My Blue Thunder Heart’s BLOG

Sesaat dalam pelukan

Posted on: 18 Desember 2009

Anakku yang manis

Tidurlah dengan penuh keceriahan dalam dekapan hangat peluk ibumu. Nikmatilah tidurmu yang nyenyak di perantara malam nan gelap. Ibumu akan selalu menjagamu,nak. Pasti! pasti ibu akan melindungi dari terpaan angin malam yang mungkin menusukkan kedinginan di kulitmu yang masih melemah tak berdaya. Nikmatilah sekali lagi tidurmu agar kepulasanmu itu hanyalah milik mu saja,anakku tersayang. Jangan hiraukan akan datang serbuan sang penghuni malam di kulitmu. Jangan hiraukan teguran sang malam di ujung mimpimu karena aku…. ibumu, ibu yang telah melahirkanmu setahun tadi akan segera mengusir segala bala dalam mimpimu. Tidur ya,nak!

Anakku nan manis. Disinilah dalam dekapan hangat peluk ibumu akan kau temukan sinegri dari pancaran mata kasih sayang ibumu. Sungguh,nak! ibumu selalu ingin berdekatan denganmu. Sungguh ibu akan bersusah payah untuk mengusahakan agar kau tetap menikmati susu produk kaleng yang mungkin bagi kita harganya sama juga dengan harga setengah ibumu dibayar upah nyuci baju orang orang, tetapi sungguh,nak! ibu tak akan pernah mengeluh sama sekali jika ternyata hanya untuk membeli susumu ibu tidak bisa menikmati kunyahan makanan enak. Tidak! ibumu tiada akan pernah menyesal telah mengorbankan segalanya untukmu. Semuanya untukmu,nak. untuk rasa sehat yang akan kau nikmati di perjalanan mu yang masih perlu banyak waktu untuk membiasakan sesaknya penderitaan ibu semenjak bapakmu yang telah menitipkan nafas nikmatnya untukmu pergi begitu saja tanpa memperdulikan apakah kamu lahir dalam keadaan sehat maupun tidak, jangan ! jangan katakan bapak itu tiada beradab. Jangan ya,nak. Toh dia masih bapakmu. Biar dia penjilat,perampok maupun apapun dia itu bapakmu. Bapak biologismu. Duh,nak, ibu jadi menangis di hadapanmu yang masih tertidur dalam pelukan ibu.

Kamu tahu tidak,nak?

Seapapun beratnya tantangan untuk kelangsungan perjalanan hidupmu, ibu sampai sampai hampir mempunyai niat yang tidak tidak terhadapmu. Maaf,nak! ibu hampir saja tergoda oleh rayuan mpok hella sang penjual beli bayi itu. Maaf,nak. Ibu hampir tergoda tetapi tidak…… tidak akan pernah ibumu melakukannya, ibu masih senang memiliki  anak seperti mu apapun kondisi kita kenyataannya miskin. Sini ,nak tersenyumlah tersenyumlah menerima kenyataan bahwa kau terlahir bukan dari golongan kelas atas maupun sang artis, tersenyumlah meski ternyata ibumu hanyalah sang pencuci pakaian keliling. Yah, senyummulah yang selalu bikin ibu semangat untuk terus memacu supaya tetap mempertahankan kesehatanmu,anakku. Kau memang anak yang manis nak. Kau sepertinya tak pantas hidup dalam sesaknya penderitaan kita ini. Sini,nak ibu gendong . Kita jalan jalan menikmati pemandangan serta kemajuan ibu kota yang dulu pernah memakan keegoan ibu dengan bapakmu bertahun tahun yang lalu. Akan ibu perlihatkan betapa hancurnya tanah yang lapang berganti dengan sebuah kondomonium serta  gedung gedung nan  menjulang tinggi.  Dan di salah satu gedung itu adalah tempat bapakmu yang sedang asyik berkutat dengan pekerjaan serta bisnis berkelas , dengan omset besar   yang terpandang di ibu kota ini……Akh! kita tak perlu kesana ya,nak. Biarkan biarkan sang lelaki itu menepis kehadiranmu dengan segala cengkraman nan licik serta belaiyan dan juga  rayuan pada korban korban lainnya. Biarkan……………”Lari……ada kantrib………bu heni lariiiii………lari cepat……………

……………………………………………………………… isi dengan ide kalian

Nah sobat………….blue pengen tahu dong ide kamu untuk meneruskan cerita ringan ini ok

37 Tanggapan to "Sesaat dalam pelukan"

Kasih Ibu sepanjang jalan, tidak akan pernah ada ujungnya. Thanks Blue

manisnya…seperti aku yang bercerita untuk tangguh🙂

(*uhm…oh..ternyata…i c…i c…good*)

itulah ibu….kasihnya begitu dalam dan tak terukur
salam hangat mas Blue🙂

Dan akhirnya semuanya bahagia…….

Ketika seorang ibu mercerita pada buah hatinya yang masih belum tau apa arti semua itu, si kecil akan mendengarkan dengan hatinya, tutur kata Bunda selalu terngiang (hikk…hi….hik.. opo iku terngingan) di benak kita sampai sekarang.

Hix. Ibu. . . . . . .

nice post…cinta dan kasih sayang seorang ibu terhadap anak, begitupun sebalinya selalu memberi inspirasi…🙂 Nice Blue…kelak Bang Blue bakal jd bpk yang baik…hehe

Jadi pengen punya anak… Lohh..!!, hihi.. mengingat kasih mamah selalu membuat ku sedih… Kapan bisa terbalas kasih sayangnya itu…

Jika kita belum bisa membahagiakan orang tua kita, maka janganlah mengecewakannya.

Kekuatan cinta…..(*wow…dahsyaat…)

jadi kangen sm ibuku T_T

sama aku juga kangen banget, tapi bentar lagi muydik… jadi bisa kangen2 nan deh

blue selalu berharap keluarga abang dan juga keluarga indah baik serta sehat sellau
met mudik bang heheh……..
salam hangat selalu

Aku tak akan lari bu’ akan ku tunjukan kepada mereka..betapa berharganya harga diri kita
salam hangat selalu

Tunjukanlah ananku….
Kalau engkau akan selalu membela ibumu

sang ibu adalah anugrah terindah bagi kita yang dilahirkan dari rahimnya. dan ibunda kitapun tak menuntut balas jasa. sudah sepatutnya kita menghargai jasa dan bakti kita terhadap ibu takkan mampu terbalas. semoga kita mampu berbakti kepada ibu kita Amin .salam hangat selalu

Dan jangan sekali-kali kita membuat ibu meneteskan air matanya, dan jika hal itu kita lakukan. Sekali-kali janganlah berharap surga. Karena surga tidak akan diberikan kepada org yg menyakiti hati ibunya.

Salaaaaaaaam

duh baca comand dari abang abangnya blue ini malah jadi pengen ke pelukan bundaku nich……heheh tangerang jauh banget dari pondog gede
terpaksa dech blue telpon ke hp bundaku
makasih ya abang abangku semua love u
salam hangat selalu

Tidak ada seorang ibupun yang rela anaknya disakiti walau oleh seekor nyamuk sekalipun.
Salaaaaaaaaaaaam

Trz ntar ibux lgsg nyelametin anakx. . .dia gendong anakx tdi ,dan lgsg lari . .hehe. . .

jadi kangen sama ibu
pingin pulang rasanya, tapi jauh😦😦
btw thanks yach

pastinya bahagia ya kalau masih ada seorang ibu
yang selalu menemani…, apa lagi pada saat hari raya nanti……,?

Tok3x
Assalamualaikum
Kangen nih😀

mampir… melepas rindu…
ps.
mohon maaf lahir dan bathin, selamat idul fitri 1430 Hijriah.
salam untuk keluarga.

Akhirnya si ibu dan kamtib pun hidup bahagia selamanya. Lho??…😀

Salam buat ibundamu Blue…

Huhhhhfff *sambil menarik nafas panjang*
Sangat menyentuh…
Jadi ingat ma Ibu di alam sana…!

blue….blue……
namanya blue…….
blue……blue……..

salam hangat, sehangat pelukan meski sesaat.

ibu adalah sosok penjaga, guru, bahkan teman yang terbaik yang ada di dunia.

salam kenal, dan nice story.., keep share

sore blue….:) baik-baik aja kan ?🙂

Maafkan aku, Ibu….
Sampai detik ini, aku belum bisa membahagiakan engkau…justru sebaliknya, kadang aku masih sering membuatmu sedih…
Sekali lagi maafkan aku…
Terimakasih yg tak terhingga untukmu, wahai Ibuku tersayang…
Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, selalu melimpahkan Rahmat dan Kasih SayangNya kepada Ibuku…dan semua para Ibu dari seluruh sahabat2ku, serta semua para Ibu Yg ada….
Salam hangat dana damai selalu, utk Bule dan Keluarga….

Ibuuuu aku rindu padamu
kapankah daku bisa membahagiakanmu lahir dan batin
ternyata hidup memang penuh cobaan dan rintangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blue Stats

  • 133,729 hits
%d blogger menyukai ini: