My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Agustus 2010

Benar

Tuhan telah menitipkan suluh dan menyalakannya di hati kita masing masing

tetapi terkadang kita sering mendosakan suluh itu sehingga menjadi debu

dan menguburkannya dengan seksama hingga malam penyesalan  bersinar

dan sesaat kita mencumbui tabir di wajah wajah kepasrahan

menelanjangi dan segera memperkosa semua impian impian kita yang datang ketika kita jemuh

Yuk kita memperkosa impian impian kita sehingga menjadi bayi bayi kenyataan,kawan!

Mak!
Kemaren inge melihat lagi seorang nenek tua sedang duduk duduk bersender di dekat gapuranya mushola,tepat diseberang kantor inge. Inge jadi ingat emak.  Sungguh mak……….inge sangat merindu pada belaian kasih sayang emak. Mak tahu tidak,saat inge hendak mendekat pada nenek nenek tersebut. Nenek itu terdiam seribu bahasa. Matanya yang ranum sudah tak bergairah lagi. Kain kebayanya pun sudah terlihat kusam bahkan kain batiknya pun sedikit merobek,mak. Inge terharu,mak. Matanya meski sudah berkeriput disekitar kelopaknya namun inge bisa melihat pancaran kesedihan yang sangat mendalam. Sungguh! Inge tak pernah mengira kalau nenek nenek tersebut sedang bearakting mengharapkan hibaan dari orang orang yang melihatnya. Dia tak pernah membawa semangkok kosong atau mengadahkan tangannya.  nenek tersebut hanya duduk duduk bersender ditembok tersebut mak. Bahkan  saat inge memberikan sedikit uang saja nenek tersebut hanya terdiam dan terus menatap wajah inge. Tangannya pun menjulur seakan hendak memegang wajah inge. Inge tak menghindar bahkan merasa risih,mak, namun nenek tersebut tidak jadi dan ini selalu  saja ia lakukan hampir seminggu ini. Disetiap inge hendak pulang dari kantor. Inge bingung apa maksud dari keinginan hatinya sebenarnya namun tak bisa inge temukan jawabannya,mak karena nenek tersebut terus menatap wajah inge. Inge jadi terharu sepertinya ada yang ingin ia ungkapkan dengan setiap bertemu dengan inge tetapi tetap saja hanya diam yang inge dapatkan disetiap inge berbicara atau membelainya.

Kebisuan yang terpenggal!

Hari ini inge tidak menemukan sosok nenek tersebut,mak! padahal hari sudah semakin gelap dan malam hampir mendekat jam enam tetapi  nenek tersebut tak juga inge temukan. inge hanya bisa memandang tempat  yang biasa nenek tersebut lakukan. Inge dekatkan tetapi tetap saja inge tak menemukannya. Kegelisahan semakin merambat di hati inge namun inge tak bisa memecahkannya. Diam semakin kian tak berarti apa apa. Sepulang dari kantor yang inge rasakan adalah sebuah kegelisahan yang terpenggal seketika tak bisa menemukan sosok nenek tersebut.

Renjana tak terduga

Seminggu setelah inge kehilangan sosok nenek tersebut,inge mencoba untuk tidak lagi terpusat pada kehadirannya. Bukan! Bukan berarti inge tak memikirkannya! Bukan! Inge mesti bisa menerima takdir kalau nenek tersebut tak lagi berada disana. Ini sedikit membuat  orang orang disekitar inge jadi tak merasa terbebani dengan peristiwa yang inge alami kemaren. meski inge gelisah. meski inge resah namun jika takdir yang menentukan kalau harus terjadi seperti ini ya mau dibilang apa lagi. Mungkin nenek  sudah menemukan tempat yang layak untuk ia bersandar. atau mungkin Tuhan sudah me……………….”Inge.………………”sebuah jeritan sedikit keras dari rindu menggemah diruangan tempat inge bekerja, seketika inge bahkan semua karyawan diruangan tersebut tersentak kaget. semua mata tertuju pada rindu. Nenek itu ada……….ada, Nge Lihat …lihat disana………….adakan”serunya girang. Sama girangnya dengan suasana hati inge dan tanpa mempertimbangkan kalau jam kerjanya masih berlangsung inge segera keluar dari ruangan dan menuju keluar kantor untuk segera menemui nenek tersebut. Suasananya sedemikian senangnya. bahkan ia tak memperdulikan ejekan teman sekantornya inge terus berlari kecil menghampiri nenek tersebut. Dan ia hampur saja mendekat dengan  keberadaan nenek yang juga terlihat mulai menyinggungkan senyum maniznya saat dengan tiba tiba sebuah bus melintas kencang merambat sosoknya yang tak mengira akan kehadiran bus tersebut. Tubuhnya terpental dan jatuh bergulingan dan berhenti tepat di depan dimana nenek tersebut juga sedang terkejut. Dua mata mereka masing masing saling bersitatap penuh keharuan. Dan nenek tersebut mengangis piluh dengan terus memeluk sosok inge…………….”Engkau cucuku,nak inge”bisiknya pelan seperti hembusan angin yang menyentuh gending telinga inge.

sahabatku……….

seminggu ini aku merasakan sangat lelah seketika engkau berada disana,disebuah desa,sekitar sukabumi, yang menurut aku sangatlah menjauh dari sekat mataku,kawan, sangat jauh dari wangi nafas di mulutmu bahkan dari wangi aroma keringat tubuhmu seketika selesai bermain bola basket di depan pekarangan rumahku. Ach,semuanya melelahkan impian impian kebersamaan kita y,kawanku. Mungkin bagimu aku adalah sebagai seorang sahabat yang tiada bedanya dengan sahabat mu yang lainnya. Sekedar  teman yang berada di dekat mata seketika mendekatkan jarak diantara kita. Tetapi tidak sedemikian dengan pemikiranku sendiri. Engkau adalah sahabat yang seketika aku mem butuhkan sesuatu pertolongan engkau selalu siap tuk memabantu memecahkannya ………ya meski hanya memberikan ide atau masukan engkau sudah membuatku tenang dari persoalanku sendiri. Engkau adalah mata rantainya sebuah jiwa jiwa yang mengharapkannya. Dan aku bangga padamu,kawan

Oya,sahabat!

Mungkin kamu tak pernah bisa melupakan peristiwa saat engkau mencoba menolongku dari gertakan para kawanan penjahat saat aku hendak berbelanja di daerah senen, kotanya jakarta. Aku ingat benar seketika itu tanpa reflex membantu melawan para perampok yang hendak mengambil tas serta hpku. Meski tak memakai senjata namun kamu  bisa membuat dua kawanan tersebut jerah apalagi saat segerombolan masyarakat datang membantu mengusir perampok tersebut. Meski lenganmu sedikit tergores pisau belati. Meski dahimu juga sempat kena tonjokan kepalan tangan dari salah satu penjahat tersebut namun engkau tak putus asa untuk selalu membantu memberikan sedikit perlindungan. Sahabat,terlalu banyak kenangan kenangan yang sangat membuat jiwaku tenang bersahabat denganmu. aku juga ingat saat engkau marah seketika aku mencoba meledek ledek bahwa kamu sedang menaruh hati dengan temanku yang artis itu. Peristiwa demi peristiwa selama pertemanan kita sangatlah indah tuk dilupakan y. Meski ayahmu hanya sekedar penjaga di rumahku,meski ibumu juga membantu mamahku dirumah ini namun engkau tetaplah sahabat bagiku.Tak akan pernah aku memandang derajat atas suatu pekerjaan orangtuamu karena memiliki sahabat sepertimu sangatlah berarti dibandingkan memiliki teman yang bertopeng kepalsuan. Ach! sahabatku yang terbaik……………dua haru lagi engkau merayakan ulang tahunmu y…….hmm, tahu ndak aku akan merencanakan suatu supraise untukmu,dan aku tidak akan mau menceritakannya dulu  y, kan nanti tak supraise lagi dong………hehehehhe. Pokoknya aku sudah mengatur jadwal kerjaku untuk meminta libur tepat dua hari sebelum ulang tahunmu. Hanya sekedar perayaan kecil mungkin yang bisa aku berikan untuk membalas segala kebaikanmu pada persahabatan diantara kita ini. Kamu sangatlah berarti dalam hidupku,kawan. Sangat berarti. Pokoknya aku minta kamu tidak perlu kemana mana tepat dihari ulang tahunmu y karena aku akan……………………”Nak ardianz kenapa masih melamun dikamar,jenazah bayu akan segera dibawa ke jakarta untuk disemayamkan disana”tutur kata sang ayah pada kesedihan yang melanda anaknya yang kehilangan teman akrabnya  yang meninggal tertabrak mobil truk bangunan saat hendsk berangkat kerumahnya, untuk merayakan ulang tahunnya. Membuatnya terasadar. Ardianz menghelah nafas sebentar dan segera membuangkan perlahan lahan mencoba menyabarkan dan mengikhlaskan atas kepergian sahabatnya tersebut. Airmatanya masih menahan di ujung kelopak kedua matanya yang membasah. Dan sehelai surat yang diterim dari ibunya tempo hari  terbut masih berada di genggaman tangannya.

Sang penari itu………..

dalam diam menyiratkan banyak misteri yang tak terjawab. Dalam diam tak berkata nampak menjelaskan sisa masalah yang belum bisa terrelaikan. Diam dalam gerak yang gemulai. Diam dalam tatapan mata yang sayu. Diam dalam iringan music yang mendetak detak. Seperti diamnya sapa hangat sang  ayah atas pilihan jalan hidupnya. Hanya nafas yang tersengal sengal penuh ketidak penjelasan. Dan sang penari itu pun tertunduk lemas dalam kerisauannya.

Segalanya penuh pilihan dan Iman ternyata lebih mutlak tuk dijadikan sebuah  penghubung antara jejak langkah keinginan serta cita  citanya sendiri. Padahal………mereka bukanlah pendeta, atau kyai dan juga bukan pula Tuhan. Ini sebuah pilihan yang tak pernah bisa desejarahkan atas niatan tersebut. Apakah Tuhan melaknatkan pilihan hambaNya? Ataukah kewibaan lebih sempurna dari hadist serta kitab kitabNya?) Apakah segalanya tergantung pada ajaran mata rantainya sebuah keimanan!    Sedangkan seorang seni adalah ganmbaran dari rasa suka cita atas sesuatu yang terjadi dalam lakon hidupnya sendiri. Sebuah pilihan yang tak sempurnakah jika seorang laki laki memilih jalan hidupnya sebagai penari!  Ach, tak ada jawaban yang sesempurna pilihannya sendiri. karena iman lebih bijaksana tuk dijadikan sebagai kunci tuk memilih. Dan sanng penari itu pun terdiam dalam kerisauan yang tak bisa di bendung lagi.

Gimana pendapat kalian tentang pilihan hidup sebagai penari

sesaat Seorang waria bertanya pada blue di daerah kemang selatannya jakarta,kemaren

distrosi masa menghendak perubahan

namun jejak langkahnya berat tuk di tinggalkan

dikeranakan hembusan angin begitu mengencangkan urat keharaman

namun jejak sang waria bukanlah sebatas menggoda

tidak bertemu ahli kewajaran

namun jejak langkah sang waria hanya sekedar menyalurkan bakat serta ketrampilannya memperindah helaian rambut sang wanita

namun sang waria tersudutkan dan tetap menantikan jejak langkahnya yang terhembus angin

meski puasa telah berjalan enam hari

bagaimana menurut sahabat tentang larangan seorang waria memotong rambut wanita!

Tolong….

Jangan kau bilang aku ini pelacur yang tidak tahu diri jika pada akhirnya aku sendirilah yang berbicara pada para reporter tv tentang siapa dan mengapa aku menjadi seperti sekarang ini. Tolong! jangan salah mengerti akan semua yang ku inginkan ini hanyalah  masalah uang dan ketenaran semata saja. Semua itu salah! Aku Deborah wanita berusia delapan belas tahun saat ini saat aku terdampar di perumahan bordir di sudut timur jakarta, yang selalu mengenyangkan perutku dengan hasil meniduri laki laki hidung belang dan suapan yang terakhir dalam hidupku adalah juga hasil memburuh uang  untuk aku makan ini seperti seperti bakso yang tengah kau sajikan.  terasa hambar apabila  di makan tanpa sambal, tanpa mericca  juga tanpa daun seledri.   Aku Deborah yang kini tengah asyik menjadi pelacur terdepan yang sedang menjadi bunga penyedap angin malam malamnya yang di cari oleh para sang  hidung belang. Panggil namaku deborah. Pelacur kelas kakap sekarang sekarang ini. Itu namaku dan inilah kisahku! Kisah yang diawali oleh terjepitnya asa diantara batas batas ketidak mampuan seorang wanita yang lemah pada awalnya . Wanita yang sangat muda memang aku ini untuk menjadi seorang pelacur. ya, seorang pelacur yang bibir merahya masih menempel lipstik rasa kecut para pengayom kebejatan sang malam yang bercampur bau dari sang naga naga malam yang selalu ingin mendekap dan merombak ambikkan  buah dadaku. Aku yang terus saja menjadi gunjingan para lelaki bejat lelaki yang tidak pernah mau tahu betapa susahnya menjaga buah ini agar tak terjamah.

