My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for November 2009

Nyanyian malam yang menyerupai wajah kegelapan telah kembali ku nikmati persis ketika aku merasakan kehitaman dan kegelapan mataku ini kegelapan yang terukir dengan lembut di garis wajahku yang kini tampak menyesali kegelisahanku-kegelisahan yang datang tanpa membisikan di telinga anganku terlebih dahulu. Mengapa?

Mengapa duhai Tuhan yang baik, mengapa segalanya begitu mudah tuk aku rasakan? Padahal mata rantai yang kumiliki begitu kencang mengikat bathinku.

Mengapa semudah itukah dia membuat keindahan warna cintaku menjadi hitam kelabu.

Mengapa segampang itu dia menitipkan luka pada bunga jiwaku.

Mengapa segalanya terasa menyakitkan Tuhan?

Padahal dia yang ingin merajutnya.

Padahal dialah yang menggali tanah harapanku tuk bersamanya

Padahal dia juga yang menghebuskan nafas kesukaannya pada permata bathinku

Segalanya telah berakhir kini

Segalanya telah  berlalu

Segalanya telah dia sempurnakan kepedihanku

Segalanya membuat aku menangisi malam malam yang datang dengan kegelapannya sendirian

Segalanya tak bisa membuat aku berhenti tuk meneteskan airmata kelukaan ini

Cinta yang ia miliki hanyalah sepenggal dusta yang mesti ku rasakan

airmata jatuh………lukisan raga

kadang ku kuat setegar karang………kadang ku rapuh lemah liar merana

maafkan aku bila hasratku keliru

seluruh gairah jiwamu ku yang dosakan cinta ……………..kekasih

maafkan aku bila hasratmu  keliru…………seluruh gairah jiwamu ku yang dosakan cinta kekasih …………..hatiku

Wah ternyata keponakan blue sudah ada yang remaja lagi nich……..

Ada apa,dek?

Bicara dong pada kakak jangan diam diam saja. Pasti kakak akan bantu memecahkan persoalan kamu jika itu memang masih bisa di cari jalan keluarnya, yakinlah pada kakakmu. Pasti kakak akan bantu koq. Kan kamu adik kakak dan kakak adalah kakak kamu sendiri OK! Lho. ………Kita kan sama sama perempuan gityu lho! He……Kenapa malah kencang nangisnya. Sini, kakak peluk biar tangismu bisa kakak rasakan juga. Menangislah jika kamu ingin menangis adikku.

Dek…………….

Kenapa lagi masih menangis. Kan sudah kakak bilang nggak perlu malu untuk mengungkapkan suatu masalah yang terjadi padamu, duhai adikku yang manis. Aduh……kamu malah terus terusan menangis mana mungkin bisa menyelesaikan masalah, dek. Kakak bingung dech sama kamu. Ditanya mamah kamu diam. Ditanya papah juga diam.  Apalagi di tanya sama kak yangputri apa lagi, yang ada kamu malah tambah nangis kagak karuan.

Sudah dua hari lho kamu nangis nangis  terus bahkan kamu juga tak mau sekolah. Padahal kan yang kakak  tahu jatah liburan sekolahmu sudah selesai. Teman sekolahmu si cempaka, Vani dan inge juga pada nanya tentang kamu lho sama kakak.  Jadi bingung sendiri nich kakak  ngejawabnya….di bilang sakit kamu bilang tidak sakit. Di bilang malas kamu malah marah marah kagak karuan. Duh, kakak bingung jadinya,dek.

Sewaktu kakak tanya apakah kamu ada masalah dengan pacar kamu. Dengan Sapta anak Sma 7658 itu kamu malah nyuruh kakak jangan ngeledek kamu. Padahal kan kakak tak bermaksud ngejek kamu,dek. Sungguh! siapa tahu kamu dan dia sudah jadian lagi pula kamu kan sekarang sudah kelas satu smp………………….siapa tahu kamu sedang menikmati masa cinta pertamanya dengan……..

“Kak Yangputri gimana sih. Dari tadi bunga tanya tentang masalah mens pertama kali buat cewek malah bengong kagak karuan. Ngelamunin apa sih,kak?” ejekan adiknya membuatnya terpaku sejenak menatap adiknya yang kini sedang masah peralihan bagi sang gadis.

gimana dengan pengalaman kalian duhai sahabat blue yang mengalaminya………….hehehhe

Dedikasi blue teruntuk sahabatku KAWANLAMA yang selalu blue sayangi

Seperti 2 SISI BERBEDA saat blue membaca SEBUAH CATATAN YANG TERTINGGAL dari MASA LALU abangku ini, pada saat itu pula om hariez serta kangBoed datang bersamaan dengan KICAUAN BURUNG supaya abang selalu MENETAKAN HATI YANG BERUBAH UBAH menjadi satu wujud yang sangat bijak. Dan mengulang KEHIDUPAN YANG INDAH itu untuk waktu yang tak terhingga. Karena mereka selalu menyapamu,bang!

Yup! Kami tak akan mengganggumu,bang saat abang sedang MENATAP LANGIT mencoba mengINTROPEKSI DIRI menelaah kejadian kejadian di sekelilingmu…..tentang GEMPAH DI RANA MINANG, kota yang menjadi lahan kehidupan masa masa kedua orangtuamu tinggal…………..Ach! Sepertinya SEBUAH KENANGAN DI KOTA PADANG tak akan pernah abang lupakan. Kemudian abang duduk diserambi sambil menulis PUISI KEMATIAN serta menulis pada SAHABATKU DIAJENG tentang pertanyaan pertanyaan yang selalu abang bisikan kepada kami……….KEMANAKAH ENGKAU PERGI SAHABAT’, begitu selalu yang abang bisikan pada gending RINDUKU pada sahabat.

Jangan pernah merasa kesepian ya Bang karena blue akan selalu menemani waktumu. Meski harus BERKAWAN MALAM. Ingatkan perkataan HATIKU TELAH KU PAUTKAN UNTUKMU SAHABAT. Nah blue sedemikian pulalah terhadap abang.

salam hangat selalu

Mestinya mataku tak terlelap akan panah luka yang di arahkan oleh jiwaku saat aku mulai menentukan pilihan yang tepat agar bisa menentramkan apa yang dinamakan jatuh cinta. Aku tertahan disini, di perbatasan antara megiyakan luka dan menutup logam cinta di hatiku yang saat ini bisa di bilang bahagia. Bahagia yang menurut telinga bathinku akan menimbulkan percikan api asmara maupun akan meneteskan air liur ketidakberdayaan,dan aku jadi teringat akan desiran angin yang menghembuskan kalimat “kau akan terperangkap oleh dalil dalil keinginan niatmu tuk menjatuhkan cintamu pada dambaanmu sementara engkau masih belajar membaca hadis jiwamu akan kesempurnaan kasih sayangnya”

Aku sekali lagi menerapkan hasratku tuk memiliki cinta but selalu saja langkahku tersendat tuk sementara ketika aku mulai bisa membaca buah pikiranku tentang arti cinta itu sendiri. Cinta yang selalu membuat aku nampak lebih bersahaja dibandingkan lukisan hatiku yang rapuh ini.

Duh, duhai Tuhan yang memiliki hasrat cinta yang begitu mulia, akankah kulimitkan gelombang arus itu pada satu titik saja ? padahal Dikaulah yang lebih bijaksana menentukan arusnya, duhai Engkau yang bijak.

Sementara tangan anganku dan jemari impianku tetap saja menggenggam bayangan dirinya, kekasih yang selalu menyempatkan waktunya tuk mendengarkan keluhanku.

Dan secangkir kopi janjinya yang akan dituangkan di lumbung jantungku tetap saja membuatku tergiur tuk meminumnya tetapi Tuhanku, apakah perlu aku meminumya saat ini, saat dimana jiwaku masih terlalu pahit tuk mencicipi aroma wangi dari kopi itu, duhai Tuhanku?

Oh langit cintaku biarkan aku merebahkan tubuhku ini dari lapisan ozon kebingungan karena aku yakin dikaulah tempat yang paling nyaman untukku.

Oh langit sayangku adakah tempat untukku? karena bangku kesadaranku masih bimbang.

Kegamangan dan ketidak sempurnaan yang ku miliki tetap saja membelit pemikiranku akan arti cinta yang akan kumiliki. Karena masih ada sisi lain yang tidak pernah ku ketahui tentang diriku ini. Aku masih mengharapkan tempatmu duhai langit keabadianku.

Aku selalu merindukanmu duhai sahabat sahabat blue semuanya

tuk Bunda Siti and semua sahabat perempuan blue akan selalu merindukanmu

Detik telah berdetik selama  setengahnya perjalanan jutaan detik di seharianku namun selalu berdetak jantung menantikannya

mulut mengecap kecap serta mata menelanjangi suguhan dosa dosa yang tanpa permisi sudah mulai menyajikan pertunjukannya

Dan aku masih disini menanti berkumandangnya sebuah panggilanMu, duhai Tuhan yang selalu menyajikan pertunjukan yang Baiknya untuk ummatNya.

Dan aku mencoba mengkhatamkan dosaku sebelum segalanya berakhir nantinya.

Dan kita pasti akan selalu siap tuk menerima hadiran hari kiamat!


Bunda………..

Jangan bicara tentang cinta saat ini, ya bunda. Jangan bicarakan itu saat bunda menatap wajahku ya,bunda. Karena aku tak kuat untuk menyembunyikan sisa  sisa rasa keheranan,bunda, dikarenakan belum menemukan sinar cinta pada bola mataku ini. Maaf,bunda. Ku mohon jangan bicarakan sesuatu yang belum dapat ku  maafkan atas segala yang pernah terjadi pada diriku. Maafkan anakmu ini,ya bunda.

Maafkan karena anakmu ini masih belum menutup pintu jendela cinta itu di kamar hatiku pada saat saat sekarang ini.

Bunda tersayang……..

Kangan menatapku dengan tatapan seperti itu,bunda. Jangan bunda, karena aku masih malas untuk membuka tirai mata hatiku. Aku belum dapat menemukan kunci pintu jendela hatiku ini yang pas,bunda.

Bunda tercinta…..

Mari duduk disini di dekat anakmu,bunda. Kan kuceritakan segalanya tentang masalah ini,bunda. Sungguh! akan ku terangkan dengan sebenar benarnya mengenai tempat untuk menemukan kunci pintu jendela kamarku itu. Maaf,bunda! jangan biarkan masalah ini menjadi beban yng terpanjangkan di benak pemikiran bunda. Jangan! Aku takut bila melihat bunda terus menerus memikirkan masalah ini. Aku tak sanggup bunda. Apalagi sampai bunda meneteskan airmata,duh,bunda. Aku tak akan sanggup melihatnya. Jangan kan bila membuat bunda menangis, membuat bunda termenung saja membuat hatiku pilu. Jangan ya,bunda?

Bunda………….

Duduklah berdekatan denganku,bunda? Sudah lama sekali ya aku tidak duduk berduaan bahkan sampai berdekatan saja sudah jarang aku lakukan. Dugh, aku malu bunda. Betapa terikatnya perjalanan dan impianku itu sampai aku telah menyingkirkan hal hal yang lazim ku lakukan. KAu masih bundaku,bunda. Darah dan airmataku masih akan terus mengalir jika sampai bikin bunda menangis. Maafkan anakmu ini ya bunda hingga bikin bunda merasa tidak ada teman berdiskusi. Sungguh! aku akan selalu memberi ruang untuk  menemani bunda. Kan ku jajarkan di buku pemikiranku bahwa masih ada persoalan hidup yang akan bunda bicarakan.

Bunda tercinta!

Tetaplah duduk disini,di dekatku dan peluklah dengan eratnya tubuhku ini,bunda. Akan ku nikmati hangatnya pelukanmu ini. Agar bunda tidak lagi merasa aku telah menjauhi bunda, meninggalkan segala keinginan bunda untuk melihat calon pelabuhan cintaku nantinya. Aku percaya akan ada kunci yang tepat untuk membuka pintu jendela hatiku di suatu saat nantinmya,bunda. Sungguh pasti akan ada warna cinta untuk menghiasi pelangi kehidupanku selamanya. Tapi,tidak sekarang,ya bunda?  jika aku sudah siap dan aku telah memberi asahan pada pintu jendela hatiku dengan segala dalil dalil dan keyakinan yang erat pada tali keimananku ku yakin cinta itu akan datang padaku untuk selamanya. jadi aku minta bunda jangan merasa risau pabila pada saat saat sekarang ini cinta itu belum menghampiriku,ya bunda?

Selau ada doa untuk kebaikan serta kesehatan Bunda dari nanda Blue serta rekan rekan.I love u,bunda

Selamat pagi pak Guru……..

Aku senang setiap pagi selalu melihat senyum pak guru saat pertama kali membuka pintu dan berdiri dengan membawa berkas berkas untuk kita semua. Benar pak guruku yang baik! Aku selalu merasa bahwa tak akan pernah ada keletihan dengan jelas nampak dalam raut wajahmu pagi hari ini. Hmm, pastinya kami selalu menanti apa  gerangan yang akan engkau berikan untuk kami simak semua pembelajaran pada pagi hari ini. Kami murid muridmu selalu serasa berperang pada detak jantung kami saat dengan tanpa bebannya engkau mengutarakan bahwa pagi hari ini kita ulangan…………….! Kami semua pasti berseru dan senangnya  lagi engkau,duhai pak guru yang baik hati dengan wajah yang sangat tanpan. Mengatakan bahwa kami diberi waktu seperempat jam untuk membuka buka buku pelajaran itu. Terima kasih pak guru yang tampan. Hmm, kami semua para murid perempuan suka menganggumimu lho pak. Beneran. Sebab memang bapak tampan untuk seukuran guru di pedesaan dan terpencil ini.

Selamat pagi anak anak………….

Selalu saja bapak dengan kasih sayangnya memulai pelajaran pertama dengan tuturan kalimat kalimat tersebut dengan sopannya. Apa lagi yang kurangnya dari engkau duhai bapak guru kami tercinta. Tampan,berpendidikan,sopan dan ramah lagi.  Hmm,siapakah pasangan bapak guru kami itu yah. Soalanya dia menjadi bulan bulanan rekan sepropesinya disekolah. Apalagi bu guru Bella. Wah,dia itu terang terangan lho suka mengajak pak guru yang bernama lengkap Pak Badrus aldy xitalho untuk pulang bareng bersamanya. Bu gurunya si emang cantiq banget suka bawa mobil malah kalau ke sekolah. Dia memang selalu di jodoh jodohkan oleh rekannya namun tetap saja pak guru hanya senyam senyum sendiri.Hmm, padahal mereka pasangan yang ideal lho,Ayah.

……………..

Aku tak tahu kenapa sudah dua minggu ini pak guru tidak menyapa kami dengan sangat ramah seperti biasanya. Wajahnya terlihat tegang sekali. Bahkan saat menatap murid murid perempuannya pun sedikit resah. Et,teman teman perempuanku juga terlihat tegang lho. Aku tak tahu kenapa masalahnya. Hmm, pasti ada sesuatu yang sedang ia pikirkan tetapi aku tak tahu apa masalahnya. Kemaren sempat sih pak guru menyuruhku datang di jam empat sore sendirian untuk menemuinya. Awalnya aku mengiyakan bahkan bundaku mengizinkannya.Namun pas hari hnya aku merasa perutku tak enak makanya aku smsin saja ke pak guru kalau aku tak bisa kesana. Esoknya aku didiamkan namun ia terus saja memandangiku. Aku tak mengerti maksudnya karena memang tak tahu masalahnya.

Oya,hari ini ia tergesa gesa saat pelajaran belum berakhir. Saat ia mengintip keluar jendela dan melihat banyak orangtua dari teman kami berdatangan ke sekolah pun ia nampak hendak keluar kelas. Ada apa gerangan, aku tak tahu.Yang aku tahu sesat kemudian sekolah gempar. Dan orangtua dari teman teman kami segera memasuki kelas dan menghampiri anak anaknya. Ada empat belas teman kami yang sedang dipeluk oleh orangtuanya. Kemudian kepala sekolah masuk kekelas.

Kemudian suasana menjadi haru dengan tangisan

Kemudian semua saling berpandangan dengan keresahan serta emosi yang memuncak karena sebagian murid murid itu menjadi korban pelecehan sang guru tersebut.

Kemudian…………..bapak guru yang tampan itu sudah di borgol oleh pak polisi yang sudah datang  berbarengan dengan aduan dari kepala sekolah. Selanjutnya aku terdiam dengan tanpa banyak tanya maupun bicara apapun jua. Aku memandangi seluruh tubuhku yang ternyata lepas dari cengkraman hawa nafsu pak guru kami……………………………

Sebuah tragedi yang melanda murid dan pak guru itu semoga tak terulang lagi!

Aku yang telah membutakan mata alamiku berimajinasi akan kecermerlangan dan aku tengah melempar benih cinta di ladang yang penuh dengan percikan embun diujungnya dedaunan kasih sayang sang merindu.

Ach!  Mendekatlah duhai kekasih sayangku, mendekatlah dan rasakan kesejukkan atas embun yang tengah ku teteskan di mata bathinmu. Nikmati Cinta setaman yang ku berikan untuk menjadi penerang atas kegelapan jiwa jiwa di hatimu yang berlamaan kerana duka lebih dominan untuk menutup hatimu. Terimalah duhai kekasih yang senyumnya selalu meluluhkan imajinasi kemanusiaan jiwamu dan tataplah dengan penuh keikhlasan akan setangkai rerumputan dari taman setamannya cinta yang aku miliki. Kemarilah sayangku………..kita akan membuat rerumputan menjadi alas ranjang kita dan kulit langit menjadi tempat yang teduh saat kita berlabuhkan sekujur tubuh kita. Lalu bintang menjadi cahaya yang selalu menerangi rumah ibadah cinta kasih kita berdua. Dan kaki bumi menjadi altar saat kita di penuhi pendosa yang tak terlihat. Tersenyumlah duhai kekasih jiwaku dan sambutlah cinta setamannya cinta yang kita miliki bersama.

(kekuatan cinta yang dimiliki om Rizal pada sang …………)

bagian ketiga

Saat semuanya bergegas ke tempat dimana leo ternyata itu hanyalah tipuannya sendiri saja agar teman temannya jadi panik.  Dan balasan yang diterimanya adalah sebuah makian,tendangan kecil serta pukulan di bahunya. Setelah itu semuanya kembali kumpul ke rumah kosong yang menjadi markas mereka. Semuanya kembali dengan tanpa menyadari ada sesuatu bayangan hitam di balik tembok rumah kosong tersebut yang sedang memperhatikan keberadaan Topan cs.

Sebuah bayangan yang terkadang menjadi sebuah lukisan menakutkan pada emosi perasaan ketakutan kita sendiri

****

Sudah hampir tiga hari Hanz belum bertemu dengan kekasihnya. Tiga hari pula ia tak berkunjung untuk sekedar mencari tahu kabar kekasihnya itu. Semuanya belum ia inginkan. Semuanya masih menjadi sebuah kegalauan yang semu di pelapis kulit asanya. kehidupan memang sedang berlangsung. Sesuai dengan mata kuliahnya saat ini mengenai psikologi perkembangan terutama tentang Memaknai peristiwa hidup. Ia terlihat malas malasan saat pak dosen itu mulai menerangkan……..

Lalu terdengar kembali suara Darwin mulai mengutarakan pendapatnya mengenai pelajaran psikologi itu.

Katanya; apabila kita mengacu pada kisah kehidupan orang orang sukses yang kita kenal dan diperkenalkan oles sejarah maka cenderung diperoleh kesimpulan yang sama persis bahwa  kegagalan merupakan suatu peristiwa potensial yang bersifat netral, lanjutnya lagi,” hidden potential events yang tidak memiliki makna  tertentu kecuali setelah diberi pemaknaan oleh kita, nasib, takdir,siksaan.cobaan, tantangan ataupun pelajaran.”

Every adversity, every unpleasant circumstance, every physical pain carries with it seed of an equivalent benefit……sebuah ungkappan yang terdengar sangat bijak sangat mungkin untuk kita memahaminya. Tetapi ternyata.kadang saat ketika kita mengalami sebuah kegagalan maka hanyalah segelintir individu yang dapat atau bisa mengaplikasikan sesuatu makna yang terkandung dalam kalimat yang di buat oleh Ralp Waldo Emerson tersebut. Maka………….

Selanjutnya yang terdengar oleh Hanz hanyalah sebuah bisikan yang sangat sangat lembut memanggil namanya.semakin ia mengendus bisikan itu semakin dekat rasanya ia dengan sumber suara tersebut. Gelap! Lalu……gubrak! Hanz tak bisa mengimbangi tubuhnya sehingga ia jatuh ke samping saat matanya terlelap tadi. Ia berusaha bangkit dengan sejuta kecemasan serta tertawaan dari raut raut yang senang melihat kesialannya itu. Hanz duduk kembali ke tempatnya dengan sejuta rasa malu. Selamjutnya ia pamit keluar ruangan.

****

Susah payah Clara berusaha mencoba melepaskan diri tetapi semakin kuat saja ikatan tali tersebut. Keluh kesah semakin membuatnya tak karuan. Ia berteriak sekencang kencangnya. Di goyang goyangkannya tubuh sehingga meja tersebut ikutan bergoyang. Ia menarik nafas. Mengeluh kesah. Segalanya terlihat semakin tertekan apalagi saat pintu itu mulai sedikit terkuak. Dan bayangan yang selama ini menjumpainya tampak membawa sepiring bubur tanpa apa apapun juga. Masih panas. Masih mengempulkan asap di atas bubur tersebut. Di hampirinya Clara yang semakin terlihat membencinya. Ia diamkan saat sang bayangan itu mulai menyuapinya. Ia diamkan. Bahkan yang dilakukannya hanyalah makian penuh kebencian serta meludahkan muka si bayangan tersebut. Bayangan yang nampak di tutupi wajahnya itu mulai resah. Tetapi Clara semakin menjadi jadi. Ia ludahi lagi bukan hanya sekali tapi dua kali, tiga kali dan beberapa kali lagi.

Hingga akhirnya bayangan tersebut emosi jadinya. Ia tumpahi bubur panas tersebut ke kaki, tangan serta pangkal paha Clara. Clara menjerit kesakitan tetapi semakin ia menjerit semakin banyak bubur yang di tumpahi ke tubuh clara. Sampai habis. Sampai tidak ada sisa dan hanya menyisahkan jeritan dan tangisan Clara yang mengaduh aduh kepanasan.

“Anjing kamu!”

pyuh! satu semprotan ludah itu di arahkan ke wajah sang bayangan tersebut, lalu katanya lagi,” Gue nggak kenal siapa lho. “Tapi gue yakin lho tuh iblis berwujud manusia ………. seiblis iblisnya orang gila!” Anjing…..tai……….”

Bayangan itu menggeram. Bayangan itu menaikan emosinya. Bayangan itu mengambil sebilah pedang panjang yang tampak berkilauan. Clara tak takut. Clara tetap memaki maki bayangan tersebut. Clara akhir……………………

Setega itukah manusia misterius  akan membunuh clara? Lalu sebenarnya siapakah dia itu? KangBoedkah, mas kawanlama,atau yangputri mungkin……………….hmm, jangan jangan bluethuderheart sendiri si tokoh tersebut?heheh……..kalau yang terakhir cuma mau narsis doang dech kayaknya . Jadi tetaplah bersambung ………..

bagian kedua

“Aku cinta ka…………….

Hanya itulah yang tertulis di hpnya. Hanya itu.

Keduanya kembali saling diam

“Pandangan mata mereka masih terus saling bertatapan dalam rasa yang penuh dengan kegalauan yang tak di mengerti. Terutama dalam garis kerutan di mata Hanz terlihat jelas ia dalam kerisauan. Ia menarik nafas sesaat kemudian di hembuskannya kembali ke atas udara. Sementara Darwin hanya dapat memperhatikan sahabatnya saja. Ia sendiri masih tidak mengerti apa yg ada dalam pemikiran Hanz

Lima menit kemudian Darwin membantu memapah tubuh Hanz dan bergegas menuju ke mobilnya. Ia letakkan tubuh Hanz ke bangku depan dan ia sendirilah yang mengemudikan kendaraannya (biasanya Hanz yang mengemudikan kendaraan miliknya jika berangkat ke kampus berdua.)

Segalanya akan tampak indah jika persahabatan di aliri rasa saling membutuhkan

Berselisihan waktu. Nampak clara berusaha mencoba melepaskan diri dari ikatan yang melilit di kedua kaki serta tangannya yang menempel lekat di meja kursi yang sudah tak terpakai. Di dalam ruangan yang gelap penuh taburan debu serta rentetan benang benang laba laba di setiap sudut ruangan itu. Ia berusaha berteriak kencang namun mustahil ada yang mendengarkan karena ruangan itu berada di bawah dengan endapan suara. keringat sudah menjalar di sekujur tubuhnya. Ia terlihat hampir putus asa.

Dalam kerisauan akankah akan datang sebuah keajaiban?

****

Duduk rilex di kursi di salah satu sudut ruangan tamu Darwin yang sangat luas serta nyaman. Nampak pandangan  Hanz lepas ke sebuah kolam renang yang menyatu dengan ruang makan yang berada persis dekat taman samping rumah. Tiada ada satu benda atau pun ornamen ornamen yang memisahkan ruang satu dengan ruang yang satunya lagi. Tak ada sekat pembatas. Dan itulah yang membuat ruangan nampak semakin luas.

“Gimana Hanz dengan hidungmu? sudah baikkan?” sapaan darwin membuat Hanz segera mengubah pandangannya hingga segera menatap sosok tubuh sahabatnya yang datang dengan membawa beberapa apel yang tergeletak di atas piring makan yang kecil itu. Di anggukannya kepalanya. Maka selanjutnya adalah pemandangan sebuah keakraban yang mengalir dengan penuh persahabatsn yang sedang di tawarkan oleh sahabat sejatinya itu. Hanz tahu memang sifat dianya itu memang seperti itulah. Sahabat yang selalu memperhatikan teman temannya sendiri bukan dengan  aku saja tetapi ia selalu melakukannya terhadap sahabatnya . Dan itu berlangsung sejak dari sd sampai sekarang. Ya, sebuah sajian yang terkesan sangat indah yang selalu di tawarkan dalam persahabatan bersama dirinya. Makanya ia tak kan pernah mencoba mengelak dengan segala sajian yang selalu ia tawarkan terhadap dirinya. Sama seperti sekarang ini Hanz menerima sepotong buah apel yang sudah di kupas kulitnya. Ia menerimanya. Ia memakannya dengan penuh suka cita.

Hening!

“masihkah akan kau jadikan Clara sebagai kekasihmu,Hanz? tanyanya memulihkan kediaman yang sejenak telah berlangsung beberapa menit. Hanz menggelengkan kepalanya pelan seakan menggambarkan keraguan akan sebuah keputusan hatinya.

“Kau menyayangi dan mencintainya,Hanz?

Diam

“Hanz…,”

Hanya kediaman yang mewakili atas pertanyaan sahabatnya itu. Dan itu cukup dapat di pahami oleh Darwin makanya ia tidak lagi mengusik usik hati sahabatnya dengan sebuah pertanyaan pertanyaan tentang cinta Hanz.

****

Pukul 22 lewat 35 menit

Malam sudah melelapkan sebagian penghuni kota jakarta. Hanya beberapa segelintir sosok saja yang nampak berlalu lalang di sekitar hunian masing masing.  Di ujung gang sebuah perumahan elit nampak Topan, lelaki yang tadi siang bergelut baku hantam dengan Hanz di kampus sedang duduk duduk santai dengan teman teman sekomplek rumahnya. Terlihat ia nampak sedang gusar bahkan kemarahan terlihat jelas di raut wajahnya yang memang tampan itu. Sesekali ia menggempalkan kedua tanganya penuh dendam. Sementara temannya hanya menyaksikan aksinya dengan tetap mencoba membiarkan Topan mengexpresikan ke marahan yang muncul dalam diri topan sendiri.

” gue punya rencana sendiri untuk Hanz dan juga ………..Clara!” tegasnya kuat. sekuat ia menggenggam tanganya sendiri. Kemarahan terkadang muncul dengan tanpa di sadari dan itu yang di lakukan oleh Topan.

“Lho melakukannya juga terhadap Clara?” tanya salah satu teman Topan yang duduk persis di sebelahnya. Ia nampak asyik menikmati segelas minuman memabukkan itu. Hanz mengangguk cepat. “Gue setuju,Hanz. Dan gue akan bantu lho melakukan pembalasannya.” ucap Leo lagi.

Semuanya saling berpandangan.

Kemudian orang yang bertanya itu pamit ke belakang ke kebun liar yang berada persis di belakang rumah kosong yang selalu menjadi markas Topan kumpul bersama sama sahabatnya itu setiap malam.

Malam yang penuh kerisauan dalam hati orang orang yang sedang di landa permasalahan terkadang menjadi semakin pekat di awan pemikirannya masing masing. Topan masih asyik menikmati kerisauannya serta sahabat sahabat yang lainnya asyik menikmati minuman yang di bawa Topan. Semuanya dengan keayikan masing masing. Hingga………………….

“Hanz …………….tolong………………”

jeritan Leo.

Adakah yang menganiaya sahabat topan hingga ia berteriak meminta pertolongan? Lalu siapakah yang mengurung clara di ruangan tersebut?

heheh………….nyambung lagi yuk…………


arsip bluethunderheart

my blue calendar

November 2009
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blue Stats

  • 141.192 hits