My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Mei 2010

dia adalah seorang sahabat

meski tak mengharapkan senyuman balasan

dan dia tetaplah seorang sahabat

yang bukan sekedar menyapa kesenangannya sendiri

meski dia terlewatkan masa masa kebahagiaan akrabnya

meski kristal berkilau itu tak mengena di ingatannya

meski sapa sahabat baru lebih mendahului persahabatannya sendiri

namun dia tetaplah seorang sahabat

yang berdiam di kamarnya dengan tetap memberikan senyumnya yang penuh keikhlasan,penuh persahabatan


sapa hangat tuk sahabat yang mungkin terlupakan

Iklan

sepotong roti tuk kaum minoritas

Kurang apalagi yang harus mereka lakukan Tuhanku yang Maha budiman?

harus seperti apakah mereka agar terlihat sama seperti yang lainnya Tuhanku yang bijak?

lihatlah jemari tangannya? masih sama persis seperti lainnya!

telitilah warna kulitnya tak jauh beda dengan yg lainnya

rasakan desahan nafasnya Tuhanku yg agung

semuanya sama  segalanya persis sama Tuhanku?

lalu kenapa?

kenapa segalanya jadi seperti asing bagi dirinya?

padahal jemari tanganya masih menyisahkan sedikit kegunaannya Tuhanku.kegunaan yang terkadang disalah artikan bagi hasrat nyawa masing masing Tuhanku, terkadang tuk menimbun bahan dosa yang mereka inginkan agar hidupnya nyaman di mata sekelilingnya.

padahal  desahan nafasnya tetap mengenduskan rasa kenafsuan yang sama seperti kebanyakan. Desah nafas yang keluar atas dasar ketidak berdayaannya dikarenakan desakkan keinginan yang sungguh kuat menggantung di bibir kenikmatannya

padahal matanya pun tetap berada pada pandangannya Tuhanku, pandangan yang selalu sama memancarkan cahaya kekagumannya atas zat yang nyata tuk dikagumi.

tapi tetap saja mereka dianggap tak sama!

serunai keinginan tuk hadir dan merangkuh dalam dekapan nyawa hidupnya sepertinya takkan pernah dekat padanya Tuhanku.  Kenapa? ia ada dalam dekapan kehidupan kita Tuhanku. dia sedang meraung dalam tangisannya. dia sedang menyulam kepedihan dikain hatinya yang rusak Tuhanku. dia tak bisa meninabobokan kebebasannya tuk berdiri sama tinggi dengan sahabat sahabatnya. Apa yang terjadi Tuhanku? padahal dia juga ciptaanMu,duhai Yang Menguasai Kenyamanan alam ini? dia ada dalam rantai besi keangkuhan yang lainnya, melilit dengat kuat agar tak bergerak pada lingkup yang luas, dan menguncinya supaya tak memperdayakan hasratnya pada dunia luar.

Aku masih terharu Tuhan?

Aku tertidur dalam tangisan yang menyayat hati dengar cerita sahabatku di dunia lainnya itu. Dan aku tak bisa berbuat apa apa. hanya Kaulah Tuhanku yang bisa menyejukkan perasaan hati ummatNya.

Aku masih tetap memberikan sepotong doa tak sampai pada mereka yang tertindas duhai Kekasih Tercinta, dan memang tak kan pernah sampai pada detak jantung nyawanya karenakan mereka terlalu malu tuk bersitatap sekarang sekarang ini, duhai Tuhanku.

Dan aku masih terharu mendengar penderitaannya,Tuhanku.

Bila aku jatuh cinta……..aku mendengar nyanyian….seribu dewa dewi cinta………

Kau adalah darahku………..kaulah nafasku….juga jantungku……….

Aku mau hidup denganmu………..aku mau mati pun karenamu……..aku mau di sisa waktuku bersamamu……..

Sudah malam, sayangku!

Namun ku harap kamu masih ingat liryk lagu milik Naff dan nidji kan,  sayang.  Aku masih sering mendendangkan lagu itu saat aku merindukanmu sesaat setelah aku bermohon padaNya agar kamu tetap selalu mengingatku. Jangan pernah kau lupa menitipkan pesan doa pada malam malam mu ya, sayangku.  Dan bisikan pada helaian nafasmu kalau aku sangat mengharap ampunan  serta kelapangan kasih sayangNya. Sungguh ! aku tak ingin kau lupakan itu. Bila nanti ragaku belum sempat menitipkan salam cinta dan kerinduanku padamu…….please !tolong jangan pernah kau sampingkan rasa sayang ku itu padamu yah,sayangku! Sungguh! aku percaya takdir cintaku ini hanyalah pada ragamu dan helaian nafas rinduku pasti ada dalam rongga bayang bayang wajahmu.

