My Blue Thunder Heart’s BLOG

prolog Negeri selembar daun

Posted on: 27 Mei 2012

panas,tetapi tak bisa memberi kehangatan dalam ruang buat darah darahku,namun,

selalu saja bisa menghangatkan suasana dan situasi bagi kedua negaraku.

Dan aku masih terus menikmati kehangatan sang mentari,gemiricik  air disungai saat hendak mandi atau mencuci,meski

bukan dari kehangatan negri ku sendiri.

panas tetap sama. Bahkan suhunya saja sama.

Lalu malam pun tiba.

Dan dingin yang menyentuh pori pori dan kulit ariku pun seperti suasana di negeriku.

Dingin yang sama persis dengan rasa para jiwa jiwa penegak hukum di negeriku.

Tak ada rasa sama sekali. Meski rasa teritori ini menyenangkan bahkan membingungkan bagi aku dan penduduk sekitarku.

Kerana pagi jelang siang aku berada di negeri orang sedang saat malam tiba aku berada di negeriku tercinta.

Dan ini akan terus berlangsung seperti daun daun yang berterbangan tak bertujuan.

 kutipan untuk keluarga  Hasidah,yang tinggal di pulau Sebatik,Kalimantan Timur,2012-May

36 Tanggapan to "prolog Negeri selembar daun"

ini kisah yang blue ambil dari kehidupan keluarga ibu Hasidah yang mengalami teritori berkepanjangan. Siang saat memasak dan mencuci pakaian ia menjadi warga malaysia sedang kalau malam ia berada di negeri tercinta Indonesia.
Siapa yang seharusnya berperan dalam hal hala seperti ini y,kawan?

ini beneran kisah nyata blue?? hmm, dhe bingung harus bagaimana menyampaikan ekspresi.. masih belum begitu ngeh tentang perjalanan ibu Hasidah.. TKW kah?? atau bagaimana??

dia bukanlah TKW atau apalah
dia seorang anak negri tercinta yang tinggal dibatasan teritorial antara dua negara
dia memiliki sebidang rumah yang kalau di depan termasuk bagian negara indonesia sedang kalau di dapur sudah termasuk negeri Malaysia……………….demikian yang blue bisa cermati dari kisah nyata yang blue baca di sebuah situs serta lihat d berita………

waw… bagaimana ya rasanya rumah kita adalah perbatasan 2 negara🙂

makanya semoga ada teman bloger yang bisa berkunjung kesana dan menikmati suasananya………..u mau kesana,milla? jangan ke lombok terus y……hehhehe

baru di tulisanpun sudah terasa … mungkinkah suatu ketika kawanlama95 akan ke sana mampir Sebuah kisah anak negri yang hidup dalam dua negara

semoga suatu saat aku dan kamu dan smeua anak negri bisa berkunjung kesana
dan kita menikmati kehangatan teritori tersebut
apa kabar bang

Sebuah pertanyaan, kok sampai bisa seperti itu bagaimana. Masa, satu rumah berada dalam dua teritorial negara yang berbeda, Blue?.

demikianlah yang terjadi sesungguhnya,bang
simaklah saja tentang kehidupan keluarga tersebut, pasti beritanya sama seperti yang blue tuliskanmeski dnegan gaya penulisan blue.
datanglah kesana bang

Nice posting..
Ikutan nyimak..🙂

*Kunjungan malam..

trima kasih tuk kunjungannya
salam hangat dari blue

sangat berarti jika postingannya adalah kisah pribadi..

ini kisah dari keluarga tersebut di pinggiran batas antara negri kita dan negri tetangga
blue hanya memberikan dengan gaya dan khasan blue menulis

Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali..🙂

ahhh. . . puisinya. . . laik dis kak😀
diksinya indah, penggalan2 nya pas😀

ini bukan puisi,sobat
hanya sebuah prolog sederhana saja..dan ini bukan fiksi 100% tetapi nyata yang blue jabarkan dnegan bahasa dan gaya menulis blue saja

mantab…
gampang dicerna kandungannya..
kenapa ga bikin buku saja kaka ?
hehe

pernah lihat dalam satu tayangan tv, tentang kehidupan warga di perbatasan negara,,,
perbedaanya sangat jelas…

demikianlah yang terjadi sobat
terima kaish atas kunjungan u disini

prolognya bagusss banget blue..
jadi terbawa suasana ..🙂

betapa menyenangkannya setiap hari bisa jalan-jalan ke luar negeri ya hehehe😀

hahahha……..tapi tetap harus berurusan dengan tentara tentara yang berjaga jaga disana…hahha

Bang Blue tahu betul kayaknya. Jangan-jangan, tentaranya itu Bang Blue ya? Hihihi:mrgreen:

wkwkkwkwk mimpi aza kagak bluenya pengen jadi abri…….hahaha
jadi penulis bloger azalah………..hehheh

Assalaamu’alaikum wr.wb, nanda Blue…

Sebuah prolog yang membongkar kegusaran hati yang tersurat dalam kehidupannya keindahan, kekaguman yang tidak dimiliki oleh orang lain selain ibu Hasidah dan mereka yang sama seperti mereka.

Bunda rasa kagum kehidupan demikian dapat dinikmati dengan baik oleh keluarga Hasidah. Merumpunkan kejituan dua negara dalam rumahnya.

Iya… seperti kata elfarizi…, beruntung setiap hari bisa berjalan ke luar negeri.

Salam hangat dari bunda buat Blue yang baik. Mudahan bisa ke sana ya Blue.😀

blue juga kagum sama seperti yang lainnya
mereka hidup dengan segala rasa
kapan kapan kita kesana bareng yuk bundaku tersayang
salam hangat dari blue

cerita yg menyedihkan mengingat negara kita sudah cukup maju. namun tidak bisa memberikan hal” yg cukup untuk masyarakat yh

inilah hidup segelintir saudara kita ya bang… sungguh ironis bila kita liat yang ada di Ibukota.. ntah siapa yang harus bertanggungjawab… #garuk-garuk kepala

Pemerintah kita tak mampu melindungi rakyatnya

bagus nih, dual kewarganegaraan, stasiun TV dan radio negara tetangga juga nyaut🙂

nice…salam kenal slalu yaa…:)

Hidup ini pilihan. Kamu yg sekarang adalah pilihan yg kamu ambil di masa lalu. Bijaklah dalam memilih langkahmu selanjutnya.

Do not put off what you should do today Delaying only makes your behind

Science is the most useful legacy in a life Science is more useful than treasure No one got lost because science while many people lost because of treasure

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blue Stats

  • 133,729 hits
%d blogger menyukai ini: