My Blue Thunder Heart’s BLOG

aku,dia dan semuanya sudah terlahir untuk saling………………..

Posted on: 16 Desember 2010

trilogi terakhir dari 2 cerpen kemaren

Siang disebuah sel penjara

Ruangan dengan sepercik sinar cahaya dari lampu pijar yang menempel di dinding,  diujung dekat jendela bertelari besi  itu seperti meninggalkan bayangan hitam.  Bayangan atas sosok seorang narapidana, yang terhukum seumur hidup atas balasan kesalahannya sendiri, membunuh anak dari kekasihnya tersebut masih terdiam sambil  menumpangkan wajahnya diatas meja berbentuk bundar, tak begitu besar. Hanya deru nafasnya yang berhembusan perlahan lahan seperti menantikan perjalanan sesosok ajal menjemput nyawanya sendiri.

Diam!

Tanpa bersuara. Sampai akhirnya ia mengangkat wajahnya tatkala seorang datang membawakan hidangan makan siang untuknya. Tetapi sosok tersebut tetap tak bersemangat menerimanya. Hidangan tetap dibiarkan tergeletak didepannya. Hanya jemari jemarinya saja yang ia mainkan, hingga akhirnya ia mau menatap wajah laki laki setengah baya itu,  yang duduk disebelahnya.

Tatapan saling berpandang dalam ketidak jelasan maknanya. Hanya kesedihan terlihat digurat wajahnya.

“Kamu masih belum siap untuk bercerita banyak pada bapak,nak?”tanyanya lembut. Seperti pada anaknya sendiri.

Diam.  Tak ada jawaban.

“Bisa kamu ceritakan alasan kamu membunuh anak dari kekasihmu itu?”tanya laki laki  bernama edy kuswantoro pelan.

Diam

“Percuma kalau kamu tak mau bercerita jika pada akhirnya akan kamu bawa alasan tersebut di hadapan para penembak hukum nantinya. Ingat! Dua bulan lagi kamu akan berhadapan dengan regu tembak!” kalimat yang diucapkannya seperti menyentakkan  bathinnya. Hingga kemudian ia mulai mau bercerita tentang sesuatunya.

Sunyi!

Dengus nafas seperti berpacu. Dan sosok narapidana tersebut seperti menempuh perjalanan yang panjang tak berujung tatkala keringat mulai membasahi tubuh sekitar wajah. Jemarinya bergetar.

“A……..ak……..aku tak tahu harus melakukan apalagi, Ajal sepertinya sudah mendekati nyawaku  dan aku harus siap menghadapinya. Lalu selesai………mati!”dengusnya pelan seperti berbisik. Hingga pak tua itu, yang tanpa ia sadari adalah orang yang akan menyabut nyawanya sendiri.

Keduanya saling bertatapan.

Meski keteduhan gelisah membekas disekitar mata sosok tersebut.

“Percuma aku menjelaskan pada setiap orang yang bertanya perihal tersebut,”bisiknya pelan pada hati kecilnya sendiri,katanya lagi”Semuanya akan berakhir pada kematian. Dan itu meski aku terima sendirian.”

Kemudian tangisnya mulai merintih seperti anak kecil kehilangan mainannya sendiri. Airmata sudah rutun perlahan  lahan. Kemudian ucapnya lagi”ku ingin menyusul i…………ibuku sendiri”

Mendengar kalimat terakhir sang bapak tua itu tersentak. Entah kenapa tiba tiba tubuhnya ikut bergetar. Sejenak memang hal sedemikian berlangsung namun sempat membuat sosok tersebut terkejut atas sikap itu. Melihat gelagak yang merisaukan oleh orang didepannya laki laki itu kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berdiri, tepat dibelekang sosok tersebut. Tangannya kemudian membelai lengan sosok tersebut.

“Sabar…..dan sebaiknya kamu habiskan makan ini,”serunya. Dan beberapa detik kemudian laki laki tersebut sudah pergi meninggalkan ruangan tersebut. Meninggalkan sosok terpidana mati  tersebut sendirian. Sebelum ia mengunci pintu laki laki itu berkata lagi|”Kamu menyayangi ibumu,nak?” Mendapat jawaban itu sosok tersebut menganggukann kepalanya cepat. Dan ia hendak bertanya sesuatu namun laki laki  tersebut segera mengunci pintu rapat rapat.

Diam dalam seribu bahasa menjelaskan kisah  sebuah pertanyaan kerisauan tersebut

Dua haru menjelang hukuman mati berlangsung

Wajah pasrah sudah teramat melekat di sosok terpidana mati itu. Sepertinya ia sudah merelakan apa yang nanti akan terjadi. Bahkan ia sendiri sudah bisa menerima kenyataan bahwa dua hari lagi nyawanya akan terbang. Terbang menyusul neneknya yang sayang   padanya, lalu menyusul bapaknya yang mati tragis kerana ulahnya yang sering mabuk mabukkan. Serta menyusul ibunya. Ibu yang ia sayangi, yang mati ditangan kakeknya sendiri. Terpidana itu kian mendekat dengan ajaran agama yang ia anut sendiri. Sesekali ia mengikuti pekerjaan yang dilakukan oleh para narapidana dipenjara tersebut.

Ia benar benar sudah ikhlas.

Hari kematiannya

Regu tembak sudah siap ditempatnya. Udara malam yang dingin sedikit menghibur pori pori nyawanya.   Serasa menyegarkan ruang kematiannya. Wajahnya sudah ditutup kain hitam dan ia sendiri sudah diikat disebuah pohon yang hanya ada batang batang tua. Disebuah tempat yang sangat sunyi. Nyawanya sedetik lagi akan terbang melayang. Melayang mendekat nyawa orang orang yang selalu menyayanginya.

Sesaat sang ketua regu tembak berbisik ditelinganya,”Maafkan aku,nak. Maafkan kerana kamu terlibat atas permasalah ini. Aku sangat menyayangi ibunya, ia anak dari cinta pertama antara aku dan wanita itu. Sekali lagi maafkan aku,”bisiknya seperti meminta ampun. Kemudian ia melangkahkan kakinya ke tempat dimana sudah berbaris para regu tembak tersebut. Sesekali ia menghempaskan nafasnya sebelum ada aba aba untuk melaksanakan tembakkannya di mulai.

Kemudian angin datang menerpa alam.

Kemudian suara letusan mulai terdengar.

lalu angin kembali  berhembus bersamaan hembusan nafas atas kematian sang pidana tersebut.

Semua sudah menyelesaikan tugasnya. Dan bersiap siap untuk mengangkat jenazah sang pidana tersebut. namun tiba tiba terdengar suara tembakan. Setelah itu semuanya terdiam tatkala menyaksikan laki laki tua itu menembakkan tubuhnya sendiri. Semuanya segera mendekati. Dan mati!

Keesok harinya

 

Seorang laki laki yang berwajah kusuh serta pakaian yang tak karuan sedang mebaca surat kabar,kalimatnya seperti ini”Seorang anggota regu tembak mati bunuh diri setelah menyelamatkan narapidana,yang ternyata adalah anak dari seseorang yang dicintainya sampai mati. Dan narapidana tersebut menghilang entah kemana setelah ditukar dengan narapidana lainnya saat hukuman mati berlangsung.Dan………dan…………………………….

Laki laki itu tercengang!

 

 

Iklan

64 Tanggapan to "aku,dia dan semuanya sudah terlahir untuk saling……………….."

cerpennya bagus, aku baru baca sepenggal, cz sekarang mau cepet2 berangkat ke rumah kakek… terimakasih kunjungannya ke http://dtutorial.com …. salam blogger.

selamat siang om blu tambah ganteng aja nih…hehe
🙂

ceritanya bagus, aku dr dulu gk bisa2 bikin cerpen

selamat berkarya kreatif dengan cerpen2 nya ya blue…
salam semangat selalu dari Kendari… 8)

waaaahhhh kasian bgt yang jadi penggantinya………..

Blue keren!!!… Bakat besar unt jadi penulis…
Terus semangat, Blue!
Burung Hantu mendukungmu

Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

kita terlahir untuk saling bersahabat 🙂

berakhir dengan tragis blue

sedemikianlah terjadinya.ehhe
p cabar

untuk saling mencintai, saling menyakiti, saling menyayangi atau saling memusuhi..

tapi ntah mengapa saya berpikir , terlahir untuk saling memahami, bahwa cinta tak dapat dipaksa wekeke (sok tahu yaa heheh)

salam kenal.. keren cerpennya

ini bagian terakhir?
alur ceritanya terasa lebih mengalir lembut
tidak tergesa-gesa seperti sebelumnya
unpredictible
bagus sekali blue
Salut!

hadir dulu blue malam ini, salam semangat ya

Salut Blue dengan cerpen yang benar-benar menarik. Wow, maaf ya blue baru bisa berkunjung kemballi, soalnya selama satu bulan tidak aktif sih.

TEGANG sudah berlalu
huft.. makin ajip aja tulisan tulisan nya.. tambah sukses dulurrr

caem bang tulisanya tetep tuangkan imajinasi ya kang

baiklah, akhir yang tragis..
🙂
saya seperti membaca reportase berita kriminal
alur dan ilustrasinya tergambar jelas
nice cerpen 🙂

hmmm…saya harus ulang baca baru ngerti *lemot.com
heheheh…bagus mas, saya gak nyangka akhirnya…

kapan nih fotonya balik badan? kok saya dikasih rambut terus… situ model shampoo? 😀 *canda…

Wow! Bagus cerpennya sob 🙂
yap akhir ceritnya tragis >,<

mas blue,, berarti kamu gak jadi di tembak dg,, yg di tembak siapa ???