Sempurnalah ikatan atas kasih yang terpenjara ruang dan waktu untuk kita berdua. Namun begitu  aku bisa menemukan sisi manis dalam bayang bayangmu kekasihku, pujaan hatiku. Mungkin lebih baik kita begini kan sayang. Melepas penindasan hakekat kekasih yang tak  sesempurna lainnya. Aku percaya ada sentuhan yang penuh hangat saat aku menatap kedua bola matamu yang sinarnya penuh keindahan. Aku selalu merasa sangat yakin kalau dalam lelapnya seperti menyentuh semua kegelisahan yang kita rasakan berdua. Duhai cintaku……….datanglah padaku dan mendekatlah denganku karena aku ingin selalu kau tidur dalam pelukanku. Karena aku mendambakanmu. Karena aku mencintaimu sepenuh hati seindah rembulan.

Selamat tidur duhai pujaan hatiku!

Begitu indah aku menikmati saat saat kau berbaring dan merebahkan tubuhmu dalam pelukanku. Aku sadar ternyata begitu sempurnanya engkau menerima kehadiranku untuk cintamu. Aku mencintaimu sangatlah sempurna seperti ingin memilikimu sepenuh hatiku. Dan dalam ikatan yang sudah kita ikrarkan berdua bahwa hadirku adalah sebuah isi yang akan menghiasi perjalanan cinta kita berdua selama………………….

“Kapan kau akan datang kerumahku dan melamarku,Angga?” sempurna sekali kalimat yang keluar dari mulut |Cempaka untuk kekasihnya saat ia berbaring di tubuhnya. Angga tersenyum penuh arti.

Bila aku jatuh cinta ……………aku mendengar nyanyian…………………

Laki laki setengah baya itu………….

Dia masih disana di surau yang dulunya ramai dengan suara  suara bocah bocah yang sedang melafalkan ayat ayat alfatiah serta mendengarkan dongeng yang selalu menjadi kesukaan favorite mereka dari nya itu kini sedang menunduk dalam dekapan kepalanya pada kedua kakinya yang meringkuk di dekat teras pintu masuk surau tersebut. Tak ada ucapan yang terdengar bahkan suara nafasnya seperti hendak membisik dalam kesunyian yang seperti hendak bercerita. Bercerita tentang dirinya yang kini dalam kesunyian malam malamnya.

Laki laki tua seusia lima puluh delapanan itu masih disana…………

Dengan baju koko yang masih terlihat wangi meski warna putihnya sudah memudar serta bau tanah yang membecek dan bercak bercak tetesan hujan sudah menyentuh sebagian lengannya namun ia masih disana. Menelungkup tak berdaya. Uban yang sudah menjadi hiasan di kepalanya seperti kilauan permata yang indah dan kerutan di ujung jemari tangan serta kakinya seperti menceritakan betapah gigihya kulit itu untuk tetap selalu menghidupkan surau yang berada di ujung dekat tanah kosong sebuah dusun yang sangat ramai oleh penduduknya. Masih berdiam dalam dekapan angin malam malam yang datang di sela gerimis.

Dan aku masih merasakan kehadiran laki laki itu di surau yang tetap menelungkup di dekat pintu masuk ke dalam surau. Adzan subuh masih tiga jam lagi. Tapi laki laki itu tetap ku rasakan sedang berdiam menanti bocah bocah yang kian berganti tahun semakin menjauh dari suaru bahkan sekedar untuk bermain saja mereka sudah tak mau. Sebuah krisis dari keglamoran masa masa kemilauan duniawi yang serba bisa memanjakan mereka. Dan aku, tetap berdiri di ujung dekat surau yang sepertinya laki laki yang dulunya suka memberi pelajaran mengaji serta ceramah itu tetap meringkuk meski sebagian tubuhnya basah oleh gerimis meski ia sudah meninggal dua minggu menjelang bada subuh. Dan aku tetap merasakan kehadirannya……………

Dan aku masih ingin tadarusan meski hujan diluar surau mulai gerimis. Meski laki laki itu telah tiada . Meski…………..

Dua hari setelah menggelar pesta pernikahan, keluarga Pak Buwel kelabakan karena akhir akhir ini anaknya siRose yang  istri dari Ian abuhanzalah, yang kemaren habis habisan pestanya. Tiba tiba saja Pak Buwel marah bukan kepalang…berjalan jalan selalu riang kemari………..umpan yang lezat………..(lho koq malah nyanyi lagu ular panjangnya y,kawan….hehehe)

Kembali ke cerita! Bagaimana pak Buwel yang notabennya adalah sepupuh di kampung blagblakan ini,yang memiliki tanah dimana mana tidak akan marah wong secara terang terangan si Rose ntuh menjelaskan bahwa suaminya adalah kelompok teroris!

langsunglah tanpa permisi,dan tanpa bilang ke pak rw, pak kecamatan bahkan ke kapolri babenya segera mendatangi suami anaknya ntu di kandang ayam,miliknya.

Ian abu gosok………. kemari kamu! sergapnya membuat menantunya sampe melempar ayam yg ada ditangannya

“Babe manggil aye?”

“Ya iyalah, masak babe manggil ayam….oon banget lho!”

“benar juga ye beh ngapain ayam di panggil panggil,mending manggil si mpok Rina,janda kembang yang baru aze di tinggal mati suaminya…ya kan,be”

“Yeach, kalau ntuh mah babe juga mau manggil,masih muda,cantik dan bahenol pula ya,kan ya,kan…..hehehe”
“Yeach…babe ingat umur dong,dah kepala enam masih doyan kawin aze. emang kagak cukup istri tiga ap…………….#$$@$%#%%plak!

kenape dijitak,be.

“Ya iyalah babe jitak masak babe cium lho…………….kagak banget!

Hahahha……….

“Kenapa lho ketawa?”

“ya iyalah aye ketawa masak aye meluk babe ntar yang ada di bilang………….”

“Ian abu gosok….!
Salah be,nama aye bukan ntuh. Nama aye Ian abuhanzalah. Gimana sih babe nama bagus bagus di ganti.Kalau baju,celana,kaos,selimut sama sepatu boleh di ganti,lha ini nama….. nama bepemberian orangtua aye sendiri.

“kagak pedulu lho mau ganti ape kagak yang penting lho harus jujur”
Jujur ape be. jujur kacang ijo ape jujur sumsum atau jujur ayam?”

Babe serius! lho harus jujur dan katakan kepada babe apa benar kalio lho kelompok teroris?

Ian menganggukan kepalanya dengan pasti, yang membuat si babe tambah marah besar bahkan sampe minta mantunya itu segera menceraikan anaknya sendiri. Menerima hal sedemikian si ian justru tenang tenang saja bahkan sesekali memainkan ayamnya.

“Babe bicara ape. kenapa aye nyuruh cerein anak babe! kan baru dua hari aye tidur ama anak bab……..$%#%#%^

koq nendang,be?

Masih mending babe tendang mau ape lho babe tidurin……he salah! babe gebuk ame bambu!

Babe lucu juga ye….

Bodo amat Pokoknya lho harus jelasin ke polisi bahwa lho ntu kelompok teroris dan juga bilang kalau lho ntuh mau menyerahkan diri

Siip siapa takut. Tapi aye kagak sendiri be, ada om Adelays, om Thomas,bang Girant_31,dan bang Tusuda

Lho ape hubunganya mereka dengan kelompok teroris.

Yeach,babe gimana sih. Kami semua memang satu kelompok teroris bahkan kalau dirumah babe kagak ada telur kami semua ngumpul di rumah kang Hariez tuk menikmati telur ayam buatan Umminya.Wah dizamin lezat de,be

Itu hubungannya ape telur sama teroris,ian!

Lho kami dari dulu menamakan kelompok kami sebagai kelompok penikmat TEloR buatan om haRIS atau kalau disingkat Teroris………………………

Gedubrak! Tiba tiba babe malu sendiri bahkan saking merasa malu babe sampe jatuh di dekat ayam miliknya.

Babe kenape

kagak kenape kenape pokoknya babe juga mau ganti

ganti ape be,

ya yang tadi lho sebut…………babe mau minta digantiin baju,celana sepatu yang lama dengan yang baru

Gubrak!

kagak

Sebuah ode cerita saja

Bunda dan air……………….
Aku percaya. Saat ini saat aku menulis surat tuk bunda tercinta aku akan selalu memberikan kesegaran nan penuh kesejukan pada kasih bunda yang sampai saat ini ananda belum sempat menitipkan sesuatu pada bunda nanda sendiri. Bunda tahu kenapa? karena nanda percaya bukan sebuah kado atau hadiah yang hendak bunda tuntut pada anak anak bunda sekarang sekarang ini. Ya,kan bunda?
Bunda tersayang… jika suatu saat aku menemukan sungai yang berisi air yang segarnya seperti sesegar wajah bunda saat pertama kali bunda melahirkan nanda sebeberapa tahun yang lalu. Sungguh bunda. Nanda berharap banyak agar sungai itu hanyalah berisi kesegaran yang sampai saat ini bunda rasakan ketika pertama kali menamakan diri nanda Tary, juga  dik  Liza. Ach, Bunda! Nama yang sekarang ini baru ku nikmati betapa berarti nya nama Tary untuk dikemudian hari hari nanda. Sama seperti nama jeunglala, diajeung, Mahardika dewi,Rindu,yang putri, tyan. Indir4, sha, sarahluna, yessymuchtar, cahaya dihati, dindacute maupun sarahtaksendiri. Mereka adalah teman teman Nanda di blog bunda sayang. Jadi tersipu sipu malu jadinya bunda, tary saat ini. Makasih banyak bunda atas nama nan sangat indah untuk anakmu ini. Hmm……….I LOVE YOU.

Bunda dan udara
Sekali saja aku tak memberikan doa untuk bunda pada setiap saat dan waktu yang telah Tuhan berikan pada nanda. Sepertinya ada yang belum sempurna saja ku nikmati kesegaran udara nafasku Tary pada kealfaan doaku untukmu bundaku yang sangat cantik, Ya,bunda, bunda benar baenar sama sekali tak beraharap akan melupakan doa untuk seorang wanita yang telah bersusah payah melahikan kami anak anak bunda. Baik tary sendiri, Sampai kapan nanda tak  pernah mau melupakan doa doa untuk bundaku yang selalu menyenangkan hati kami semua.

Bunda dan tanah
Wangi dari kembang setaman hati bunda. Nanda yakin akan bisa menempati luasnya tanah kebahagiaan yang akan bunda berikan untuk kami agar kami bisa memanfaatkan tanah hati kami semua untuk selalu berbagi pada sesama. Aku akan selalu menjalankan semua keinginan yang mulia itu bunda. Aku bersyukur bunda masih menanamkan perhatian pada sesama. Bunda……….bunda tahu berapa bunga kebahagiaan dan juga terindah dihati kami telah terisi di dekat taman tanah jiwa kami dan itu pastilah karena bunda yang medidik kami semua dalam keadaan susah senang sekalipun.  Seperti yang dilakukan tetangga dekat rumah kita bunda,seperti tante Yusilm, Melisa. mely, kweklina, reinalunarrune, hidayanti, zee, kakakin, zahra, ria, dee dan kidungjingga,tifandhaluhzan juga Puanmalaya. Aku bangga tetangga kita selalu merespon pada keluarga kita bunda. Bunda sepertinya paham sekali dengan tanah kebahagiaan milik jiwa tanah hati kami.

Bunda dan api

Teramat panas memang saat aku mendengar apa yang telah bunda pilihkan untuk meneruskan perjalanan hidup anak anak bunda ini. Bunda, jika saja nanda bisa menarik pekerjaan bunda itu dan memberikan jalan pada cita cita dan keinginan bunda untuk bisa menikmati masa separuh usia bunda yang lainnya dengan berkumpul bersama anak anak bunda yang lain atau pun para cucu cucu bunda yang lainnya bunda kemarilah bunda dekatlah pada kami anak anak bunda yang pasti akan selalu memberikan dorongan agar bunda bisa menikmati cahaya mentari di paruh usia bunda nantinya. Kemarilah dan biarkan anak anakmu serta cucu cucu bunda memeluk dan merangkul bunda pada jalan yang mestinya bunda pijak serta………………….
“Hei,Nelly. Cepat kemari ada pekerjaan yang meski kamu  kerjakan. Oya kamu tak ada tamu kan malam ini?”ujar germo Blekekek pada anak buahnya. Surat itu telah dilipat. Surat dari anaknya telah dibaca. Dalam gelisah surat itu hanya di tinggalkan di dekat tembok. Dan airmata masih menetes saat ia harus  kembali ke dalam rumah pelacuran.

Dalam kondisi apapun blue berharap sahabat mau menghormati ibu kita sendiri ya!

Aku adalah wanita yang akan disempurnakan dalam kitab kitab sang Pecinta…………..

Itu yang selalu  aku ingat saat abah masih ada disini, didekatku dan aku di dalam pelukan dan kehangatan kasih sayangnya. Abah pula yang memberikan niat untuk segala apapun yang hendak aku capai dan cita citakan. Bahkan abah tak pernah menampakkan rasa tak sukanya  sekalipun aku sampai saat ini belum memakai jilbab. Abah mengerti kondisi jiwa jiwa labil seperti aku. Abah bahkan tak pernah mengharapkan aku untuk segera memakai jilbab. Kata Abah, kamu tiada akan pernah nyaman jika dalam hatimu masih saja menyimpan sejuta rasa yang berbeda saat aku akan memakainya, katanya lagi:mubazir jika segala sesuatu yang indah belum sempat kita nikmati dengan keikhlasan………..ach Abah!  Abah benar benar ayah yang sangat sangat mengerti aku. Meski aku anak dari seorang kyai yang notabennya selalu memberikan pencerahan hati dengan ilmu ilmunya namun Abah tak memberikan batasan batasan dengan segala yang aku pakai……………………………meski sesekali Abah suka sih menyindir atau menyerempet nyerempet mengenai cara berpakaianku yang selalu nampak seperti laki laki. Memakai jeans ketat dengan kaos yang selalu di gulung……………heheheh Ummi selalu saja protes jika aku sudah siap berangkat ke campus dengan penampilan seperti itu. Bahkan abangku bang Abdullah al Bachtiar sampai menggeleng gelengkan kepalanya sambil menyuruhku untuk segera berdzikir. Yah abangku memang sangat sangat mirip bahkan hampir seperti kembaran sang Abah. Sifatnya, kegagahannya serta ketampanannya……hhmm! Abangku memang tampan lho………Sungguh! Aku sering beradu argumen pada abangku mengenai penampilanku dan biasanya abangku hanya bilang kamu pasti bisa mengerti kenapa abang tak berkenan dengan cara berpakaianmu.

Dan tubuhku pasti sewangi bunga katsuary suatu saat nanti…………

Ach! Terkadang aku seperti hendak berteriak jika abah sudah mulai tersenyum senyum akhir akkhir ini. Bahkan bertemu abangku sertaUmmi saja selalu membuatku tak bisa memercayainya. Aku seorang wanita yang berusia dua puluh dua tahun dan berstatus sebagai mahasiswi di bidang kedokteran selalu tak kuasa untuk tak memeluk mereka semua. Entah mengapa seminggu bahkan sebulan ini abah tak pernah lepas dari senyuman bahkan Ummi yang biasanya selalu saja dibuat tak berdaya akan penampilanku saja selalu menciumi kedua pipiku disetiap berpapasan denganku, ya di kamar,didapur bahkan saat aku hendak ke kamar mandi atau mau berangkat kuliah. Ummi selalu menciumi kedua pipiku……………………..meski setiap hari aku dicium pipinya namun kali ini sangat sangat lama dan selalu berulang ulang. Kalau sudah begini, abangku yang selalu menyindir ke ummi katanya: memangnya anak ummi dan abah cuma aku saja…………..heheh kami selalu tertawa dan mengejek bang Abdullah dengan mengusap ngusap kedua pipinya. Abah dan Ummi tertawa kalau aku sudah sedemikian kelakuannya pada abangku. Aku sayang abang………….LOve u full kalau kata si Mbah Surip……………heheheh kata KangBoed juga seperti demikian kalau menyapa kami kami semua…………….ya ya ya kan sahabat!

Lalu moment yang sangat spesial itu pun semakin mendekat. Aku mengubah semua gaya penampilanku serta sikap bahkan tata cara berbicaraku. Abah dan Ummi benar benar bangga padamu,nak;demikian selalu yang mereka katakan kalau aku sudah berdandan dengan memakai jilbab serta baju gamis………………………Aku tak mau bercerita tentang perubahan ini. Tidak! Biarlah ini hanya menjadi sebuah cerita yang aku sendiri merasakannya karena aku takut mendzolimi suatu kejadian. Dan aku pun………………………”Calon suamimu sudah ada di depan, nak Dewi, tutur bude Sri saat melihatku melamun di depan cermin hias. Aku di lamar oleh sahabat abangku di semester enam dan aku tak perlu lagi meraguakan segalanya karena segalanya sudah ku ikhlaskan dan ku niatkan karena Alloh. Aku tersenyum pada budeku dan berbisik di dekat telinganya, lalu aku katakan kalau aku adalah wanita yang akan sempurna menjadi bagian kitab kitab sang pecinta dan tubuhku akan selalu wangi oleh semerbak bunga katsuari di taman taman firdausnya suamiku kelak.


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Mei 2010
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blue Stats

  • 139.256 hits
Iklan