My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Desember 22nd, 2009

Sini kemari,nak, bantu  ibu membersihkan pohon natal milik kita! maukan,eliza? sini….kemarilah lebih dekat lagi dengan ibumu, ibu ingin sekali memelukmu lebih lama lagi. Sudah lama sekali kamu tidak ibu peluk ya? aduh maafkan ibu,ya? mungkin ibu keseringan pergi pergian hingga ibu sampai tidak ada lagi waktu untuk segedar memelukmu sayangku, maafkan  ibu ya,sayangku. Maafkan atas ketidak becusan ibu merawatmu hingga kamu ibu titipkan pada nenek, tapi sungguh! ibu tidak bermaksud menjauhkanmu dari ibu dan bahkan sebaliknya ibu tidak pernah berniat untuk mencampakkanmu dari kehidupan ibu, Sungguh,anakku! ibu  mohon kamu mau memaafkan ibu,ya. Lihat,,,lihat kemari. lihat wajah ibu. Tatap mata ibu, ibu kangen sekali dekat dekatan lagi denganmu sayangku, dekat dengan jantung hatiku dekat dengan kerlingan bola matamu, dekat dengan senyuman manismu yang selalu bikin abangmu farell terus terusan mencubit cubiti pipimu, juga tante laras……oya, ngomong ngomong tentang tante laras  kamu tahu tidak dia sekarang ni sedang ada di german, mengikuti om andry yang di tugaskan disana. Hmm……..pasti kalau tante laras tahu kamu sudah sebesar ini, ia juga pasti ingin membawamu kasana. dia kan belum dikaruniakan seorang anak, sayangku. ingatkan kamu kalau tante laras dari dulu emang paling ingin berniat merarawatmu.. tetapi, sudahlah mungkin sekarang ia sedang sibuk dengan agenda kerjanya dan juga agenda kerja om andry. dua tahun sudah ia tidak memberi kabarnya pada ibu bahkan teleponan saja sekarang ia sudah tidak perna lagi. ada apa ya,ell?

Anakku tersayang…….

Sudah hampir tengah malam namun ibu belum juga tahu mana yang lebih pantas di pajang untuk hiasan pohon natal kita bahkan ibu juga belum sempat membuat kue kue kesukaanmu,nak. aduh, kenapa ya ibu sampai lupa dengan semua itu ya,nak? Mari sini dekat ibu,nak, biar ibu yang memelukmu supaya anak ibu tidak kedinginan di karenakan hembusan angin malam yang seenaknya telah membuat ibu bahkan tubuhmu kedinginan. sini,nak. Anakku yang manis…….coba dech kamu pilihkan mana yg menurutmu pantas kita taruh untuk hiasan di pohon natal kita ini? kamu masih maukan bantu bantu memilihkannya seperti dulu dulu. boneka ini. lampu lampu yg berwarna warni ini, kertas warna dan juga kapas kapasan ini sebaiknya kamu saja yg meletakkannya ya. Kan dari dulu kamu memang selalu senang dan tepat jika menghiasi pohon natal di rumah kita, bahkan hasil karyamulah yg selalu di puji puji oleh teman teman ayah dan juga ibu serta para saudara dan juga tetangga tetangga kita  Duh ibu jadi menangis nih,nak. sungguh ibu selalu merasa ingin sekali memelukmu lebih erat lagi sekarang selarang ini. ibu takut matahari dan rembulan bagi cahaya mata bathin ini  terluka hanya karena sesuatu yg telah dengan seeanaknya menyakitimu. Duh ibu jadi sedih dech bila ingat semua ini,anaku. Kamu jangan ikutan sedih seperti ibu ya,nak? ibu tidak mau anak ibu, permata hatiku ini ikut ikutan besedih. Sini ibu hapus airmatamu,nak. Kemarilah….bantu ibu dan berikan senyuman manismu itu untuk esok pagi ya. Kan esok bulan desember kita akan merayakan natal bersama sama lagi. Berikan senyum manismu untuk pagi dibulan desember rumah kita ya,  permata hatiku. Sini,nak ibu peluk lagi. sini tidur dipangkuan. ibu agar ibu bisa merasakan kehangatan kasih sayang seorang ibu yang sudah beberapa tahun ini meninggalkanmu hanya karena ibu ingin sekali mengejar cita cita dan juga ingin memberikan yg lebih dari biasanya untuk kehidupan anak anak ibu semenjak ayahmu telah tiada saat usiamu masih enam tahun. sungguh nak, ibu meninggalkan desa kita dan berharap ada kesejukkan yg ibu impikan di ibu kota.

Nak!

Ibu tidak tahu pada akhirnya kamu  ternyata memiliki niat yg lebih mulia untuk mencari ibumu sejak kamu lulus sma. ibu juga tak mengerti mengapa pada akhirnya garis kehidupan yg  sudah ibu tutupi itu akhirnya bisa juga kau temukan dimana dan dimana ibumu itu berada dan bekerja, Sungguh, ibu tidak habis pikir pada saat kamu berhasil menemukan ibu di salah satu tepat bordil atau rumah pelacuran. Sunguh nakl. ibu minta maaf sekali karena ibu telah menutupi segala pekerjaan ibumu. sungguh maafkan ibu, biar ibu tak perlu menceritakan tapi aku yakin kamu ; lebih tahu mengapa dan kenapa ibumu menutupi semua itu. kamu pasti lebih pahamkan,nak?   anakku, tersayang..sini lebih dekat lagi, biar ibu memelukkmu sekali lagi biar ibu………………

“bu……. Eliza sudah tertidur lelap. Dia pasti akan memberikan senyumannya lagi buat hari hari ibu keesokkan harinya . Biarkan elizaa tertidur dalam pelukkan kasih Tuhan kita. Dia pasti  senang bisa ikut merayakan natal bersama Sang Maha Kasih serta ayah kita,bu.

“mari sini tidur dalam pelukkan farell bu, biarkan farell yang kini menjaga ibu dan memberikan kasih sayangnya buat ibu. Senyum ya,bu. Selamat natal,ibu!

Meski blue tak merayakan natal namun blue ingin memberi sesuatu untuk kawan yang merayakan natal………………..


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Desember 2009
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blue Stats

  • 140.864 hits