My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Oktober 2009

Sahabat……..ini novelet yan pertama blue buat agak beda dengan ciri khas blue sebenarnya.

Novelet Keluarga
bagian Pertama

“Door!”
Sebuah peluru dari senapan ss2 jenis generasi baru kaliber 5,56×45 telah dipautkan kesosok pemuda berusia 24 tahun, oleh lelaki setengah baya berusia lima puluh enam tahun dari tempat duduknya yang berjarak satu meter. Hanya satu peluru namun sepertinya telah menghentikan sang waktu semua mata yang terdiam dalam tempatnya masing masing. Sang istri yang berusia empat puluh delapan tahun terlihat tersentak dengan memeluk erat anak perempuannya yang sedang mengurai airmata, membasahi peluh di kedua matanya . Bahkan wajahnya yang cantik itu sudah tersapuh oleh linangan butiran butiran putih hingga ke lehernya. Tak ada sisa air matanya yang tak ia keluarkan pada saat itu. Sedang Gerry, Predo, Michel, Raul,anak lelakinya tak bisa berbuat apa apa pun bila sang father telah mengambil sikap dan telah menentukan keputusannya. Tak akan pernah bisa. Bahkan istrinya sendiri pun tiada akan pernah bisa meluluhkan akan kekerasan sikap suaminya.
Sosok lelaki itu telah tersungkur di bangkunya dengan linangan darah segar yang keluar dari dadanya. Stastis dalam penderitaan yang tak akan pernah dia ketahui kenapa dan mengapa dia sampai di bunuh.
Diam!
Beberapa menit kemudian beberapa anak buahnya telah menyeret tubuh tak berdaya itu keluar ruangan yang tak begitu terang. hanya semburat remang remang dari sinar lampu kecil di dinding dekat meja sang father.

Kekuasaan terkadang menjadi simbul kegelapan tuk menentukan sikap keras hati

Satu persatu mulai meninggalkan ruangan. Satu persatu menjilati kedukaan yang sepi itu di dalam hati kecilnya masing masing. Tak ada satu pernyataan atas sikap sang father. Segalanya tertimbun di pemikirannya. Hingga tinggal chaterina yang berani beragumen pada sosok keras ayahnya. Bersusah payah ia mencoba mencari arti dari permasalahan yang terjadi pada diri lelaki yang akan menjadi pasangan hidupnya nanti namun yang di temukan hanyalah kebekuan sikap atas nama kekuasaan. Kediaman lebih berarti bagi sang father dibandingkan simbul ketidak pahaman anak perempuan satu satunya itu.
“Aku mencintainya,pah?” isaknya tegas serasa memohon penjelasan atas situasi yang telah terjadi ini.

Diam!

‘Pah! jawab, pah? kenapa semua ini harus terjadi, Dan kenapa mesti kami semua anak anak papah juga mesti menyaksikan semua ini,Pah. Tolong pah. Beri penjelasan yang tepat atas keputusan yang telah papah ambil,”

Dan tak akan pernah ada jawaban juga penjelasan dari bibir yang kini sedang menghisap segelintir rokok cerutu.

Sesaat matanya yang tajam telah melirik wajah anak perempuannya itu tanpa berkedip. lalu menghisap kembali cerutunya.

Di hempaskan ke udara asapnya dan menoleh ke arah anak perempuannya. Lalu………
praex!

bersambung

Masih pagi,bu!

Memang ibu mau kemana? Bu, baru jam lima pagi ibu sudah mau pergi ke pasar? Nanti sajalah,bu. Kan sekarang hari minggu dan sudah jadi tradisi kalau hari minggu kita akan masak agak siangan,kan? Dan sudah jadi kebiasaan yang rutin kalau hari minggu adalah jatah kak Diajeng dan aku kan yang pergi berbelanja ke pasar? Ingat tidak,bu. Hmm……….jangan gitu dong bu. Masak tiba tiba saja ibu yang pergi kepasar. Trus kami yang nunggu di rumah sementara ibu sibuk membawa belanjaan serta berbecek becekan. Tidak!

Bu………

Memangnya ibu mau belanja apa sih kepasar? Mau beli apa,bu. Biar kami saja dech yang pergi belanja. Kan sudah enam hari ibu yag pergi kepasar berbelanja terus juga masak buat kami. Kan kak Dinda kalau minggu libur kerjanya terus aku juga libur sekolahnya. Jadi…….ibu nggak perlu banget dech pergi kepasar. Ok,bu…………lho koq malah mau pergi. Diamlah di rumah saja bu. Kan setiap habis sholat subuh dihari minggu begini kami yang ke pasar. Ibu mau masak apa hari ini. Masak sayur sop terus goreng tempe serta tahu plus sambel dan…………….Bu! Kenapa ibu jadi diam.

Ada apa sih,bu?

Jangan bikin kami jadi sedih dong,bu. Kan kami tak mau lihat ibu bersedih di usia ibu sekarang ini. Pokoknya ibu tinggal bilang………..ibu mau dibelikan apa? Sekarang kan tanggal muda lagi,bu saatnya menikmati hasil gaji kak Dinda, kak diajeng. Bolehkan,kak. Tuh………kan bu kakak saja setuju ibu mau beli sesuatu yang ibu inginkan. Kak…………ibu malah bersikeras mau ke pasar nich. Ibu………..ibu sebenarnya kakak keberatan ibu yang ke pasar berbelanja  namun kata kakak jika ibu memang benar benar mau belanja kakak tak bisa mencegahnya. Asal ibu senang dengan apa yang ibu inginkan pasti kami semua ikut senang,bu. Kan ibu yang telah merawat dan membesarkan kami berdua semenjak ayah meninggal saat dik, ria berusia dua tahun. Semenjak ayah meninggal ibu sudah banting tulang berjualan gado gado tuk sekolah dan kelangsungan hidup kita semua. Kalau Dinda sebenarnya inginnya ibu istirahat saja di rumah biar kami yang………..

“Kak,ibu sudah sadar nich,” bisikan dik Ria membuat kami berempat segera kembali masuk ke ruang tempat ibu di rawat di rumah sakit akibat kena tusukan pisau dari perampok yang hendak menjambret tas ibunya.

{Semoga kita semua harus selalu menghargai apa yang ibu kita kerjakan serta inginkan ya,sahabatku.)

Namanya Aida!

Ia adalah bagian dari masa laluku. Masa yang dimana pernah aku bagi untuk saling ada pengertian. Masa yang seperempat waktunya sudah ku habiskan bersama sama denganku. Membagi cerita, keluhan serta sesuatu yang bisa membuat hatinya jadi tak penasaran.Ya, dia adalah gadis yang sebagian hatinya pernah ku tautkan oleh nama ku. Gadis dengan rona pipinya yang memerah delima saat aku puji puji kecantikkannya.Dengan bola matanya yang bersinar putih penuh keteduhan. Dia adalah gadis yang pernah menjadi kekasihku.

Panggil namanya Tayat sudrajat,sahabat yang sebagian masa laluku selalu dihabiskan bersama sama. Bukan karena orangtua kita kita bertetanggaan di tasikmalaya.Bukan! Bukan juga karena kita memiliki sifat serta keinginan juga kesukaan yang sama pada sepak bola apabila akhirnya kita selalu berada dalam waktu yang hampir di habiskan bersama sama. Benar kawan,dia adalah sahabat sejatiku. Sahabat yang sangat mengerti serta selalu mengalah dengan apa yang pernah aku lakukan padanya. Dia baik. Dia juga jago berkelahi. Dan yang terpenting dia sangat bersahaja baik buat kehidupannya serta agamanya.Dia teman yang baik untuk ku. Bundaku sangat sayang padanya. Bahkan ayah selalu memberikan sesuatu yang sama dengan yang aku milikki. Mereka selalu berbisik padaku, dia pasti sangat ingin membahagiakanmu,Indra, begitu yang terdengar saat mereka menyambut kedatangannya di rumah kami.Begitu pun dengan keluarganya………sama persis dengan yang di perlakukan oleh orangtuaku padanya. Mamahnya Tayat juga selalu memperlakukan kami seperti si kembar.Bahkan mamahnya menyuruhku untuk ikut les menyetir, bahasa prancis serta les piano juga sepakbola di saat kami duduk di bangku slta yang sama……………Slta 6 bulungan jakarta selatan.Hmm……….sebegitulah pertemanan yang tercipta dalam kehidupan kami berdua.

Tetapi sekarang…………………….

Ach! Ingin rasanya aku menghindari dan berbalik untuk menjauhi kehidupan kedekatan kami.Tidak! Bukan aku sangat membencinya jika pada akhirnya aku memutuskan untuk tinggal bersama keluarga ibuku di tasikmalaya. Memilih untuk mengambil kesempatan kerja disana.Tidak! Bukan karena dia telah melukai hatiku.Tidak,sama sekali aku tak pernah ada pikiran untuk menjelek jelekannya. Dia akan tetap menjadi sahabatku. Sahabat yang akan selalu berada di jantung persaudaraan ini.Dia akan tetap sahabat serta saudara bagimu meski……………..Sebaiknya kita mendoakannya,mas,lembut sapaan dari Aida di dekat gending telinga suaminya,persis seperti sebuah bisikan yang lembut malah terdengarnya…….hingga lama reaksi yang di perlihatkan suaminya yang sedari tadi termenung sambil menatap jasad sahabatnya yang meninggal karena mobil yang di kemudikannya menyerempet kereta saat ia ingin melintasi rel kereta api. kemaren sore.

Sahabat bilakah akan menjadi sahabat jika pada akhirnya sahabatmu teleh merebut cintanya cinta kalian?

Dirimu di hatiku tak lekang oleh waktu……….meski kau bukan milikku

intan permata yang tak pudar tetap bersinar mengusik kesepian jiwaku………..

Keresahan yang kini ku alami memang pada dasarnya sangatlah tak bersinambungan dengan apa yang kurasakan kemaren tadi-saat aku menulis di blokku kalau saat ini aku sedang jatuh cinta lagi-sangatlah riskan tuk dikuak dengan perasaan apapun tuk menggambarkan betapa terlukanya hatiku saat menyadari kekasih yang selalu aku kagumi itu pergi berlalu tanpa meninggalkan sepatah kata bahkan untuk menyatakan rasa tak sukanya saja ia tak melakukannya-hatiku benar benar seperti dedaunan yang rapuh diterpa angin-laksana jemari yang kehilangan kelentikkannya-bagaikan bunyi yang kehilangan kata kata dan persis pulpen yang kehabisan tintanya.

Begitu perasaan ku saat ini saat dimana hati dan segala kekaguman perasaanku benar benar telah kehilangan mata hatiku- mata yang dulu selalu menyinari kelopak keindahanmu-mata yang selalu berikan cahaya yang terang disaat menatap kehampaan di sudut kerling mataku ketika kau terluka-mata yang selalu memberi rasa kekaguman pada senyum manismu yang selalu kau tawarkan padaku.

Begitulah letak jiwaku saat ini-letak yang tak pernah menerima ketidak berdayaanku kala kau sentuh penderitaan jiwaku dengan seuntai ucapanmu yang hendak menyakitiku-menumpuk deritaku-menimbun luka di jemari anganku-meniduri impianku yang selalu berharap akan ada engkau di pembaringan anganku. Tapi apa jadinya? segalanya lenyap-semuanya sirna-dan terhempas dari kelopak bunga impianku.

Aku benar benar terluka, duhai Tuhan yang menyempurnakan cinta. Tatkala aku terbangun aku tak menemukan buah cintaku-saat aku melangkah tak kutemukan lagi jejak langkah kakinya yang selalu mengiringi aku kemana aku pergi-dia benar benar hilang terbawa angin segar yang entah kemana dan dimana dia akan menyebarkan harumnya bunga cinta yang dia miliki-aku sendirian kini.

Sendiri menjuntai benang kesepian yang masih harus kurajuk dimalam malam yang sunyi-sendiri membisikkan kata sepi pada desah nafasku-sendirian menyempurnakan rasa duka yang mendalam pada hati dan jiwaku-sendiri menina bobokan luka yang meski ku rasakan sendiri.

Dia benar benar pergi, Tuhan yang maha kasih. Pergi disaat aku benar benar merasakan betapa berartinya dia saat ini-dia pergi tatkala aku telah terlanjur mengutarakan keinginanku tuk selalu bersama sama merajut tali cinta yang kita miliki.

Anganku tak berwarna Tuhan?

Impianku telah ternoda.

Kekasihku telah pergi meninggalkan harum kepedihan yang mendalam

Ternyata derita Cinta yang dialami blue seperti membiru saja ya sahabat sahabat baikku………

Abimanyu itu namaku………….

Nama yang sebelumnya sangat sangat orangtuaku menjadi bangga akan kehadiranku di muka bumi ini. Kehadiran yang sudah empat tahun dinanti nanti saat mereka membaptiskan cintanya di depan semua orang yang menjadi saksi tulusnya cinta itu sendiri. Nama pemberian dari almarhum kakeklah yang harus melekat sebagai indentitas atas syahnya aku di terima di dunia ini. Abimanyu setyawan sasongkoh itu nama lengkap ku. Anak laki laki satu satunya dari seorang ayah yang berdinas di sebuah lembaga milik negara mewakili aspirasi kaum rakyat’ itu kalimat yang selalu ayah utarakan saat aku bertanya kenapa masih tetap kekeh mau duduk di bangku lembaga tinggi milik negara. Anak laki laki yang memiliki postur tubuh yang sangat atletis dengan wajah yang kata kebanyakan kaum hawa sangat sangat tampan……….he tidak dech tante myrna pemilik salon di dekat complek perumahan ku juga mengatakan seperti sedemikian. Malah kalau aku menemani mamah kesana selalu diberi caffucino cream……..heheh aku mah asyik asyik saja wong gratis,pikirku setiap diberi apapun olehnya. Mamah paling paling cuma senyum senyum saat tante myrna menggodaku dengan gaya yang segenit genitnya.

Abimanyu, mahasiswa semester tujuh di fakultas hukum disebuah perguruan tinggi ternama di kota jakarta. Yang sampai seusia ini belum juga bisa merasakan hangatnya sebuah keluarga.Yup! mamahku masih sibuk mengurus butiq butiqnya dibeberapa mall yang ada di jakarta,bandung dan bali. Sedang Sedang ayah sendiri, meski sudah duduk di gedung lembaga tinggi negara tetap menjalankan perannya sebagai salah satu pemilik apartemand di jakarta. Hingga waktu mereka hanya sebentar….sebentar sangat untuk melihat perkembangan jati diriku sejak kecil hingga sekarang. Memang sih, saat kelahiranku mereka sangat sangat menjaga agar aku jangan sampai kenapa kenapa saking senangnya memiliki anak yang di damba dambakan.

Yah,panggil namaku abimanyu saja.Titik!

Yang selalu membagi keluh kesahnya pada mbok yem,pengasuh aku sejak aku berusia dua minggu. Dengan beliaulah,aku sering diberi wejangan wejangan serta sering diberi pelajaran mengenai filsafatnya kaum jawa. Dia sangat lihat lho,kawan, dalam hal menari tarian sendratari ramayana hingga mendendangkan lagu lagunya……..heheh aku jadi terbiasa dengan bahasa jawa meski keluargaku berasal dari makasar dan mamah dari sunda. Mbok pulalah yang selalu meredahkan emosiku saat aku mulai uring uringan saat melihat kesibukan orangtuaku sehari harinya. Apalagi teman relasi mamah yang selalu terlihat sering bersama mamah dibandingkan papah.

Abimanyu saja boleh atau…………………..

“Hei kamu……………ya kamu yang pakai jaket coklat kesini kamu!” sentak seorang sipir penjara membuatku tersadar dari lamunanku sendiri. Semenit setelah kami berhadapan sipir itu mulai berbicara panjang lebar tentang hukuman yang akan ku jalani di penjara karena kasus pembunuhan terhadap seorang pengusahan serta tentang kunjungan orangtuaku yang sedang menungguku di ruang tunggu tamu. Dan aku tetap tak bisa mengerti apa sebenarnya yang mereka pikirkan hingga wajah wajah mereka terlihat senduh dengan airmata yang tetap menetes di pipi. Penyesalankah atau beribu ribu rasa malu karena memiliki anak  yang telah membunuh lelaki yang sering bersama mamahku?

Gimana dengan kalian jika berhadapan dengan permasalahan seperti sedemikian?

Kak……………. tahu tidak tentang cowok yang ada di seberang rumah kita? Dia kan kemaren kirim salam buat kakak. Benar,kak. Sumpah dech santy tidak bohong. Hmm…….dia bilang sih pengen ngajak kakak  jalan jalan gitu dech. Bahkan cowok itu, yang namanya Dermawan minta agar aku selalu bilang ke kak Linda tentang ajakkannya itu. Dech……….kayaknya dia benar benar suka sama kakak nich. Hi………..kenapa kakak tak bilang bilang sih ke Santy kalau kakak tuh sudah jadian sama  cowok itu……he capa namanya,kak? Lho………..kog malah diam sih ,kak.

Kakak ku  tersayang!

Sudah berapa lama sih kakak jadian sama bang Dermawan? Apa? Dua tahunan. Ye………….ternyata diam diam kakak sudah pacaran sama bang Dermawan rupanya,ya! Hi..ih! Kenapa sih santy tidak tahu kalau kakak tuh sudah jadian. Terus….pasti abang sangat sayang dan cinta ke kakak. Ya,kan kak? Kakakku yang santy sayangi…………santy sangat senang banget kakak telah menemukan laki laki yang cocok dan sayang pada kakak. Benar,kak. Mudah mudahan jika aku bisa di terima di sekolah lanjutan atas negeri aku juga bisa menemukan cowok yang tampangnya bisa melebihi tampang bang Dermawan yang ganteng itu. Benar,kak. Abang memang ganteng banget. Tinggi, berbadan atletis terus kuliahnya sama lagi dengan kakak di trisakti. Keren habis dech kak Bang Dermawan itu.

Kakakku yang manis………….

Mestinya santy nggak perlu yah bilang ke bunda tentang perasaan cowok itu ke kakak. Benar dech,kak. Kalau tahu bunda tidak suka mendengar percintaan antara kakak dengan Bang Dermawan pasti  santy tidak bakalan membocorkannya ke bunda. Maafkan santy ya,kak? Kak…………jangan diam terus dong,kak. Katakan kalau kakak marah  sama santy. Katakan saja,kak. Jangan diam begitu. Santy tahu koq kalau memang itu kesalahan santy.

Oya,kak?

Hampir saja santy lupa………bang Dermawan kemaren malam nitip hadiah buat kakak. Santy bukakan,ya kak? Sebentar aku buka……….Kalung kak………..ih pasti mahal soalnya ada berliannya kak, duh bang dermawan sayang banget sama kakak. Buktinya dia belikan kakak kalung berlian. Ada suratnya lagi  kak….mau santy bacakan?

Diam!

Ya, sudah kalau kakak tak mau di bacakan santy simpan di bawah tas baju baju  kakak ya. Biar bunda tak tahu. Hi…ih! kenapa sih bunda tak membiarkan kakak menjalin cinta dengan bang Dermawan. Mestinya bunda kan mengerti kalau sekarang bukan lagi zaman di era percintaan bunda. Bapak saja tak mempermasalahkan hubungan kakak dengan bang Dermawan mesti bapa tahu ada perbedaan agama diantara kakak dengan abang. Bunda selalu mengharapkan kita anak anaknya mencari kekasih atau jodoh yang sama dengan keturunan dan juga sama agamanya.Kak………….

“Santy,bilang ke kakakmu suruh cepat cepat membereskan bawaannya. Kita akan segera ke bandara. Soalnya pesawat yang menuju ke Malaysia akan segera berangkat beberapa jam lagi.”seruan bunda membuat kami saling berpelukan dengan erat. Perpisahan yang akan melintasi akhir tahun kami berdua. Selamat Tahun baru Hijriyah,kak

Bunda………..

Selembar saja yang bisa nanda tulis untuk melepas kerinduan yang begitu memuncak disini. Di dalam jiwa kerinduan nanda padamu,duhai pemilik kasih sayang dalam kehidupanku. Hanya selembar,bu! Dan nanda harap bunda tak merasa kalau nanda malas tuk membuat kalimat kalimat yang mungkin serupa ayat ayat cinta yang selalu bunda terapkan dalam kelangsungan kehidupan keluarga kita ya,kan bunda? Semakin aku menulis semakin erat rasa kerinduan dalam hatiku menjadi jadi. Enggan rasanya nanda menghentikan laju jemari tangan saat mengutarakan isi hatiku ini. Bunda yang maniz………..aku merindukamu.

Merindukan amat sangatnya perasaan ini. Selayak hembusan angin yang menerpa dedaunan dipuncuk hatiku semakin kuat saja ku nikmati hembusan sepoi angin kerinduan ini bunda. Sungguh bundaku yang termaniz yang selalu menenangkan hati nanda saat nanda terpuruk. Sudah hampir jam enam malam saat nanda menulis surat untukmu. Hampir menjelang magrib kan bunda. Bunda jangan sampai lupa untuk membasuh sebagian tubuh bunda dengan air wudhunya ya,bunda. Karena nanda yakin bunda tak pernah lalai dan selalu tepat waktu saat mendekat dalam kaitan khaidah cintanya bunda dengan Tuhan kita. Nada sebentar lagi juga hendak menghentikan dulu tulisan untuk bunda ya. Bunda tak marah kan? Bunda tak kecewa kan saat bunda belum meneruskan tmembaca tulisan surat ini karena nanda ingin segera berwudhu. Oya bunda nanti kalau surat ini belum selesai bunda jangan berprasangka nanda malas ya menuliskanya lagi. Karena sehabis menunaikan kewajiban nanda sebagai hambaNya, nada kayaknya hendak ke rumah sahabat nanda om Kawanlama. Sebab nanda hendak meminjam buku yang dimiliki olehnya. Bunda tak marah kan. Pokoknya nanda sayang bunda. Nanda………………

“Kita sholat magrib dulu yuk,bunda.” selembut sapa  Rindu pada bundanya saat melihat nya sedang termenung dalam rasa kehilangan yang sangat berarti pada anak lelaki satu satunya yang nyawanya terbang bersamaan dengan kedatangan sebuah laju mobil yang sangat kencang pada saat ia hendak kerumah sahabatnya malam selepas malam itu………..”Kita doakan bersama sama agar nanda tenang bersamaNya.

Blue selalu senang dengan postingan ini……karena blue sangat merindukan bunda blue sendiri………….love u Bunda.

Aku terharu

tetapi aku enggan menyempurnakan rasa haru itu sendiri

saat kebersamaan semakin sulit untuk di beri waktu

Aku terdiam

namun rasanya malaz tuk mendiami segala rasa yang ada di jiwa ini

saat perih lebih menyerupai sesajen di jiwa ini

Dan aku terharu dalam kediaman…………

saat tanah lebih tepat tuk menjadi sahabat yang sangat dekat

namun tetapi aku masih disini ternyata!

saat reruntuhan tanah,besi, bebatuan, pasir dan lainnya menjadi lebih hangat dalam ketidak berdayaannya jiwa jiwa yang memiliki nyawa!

(Sahabat tetap doakan saudara serta kerabat sejiwa kita yuk yang masih tertimbun di reruntuhan bencana di padang!

Aku suka bermain disini,mah…………..

Senang rasanya bila aku mengghabiskan waktu di malam yang belum begitu gelap di taman di belakang perkarangan rumah kita,mah. Senang saja rasanya…….karena aku seakan akan bisa merasakan dan melihat gemerlapnya sinar cahaya bintang bintang yang bertaburan disana. Langit gelap dalam kebisuannya sang malam adalah satu sisi romanticnya alam,mah. Karena dalam gelap kita bisa menentukan apa yang sebenarnya kita akan lakukan, melatih akal untuk menggunakannya dengan keinginan kita sendiri. Melangkah atau mundur. Menerawang atau membumikan sunyinya. Ach malam dalam mandi cahaya sang bintang merupakan satu rasa yang sangat sempurna ,Mah. Sungguh! Makanya aku lebih senang di sini. Di tamannya hati yang berhati kudus dan mulia.

Mah…………

Mamah  boleh menemaniku disini. Atau mamah juga boleh tak menemaniku disini. Karena aku akan selalu merasakan bahwa kasih sayang mamah pasti lebih dekat disini di jiwa yang suci ini. Karena mamah adalah ibuku. Mamah yang sangat sabar saat mamah untuk pertama kalinya tahu kalau anak gadis satu satunya ini lahir dalam kegelapan. Mamah yang selalu mengerti kalau aku tak ingin menjadi sebagian duka mamah hanya karena kebutaanku ini. Mamah juga mengerti banget kalau anak gadisnya ini ingin seperti yang aku inginkan. Tak dimanja hanya karena kebutaanku. I loVe you mamah.

Sahabat doakan sahabat kita menjadi apa yang ia inginkan yah. Meski kebutaan namun ia tak ingin di butakan oleh kemanjaannya sendiri……..salam

kemilau langit tak bercahaya

dan angin bernyanyi dengan sepenuh jiwanya

lalu hujan bergemuruh di titian sore menjelang malam tanpa henti

rancak waktu

renjana dan renjana bersinonim dengan lagu angin serta tarian anak anak panah dari atas langit yang mulai menghitam. Anak menjerit, ibu berlalu lalang menitih semangat lalu………………………

Bencana ini datang di tanah kami Tuhan!

Ikut doakan saudara saudara kita yang tertimpa rencana di padang ya sahabat………..!


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Oktober 2009
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blue Stats

  • 141.192 hits