Sekali lagi jangan bilang aku ini pelacur yang hanya mementingkan dirinya sendiri jika pada akhirnya aku terus mengendus dalam rambu yang tak terbatas oleh tradisi mengasihi.  Tetapi sudahlah! itu tergantung penilain kalian semua. Aku deborah pelacur yang tengah mabuk kegemilangan harta dan kenikmatan semata Semua itu hanya desiran angin saja yang kuhirup di semesta bayang bayang semu. Aku tak akan pernah pergi untuk menjamah wajah wajah cinta sang mentari pagi ataupun kesahduan sang senja hari. Tidak! karena aku hanyalah ilusi berbibir merah yang nampak merah merona saat menikam lembaran demi lembaran uang. Ya uang! uanglah yang membutakan mata bathinku sehingga aku dapat berteduh di agenda maksiatan. Hanyalah karena uanglah aku masih disini berbaring pada lelaki lelaki yang saat ini tengah meniduriku tanpa asa kenikmatan hasratku. Sama seperti yang pernah di lakukan oleh ayahku beberapa tahun yang lalu saat aku tengah mekar mekarnya, saat aku di landa keceriaan masa remaja, saat aku belum pernah mengenal apa dan untuk apa bersetubuh itu. Ayahku..dialah lelaki yang pertama kali meniduriku dengan tanpa melihat siapa yang tengah ia tiduri, tanpa ia mau tahu kalau bunga yang sedang merekah itu adalah anaknya sendiri. seorang remaja yang tengah pulang sekolah saat sang ular menjalarkan lidah kenafuannya serta melilit, menerkam erat penuh peluh  keringat sang bunga yang menjerit jerit kesakitan. Ya. dialah ayahku ayah yang di landa kesepian semenjak di tinggal pergi istrinya. dialah lelaki yang…………….

“Deborah….tuan yayah menunggumu di kamar nomor 234.Cepat!” seruan sang mucikariku memanggilku dan dengan terpaksa aku sudahi semua wawancara dengan para pengukil gosip serta masalah orang lain. Aku tinggalkan wajah wajah yang seakan merespon semua perkataanku itu untuk segera menuju keruang dalam romah bordil. “Aku memang pelacur…………tapi nanti selama puasa aku berhenti sejenak” bisikku pada seseorang wartawan yang enggan melihat aku pergi.

{ akankah bunga bunga itu terus menerus di renggut sari madunya oleh sang pemiliknya sendiri? sampai kapan?)

Tidak! jangan engkau menyatakan bahwa sebuah kehidupan adalah kegelapan arena bagi sang malam malam yang selalu menyelimuti hitam pekatna bumi. Sehingga engkau merasakan selalu ketakutan. Ketakutan yang sangat menusuk jiwa jiwa kelemahanmu sendiri……lalu kehendakmulah yang mengakibatkan sebuah arena permainan ketakutan tersebut.

Mas Cahyo…….

Kamu tahukan bahwa hanya kasih sayanglah yang selalu membuatku ingin bersamamu. Menghabiskan malam malam yang gelap ini berdekatan denganmu,duhai suamiku tersayang. Dibahumu aku yakinkan bahwa tak akan pernah ada rasa ketakutan yang berlebihan jika malam ternyata lebih pekat hitamnya………….bahkan gemurai angin serta tarian hujanpun yang datang aku tidak pernah merasakan hal sedemikian jika engkau ada disini..Disampingku dan juga kedua anak anak kita yang masih kecil kecil.

Masku sayang……..

Tahu tidak betapa sayangnya aku padamu meski kita hidup dalam kelompok pas pasan………. lucu ya,mas masa kita termasuk kelompok kelompokan kayak pejabat serta artis artis aza y,mas……..hehehe Oya,mas.hampir enam tahun ya kita sudah menikmati kebahagiaan menjadi sepasang suami istri yang setia meski badai serta cacian sering terdengar karena perbedaan status antara kita berdua. Sungguh,mas aku senang banget jika tetap bisa menikmati hari hari dengan sejuta kebahagiaan……kebahagiaan yag tidak bisa dibeli atau ditukar dengan apapun juga selain kebahagiaaan kita sekeluarga ini. Aku bangga dan senang selalu bisa menjadi pendamping mas. Apalagi anak nak kita sudah dua y,mas.  Sudah sangat lengkap untuk bisa ku katakan kalau kita sangat bahagia. Rumah kita memang sangat tidak luas seperti milik keluarga besar kita berdua namun disini dirumah ini kita bisa merasa nyaman.

Tapi ternyata aku sangat lemah mas!

Seperti manusia pada umumnya.Ternyata rasa ketakutan aku snagatlah besar untuk meneruskan perjalanan kehidupan rumah tangga kita ini,mas. Sepertinya aku sudah sangat tak nyaman dengan bebagai desakan semua pola kehidupan kita ini. Semua harga harga sangat melesat naik  tak terjamgkau lagi oleh kita. Kesehatan sangatlah tak bersimpatik dengan rasa kemiskinan kita Aku lemah ternyata sebagai istri mas. Aku sangat lemah menghadapi beban hidup ini. Maafkan aku y,mas yang tidak siap menghadapi perubahan zaman ini…..tetapi aku sangat menyayangi keluarga kita. Aku sangat mencintai keluarga kita. Aku sangat sempurna menjadi istri bagi mas. Istri yang…………………..”Kamu harus ikhlas meneerima cobaan ini mas Cahyo”Pak lurah datang menyentuh bahunya sehingga mas tersadar dari rasa duka cinta atas kepergian istr serta anak anak tercintanya yang lebih memilih untuk membakar  rasa kebahagiaan itu dengan jalannya sendiri.

Sebuah tragedi yang dialami oleh warga di daerah yogya yang mengakhiri hidupnya dengan membakar hidup hidup dirinya dan juga kedua anak anaknya

Blue……….

Yup! Ada apa bang boyin serta bang cenya 95

gardu ini sudah lama yah tak pernah kita singgahi, ujarnya mereka sambil membersihkan  dedaunan yang berserakan di sekitar gardu

ya,blue kelamaan sih kamu ngeloyor meninggalkan gardu ini, seru bang kawanlama serta mas hariez yang datang datang sudah segera mengambil sapu lidi

aku mau bantu kamu ach,blue seru Epenkah dan mahardikdewi namun ditangannya ada buku catatan sederhana persahabatannya dengan masda serta dreesc

blue……

wah para penerus Rabbani pada mau kemana, kataku sambil menyalami bang achoey, kang usup, kang Ian bocah bancar, serta akhmat fauzi yang sudah terlihat rapi dengan gamisnya

kalian mau kemana, tanya bang serta bang agito

ke rumah pakde cholik disana ada siraman rohani. Tapi kayaknya kita kita juga mau bantuin kamu tuk bersihkan gardumu blue,kalau yang ini memang pekerjaannya mas reza saputra dan elistadyon secara mereka kan demen banget rapih rapih ya,kan ya,kan hehehehe……..oya kita juga sedang menunggu mang cantigi.

tidak terlambat apa nantinya? om indra datang bersama rombongan warga baru di complek kita. kenalkan mereka warga baru yang akan menetap di complek perumahan bloger kita kita blue……yang ini haranreymond, terus yang pakai kemeja biru denuzz burung hantu dan yang kaos putih  mas sungkowoastro dan yang disebelahnya meidhi aza serta ada juga bangau putih, bang bunglon juga turut membersihkan perkarangan gardu belakang.

blue……….kayaknya masih ada warga baru yang akan kesini namun sedang kumpul di rumah Aming seperti Rian, Muhasabahcinta, pendarbintang

kapan arisannya lagi? seru newbiedika yang datang bersama bang zulhaq………aw akhirnya kalian berdua…………$#$#@$# tidak pake ngegosip bisakan blue tegar abang kita sambil memukul lengan blue!

blue………

eh om jejak annas gimana kerasankan tinggal di complek sini

banget banget blue meski………

meski kenapa om tanya om rame dan gerhana coklat serentak

penduduk lama jarang terlihat pada kemana sih blue?

wah…….kalau mereka itu semuanya sibuknya minta ampiun mas nug saja masih ada proyek dari negara satu ke negara lain terus mas goenoeng juga sibuk ngurusin penjualan tanah tanah, kalau bang langitjiwa sedang menggiatkan seni prosa dari sekolah ke sekolah……..terus kalau pak antoekoe sedang sibuk ngajar di campusnya..

kalau yang perempuan itu blue? yang ini pertanyaan dari bang suklowor, kangBoed serta om ifan jayadi

kalau para diva diva bloger mah sedang merintis menuju kesuksesan di kantornya masing masing….kayak jeung lala, jeung yessy, ria,mbak indir4 serta sarahtidaksendiri dan kwiklina …….mereka sibuk dan tidak bisa lama lama berada di perumahan kita ini.

Bukan karena mereka sudah melupakan kita kita kan,blue ayam cinta datang bersama gadgetboi serta jun

kagak paham kalau itu mah bluenya…………..iyakan blue,seru bang Aldy

blue diajeung datang bersama  yangputri nich heheh pa cabar blue

blue kalau rindu….………….bang bedjho mulai meledek ledek.

Hmm……..bicara tentang dia, blue jadi ingat kalau kita diundang untuk buka puasa kedua di tamannya yang luas. Kalian pada mau ke……………

banget banget blue. Kami mending ke rumah jeung rindu daripada di gardumu ini………seru semuanya serentak

aku akan bawa oleh oleh dech blue seru mas bayuputra serta bang tusuda, clara croft  juga Radesya serentak, meski tak berpuasa namun mereka selalu menghormati yg berpuasa…..ehhehe

semua tertawa sambil membersihkan gardu tempat dimana blue bersinggah jika istirahat

selamat menikmati buka puasanya y,kawan.

Bunda………..

Tertidurlah dengan kepuasan lelahmu jika ternyata denyut nadimu menghendaki istirahat yang lama.Tertidurlah dengan pelukan kasih sayang dari kami semua. Dari ayah, kak Mira, bang Hariez serta dari aku sendiri. selalu ada doa untuk semua yang diinginkan bunda. Karena nanda tetap berada disamping bunda meski kini nanda belum sepenuhnya bisa membalas semua kasih sayang mu. Sekali lagi tertidurlah diatas bantal itu dengan nyenyak. Karena malam belum sepenuhnya gelap. hanya angin yang datang sekehendak jiwanya saja mendinginkan suasana jagat raya ini. Tertidurlah ya bunda. Dengan nyenyaknya.

Sebentar lagi sudah waktunya,bunda………..

Dan engkau masih saja tertidur dengan niat yang sangat menghendak. Seperti kehendak Tuhan pada semua UmmatNya di dunia untuk tetap berlindung dengan sekehendaknya dan berkat kasih Tuhan aku yakin bunda terlihat cantik meski usianya mendekat lima puluh dua tahun. Tuhan telah menjelmakan kecantikan sang dayang dayang di wajahmu  yang memang cantik,bunda.  Senyummu selalu tersimpul meski engkau tertidur dan itu yang selalu aku banggakan dari bunda. Rasa kantukmu seolah olah jelmahan roh setiap insan. Yang telah diberkatih Tuhan. Seperti kehendak aku dan bukan kehendak Tuhan jika memilih untuk tetap memeluk agama yang dianut sama ayah………ach sebuah kehendak yang menjelaskan pada mereka engkau bisa memberikan sesuatu namun tidak untuk firmanNya………karena mereka sudah memiliki pilihannya masing masing karena sang jiwa bukanlah tertinggal di rumah maupun di perkarangan altar sang Pengampunan dan kehidupan akan terus berjalan seperti biasanya.

Bangunlah bunda.

