My Blue Thunder Heart’s BLOG

IN THE NAME OF LOVE II

Posted on: 23 Oktober 2009

Sebuah geprakkan tangan yang sangat keras di atas meja tak membuat anak gadisnya itu beranjak dari tempatnya. Masih berdiri dengan memandang penuh tanya? Dan ia hendak melakukan sesuatu sekehendak hatinya kalau saja mamahnya tak datang dan mengajaknya untuk keluar dari kamar. Hanya bujukan mamahnyalah ia akhirnya mau juga meninggalkan ruangan itu. Sementara sang father hanya bisa memainkan remasan tangannya sendiri dengan segala kekesalan yang kini mulai merajah dikepalanya.
Selanjutnya sebuah teriakan keras membahana di seluruh sudut sudut ruangannya. Haaaaaaaaaaa!

Mendiamkan permasalahan dengan cara berteriak akankah mendapatkah penyelesaian?

****
Malam!
Turun dari mobil BMW warna hitam seseorang yang duduk di belakang kemudi segera membuka bagasi belakang dan mengambil sosok pemuda yang sudah tak bernyawa tersebut kemudian dengan seretan ia lemparkan mayat tersebut ke pagar dekat tempat pembuangan sampah. terburu buru lelaki itu melemparkannya agar tak terlihat seseorang, setelah itu dengan memacu kendaraanya yang kencang ia dan temannya segera meninggalkan rumah yang sangat luas dan mewah itu.

***

Pagi di ruang makan
semua sudah duduk di tempatnya masing masing sambil menunggu sang father. Semuanya! Baik sang istri serta anak anaknya telah menanti sarapan pagi yang biasa di lakukannya itu dengan tak bersuara. Ritme yang mesti di tampilkan di setiap perjamuan perjamuan yang sebenarnya justru menjadi ajang yang tak menyenangkan untuk saat saat sekarang ini. Setelah kejadian kemaren malam. Wajah duka masih terlihat jelas di raut wajah Chaterina. Hanya diamlah yang menjadi santapan yang lezat tuk perasaan hatinya yang berduka itu. Diam! Hingga beberapa menit kemudian sang father datang dan langsung duduk di tempatnya. Tempat yang tak ada yang boleh di tempati oleh siapapun!
Seremoni sarapan itu telah berjalan. Namun tidak untuk gadisnya. Semua memahami perasaan yang sedang di rasakan olehnya tetapi tidak untuk sang father. Dengan deheman yang keras ia mengawasi perilaku anak gadisnya itu.
“Aku duluan! Maaf sebelumnya!” katanya pelan namun pasti untuk menghentikan kebekuan yang telah berlangsung, dan ia hendak bangkit saat sang father menyuruhnya untuk kembali ke tempatnya semula. Semua mata menatapnya! Semuanya menoleh ke arah Chaterina dengan harapan agar ia mau menuruti kemauan papahnya.
Helusan sang mamah di lengan anak gadisnya ternyata tak meluluhkan keegoaan hati anaknya. Chaterina bangkit dan berdiri di belakang kursinya serasa memegangnya.
“Aku ada acara,Pah!”
Diam.
Di hembuskannya sedikit nafasnya untuk kemudian di hempaskannya kembali, lalu selanjutnya.”Aku ada acara dengan teman teman,pah? Mah?”
“Chatr…” mamahnya hendak membujuknya namun keburu di potong suara deheman sang father.
…..
Hanya kebisuanlah yang terdengar saat nyanyian perasaan itu telah meninggi
Selanjutnya dengan mengedipkan kedua matanya maka datanglah anak buahnya mendekat anak gadisnya. Dan dengan sekali tepukan maka berarti……….
“Pah…. chaterina benar benar ada acara pah dengan teman teman.pah……….” susah payah ia teriak tak akan bisa mengubah sikap sang father. Kedua anak buahnya telah mengapit kedua tangan catherina keluar ruang makan dan membawanya keluar rumah.
Semuanya terdiam. Tak ada satupun yang bisa membela dan membantu adiknya itu. Hanya dengusan yang penuh kegelisahaan yang di rasakan oleh mereka.
Selanjutnya sebuah letusan dari senapan api terdengar.
Door! Door!

Apa yang terjadi dengan anak gadisnya? apakah keegoisan menjadi alat yang tepat untuk menyingkirkan semua yang telah membantah segala perintah sang father?

bersambung

Iklan

35 Tanggapan to "IN THE NAME OF LOVE II"

sahabat terbaikku………………
jika ada kekerasan yang akan selalu mewarnai sepanjang novelet ini. tolong janganlah di tiru yah……….bahaya banget.sumpah! blue hanya mengexspresikan idenya saja. OK?

salam hangat selalu

dah di sensor pasti oleh penulisnya

yagh, g mungkin bisa tenang lah si Chaterine, kalo keadaan yg baru2 terjadi begtu nyata dan keji..
Bang, kenapa bini crta keras dan kejam banget sich..hehehe

oo..bukan bini..
aQ mau nulis..
‘kenapa bikin cerita keras dan kejam’
hehe..maaf salah tulis..dugh

Setting nove yang ini enak dan sederhana blue, CUT-TO-CUT , yang pasti, blue sendiri yg tau sekuensial mana yg dikehendaki.

biarkan pedang berbicara,
jangan hentikan desingan selongsong peluru mendera, kekerasan tidak hanya dar-der-dor dan tebasan sebilah pedang.
kekerasan yang sebenarnya adalah ……

dan, Teka-teki silang kau mulai hadirkan disini.
slamat bekarya sahabat.

( bersambung ….)

Sahabatku, apakah novelette2 ini sudah dibukukan. Keknya layak deh. Salam hangat yah 😀

setuju. di bukukuan tapi harganya yang muranh aja ya…

kejar tayang blue? .. ^_^

iyaiya..jangan di tiru yang bagian action actionnya kekekek

Wah benarkah tega membunuh anak sendiri.. 😦 tahu deh. Tunggu aja cerita selanjutnya. Thanks Blue

comment bersambung 😦

Sahabat…, semoga kamu selalu dalam lindunganNya (amin)… 🙂

Kamu bisa bikin pembaca makin penasaran… 😀

Wah.. siapa yang di Door nih.. ?
Lanjut donk… 🙂

blue…boleh tanya sedikit? kenapa menggunakan kata sang father? ada tujuan tertntu>?

mengatupkan logika, merangkak disela kehebatan kata… aku tertegun!

lanjuuuut blue…! asyik juga ceritanya…

yah… kok bersambung.. padahal ingin sekali baca kelanjutannya,
kekerasan itu sangat menyedihkan ya? sangat menakutkan dan meresahkan hati bila mendengarnya.
saya kuk jadi merinding kalo denger/baca kisah yang kayak begituan!
Iklan Baris

HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
Menyapa sahabatku chayank..
MAAF..
Baru jalan jalan dan keliling lagi.. pokoknya saya ngabsen dulu yaaaa.. masih banyak tugas keliling maklum habis istirahat tugas banyak yaaaa.. harap di persorry..

salam sayang

Blue Chayank.. memang Pancen Oyeeeeeee.. manstaaaaabbbbss

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

diri ini semakin kagum padamu blue….

yup, biarkan imajinasi itu terbang setinggi-tingginya, izinkan pula ia sesaat menjadi liar. menemukan jati dirinya, tapi tetap engkau sang pengendali imajinasi.

terus berkarya, salam persaudaraan dari ahsin.

postingan model kejar tayang ya, membuat para pembaca bertanya-tanya kelanjutannya.

saya cinta nama itu, hahahahaha

aah, pake bersambung segala nih bang, tapi gak apa2 asyik kok dibacanya..

ceritanya seru euyy…

Kekerasan,Emosi,Kekesalan pasti ada dirumah kita…
Tetapi haruslah mengalah salahsatunya…

Blue.. oh.. blue… Blue itu yang jadi salah satu bodyguardnya ya? hehe.. Salam balik…

salam hangat
menjelang dingin hehe

semakin penasaran…

lho ini lanjutan in the name of love sudah keluar?

Jadi dirimu sendiri agar ketika seseorang mencintai kamu tak perlu takut jika dia akan temukan dirimu bukan orang yang ingin dia cintai.

Jangan selalu katakan masih ada waktu atau nanti saja Lakukan segera gunakan waktumu dengan bijak

Be a young who love parents and fears God

Wanita bijak seperti angsa diatas air Anggun namun tetap bekerja Tetap tegar meski terluka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blue Stats

  • 134,814 hits
%d blogger menyukai ini: