My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for the ‘thanks to’ Category

Jari jemari bunda masih terlihat cantik,y? seru Nalya,anak bungsunya sambil memilin milin lembut semua jemari tangan bundanya.Selembut kasih sayang yang bunda selalu berikan kepada kami,pada kak Manda,bang Leo dan juga aku. Azh, bunda memang ibu yang terbaik dan terhebat di dunia ini untuk kami semua. Pantas ayah sangat sayang sekali pada bunda. Aku sayang bunda sekarang dan selamanya.

Nanti kata kak Manda,bunda akan diajak ke salon yang ada fasilitas menicure dan pedicurenya. Biar tambah cantik katanya……hehehhe aku dan abang juga suka elus elus jemari tangan bunda. Habis sangat halus dan lembut sekali saat disentuhnya.Bunda tak tahu ya, saat bunda tertidur lelap sehabis pulang kerja, aku dan kak manda juga abang suka diam diam mengelus jemari tangan bunda.Tapi bunda tak menyadarinya makanya kami suka lama lama menyentuhnya.

Kalau bukan ayah yang memperingati kami kami,supaya tak emngganggu bunda tidur.Pasti kami tak akan berhenti.Kami bertiga memang slelau kompak untuk menjaga dan menyayangi bunda.

Oya, biasanya bunda sudah buat cake tape isi kismis nich juga nasi tim isi ayam bakar………..hmm.suka suka sangat makannya bunda. Tapi tahun ini tak ada. Dan kami smeua memakluminya. Karena bunda sudah mengambil rencana untuk pergi umroh bersama adik adiknya di akhir tahun ini. Kami tak sedih koq bunda. Kami sayang bunda. Kan masih ada doa dari bunda untuk kami kami semua yang akan merayakan natal tanpa kehadiran bunda. Kami memakluminya bunda. Mesti bunda Imannya tak sama dengan yang dianut ayah dan kami bertiga anak anak bunda. Tapi kami  selalu sayang bunda. Doakan kami semuanyaya bunda dari tanah suci,disana. Oya,jangan lupa bawa kurma ya bunda serta kacang arabnya. Akau suka banget bunda. ………kamu ngapain ngelamun di depan cermin,dikamarbunda,Nalda,seru kak Manda dan abang Leo serentak.Cepat,kata ayah kita tak boleh terlambat datang di misa kudus natal di gereja .

Semenit kemudian aku tutup pintu kamar bunda sambil berdoa semoga bunda sehat dan selamat selama umroh,disana.

Iklan

Dan cinta ini pun…………..

Karya : RUDYANTO BACHTIAR

Episode 1

Pagi adalah sebuah kesenangan untuk Aurel. Karena pagi selalu membuatnya merasa seperti memiliki dan dimiliki oleh keluarga besarnya. Bagi Raehan, suami tercintanya. Kekasih yang sudah sembilan tahun selalu berada disisinya. Saat dia sedih,gembira ataupun sedang galau. Bagi Aurel. Bersama Raehan hidupnya menjadi penuh warna.
Lalu ada Maryda serta Bramestya. Dua anak mereka berdua. Yang masih berusia enam juga empat tahun itu. Yang selalu bisa menghilangkan penat atas rutinitas pekerjaan di kantor. Keceriaan yang selalu bisa memberikan rasa beda atas sisa waktunya di kantor. Kebahagiaan serta kebersamaan yang selalu di ciptakan bersama sang suami dan juga keluarganya. Kebahagiaan yang tak akan pernah ingin dia lepaskan dan dilupakan.
Dan Pagi merupakan sebuah kebahagiaan yang teramat manis untuk dirasakan oleh Aurel. Karena dia bisa menyiapkan segala keperluan bagi suaminya dan juga keperluan sekolah anak anaknya. Menyediakan secangkir kopi untuk Raehan, suami tercinta, dan juga menyediakan secangkir susu untuk kedua anak anaknya.
Sebab bagi Aurel. Pagi selalu memberi ruang yang luas untuk dirasakan kebahagiaan jiwa dan hatinya. Karena Pagi sangat indah. Pagi adalah awal untuk menyambut hari baru.

*****

Sampai suatu hari kebahagiaannya terusik ketika ia tak sengaja bertemu dengan Ali Hendyana Rahaja. Model dan bintang film yang saat ini menjadi the best di ibu kota. Seorang lelaki berusia dua puluh delapan tahun. Berbadan atletis, tampan bersahaja dan berkulit putih bersih. Lelaki yang sangatlah ideal untuk para penggemar wanita wanitanya.
Keduanya berpapasan saat keluar dan masuk ke sebuah plaza senayan selepas bertemu dengan relasinya tadi jam delapan malam. Laki laki itu berbalik keluar plaza menemuinya. Keduanya sama sama tak percaya dan sama sama terdiam untuk beberapa detik lamanya.
Diam!
“Hei……………kamu aurel kan? tanyaya menepis kediaman serasa menjulurkan tanganya untuk sekedar bersalaman. Namun aurel tetap terdiam. Perasaan menjadikannya terpaku akan sesuatu hal yang dulu dan sekarang untuk ia lupakan.
Dan Ali tahu situasi itu namun ia mencoba menenangkan perasaannya sendiri. Ia biarkan aurel bermain dengan situasi yang mungkin ia senangi. Dan Ali mencoba mengulang kembali sapaannya.
Aurel menyunggingkan senyumannya sedikit. Lalu katanya,”Aku………ak…………aku……… pulang pulang dulu yah!” setelah berkata demikian ia lajuhkan langkahnya secepat mungkin tanpa menoleh untuk menuju kearah mobilnya. Namun Ali sudah mempersiapkan situasinya maka ia pun secepat mungkin meraih lengan tangan kanan di hadapanya.
“Kita bisa bicara sebentar kan? Dan kita bisa duduk duduk dulu kan dikafe!”ajaknya serasa mengendorkan peganggannya.
Aurel tetap berdiam
“Sebentar saja,real?” pintanya dengan intonasi yang ia turunkan sedemikian lembutnya. Membuat aurel ingin segera terlepas dari perasaannya yang ada. Aurel tahu jika ada orang yang memanggil namanya dengan real itu hanyalah dia. Dari semua lelaki yang pernah ia kenal dan dekat dengannya.. Ya hanya dialah yang selalu memanggil namanya dengan panggilan real semenjak ia berkawan dengannya di bangku slta.
Aurel memainkan bibirnya yang sedikit bergetar.
Getaran yang selalu membuatnya tak tenang jika berhadapan dengan laki laki tersebut. Dan ia sudah mengambil keputusan untuk segera meninggalkannya dan segera berlari ke arah mobil yang ia parkir di dekat pintu masuk plaza. Setelah sampai ia membuka pintu mobil dan menyuruh sopirnya tuk segera berjalan secepat mungkin. Secepat debaran di jantungnya. Debaran yang sangat keras yang ia rasakan sesampainya di rumah.
Bahkan sampai bertemu dengan anak anak serta suaminya malam ini.

****

PAGI

Semua keperluan kantor suaminya sudah di bereskan olehnya dan sebagian sudah di letakkan di jok bangku belakang mobil suaminya. Dan ia juga sudah menyediakan sarapan paginya yang berupa roti sandwiz bertabur parutan keju dan yogur. Juga segelas air putih hangat. Hanya menunggu suaminya turun dari kamar tidurnya yang berada di lantai dua.
Sementara kedua anaknya sudah terlebih dahulu dibawa main oleh para pengasuhnya di halaman belakang dekat kolam ikan serta kolam renang. Ia tahu kalau si bungsu paling tak suka dengan air maka di buatkan ayunan dipinggir dekat tembok.
Sesekali ia melambaikan tanganya dan tersenyum pada kedua mata hatinya dari ruang makan yang memang sengaja di buat terbuka agar bisa leluasa memperhatikan kedua anak anaknya jika sedang bermain di taman belakang. Dan sengaja tak ada sekat atau benda apapun yang bisa menutupi pemandangan itu. Dan untungnya suaminya juga menyetujuinya.
Beberapa menit kemudian saat suaminya sudah rapih dan duduk di bangku meja makan. Perhalatan setiap pagi segera dimulai. Diawali dengan segala rentetan agenda acara yang biasa dan mungkin akan di kunjungi oleh suaminya. Lalu beralih pada satu janji yang memang tak bisa di batalkan, yaitu menyaksiakan acara java jazz nanti malam. Yah, keduanya memang penggemar berat lagu lagu jazz dan ballad.
Selanjutnya Aurel menghantar suaminya sampai di depat teras dan saat mobil itu sudah meluncur keluar garasi ia segera kembali masuk kedalam untuk sekedar bercanda pada buah hatinya. Meski hanya sesaat namun ia tak mau kehilangan saat saat bersama buah hatinya.
Selanjutnya ia segera masuk ke ruang kerjanya dan mulai berbaur pada rutinitas pekerjaannya. Hingga suara hpnya berdering untuk beberapa kali. Aurel masih enggan di ganggu sebenarnya namun ketika bunyi itu mulai mengusik beban pendengarannya ia segera mengangkat hpnya dan mengklik jawabannya.
Tanpa melihat siapa yang menelpon aurel mencoba menyapa suara dari seberang yang hanya terdiam.
“Hello,”
“………..”
“bisa jawab pertanyaan saya kan? siapa anda?” katanya sambil tetap memperhatikan berkas berkas pekerjaannya yang masih berceceran diatas meja kerjanya.
Namun tetap tak ada jawaban,
Dan Aurel hendak mematikan hpnya saat terdengar suara dari seberang tempat ia langsung meresponnya.
Dan percakapan itu terasa mengusik pekerjaannya sebenarnya bahkan Aurel hampir terbelalak saat mengetahui si penelon. Berkas itu mulai tercecer dari genggaman tangannya. Jatuh ke lantai dalam diam yang mungkin seperti mematikan jantung Aurel sendiri.
Sumpah serapah ia mencoba menenangkan pikiran dan perasaanya.
Dan setelah ia bisa mengendalikannya ia segera berkata,” Ada………ap…………..apa lag……..lagi, Ali?. Dan darimana kamu tahu nomorku?”
Semburat kegalauan mulai mengusiknya dan aurel selalu saja tak tenang saat laki laki itu mulai kembali hadir dalam kehidupannya.
“Kenapa kamu,Real? kelihatannya kamu gugup dan tak siap menerima kehadiaranku? Atau……..memang kamu sudah ingin melupakanku dan mencoba untuk tak berdamai dengan situasi seperti saat saat ini. Aurel………………tenang. Aku harap kamu bersikap biasa saja dan tak perlulah kamu merasa asing lagi denganku. Maukan,real. Aurel……………”
” Maaf, aku masih ada kerjaan dan maaf jika aku harus mengakhiri pembicaraan ini.”
Tanpa menunggu jawaban dari seberang aurel langsung mengnonaktifkan hp blackbery javelinnya. Suara deru nafasnya berpacu bersama dengan ke tidak siapan pikirannya menerima kehadiran laki laki itu. Sesaat Aurel menarik nafasnya dan menghembuskannya keatas langit langit kamar.
Dan alangkah senangnya aurel saat kondisi pikirannya sudah kalut terdengar suara sapa kedua anak anaknya yang datang ke kamar kerjanya. Untuk sementara waktu ia sedikit lega dengan bercanda canda bersama mereka.

****

Malam
Rada kesal juga mereka berdua saat hendak memarkirkan mobilnya di arena parkit jcc senayan. Saat mereka berdua hendak menyaksikan acara java jazz. Dan kepenatan itu masih berlanjut saat mereka juga hendak memasuki lorong lorong pintu masuk assembly 3.
Itu hanya sebentar dan saat si pembawa acara mulai memastikan kalau sang penyanyi Jason miraz akan segera dimulai.
Nampak aurel menggandeng tangan suaminya begitu erat saat si penyanyi mulai menyanyikan lagu Make it nine dan lucky.
Semuanya hanyut dalam lantunan suara khas jason. Para abg abg malah semakin keras meneriakan nama si penyanyi saat bereaksi dengan penonton yang ada di depannya. Dan tiba tiba di tengah acara sang suami memohon untuk keluar sebentar menerima telpon dari relasinya yang ada di semarang. Aurel menganggukan kepalanya tanda setuju. Dan ia kembali terbius saat terdengar intro dari lagu life is wonderfull. Tidak! Bukan hanya aurel namun semua pengunjung yang ada di ruangan tersebut. Teriakan serta teriakan mulai membahana bersama suara suara yang mengikuti lyrik lagu tersebut.
Aurel benar benar menikmati acara malam ini. Dan perasaan itulah yang terbawa saat ia segera meninggalkan ruangan dan menuju ke lobby utama dan berdiri menunggu suaminya.
Beberapa detik kemudian.
‘Masih menunggu suamimu,real?” sapaan itu. Sapaan yang tanpa ia menoleh ke arah pemilik suara itu pun ia sudah tahu siapa yang menegurnya. Namun kali ini ia sudah bertekad untuk menjawab sesantai mungkin. Ia tak mau terlihat kaku dan sepertinya menjadi tersangka di depan laki laki tersebut. Ia mulai menoleh saat suara itu berulang ulang menmanggil namanya. Aurel tersenyum sedikit. Dan ia tak mau membalas sambutan tangan laki laki itu saat menjulur ke arahnya.
“Kenapa kamu,real?”
Diam.
“Mestinya aku yang marah sama kamu dan bukan kamu yang justru marah padaku,real? Dengarkan aku! Aku sampai saat ini masih menanti dan mengingat kamu sedangkan kamu sendiri? Coba kamu pikir lag………..”
“Sudahlah,Ali. Sudah! itu semua masa lalu dan sekarang aku sudah memiliki seorang suami yang sangat sayang padaku,”
“Apa aku tak sayang pada kamu,real. Apakah selama ini aku akan merubah semua perasaanku padamu meski…………………..
“Li…… please!”
“Kenapa,real. Kenapa! Apa yang membuatmu tega merubah semua keinginan serta cita citaku untuk memilikimu selamanya. Dan kenapa justru malah kamu kawin dengan laki laki yang sebenarnya belum begitu lama kenal dengan kamu. Aku real………….aku yang begitu kenal kamu lama dan yang memahami semua prilaku dan cita citamu.”
Real terdiam dalam sudut perasaannya yang kelabu.
Dan aurel mencoba tak terbenam dalam situasi yang sepertinya membuatnya tak nyaman. Dan …………….

Episode 2
Hujan mengguyur kota jakarta dalam kediaman siangnya langit. Menghalilintarkan ketakutan di jantung para pengendara di jalan jalan raya, merujuk dalam ketakutan yang tak menentu saat banjir menggenang dengan tulusnya membanjir di tepian rumah rumah. Dan justru tak heran lagi ketika dengan seenaknya limbah buih banjirnya mulai menyerempet ke gedung gedung tinggi dan rumah rumah kelas atas.
Dan mestinya keluarga aurel tak perlu sepanik sekarang ini. Ia telah mengungsikan keluarganya dari tempat tinggalnya yang memang tak akan terkena banjir. Dan mermilih sebuah apartemand yang berada dikawasan kuningan dekat kantornya.
Dan aurel senang saat ia bisa menempati ruang dilantai dua dipojokkan dekat rolong rolong menuju ke arah tempat permainan anak anak. Aurel sudah memberi kabar pada sekretarisnya bahwa hari ini ia tak masuk kerja.
Dan ia juga telah memberitahukan suaminya yang sudah sejak malam tadi saat selesai menyaksikan konser jazz berangkat ke semarang untuk membahas proyek kerjasamaanya selama tiga hari. Bahwa ia akan menginap di apartemand untuk beberapa hari.
Jam satu siang
Selesai menemani kedua anaknya tidur siang aurel segera keluar kamar untuk melihat perkembangan kota jakarta saat terbenam banjir. M’ba pengasuh sudah terlelap di bangku panjang dekat ranjang anak anaknya tertidur.
Dan ia tak mau membangunkan acara tidurnya. Ia sadar kalau mba mba itu terlalu kecapaian saat harus bolak balik dari rumah ke apartemend untuk membawa semua kebutuhannya dan juga keluarganya. Perlahan ia membuka pintu dan keluar untuk sejenak ia menyaksikan keadaan anaknya yang terelelap itu dan selanjutnya menutup kembali pintu kamar perlahan lahan.
Sampai di taman lantai dua dekat permainan anak anak ia memilih duduk di salah satu bangku yang menghadap ke depan. Hujan sesaat hanya rintik rintik. Dan cuaca memang masih belum stabil tuk di terka. Karena kadang besar dengan angin kencangnya tetapi kadang hanya rintik rintikan saja hujannya dan terus berulang ulang dalam tempo yang tak menentu.
Dan aurel tak bergeming dari tempatnya saat hujan kembali mulai sedikit lebih kencang. Ada payung besar yang melindungi dirinya.
“Dan kita akan selalu menyaksikan tarian hujan ini dalam keceriaan tawa kita berduakan,real?”suara itu terdengar selaksa berbisik.
Diam.
Ia menarik nafasnya untuk sesaat kembali di hempaskannya. Dengan sedikit dongkol ia mencoba menahan emosinya saat terdengar suara itu. Suara dari pemilik yang selalu saja ada saat ia ingin menyendiri.
Dan Aurel belum sempat menjawab saat pria berpenampilan tampan itu kembali menegurnya dengan penekanan kata yang lebih dari sebuah rajukan di bandingkan di sebut merayu. Dan aurel tahu pria itu memang lebih berkharisma saat mulai melontarkan rayuan rayuannya kepada semua wanita. Hingga tanpa sadar telah menghujami perasaan semua hati wanita saat sudah berada di dekapannya. Dalam intonasi kata yang membiuskan cinta di jiwa yang benar benar penuh dengan cinta dan cinta. Termasuk dirinya.
Diam!
Hanya dengus nafas yang saling bersahutan dengan citra yang semakin membendam sejuta perasaanya.
“Kamu tak perlu menanyakan dari mana aku bisa tahu kamu dan keluargamu berada dimana dan dimana kamu berada saat selesai dari kantor,”usiknya serasa menjawab keterkejutan aurel atas penampakannya.
Aurel mengelos sendirian dan ia berusaha tak terpancing dengan situasi seperti ini. Situasi yang beberapa tahun yang lalu juga seperti saat ini. Saat mereka berdua berbincang sambil duduk di saat hujan turun. Situasi yang sebenarnya ingin sekali ia lupakan.
Tapi tak ada satu reaksi pun yang tercipta . Hanya dalam diam mereka mungkin sedang membicarakan sesuatu hal namun mereka enggan tuk membuka mulutnya.
Aurel meremas jemari tanganya sendiri perlahan lahan sambil menundukkan kepalanya. Sementara carol tetap menatap sosok perempuan yang dulu amat ia sayangi.
Perempuan yang sedari slta sudah ingin ia miliki karena kelembuatan tutur kata serta sikap dan cara berpenampilannya. Perempuan yang dengan sejuta pesonanya telah meluluh lantahkan seroja seroja yang tumbuh dfi jantung hati cintanya. Mempesoana dengan sendirinya. Hingga menjadi perempuan yang semakin merona rona kehasratannya dari pancaran matanya yang memiliki sorot mata yang menggairahkan.
“Tak perlu kita mengingat semuanya, Ali. Percuma saja bila kamu masih berharap pada kelanjutan cerita di masa lalu ki………………..”
“Kamu bicara apa,real?”
“Tak usah belaga tak mengerti….sst! tak usah memotong pembicaraanku yang belum selesai,Li!. Aku belum selesai bicara.”harapnya saat pria itu hendak memotong pembicaraanya.’ Aku tak suka semua caramu ini!”lanjutnya dengan mimik yang seserius mungkin.
Diam.
“Jangan berharap aku senang dengan semua caramu untuk mempermainkanku. Untuk membalas sakit hatimu.Untuk menganggu keluargaku!?” nafasnya mulai tergesa gesa seiring emosi yang mulai menampak. Setelah itu ia menarik nafasnya kembali.
‘Kamu kenapa,real?” tanyanya dan aurel mengendorkan nafasnya agar kembali teratur.” Kamu ngomongin apa? Dan siapa yang akan menyakitimu? siapa yang hendak menggangu keluargamu? Aku?’ kalimat yang terdengar kesal namun di lontarkan dengan kosa kata yang sangat sopan.
Kediaman yang selalu memberi ruang untuk mengenduskan nafasnya masing masing.
“Dan siapa yang sedang mempermainkan perasaan sakit hatimu. Siapa,real? Aku tak pernah sakit hati dan tak akan pernah sakit hati padamu. Dari dulu dari saat pertama kali kita mengikrarkan janji sumpah suci atas percintaan kita dari lubuk hatiku masih terukir janji itu bahwa engkau masih ada dalam ikrar itu. Dan aku tak bisa mengalah dalam hembuskan sepi ku saat engkau merobak semua rencana ikrar janji suci kita. Aku pikir aku keliru saat engkau hendak…………………”
“Aku tak mau dengar lagi Li………aku tak mau dengar cerita masa lalu itu.
“Dan engkau masih jadi milikku kan saat engaku memutuskan untuk tinggal di australia bersama tantemu disaat…..
“Aku tak mau dengar!” teriaknya.
Membuat Ali sejenak tercengang. Di pandanginya dengan lekat wajah perempuan yang berada di hadapannya.
Beberapa menit setelah berkata aurel bergegas dari duduknya dan melangkah cepat menerobos barisan hujan yang menghujami tubuhnya. Laki laki itu tak melakukan sesuatu tindakkan apapun.
‘ Dan aku minta kamu menjauh dari kehidupan ku,Ali!” ujar aurel sambil membelakangi wajah laki laki yang selalu mengganggu pemikirannya.
Diam!
Ia biarkan perempuan itu berjalan menjauh dari tatapan matanya. Di biarkan ia membasah dalam diam sembari terus menatap sosok perempuan itu hingga benar benar menghilang dari pandangan matanya.

***

Sisa tarian malam hanyalah sebuah lukisan dari raut wajah sang rembulan malam ini yang sedang merenung dalam kediaman. Tiada lagi tatapan ceria dalam barisan awan yang menghitam pekat di atas langit langit, lukisan kegelapan yang selalu saja ia rasakan kerap hadir bersamaan dengan kehadiaran sosok carol dalam kehidupan sehari harinya kini. Sudah berkali kali ia hendak membicarakan masalah ini pada suaminya namun selalu saja ia tak tega mengganggu rutinitas pekerjaannya yang menumpuk. Ia tahu kalau Raehan suaminya itu sudah terlalu sibuk dan ia tak ingin banget menambah beban yang satu ini. Raehan tak perlu tahu masalah……………….
“Mah………………”
Aurel terbelalak dengan segera ia bangkit dari tempat tidurnya dan berlari menghampiri sumber datangnya suara anak bungsunya. Ia panik dan takut akan terjadi apa apa dengan anak bungsunya itu. Tetapi sampai di dekat pintu ruang yang menuju ke arah taman belakang rumahnya. Ia terhenti. Aurel benar benar terpana akan pemandangan yang dilihatnya. Ia sok. Ia hampir tak mempercayai kalau anaknya itu sedang tergantung dalam pegangan tangan Carol diatas kolam renang.
Aurel marah
“mah……..!
Suara itu! Suara yang benar benar memohon pertolongan darinya. Aurel benar benar gugup dan stres di buatnya. Salah tingkah ia mencoba mencari celah agar Ali mau melepaskan anaknya. Ia tak mau Bram merasakan pembalasan atas sakit hati diri laki laki itu. Air matanya sudah menetes dipipinya. Tetapi carol hanya diam dan memandanginya terus berganti memandangi anak perempuan yang dulu ia sayangi.
“Mah! Blam tatut……mah! Blam ta mau cena ail mah………..!”
Aurel benar benar menangis
“Tolong Liiiii………..please lepaskan anakku,!” isaknya sembari membiarkan air mata itu membasah sekujur wajah dan lehernya, katanya lagi memohon,” Aku mohon padamu,Ali. Jangan libatkan anakku jika memang kamu marah padaku! Dia tak tahu apa apa …………please! Kamu boleh bunuh aku tapi jangan kamu sakiti anakku ………….aku memang salah meninggalkanmu waktu itu tetapi ak…………….aku…………….”
“Mah………!”
Selangkah demi selangkah aurel mencoba mendekati dia namun laki laki itu sudah mengendorkan genggaman tangannya. Setapak lagi kaki anaknya akan menyentuh permukaan air kolam.
Dan aurel berteriak mencari pertolongan. Namun tak ada satupun yang mendengar. Ia seperti orang stres berjalan tanpa arah di dekat anaknya.
“Ali……………..aku mohon jangan sakiti dan siksa anakku Ali. Please! dia tak bisa berenang dan dia paling takut dengan air kolam. Letakkan anakku dari atas kolam dan biarkan ia duduk di tepiannya . Aku mohon …………………………

“Mah……………………..!”“Bram………………….!”
Sebuah teriakan yang sangat kencang itu telah membahana seisi ruangan. Tanpa lelah aurel terus berteriak sambil terus memanggil manggil nama anak bungsunya.
Aurel tersentak dari tidurnya. Dan duduk diatas kasur. Dan mengatur nafasnya tang tersengal sengal. Susah payah ia memastikan bahwa semuanya itu hanyalah mimpi belaka. Namun tetap saja aurel masih bergetar.
Sementara itu di depan ranjang tempat tidurnya. Para pembantunya sedang kebingungan mencari cara tuk menenangkan majikannnya. Berkali kali kedua pembantunya memanggil majikannnya.”nyonya…..nyonya bangun……………..sebut nyonya. Sebut asma Alloh. Nyo………………”
“Bram……bram dimana, mba min. Bram…………..”
Celengak celinguk aurel mencari cari anak bungsunya.
“Blam ditini,mah…………….tenapa tih mah teliak.teliak……”
Tanpa menjawab pertanyaan anaknya aurel langsung mengangkat anaknya dan memeluk anaknya. Mendekapkannya dalam dekapan tubuhnya. Berkali kali ia menciumi anaknya dengan perasaan yang sangat kuatir.
Aurel sadar kalau itu hanyalah sebuah mimpi buruk, namun tetap saja ketakutannya belum sempat ia hilangkan.
“Mah….mamah tenapa? mamah tatit?”
Aurel tersenyum dan jawabnya,”Tidak sayang. Mamah tidak sakit. Mamah cuma kangen sama kamu. Sini mamah peluk lagi.”
Dalam pelukan kasih sayang seorang ibu memberikan rasa hangat pada jiwa sang kasih buah hati anaknya sendiri.
“Mah…”
“Ya,sayang. Ada apa?”
“Mamah tan elum nandi………………ndi uyu,mah, yah,mah………….au nich……..”
Sekejap aurel tersenyum haru sambil memandangi buah hatinya. Sambil mencubit kedua pipi anaknya ia segera mengiyakan perintah anaknya.
Semenit kemudian kedua pembantunya memohon izin tuk kembali ke ruang dapur. Sambil menutup pintu kamar majikannya. Mereka berdua tersenyum senyum melihat tingkah majikannya itu. Dari balik pintu pun mereka masih mendengar canda tawa majikannya dan anaknya.

****

Minggu yang gerimis

Aurel sudah berjanji UNtuk bertemu suaminya yang tiba di jakarta pagi ini. Ia bilang akan langsung bertemu dengan karyawan bagian program di salah satu cafe di daerah senayan city.
Janji jam satu siang namun aurel tetap saja datang agak terlambat dua puluh menit saat tiba di senayan city. Dengan memakai gaun warna merah marun batiknya prayudi serta kain sarungnya the oscar warna senada aurel terlihat lebih cantik. Tas merk Gucci menggantung di tangan kirinya semakin menambah keanggunan. Dia masih akan menghadiri beberapa acara sampai malam makanya ia lebih praktis berpenampilan seperti saat ini.
Dan aurel pun melangkah memasuki lobby tuk menuju tempat yang telah di tentukan oleh suaminya. Naik kelantai empat aurel sempat berpapasan dengan sahabat lamanya yang datang bersama suaminya. Berbincang melepas kerinduan sejak terakhir di acara lulusan sltanya. Sebelum berpisah sahabatnya sempat berbisik di telinganya. Samar samar memang aurel mendengarnya namun karena ada nama Ali tersebutkan aurel menangkap jelas pendengarannya.”Ia semakin keren saja,ya Aurel” bisiknya sambil melangkah meninggalkanya.
Dan sepanjang perjalanan ke lantai lima pikirannya telah bermain main dengan kehadiran carol di hadapannya nantinya. Ia ingin berbalik pulang saat tanpa sengaja ia menoleh ke arah kiri saat tiba di lantai lima. Saat matanya dengan sengaja menangkap sosok suaminya sedang bebicara dengan………………….Alil!
“Tidak!” bisiknya dalam diam.
Dan aurel sudah mengambil keputusannya untuk segera berpaling pulang ketika terdengar namanya di sebut sebut oleh suaminya. Aurel terdiam sejenak. Mengatur kembali pernafasannya. Lalu……………

Nyawa itu sudah melayang lagi mendekat padaMu, Tuhan.

Dan dia berada dalam ketidak berdayaan akan tempat yang layak untuk sekedar meniduri jasadnya di liang yang kemungkinan sangat paling terhormat bagi sebagian nyawa nyawa yang masih bernafas!

Kenapa lagi ini,Tuhan?

Harus gimana lagi aku sebagai hambaMu untuk menjelaskan kepada semua orang mungkin juga kepada seluruh penduduk di muka bumi ini, pada bapak bapak yang terhormat, pada ibu ibu yang selalu mentasbihkan dirinya sebagai yang tersuci, pada pukulan palu yang mungkin akan segera mengesahkan arti kehadiran keluarga kami disini. Di jagad raya ini. Yang notabenanya juga tempat kelahiran nenek moyang kami sendiri. Kami anak bangsa kami. Kami dari golongan yang mayoritas juga masih merantaikan jasad keluarga kami dengan label keagamaan yang sudah dari lahir ditanamkan di langit langit kemaluan jiwa kami. Bahwa kami punya hak untuk tinggal disini. Bahwa kami bukan sekutu dan juga bukan kaum mayoritas. Keluarga kami adalah satu paket yang telah Engkau tunjukan sebagai keluarga yang mengerti dan akan selalu mengerti hakekat dan arti persaudaraan.

Benar salah satu keluarga kami telah mencoreng hakekat dan pedoman moral yang ada . Benar juga kalau salah satu keluarga kami memang melakukan satu tindakan yang sangat merugikan banyak pihak. Dan kami tak akan pernah bisa memungkiri semua itu. Hadist kearifaan atas keputusan telah mereka tuntut pada salah satu keluarga kami. Pasal pasal mengenai keaiban sudah menjadi satu rantai yang sangat kuat sudah di lingkarkan di lehernya. Lalu, kenapa masih kurang saja pendosa pendosa itu berkeliaran mencari mangsa atas kexsalahan keluarga kami. aPA YANG SESUNGGUHNYA MEREKA CARI? atau segumpal kotoran yang ada di belakang tubuh kami juga harus diungsikan? atau penyakit kudis dan flu babi itu tidak lebih seram daripada kehadiran keluarga kami. Nistakah nyawa keluarga kami jika  masih bertahan disini. Di serambi tempat kami berteduh! Lalu dimana kami mesti berdetuh? Dimana kami harus membuang kotoron kotoran dalam jiwa kami sedangkan untuk berlutut dalam anyaman doa saja mesti sembunyi sembunyi.

Salah satu keluarga kami memang salah…………..dan kami mengerti itu. Tapi tolong ………………lunakkan sedikit saja perasaan kalian untuk menerima kepahitan yang sudah sangat melukai kami semua.

Sahabat, ketika ada diantara warga kita,saudara kita terkena masalah…………..apa yang hendak kalian lakukan? membencinya sampai mati atau bahkan menolak berada di sekitar tempat tinggal sahabat meski nyawanya telah terbang?

Kemudian tetapi malam

Lalu kehendak menjadi sebuah pertanyaan lelah, Mengapa enggan?

semenit ada keinginan  namun sunyi lebih menyerupai wajah keletihan, Tetapi mau!

engkau nemenerima detik menjadi alunan nada yang membosankan. lalu

aku duduk menjelaskan pada sang malam bahwa  aku seperti domba domba dalam altar istana Kasih bapak, di sudut gereja ua.

Aku kemudian sesaat………

ada tanya tetapi seperti wajah wajah suram ang hendak mencekik nyawa di ujung malam yang terakhir.

Pondog gede dalam alunan resah 2014

Jika titik bisa menjadi bermakna maka biarkan tanya menyulam diantara kata perkatanya. Sesaat

tetapi titik tetap sebuah akhiran dalam kemisteriusannya sebuah kalimat. Bangga,

lebih sempurnakan ungkapan rasa semisal sebening titik hujan yang jatuh di bumi. Andai,

aku tetap terdiam dalam mempertanyakan sebuah titik yang selalu menjadi akhiran sebuah kalimat. Sampai,

selalu saja lupa seketika bulan sudah menempuh akhirannya tahun.

Dan selalu saja menyisahkan sekuntuk kata maaf diakhir sebelum titik dalam satu kalimat. Dan

sekarang Desember bulannya,kan?

Pondog Gede, 13 Desember 2013 penuhi maaf di akhiran kalimat titik.

bu!

Kata bapak seminggu lagi akan datang ke sini, ke  rumah kita. Rumah yang sudah dua tahun tak bisa ibu kunjungi. Bahkan tuk menitipkan nafasnya saja ibu tak ada kesempatan. Padahal sebentar lagi natal,bu. Ibu ingat kan betapa senangnya aku bisa bercengkrama disaat natal telah datang. Seperti kedatangan sang santa di malam malam dengan membawa beberapa kado yang sangat mulia dari berkah kasih Tuhan buat kita semua. Buat domba domba yang berharap ada kedamaian disetiap malamnya seperti malamnya malam kudus di hari natal. Bu, aku sudah sangat merindukanmu. Merindu dengan keikhlasan yang  berlapis keinginan tuk selalu bersama sama denganmu untuk merayakan natal.

Bu,

Sebentar lagi bahkan bulan depan kita sudah merayakan natal. Ibu pastikan akan datang kesini. Mengikuti missa kudus besama bapak serta adik  adik di gereja dekat pasar,bahkan dekat dengan tempat ibadah tetangga kita yang  beragama muslim. Wah, kita sangat bersyukur ya bu, karena meski  hanya keluarga kita yang merayakan natal di tempat tinggal kita namun kita tak pernah diusik bahkan mereka selalu berusaha tuk berbagi kasih sayang antar sesama manusia.  Benar kata semua agama kalau kita mesti saling menyayangi dan rukun tanpa melihat ras serta agama yang kita anut. wah,ibu tahu tidak tahun kemaren si  inge sempat sempatnya lho kasih aku kue bolu coklat buatannya, katanya”ini untuk rasa persahabatan kita,net”

bu…….

Tahun ini keluarga kita tak membeli peralatan natal yang baru baru. Semuanya bekas perayaan natal di tahun kemaren saat ibu tidak disini. Kata bapak,natal tahun ini kita juga mesti ikut prihatin atas musibah yang melanda disebahagian daerah saudara saudara kita setanah air. Lagipula pohon natal kita juga masih awet bu, kan terbuat dari karet plastik. Tapi,soal menu yang nanti dihidangkan kita kita belum menemukan makan  yang tepat. kata bapak nanti sajalah ibu pulang dari negri dimana ibu bekerja sebagai tenaga kerja indonesia di luar negri. bapak bilang, biar ibu saja yang membuat serta memilih menu menunya. kita kita membantu saja………..ehheh ibu kan selalu nikmat jika bikin hidangan tuk kita. bahkan tetangga kita juga suka memuji muji masakan ibu. duh aku sudah tak sabar untuk  bertemu ibu. karena annette selalu kangen sama ibu. kami semua merindukan ibu. Nanti kita nyanyi nyanyi bareng lagi saat digereja dan dirumah ya bu. Karena net ingin…………….aku akan selalu disini, didekatmu,net. hingga mayat ibumu datang dari negri dimana ibumu wafat atas siksaan majikan tempat ibumu bekerja,”seru inge pelan, seperti berbisik ditelinga annette. Hingga annette hanya biasa diam dan pasrah saat mengetahui kalau ibunya tewas ditangan majikan tempat ibunya bekerja. airmatanya jatuh beberapa kali di pipi serta membasah diujung kelopak kedua matanya di bulan november.

meski blue tak merayakan natal namun blue mengucapkan met menyambut natal bagi yang merayakannya.

Masih dalam suasana lebaran di complex perumahan bloger

Jam Dua pagi menjelang Sholat Subuh

Blue sudah memutuskan kalau lebaran tahun ini diadakan di kediaman Diajeng, segala kesibukkan telah nampak di seluruh bagian bagian ruang tuan rumah yang besar dan sangat luas. Para perempuan yang di ketuai oleh jeung Indira semakin semangat tuk menyajikan menu menu yang sangat  enax dii dibantu  oleh para penghuni baru antara lain Newbiedika,Hary4n4 ,Julli, Yummi,treante mereka di tugaskan untuk menyediakan ketupatnya sedang sayur serta lalap lalapan di tangani oleh jeung Rita Susanti dibantu oleh hidayanti, cahayadihati serta mba Utari. Lalu soal  daging balado serta opor ayam di tugaskan oleh jeungRia, Isnuansa,Zo3ra,deeedeee juga mba Anla.

Buah buahan di pegang tugaskan ke Myryani, Vaepink, afraAfifah, Sifa dan Dwina. Ada lagi …..menu sate ini tugasnya Mahardikadewi, Udienroy, NURA serta Sari  plus mba Retie.……….sedang bagian yang kipas kipasnya ini tugasnya Mas Indra, bedjo serta bang Muhamaze.…….. secara badan meraka ok banget tuk tugas seperti ini…….hehehehe Eit! Kamu anak baru juga bantu mereka yah. Tiba tiba Om Zulhaq sudah datang sambil menunjuk Solarsedayu,Xitalho,Aryo halim, Ikram serta Gatot kaca juga bang Cerita Cita

Lah kalau blue tugasnya apa?” tanya Casual Cautie yang datang membawa sekeranjang buah apel malang

Biasa, kayak kagak tahu aza apa yang blue tunggu, jawab Ivan kavela seenaknya…pastilah nunggu jeung Rin……………….

het! anak baru jangan sok tahu dech…………tegas blue sambil pura pura  marah. Namun yang dimarahnya justru tak merasa takut malah ketawa ngakak diikuti tawa Sarah tidak sendiri yang ngakak sambil menutupi mukenya sedikit……heheh

Blue……… panggil KangBoed juga bang Elmoudy

Apa!

Aku pikir yang namanya blue celana dalamnya juga biru………..lho koq ini pink sih blue…………………….hahahha semuanya malah ngakak saat melihat blue kelabakan saat menyadari kain sarungnya kedodoran. Gerombolan para pengajian yang terdiri dari Bang Achoey, GeRrilyawan, Ahmad Farisi, Abdul Azis, Ihwan,Faizal Rahman, serta Nurhasan tersenyum senyum sedangkan Bang Abdul Malik Azis meski tersenyum namun ia sempat meminta maaf karena dia dengan terpaksa ikutan tersenyum dengan maksud tidak mengejek …………………tapi hanya ketawain blue! hahahhaha seru Bang Boyin dan Bang Soewoeng yang ngakaknya sampai ngetetesin air di celana panjanganya yang baru di beri di Matahari store……….hahahha. Dengan penuh kebijakan sangat malu blue pun akhirnya pasrah berlari mehindari dari tawa tawa sahabatnya. Namun karena blue kagak nyadar akan ada tomat yang jatuh di lantai dapur akhirnya blue pun jatuh tepat diatas tumpukan cabe rawit…………………………………..$$#@$$%$!

Hey………..dah dong berhenti jangan ketawain blue terus nanti ia ngambek lho……………………Jeung Rindu datang membawa kue tar buatan Breadtalk rasa coklat kesenangan blue……………………….jejejejeje seru semuanya.

Rin……..aku suka kue tar rasa keju, seru Elistadyon

kalau aku stoberry………..bang Kawanlama ikut ikutan ngeledek

kalian mau? tanya Omiyan dan Kidung Jingga

ya iyalah bu…………seruEko Madjid,Wahyu am, Almaendah serentak

jadi blue aza…….hahahahha #@%$^%^^ koq kita disambit sendal sih kang Dedekusn.

Bang Han han megang palu

artinya apa bang Namakuananda

Bang Han han megang Palu……………..Kasihan dech Lou.………………..yuukkkk!

hahahahah semua semakin akrab diantara penghuni baru serta penghuni lama. Mereka semua saling bersalaman. Dan Kucing keren serta Ayam cinta asyik bercerita mengenai perasaan di tinggal kekasihnya

Jam Tiga pagi………..di ruang tengah

Nampak Tie2n,SHA,Defchane dan siwi terlihat sibuk membantu Bunda Siti Fatimah Ahnan memilih hodrenk serta taplak taplak meja yang akan di pakai. Tiba tiba Abeayang,Agustian,Aden Kejawen serta Agung Firmansyah dan bang Azaxs langsung ikutan ngebantu……dari jauh nampak Pargitua serta Edd nampak tersenyum senyum memperhatikan para laki laki macho dan tampan dari ruang dapur, lalu mereka saling menggosip tuk mencari perhatian mereka namun apa daya justru yang terlihat narsis malah si blue…………….@$#$##$ langsung tyuh perempuan pura pura muntah dan kembali ke ruang dapur dengan membawa rasa kekecewaannya. Lagi lagi si blue yang bikin masalah………….UH capex dech!

hahahahha………blue blue kamu tuh kasihan banget nasibnya.

Beberapa menit kemudian Terlihat Maz Nug, mas Goenoeng serta bang Langitjiwa datang mengenakan baju gamis warna putih(sesuai dengantema yang di pilih oleh JeungLala) serta sarung merek cap Gajah sponsor dari IKlan GRatis juga TRans Display. Langsung saja blue menghampiri mereka yang notabenanya sangat di rindukannya. Mereka langsung bersalaman, berpelukan……..oh So sweat.

Yang nanti jadi imam Sholat Subuh siapa nich?

Ya Bocah bancar lah sedang yang ceramah Zian X fly dan muadzin bang kang Ian

Kalau sholat Iednya blue…….

imamnya mas Kang usup, muadzin Mahabbahtedja serta ceramahnya bapak Avartara..

blue!

ya ada apa lagi bang Ide Rizal serta om Rizal?

ada jengkol balado tidak?

hmm……………ini yang kayak gini nich masa lebaran menunya ada jengkol…………..nggak benget kali

blue sini………koq nafas blue agak bau bau jengkol blue…………………………..GubraX ^%^%^@#^

blue langsung lari lagi sebelum semuanya ikutan tertawa.

Semuanya meringis……………..ngelos……………uhuhu!

Blue meski kita tak merayakan lebaran namun kita tetap saudara ya kan?

Ya iyalah bu………serunya saat menyambut kedatangan jeung Kweklina,Setyia sembiring , bang Septanus juga Om Michaelsiregar yang datang dari negara Belgia. Mereka membawa  dua keranjang kecil buah kiwi.

makasih kawan. Meski beda agama namun kita tetap saudara lho………..iaya iya…….

Jam Empat Kurang Lima menit

Sebagian menggelar tiker serta karpet di bagian samping rumah yang sudah ada Mushola  yang berdiri sudah bertahun tahun di compleh tersebut. Nampak sebagian warga facebook juga Twiterr plus keluarga Plurk sudah ada yang datang dan juga membantu sahabat sahabat bloger.

Elmoudy, bang Zoel,Nono,Angga Erlangga,Yakhanu serta mang Didi3n menggelar tikar di bagian shaf perempuan dibantu Bang Annas nashrullah,Guskar,Caridi bang Adi isa. Mereka semangat karena ini bagian yang pasti akan terlihat sama para perempuan perempuan bloger………………Kenapa blue tak ikut bantu di sini yah hehehe………seru bang Gustidana serta Daiichi

Biasa ia sok sibuk di dapur hahaha……….bang Noe yang datang bareng Tiyan langsung tertawa .

Hey blue aku datang…………jeung Yessy,mba Rita,Putri nenobalak serta Mamah aline serentak memberi lambayan saat melihat blue keluar dari ruang dapur dan hendak ke halaman. Mereka saling melepas rindu, bertanya tanya bahkan ada yang minta tanda tangan, ampau serta kecup……………….wah Yang ini blue kagak berani. Karena takut kekasih mereka nanti marah besar sama blue dan blue akan di depak dari rumahnya hahahha………………….

Saatnya mendekat sholat subuh

Abi fasyah, Bary devande, Yans”dalamjeda”, Ganda serta Abdi jaya segera memarkirkan motor gedenya di halaman dekat gardu. Lalu ,om Hariez,Sq serta bang Aldi,Owen Setiawan turun dari mobil kijang warna hijau. Sedang mang Cantigi terlihat memarkirkan mobil cenianya membawa bang Huang, Septa,Dawlecool serta bang Hafiz.

Di parkiran nampak Bang Mahendra, ORiDo,Zico atular,Edylaw terlihat sedang menikmati Kopi susu. Sedang bagian parkir serta bagian di serahkan kepada blue dengan dibantu ;Awai, Si gembala, nyegik serta Indo Hijau dan bang Plendus.

Icalmahdi,radesya,agand serta bang Thevemo dan Erwine Reidha segera mencari shaf ketika pembawa acara Pak Antoekoe sudah berbicara di depan mimbar. Serta menitipkan salam untuk sahabat terbaik dan tersayang kita Saschi Kirana.

Selesai sholat subuh dan sholat Ied semuanya saling membaur dengan satu niat tuk saling memaafkan. Semuanya yang perempuan serta yang laki laki nampak antusias berebutan tuk saling bersalaman plus mengakraban diri antara generasi pertama, kedua serta ketiga………..

Ide siapa dulu dong…….seru blue dengan terlihat kain sarungnya nampak hampir kedodoran sedangkan tangan kanan memegang piring berisi tupat dan lauk pauk di kantong bajunya nampak buah jeruk dari Balisugar dan quinie menyembul di kantong bawah baju kokonya.

Huhuhu……seru semuanya serentak. Tapi ya iya juga si blue kan cuma lho yang norak dan kampungan hahahaha………..

Semua tertawa kembali dan tiba tiba kezedot serta Bachtiar.fakih nampak antusias melorotkan kain sarung blue…………………..dan mau tak mau akhirnya nampaklah celana dalam warna jingga bermotif bunga bunga mawar.

Blue pun jadi malu namun semuanya terlajur ketawa ngakak. semuanya…………sedang blue berlari sangat kencang namun kembali ia terjatuh ketika kakinya menginjak buah pisang yang ada di rerumputan

@#$@$%%

Semua tersenyum saat blue terlihat kagak marah dan cuma cengengesan.

Blue blue.……………….I love u Fullllllllllllllllllll seru KangBoed dan teguhsasmitosdp1

Demikianlah suasana lebaran di perumahan complek bloger

Sekali lagi Selamat Lebaran yah dan maafkan blue….

Suasana lebaran tahun ini……………..

Jumat sangat cerah di perkarangan halaman massjid perumahan bloger dan terlihat panityanya segar segar ……ehheh kerana mereka baru saja menjadi penghuni komplex sini,nampak sumringah senyum bang bunglon,radjs,fajar serta mbah jiwo sembari menggelar karpet dibantu oleh masda, hairullah,dan juga indam. Di sebelah kanan nampak Inge sedang menyapu bersama renata, nensa moon dan Ne. Mereka suka cita menyambut sholat Ied. Yang nanti akan dilaksanakan tempat waktunya.Sedang sekarang baru pukul lima lewat satu menit.

Di rumah Bang Ekopras sudah terlihat kesibukan yang sangat ramai apalagi ketika blue diledek sama Inge,pendarbintang,harikuhariini serta muhasabah cinta plus Denuzz burung hantu soal sahabat Fbnya blue…………….

gw suka main ke fbnya blue karena keren……………seru Reza saputra sambil nyenggol sikut elvindinata yang pura pura kesal……..

kenape bang tanya catatan kecil dan the other serentak

temannye keren keren udah gitu kebanyakan kagak pake baju…………..wuih mantab cin………………………………….serunya disertai tawa para sahabat semuanya. Apalagi Sahabat yogja,cempaka,jane,gadis jeruk serta Puteri. Dan untungnya blue baik hati dan penyabar jadi kagak marah …….wong emang blue demen ngunpulin pria pria machoe……………………yuk cin…………………………wkwkwkkwkww.

Karena tahun ini suasana sedang banyak tragedi disana sii makanya menunya pun sederhana sangat.Dan semuanya diserahkan kepada Bangau putih dibantu bang syahroyni,Dika,banuadayak plus orange float. Blue meski aku tak merayakan namun aku juga ingin bantu…….seru Bang Bayuputra, juliancovero, maren kitatau,bang Tusuda, johan zerosepen,,Red, budiarnaya antusias sambil membersihkan piring piring serta peralatan makan yang sudah tersedia di ruang belakang dekat kolam renang. Lalu ditunjuklah sebagai iman bang Ifan jayadi serta muadjin oleh agung pushandaka dan sebagai penceramah oleh mas nurhayadi.

persiapan hidangan ditugaskan kepada Zippy, Septa, annas, serta bang andry sianipar. Buah buahan juga dag diatur oleh Tukang colong, asmarie serta ferdinand.

Selesai menyelesaikan sholat semua berkumpul bersama  bang Bee’j, pak Alwi mas M Mursyid PW sembari membawa buku Artikel Islami. Serta mas Sungkowoastro dan bang Muamdisini, Ferdiansyah Syaiful hijrah,bang buntu dan citromduro asyik berbincang bincang serius sambil menikmati es segar…….selamat Lebaran kawan semua …maafkan jika ada salah yach………


arsip bluethunderheart

my blue calendar

September 2017
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Blue Stats

  • 135,482 hits