My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Januari 2015

embun pun belum turun di deretan dedaunan

percik sang rembulan terasa enggan menyimbulkan sinarnya

masih malam

masih setengahnya tidur sang burung hantu tetapi

engkau menjalak sadis di pinggiran kegelapan

Aku diam

terdiam menghitung seberapa lama lagi dengusan nafas ku ini

tetapi tidak! nafas tak bisa terhitung dia merasa akan pergi sesaat

entah kemana dan dimana?

nafasku sedang terisolasi dalam penghapusan kematian yang terjanggal

diam. terdiam dalam kesunyian malam yang pekat

dan nafas ku segera tersingkirkan,,,,,,,,,,,,,entah menyesal atau penyesalan yang berbicara

kerana nyawa ku sedang di terbangkan diantara malam yan mencekam dan juga atas dosa dosa yang terpenggal

 

Nusa kambangan terdiam tepat pukul 00 lewat 30 2015, 18 januari

 

Iklan

Nyawa itu sudah melayang lagi mendekat padaMu, Tuhan.

Dan dia berada dalam ketidak berdayaan akan tempat yang layak untuk sekedar meniduri jasadnya di liang yang kemungkinan sangat paling terhormat bagi sebagian nyawa nyawa yang masih bernafas!

Kenapa lagi ini,Tuhan?

Harus gimana lagi aku sebagai hambaMu untuk menjelaskan kepada semua orang mungkin juga kepada seluruh penduduk di muka bumi ini, pada bapak bapak yang terhormat, pada ibu ibu yang selalu mentasbihkan dirinya sebagai yang tersuci, pada pukulan palu yang mungkin akan segera mengesahkan arti kehadiran keluarga kami disini. Di jagad raya ini. Yang notabenanya juga tempat kelahiran nenek moyang kami sendiri. Kami anak bangsa kami. Kami dari golongan yang mayoritas juga masih merantaikan jasad keluarga kami dengan label keagamaan yang sudah dari lahir ditanamkan di langit langit kemaluan jiwa kami. Bahwa kami punya hak untuk tinggal disini. Bahwa kami bukan sekutu dan juga bukan kaum mayoritas. Keluarga kami adalah satu paket yang telah Engkau tunjukan sebagai keluarga yang mengerti dan akan selalu mengerti hakekat dan arti persaudaraan.

Benar salah satu keluarga kami telah mencoreng hakekat dan pedoman moral yang ada . Benar juga kalau salah satu keluarga kami memang melakukan satu tindakan yang sangat merugikan banyak pihak. Dan kami tak akan pernah bisa memungkiri semua itu. Hadist kearifaan atas keputusan telah mereka tuntut pada salah satu keluarga kami. Pasal pasal mengenai keaiban sudah menjadi satu rantai yang sangat kuat sudah di lingkarkan di lehernya. Lalu, kenapa masih kurang saja pendosa pendosa itu berkeliaran mencari mangsa atas kexsalahan keluarga kami. aPA YANG SESUNGGUHNYA MEREKA CARI? atau segumpal kotoran yang ada di belakang tubuh kami juga harus diungsikan? atau penyakit kudis dan flu babi itu tidak lebih seram daripada kehadiran keluarga kami. Nistakah nyawa keluarga kami jika  masih bertahan disini. Di serambi tempat kami berteduh! Lalu dimana kami mesti berdetuh? Dimana kami harus membuang kotoron kotoran dalam jiwa kami sedangkan untuk berlutut dalam anyaman doa saja mesti sembunyi sembunyi.

Salah satu keluarga kami memang salah…………..dan kami mengerti itu. Tapi tolong ………………lunakkan sedikit saja perasaan kalian untuk menerima kepahitan yang sudah sangat melukai kami semua.

Sahabat, ketika ada diantara warga kita,saudara kita terkena masalah…………..apa yang hendak kalian lakukan? membencinya sampai mati atau bahkan menolak berada di sekitar tempat tinggal sahabat meski nyawanya telah terbang?


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Januari 2015
S S R K J S M
« Jul   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blue Stats

  • 139.088 hits
Iklan