My Blue Thunder Heart’s BLOG

Remember me III

Posted on: 13 Januari 2010

Hujan mengguyur kota jakarta dalam kediaman siangnya langit. Menghalilintarkan ketakutan di jantung para pengendara di jalan jalan raya, merujuk dalam ketakutan yang tak menentu saat banjir menggenang dengan tulusnya membanjir di tepian rumah rumah. Dan justru tak heran lagi ketika dengan seenaknya limbah buih banjirnya mulai menyerempet ke gedung gedung tinggi dan rumah rumah kelas atas.

Dan mestinya keluarga aurel tak perlu sepanik sekarang ini. Ia telah mengungsikan keluarganya dari tempat tinggalnya yang memang tak akan terkena banjir. Dan mermilih sebuah apartemand yang berada dikawasan kuningan dekat kantornya.

Dan aurel senang saat ia bisa menempati ruang dilantai dua dipojokkan dekat rolong rolong menuju ke arah tempat permainan anak anak. Aurel sudah memberi kabar pada sekretarisnya bahwa hari ini ia tak masuk kerja. Dan ia juga telah memberitahukan suaminya yang sudah sejak malam tadi saat selesai menyaksikan konser jazz berangkat ke semarang untuk membahas proyek kerjasamaanya selama tiga hari. Bahwa ia akan menginap di apartemand untuk beberapa hari.

Jam satu siang

Selesai menemani kedua anaknya tidur siang aurel segera keluar kamar untuk melihat perkembangan kota jakarta saat terbenam banjir. M’ba pengasuh sudah terlelap di bangku panjang dekat ranjang anak anaknya tertidur. Dan ia tak mau membangunkan acara tidurnya. Ia sadar kalau mba mba itu terlalu kecapaian saat harus bolak balik dari rumah ke apartemend untuk membawa semua kebutuhannya dan juga keluarganya. Perlahan ia membuka pintu dan keluar untuk sejenak ia menyaksikan keadaan anaknya yang terelelap itu dan selanjutnya menutup kembali pintu kamar perlahan lahan.

Sampai di taman lantai dua dekat permainan anak anak ia memilih duduk di salah satu bangku yang menghadap ke depan. Hujan sesaat hanya rintik rintik. Dan cuaca memang masih belum stabil tuk di terka. Karena kadang besar dengan angin kencangnya tetapi kadang hanya rintik rintikan saja hujannya dan terus berulang ulang dalam tempo yang tak menentu. Dan aurel tak bergeming dari tempatnya saat hujan kembali mulai sedikit lebih kencang. Ada payung besar yang melindungi dirinya.

“Dan kita akan selalu menyaksikan tarian hujan ini dalam keceriaan tawa kita berduakan,real?”suara itu terdengar selaksa berbisik.

Diam.

Ia menarik nafasnya tuk sesaat kembali di hempaskannya. Dengan sedikit dongkol ia mencoba menahan emosinya saat terdengar suara itu. Suara dari pemilik yang selalu saja ada saat ia ingin menyendiri.

Dan Aurel belum sempat menjawab saat pria berpenampilan tampan itu kembali menegurnya dengan penekanan kata yang lebih dari sebuah rajukan di bandingkan di sebut merayu. Dan aurel tahu pria itu memang lebih berkharisma saat mulai melontarkan rayuan rayuannya kepada semua wanita.  Hingga tanpa sadar telah menghujami perasaan semua hati wanita saat sudah berada di dekapannya. Dalam intonasi kata yang membiuskan cinta di jiwa yang benar benar penuh dengan cinta dan cinta. Termasuk dirinya.

Diam!

Hanya dengus nafas yang saling bersahutan dengan citra yang semakin membendam sejuta perasaanya.

“Kamu tak perlu menanyakan dari mana aku bisa tahu kamu dan keluargamu berada dimana dan dimana kamu berada saat selesai dari kantor,”usiknya serasa menjawab keterkejutan aurel atas penampakannya.

Aurel mengelos sendirian dan ia berusaha tak terpancing dengan situasi seperti ini. Situasi yang beberapa tahun yang lalu juga seperti saat ini. Saat mereka berdua berbincang sambil  duduk di saat hujan turun. Situasi yang sebenarnya ingin sekali ia lupakan.

Tapi tak ada satu reaksi pun yang tercipta . Hanya dalam diam mereka mungkin sedang membicarakan sesuatu hal namun mereka enggan tuk membuka mulutnya.

Aurel meremas jemari tanganya sendiri perlahan lahan sambil menundukkan kepalanya. Sementara carol tetap menatap sosok perempuan yang dulu amat ia sayangi.

Perempuan yang sedari slta sudah ingin ia miliki karena kelembuatan tutur kata serta sikap dan cara berpenampilannya. Perempuan yang dengan sejuta pesonanya telah meluluh lantahkan seroja seroja yang tumbuh dfi jantung hati cintanya. Mempesoana dengan sendirinya. Hingga menjadi perempuan yang semakin merona rona kehasratannya dari pancaran matanya yang memiliki sorot mata yang menggairahkan.

“Tak perlu kita mengingat semuanya, carol. Percuma saja bila kamu masih berharap pada kelanjutan cerita di masa lalu ki………………..”

“Kamu bicara apa,real?”

“Tak usah belaga tak mengerti….sst! tak usah memotong pembicaraanku yang belum selesai,carol. Aku belum selesai bicara.”harapnya saat pria itu hendak memotong pembicaraanya.’ Aku tak suka semua caramu ini!”lanjutnya dengan mimik yang seserius mungkin. “Jangan  berharap aku senang dengan semua caramu untuk mempermainkanku,carol. Untuk membalas sakit hatimu.Untuk menganggu keluargaku!?” nafasnya mulai tergesa gesa seiring emosi yang mulai menampak.  Setelah itu ia menarik nafasnya kembali.

‘Kamu kenapa,real?” tanyanya dan aurel mengendorkan nafasnya agar kembali teratur.” Kamu ngomongin apa? Dan siapa yang akan menyakitimu? siapa yang hendak menggangu keluargamu? Aku?’ kalimat yang terdengar kesal namun di lontarkan dengan kosa kata yang sangat sopan.

“Dan siapa yang sedang mempermainkan perasaan sakit hatimu. Siapa,real? Aku tak pernah sakit hati dan tak akan pernah sakit hati padamu. Dari dulu dari saat pertama kali kita mengikrarkan janji sumpah suci atas percintaan kita dari lubuk hatiku masih terukir janji itu bahwa engkau masih ada dalam ikrar itu. Dan aku tak bisa mengalah  dalam hembuskan sepi ku saat engkau merobak semua rencana ikrar janji suci kita.  Aku pikir aku keliru saat engkau hendak…………………”

“Aku tak mau dengar lagi carol………aku tak mau dengar cerita masa lalu itu.

“Dan engkau masih jadi milikku kan saat engaku memutuskan untuk tinggal di australia bersama tantemu disaat…..

“Aku tak mau dengar!” teriaknya.

Membuat carol sejenak tercengangg. Di pandanginya dengan lekat wajah perempuan yang berada di hadapannya.

bersambung

Iklan

43 Tanggapan to "Remember me III"

Malam Blue..

Ini baru pulang dari Jogja sampai Surabaya jam 11 malam.

Maaf Blue…saya gak sempat baca seluruh karyamu,mungkin besok hari setelah mengistarahatkan mata dan tubuhku yang lelah ini.

Salam hangat dan persahabatan baru:-)

blue certitanya ssampe remember brp?? jd inget film sinetron tersanjung klo ga salah sampai tersanjung 6 Hahaha…..
knp ya mereka bertengkar terus sebenarnya pa sie masalah mereka..
si carol jg ko’ ngejar aurel terus kn uda jelas2 di tolak krn aurel uda berkeluarga..
waduuu.. nie cerita smk aneh aja…
BTW rumahya kebanjiran?? kasian bngt hee…

wooww…. good story…

salam silaturahim mas blue,,,, 🙂

Wah……jd penasaran ni bro
Ditunggu kelanjutanya lho :d

salam sejahtera bang blue………..

mas blue…
rame nich
kapan lanjutannya??

Beuh, panjang amat, hauhahahaha mendiing di jual jadi nopel

Aurel ada, Melati-nya koq gak ada ya Blue ?

cinta
di jemarimu selalu saja aneka warna 🙂

wadoow boss… udah season tiga masih bersambung aja… 😀
jadi tambah penasaran neh…;)
ditunggu yah 😀

kk bacaan nya bagus….

liat blog aq kembali….

http://fittra.wordpress.com/

hmm….aurel pernah di australi toh 😀 siapa tau aku pernah ketemu yah 😀 . ditunggu lanjutannya blue

hai blue…pa kabar niy

Yes.. i’m still remeber you.. huhu..
Di tunggu lanjutannya ua blue..
Hiks.. aku lagi sedih…
Bikinin puisi “selamat tinggal cinta pertama ku” ya blue..
Boleh??, tapi kirim ke email ku aja. di : sarah.skyradio@yahoo.co.id

Assalamu’alaikum……….salam kenal dan mampir ke tempat saya ya….n tolong beri masukkan untuk blog saya agar lebih baik lagi

Masih lanjut… 🙂

Tapi aku menikmatinya Blue. Jauh lebih bisa menikmatinya ketimbang tulisanmu yg sebelum Cerbung ini.. 🙂

Ditunggu lanjutannya.. 🙂

waaa….. bersambung lagi…..

Selamat malam sobat, maaf baru sempat menyapamu…..

buruan nulis lanjutannya blue…bagus deh 🙂
tetep semangat….

ciee… blue nulis cerita bersambung nih..

ntar akhirnya gimana ya?

Siang blue….apa khabar ? 🙂

Pulang yuuuk…hari terasa sangat berat yach 🙂

kenapa remember me ya? kenapa ngga ingat aku sih? bagusan ingat aku deh kayanya!

pa kabar Blue…. Kangen nih! btw memang ada ya banjir menggenang dengan tulus ? ah sahabtku ini bisa aja memilah kata… salam dingin ya.. (lg kedinginan nih di dpn monitor)

haddiirrrrrrrrrr…

pakabar blue…???
makin asyik aja neh ceritanya.. ditunggu lanjutannya ya… tapi jangan bikin aku nangis lagi ya… 🙂

cu…

Whuaaah bersambung, sampe berapa episode ya? 🙂

kemarin saya liat FB nya Blue, ah nampak depannya deh yang ganteng itu … 🙂 remember me ya Blue, hhahahaa

Masih Bersambung Blue..Gubrakk…
Lumayan lah, malem ini tiga cerber nongkrong disini… 😀

Jdi penasaran ma sambungannya Blue, dtunggu neh. Tetap berkarya, thanks and good luck !

Assalaamu’alaikum

Apa khabar Blue? Bagaimana sakit di kepalamu, sudah mulai reda. Khabarmu selalu meresahkan bunda dan doa itu selalu bunda panjatkan untuk kesembuhan Blue. Jagalah kesihatanmu Blue.

Kalau bunda mampu ingin bunda belikan penawar sakit yang tidak akan menyentuh tubuhmu sesudah menghirupnya. kalau bunda mampu ingin bunda sediakan segala kemewahan yang menyenangkanmu agar sentiasa segar dan sihat selalu. Namun apakan daya, bunda sepertimu jua.. hanya mampu berdoa untuk kesejahteraan dan mengharap Allah swt memelihara kesihatan kita melalui tasbih-tasbih cinta yang bergemercing lagunya saat ia diadukan.

Bulan mulai mengambang penuh di langit tinggi tika bunda sendiri mengenang diri yang jauh di rantau orang. Saat sunyi membungkam diri, rasa bersalah mulai timbul kerana menghilang dari pandangan Blue yang sememangnya cuba disengajakan untuk merasai nikmatnya “kehilangan” orang tersayang. Makin cuba bunda lakukan, makin sakit itu menggigit ulu hati… ternyata peritnya berpisah walau cuba untuk berdalih resah.

Senja semalam, ingin bunda menghadirkan diri untuk menghilangkan kerinduan yang bermukim lama di hati ini sesudah bertamu di ruang laman teman-teman lain. Tapi cuaca dibumi bunda terlalu menakutkan. Jutaan peluru hujan bagai semburan bom jangka turun bersama cahaya kilat terang benderang di langit tinggi sehingga menerjah malam menjadikan kerinduan itu membunuh separuh rasa mengantuk bunda menunggu mentari siang muncul ke dada bumi.

Alhamdulillah, kerana rindu semalam yang tertangguh, selesai segala tugas, bunda berpesan kepada bayu yang selalu mengiringi langkah ini menerpa tuju ke kamar Blue agar terlihat pasti bagaimana kesihatan Blue yang bunda rindu.

Ahhhh…. di mana kau Blue ? Bunda sudah hadir dan tiba. Gembira dapat bersama walau hanya di dunia maya. Selalu ada doa dari bunda buat Blue yang dekat di hati walau jauh di mata. Juga buat keluarga besar kita di sana. Salam hangat dan manis dari bunda di Sarawak, Malaysia.

ditunggu kelanjutannya yaa..

baru sempat berkunjung nich blue, sorry ya..saya sibuk sekali.

Selamat Sore,
Selamat hari Kamis,
Semoga tetap semangat dalam berkarya dan sukses selalu,

Salam Hangat,
AbulaMedia.com

remmember berapa mas akhirnya jangan – jangan 838 episode lagi..tetapi keren mas saya tunggu remmember IV nya…

[…] sahabat pikiran bertukar Setiap Hari Menantikan Informasi dari Dangstar Hanyutkan diri dengan Cerpen Bluethunder Siapa ingin disayang suami jadilah seperti mondasiregar Ruang Hati terasa sejuk ketika puisi […]

jiah… bersambung… penasaran nih dengan kelanjutannya blue.. ditunggu segera ya..

Karena blm baca yg part 1 & 2, ya blm begitu ngerti ceritanya..

ditunggu kelanjutannya bang blue… 😉

Ditunggu kelanjutannya bang blue…

hmm, jakarta memang kota gampang bajir.. ditambah lg si carol yg ngeyel..

bersambung komennya…
*hihihi*

apa kabar sahabatku?
baca terus ahhh

telat nyambangi sahabatku, ternyata sambungannya sudah ada. kenapa Carol ngotot banget ya?

[…] sahabat pikiran bertukar Setiap Hari Menantikan Informasi dari Dangstar Hanyutkan diri dengan Cerpen Bluethunder Siapa ingin disayang suami jadilah seperti mondasiregar Ruang Hati terasa sejuk ketika puisi […]

salam soreee…huft ciiiaatt hiiatt kaboooMMsss
cemangaadd 😳
wah penasaran gmana iaa aurel nantinya….
a blue knapa gak dibuat novel aja….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blue Stats

  • 135,782 hits
%d blogger menyukai ini: