My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for November 9th, 2009

bagian kedua

“Aku cinta ka…………….

Hanya itulah yang tertulis di hpnya. Hanya itu.

Keduanya kembali saling diam

“Pandangan mata mereka masih terus saling bertatapan dalam rasa yang penuh dengan kegalauan yang tak di mengerti. Terutama dalam garis kerutan di mata Hanz terlihat jelas ia dalam kerisauan. Ia menarik nafas sesaat kemudian di hembuskannya kembali ke atas udara. Sementara Darwin hanya dapat memperhatikan sahabatnya saja. Ia sendiri masih tidak mengerti apa yg ada dalam pemikiran Hanz

Lima menit kemudian Darwin membantu memapah tubuh Hanz dan bergegas menuju ke mobilnya. Ia letakkan tubuh Hanz ke bangku depan dan ia sendirilah yang mengemudikan kendaraannya (biasanya Hanz yang mengemudikan kendaraan miliknya jika berangkat ke kampus berdua.)

Segalanya akan tampak indah jika persahabatan di aliri rasa saling membutuhkan

Berselisihan waktu. Nampak clara berusaha mencoba melepaskan diri dari ikatan yang melilit di kedua kaki serta tangannya yang menempel lekat di meja kursi yang sudah tak terpakai. Di dalam ruangan yang gelap penuh taburan debu serta rentetan benang benang laba laba di setiap sudut ruangan itu. Ia berusaha berteriak kencang namun mustahil ada yang mendengarkan karena ruangan itu berada di bawah dengan endapan suara. keringat sudah menjalar di sekujur tubuhnya. Ia terlihat hampir putus asa.

Dalam kerisauan akankah akan datang sebuah keajaiban?

****

Duduk rilex di kursi di salah satu sudut ruangan tamu Darwin yang sangat luas serta nyaman. Nampak pandangan  Hanz lepas ke sebuah kolam renang yang menyatu dengan ruang makan yang berada persis dekat taman samping rumah. Tiada ada satu benda atau pun ornamen ornamen yang memisahkan ruang satu dengan ruang yang satunya lagi. Tak ada sekat pembatas. Dan itulah yang membuat ruangan nampak semakin luas.

“Gimana Hanz dengan hidungmu? sudah baikkan?” sapaan darwin membuat Hanz segera mengubah pandangannya hingga segera menatap sosok tubuh sahabatnya yang datang dengan membawa beberapa apel yang tergeletak di atas piring makan yang kecil itu. Di anggukannya kepalanya. Maka selanjutnya adalah pemandangan sebuah keakraban yang mengalir dengan penuh persahabatsn yang sedang di tawarkan oleh sahabat sejatinya itu. Hanz tahu memang sifat dianya itu memang seperti itulah. Sahabat yang selalu memperhatikan teman temannya sendiri bukan dengan¬† aku saja tetapi ia selalu melakukannya terhadap sahabatnya . Dan itu berlangsung sejak dari sd sampai sekarang. Ya, sebuah sajian yang terkesan sangat indah yang selalu di tawarkan dalam persahabatan bersama dirinya. Makanya ia tak kan pernah mencoba mengelak dengan segala sajian yang selalu ia tawarkan terhadap dirinya. Sama seperti sekarang ini Hanz menerima sepotong buah apel yang sudah di kupas kulitnya. Ia menerimanya. Ia memakannya dengan penuh suka cita.

Hening!

“masihkah akan kau jadikan Clara sebagai kekasihmu,Hanz? tanyanya memulihkan kediaman yang sejenak telah berlangsung beberapa menit. Hanz menggelengkan kepalanya pelan seakan menggambarkan keraguan akan sebuah keputusan hatinya.

“Kau menyayangi dan mencintainya,Hanz?

Diam

“Hanz…,”

Hanya kediaman yang mewakili atas pertanyaan sahabatnya itu. Dan itu cukup dapat di pahami oleh Darwin makanya ia tidak lagi mengusik usik hati sahabatnya dengan sebuah pertanyaan pertanyaan tentang cinta Hanz.

****

Pukul 22 lewat 35 menit

Malam sudah melelapkan sebagian penghuni kota jakarta. Hanya beberapa segelintir sosok saja yang nampak berlalu lalang di sekitar hunian masing masing.  Di ujung gang sebuah perumahan elit nampak Topan, lelaki yang tadi siang bergelut baku hantam dengan Hanz di kampus sedang duduk duduk santai dengan teman teman sekomplek rumahnya. Terlihat ia nampak sedang gusar bahkan kemarahan terlihat jelas di raut wajahnya yang memang tampan itu. Sesekali ia menggempalkan kedua tanganya penuh dendam. Sementara temannya hanya menyaksikan aksinya dengan tetap mencoba membiarkan Topan mengexpresikan ke marahan yang muncul dalam diri topan sendiri.

” gue punya rencana sendiri untuk Hanz dan juga ………..Clara!” tegasnya kuat. sekuat ia menggenggam tanganya sendiri. Kemarahan terkadang muncul dengan tanpa di sadari dan itu yang di lakukan oleh Topan.

“Lho melakukannya juga terhadap Clara?” tanya salah satu teman Topan yang duduk persis di sebelahnya. Ia nampak asyik menikmati segelas minuman memabukkan itu. Hanz mengangguk cepat. “Gue setuju,Hanz. Dan gue akan bantu lho melakukan pembalasannya.” ucap Leo lagi.

Semuanya saling berpandangan.

Kemudian orang yang bertanya itu pamit ke belakang ke kebun liar yang berada persis di belakang rumah kosong yang selalu menjadi markas Topan kumpul bersama sama sahabatnya itu setiap malam.

Malam yang penuh kerisauan dalam hati orang orang yang sedang di landa permasalahan terkadang menjadi semakin pekat di awan pemikirannya masing masing. Topan masih asyik menikmati kerisauannya serta sahabat sahabat yang lainnya asyik menikmati minuman yang di bawa Topan. Semuanya dengan keayikan masing masing. Hingga………………….

“Hanz …………….tolong………………”

jeritan Leo.

Adakah yang menganiaya sahabat topan hingga ia berteriak meminta pertolongan? Lalu siapakah yang mengurung clara di ruangan tersebut?

heheh………….nyambung lagi yuk…………


arsip bluethunderheart

my blue calendar

November 2009
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blue Stats

  • 141.162 hits