang Penyair tersebut.

 

Jakarta,13 April 2013

 

 

 

Tanpa jedah

Tanpa batas

Tanpa kepastian

tanpa perenungan dan pengharapan

dan segalanya tanpa asa yang menepih tetapi merindukan

salam hangat dari bluethunderheart,februari 2013

Jemari angin kenapa tak begitu bisa menyentuh tubuhku ya?

sedang nafas ku saja hangatnya sangat menusuk ke hawa ini.

Ada apa sebenarnya dengan cuaca hari ini ya,bunda?

Terbilang panas tetapi sejuknya ada meski sedikit, sebaliknya di bilang sejuk namun mentarai terang memancarkan sinarnya.

Hujan tidak. Tetapi kemarau pun tidak.

Sama seperti hari ini.

Kenapa bunda ingin menemani ku untuk melaksanakan sholat jumat. Padahal kan biasanya bang Roji atau mas Tommy yang menemani sholat jumaat nanda. Ada apa ya,bunda? Apa bunda kangen ya sama nanda yang menghabiskan liburan ke rumah nenek…………………hehheh pasti Bunda rasa kangennya sangat berat seminggu ini ya sama nanda. Tenang Bunda, kan senin esok dan selamanya kita akan selaluu bersama sama disini. Di rumah peninggalan ayah………….o,ya bunda. Bicara Ayah nanda jadi ingin ke pemakaman ayah ya setelah sholat jumat nanti. Mau kan bunda. Bunda ku yang tersayang………

Nanda ingin pakai sarung yang dibelikan ayah ach, yang warna biru kotak kotak serta baju koko warna putih seperti yang ayah pakai jika melaksanakan sholat sholatnya. Nanda gantengnya sama kan seperti ayah,bunda. Tetapi nanda masih tanya tanya kenapa bunda yang menemaniku nanda sholat jumat. Ada apa  Bun……………….” Tenang y bunda. Kita sholatkan nanda dulu ya bunda,” seru kedua anaknya sambil menghapus air mata bundanya yang tergeletak pingsan setelah menyaksikan anaknya tewas tertabrak busway ketika hendak menjalankan sholat jumat.

jakarta selatan,juli 2012

waktu memilih untuk mendiami kejadian,lalu

perlahan mulai berjalan.

Memilih waktu diantara seribu kepastian diri.

Dan sejuta tanya tetap tak bisa diperjelaskan,sedang

bathin terus bergetar seiring denyut jantung kehidupan.

Tak ada warna, pencerahan dan kilau sapa hangat untuk sesaatnya.

Dan beberapa menit selanjutnya,saat

mata mulai berpindar terang dan senyum tersenyum manis.

Aku mulai bisa menikmati waktu  yang terdiam itu

saat penjelasan emosi bathin bisa memahami kejati dirianku sebenarnya

lalu wajah mulai berseri seri

meski seribu tanya, seribu hujatan dan seribu kebencian mengikuti perubahan ini.

jakarta,diantara kegersangan bathin 2012

panas,tetapi tak bisa memberi kehangatan dalam ruang buat darah darahku,namun,

selalu saja bisa menghangatkan suasana dan situasi bagi kedua negaraku.

Dan aku masih terus menikmati kehangatan sang mentari,gemiricik  air disungai saat hendak mandi atau mencuci,meski

bukan dari kehangatan negri ku sendiri.

panas tetap sama. Bahkan suhunya saja sama.

Lalu malam pun tiba.

Dan dingin yang menyentuh pori pori dan kulit ariku pun seperti suasana di negeriku.

Dingin yang sama persis dengan rasa para jiwa jiwa penegak hukum di negeriku.

Tak ada rasa sama sekali. Meski rasa teritori ini menyenangkan bahkan membingungkan bagi aku dan penduduk sekitarku.

Kerana pagi jelang siang aku berada di negeri orang sedang saat malam tiba aku berada di negeriku tercinta.

Dan ini akan terus berlangsung seperti daun daun yang berterbangan tak bertujuan.

 kutipan untuk keluarga  Hasidah,yang tinggal di pulau Sebatik,Kalimantan Timur,2012-May


arsip bluethunderheart

my blue calendar

April 2019
S S R K J S M
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blue Stats

  • 139.211 hits
Iklan