Ini sahur pertamamu kan,di tahun ini. Bangunlah dari rasa kantukmu karena waktu sahur sudah menjemput dengan suka cita tuk kaum muslimin seperti yang dianut bunda bang hariez serta ka Mira. Aku sudah menyediakan sesuatu untuk santapan sahur mal………..’Hey kamu sudah bangun dan menyiapkan masakan untuk sahur kita ya,sam’ sapaan lembut dari bang hariez membuat samuel tertegun dengan senyuman yang mengikhlasan. Kami berdua tersenyum lalu bunda serta ka mira datang memelukku. Meski aku dan ayah menganut agama yang berbeda namun kami selalu menemani dan menghormati aturan yang di kehendak agama keluargaku lainnya.

Met berpuasa semuanya. maafkan blue jika ada salah

mari saling menhormati meski ada perbedaan agama diantara kita semua……ok

Mas………….

Tak terasa yah kita sudah berada dalam ruang lingkup yang penuh kearifan selama enam tahun. Selama enam tahun kita memulai memahami arti dari kearifan sunnah Rosul pada kebersamaan kita. Enam tahun sangatlah nyaman bagi kita berdua memulai menghiasi ruang ruang di hati kita dengan segala yang menurut kata hatiku sendiri sangatlah indah. Rumah tempat kita tinggal memang tak begitu besar dan juga tak ada halaman bahkan untuk menjemur pakaian saja kita tak ada lahan lagi………namun mas! Percayalah ini semua sudah sangat nyaman bagi aku dan juga bagi anak anak kita,mas. Aku tak pernah berpikir untuk memimpikan rumah yang sangat luas seperti rumah kawanlama kita. Tidak,mas. Bahkan membayangkan memiliki perhiasan saja aku tak pernah………..kamu tahu kenapa sebabnya aku tak pernah mau bermimpi? Karena aku sangat bahagia memiliki permata hati mas, menerima kehangatan dan perlindungan dari mas. Meski mas hanya seorang buruh bangunan honorer namun bagi hetty mas tetaplah kekasih hatiku.

Puasa sudah berjalan lebih dari tiga hari ya,mas!
Aku jadi ingat akan jerih payah mas saat pertama kali melunakkan hati kedua orangtua hetty yang notabennya sangat menentang hubungan kita berdua. Aku masih ingat,mas. Malam tepat pukul tujuh lewat lima belas menit mas datang dengan membawa bungkusan makanan martabak telur kesukaan bapak hetty. Sedang turun hujan lagi saat itu. Saat mas dengan sedikit gugup mencoba menerangkan maksud dan tujuan mas datang untuk bertemu dengan kedua orangtua hetty. Hmm, dari balik tembok dekat kamar aku sesekali menguping lho mas, saat bapak dengan sikapnya yang keras mencoba memastikan kalau mas benar benar setia dengan ucapan dan tujuanm mas datang ke rumah. Aku juga mengintip saat mas dengan memainkan jemari jemari tangan mas saat menunggu kepastian atas keinginan mas itu. Ach! tapi akhirnya kulihat senyum mas segera mengembang saat bapak pada akhirnya mau menerima keinginan mas untuk mempersunting hetty. Hmm…………..setelah itu mas diajak bapak untuk sholat taraweh bareng di masdjid dekat rumah kami. Aku hanya senyum senyum di sebelah ibu saat mas sesekali memandangi wajah ku. I love u mas.

Puasa malam ini aku masih menanti mas pulang…………..

Yah! Aku percaya kalau malam ini mas pasti akan datang dari bandung, setelah menyelesaikan proyek membangun gedung disana selama enam bulan. Aku pasti menanti mas. Tapi,mas. Saat berbuka sudah berlangsung hampir setengah jam dan anak kita mitha juga sudah sibuk sendiri mempersiapkan peralatan sholat, anak kita sudah empat tahun dua hari lagi. Dia lucu ya,mas.Tapi mas kenapa belum……………….’Aku sudah memberi salam sebanyak lima kali namun kamu justru malah melamun di dekat jendela.Ada apa,bunda?’ teguran suaminya sambil menggendong anaknya ternyata membuatnya beranjak dari lamunannya. Dengan rasa malu dan gugup saat di goda suaminya akhirnya ia mencium punggung suaminya yang ternyata sudah datang dari tadi.


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Agustus 2010
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blue Stats

  • 141.162 hits