🙂

..berkorban untuk suatu prinsip memang harus blue.. namun dalam berkorban hendaknya jangan meng’korbankan orang lain, lebih terhormat.. he he nice post.

salam anget.

keren ni ceritanya 😀 walau akirnya gitu hehe

Blue, emang tulisanmu ngangenin….

judulnya bikin penasaran…
semoga sukses buat blue dan tulisannya 🙂

nice story.. padahal fast reading. 😛

Ini kisah yang tragis namun sangat meyentuh namun bernuansa pengorbanan sarat makna mengambarkan sebuah kehangatan dalam bercerita mengembirakan antara batas bahagia dan airmata. Sebuah inspirasi dalam kehidupan. Aku salut blue aku membayangkan seperti kisah INtelijen sebuah kosnpirasi. Salam semangat aku salut dengan cerita ini. salam

YA setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan…,
seperti ada awal pasti juga ada akhir….,

blue selalu kereeeeen. 🙂

Salam Bang Blue.. pa kabar???

hai … ok blue ..

ap kabar?
lama tak berkunjung kesini 😀

wow..
kudu baca kalem2 neh.. 😉

Assalaamu’alaikum Nanda Blue…

Apa khabar ? Bunda hadir berkunjung setelah sekian lama tidak bersapa. hari ini berusaha untuk BW ke mana-mana di dunia maya.

Membaca cerpen ini seperti menahan nafas hingga sesak kerana melibatkan nyawa, membunuh dan bunuh diri. Begitu rapuhnya nyawa manusia hanya kerana cinta. Tulisan yang bagus sehingga dapat meresap ke jiwa. Teruskan menulis untuk kecerdasan minda.

Selalu ada doa buat nanda Blue dan keluarga di sana. Selamat berlibur dan bahagia selalu. Salam kangen dari bunda di Sarikei, Sarawak. 😀

Kembali bengunjungi blue, dilongweekend yang cerah ini.
Kalau dibaca dan diamati dari cara menulisnya, saya semakin yakin blue memang berbakat membuat cerpen.

Cobalah blue untuk menulis di majalah atau surat kabar.

Sudah pernah coba ?

kok juduknya pake titik2 blu..bikin penasaran aja..kira2 cerita diatas akan berlanjut kagak ya…moga aja to be continued deh….

Kreatif. Teruslah menulis!

wah, bahasanya bagus sekali, saya suka gaya bercerita seperti ini,,

tapi, saya masih bingung dengan paragraf yg terakhir itu,
ada tanda tanya besar di sana,, “dan,, laki-laki itu tercengang,,” seperti ada sesuatu membuat saya penasaran,,

Selamat pagi,, 😀

kemungkina y kemungkinan tidak.heheh
salam hangat dari blue

ceritanya menarik,..salam kenal mas..

Salam hangat mas blue…
sudah lama tak berkunjung ke sini

ini sambungan cerita sblumnya ya…wah kudu baca dr awal kayanya

p cabar juga jeung rinaaaaaa
salam hangat dari blue

hemm … kasihan yang jadi pengantinya …
Cerita mas blue selalu saja menarik .. dan sedap untuk dibaca …
terimakasih mas .

hahahahha mas bayu
u juga keren setiap posting

halo blue, hehehee…

Hallo mas blue..
pie kabare??

pinter ya nulis cerpen. salam kenal 🙂

tiwi bisa belajar banyak nih dari om blu…. 😀

suka posting ini…

selamat tahun baru Blue 🙂

salam mila

om blu, tukeran link ya…

Ceritanya menarik, blue. Terus berkreasi, sebab banyak yang menanti!
Salam kekerabatan.

Blue… udah ganti tahun nih…
Tambah semangat ya… 😀

cerita dengan alur cerita yang menarik
maaf baru bisa berkunjung lagi

Blue..Happy new year.. smoga ending storynya happy yaaaa..

Blue….adakah kau baik2 saja?lama tak berkunjung….blogku di wordpress sudah tak aktif….yg blogspotlah yang sekarang aktif.
kutunggu kunjungan balasanmu blue…

salam hangat

apa kabar kawan saya???

membacanya serasa menjiwai blue..
sangat tersanjung untuk cerpen yang ini..
satu kata : hebat.

salam

waduh, dah lama g’ kesini ternyata blognya tambah oke ya… cerpennya bagus n puitis amat.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Desember 2010
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blue Stats

  • 135,572 hits
%d blogger menyukai ini: