My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Oktober 22nd, 2009

Sahabat……..ini novelet yan pertama blue buat agak beda dengan ciri khas blue sebenarnya.

Novelet Keluarga
bagian Pertama

“Door!”
Sebuah peluru dari senapan ss2 jenis generasi baru kaliber 5,56×45 telah dipautkan kesosok pemuda berusia 24 tahun, oleh lelaki setengah baya berusia lima puluh enam tahun dari tempat duduknya yang berjarak satu meter. Hanya satu peluru namun sepertinya telah menghentikan sang waktu semua mata yang terdiam dalam tempatnya masing masing. Sang istri yang berusia empat puluh delapan tahun terlihat tersentak dengan memeluk erat anak perempuannya yang sedang mengurai airmata, membasahi peluh di kedua matanya . Bahkan wajahnya yang cantik itu sudah tersapuh oleh linangan butiran butiran putih hingga ke lehernya. Tak ada sisa air matanya yang tak ia keluarkan pada saat itu. Sedang Gerry, Predo, Michel, Raul,anak lelakinya tak bisa berbuat apa apa pun bila sang father telah mengambil sikap dan telah menentukan keputusannya. Tak akan pernah bisa. Bahkan istrinya sendiri pun tiada akan pernah bisa meluluhkan akan kekerasan sikap suaminya.
Sosok lelaki itu telah tersungkur di bangkunya dengan linangan darah segar yang keluar dari dadanya. Stastis dalam penderitaan yang tak akan pernah dia ketahui kenapa dan mengapa dia sampai di bunuh.
Diam!
Beberapa menit kemudian beberapa anak buahnya telah menyeret tubuh tak berdaya itu keluar ruangan yang tak begitu terang. hanya semburat remang remang dari sinar lampu kecil di dinding dekat meja sang father.

Kekuasaan terkadang menjadi simbul kegelapan tuk menentukan sikap keras hati

Satu persatu mulai meninggalkan ruangan. Satu persatu menjilati kedukaan yang sepi itu di dalam hati kecilnya masing masing. Tak ada satu pernyataan atas sikap sang father. Segalanya tertimbun di pemikirannya. Hingga tinggal chaterina yang berani beragumen pada sosok keras ayahnya. Bersusah payah ia mencoba mencari arti dari permasalahan yang terjadi pada diri lelaki yang akan menjadi pasangan hidupnya nanti namun yang di temukan hanyalah kebekuan sikap atas nama kekuasaan. Kediaman lebih berarti bagi sang father dibandingkan simbul ketidak pahaman anak perempuan satu satunya itu.
“Aku mencintainya,pah?” isaknya tegas serasa memohon penjelasan atas situasi yang telah terjadi ini.

Diam!

‘Pah! jawab, pah? kenapa semua ini harus terjadi, Dan kenapa mesti kami semua anak anak papah juga mesti menyaksikan semua ini,Pah. Tolong pah. Beri penjelasan yang tepat atas keputusan yang telah papah ambil,”

Dan tak akan pernah ada jawaban juga penjelasan dari bibir yang kini sedang menghisap segelintir rokok cerutu.

Sesaat matanya yang tajam telah melirik wajah anak perempuannya itu tanpa berkedip. lalu menghisap kembali cerutunya.

Di hempaskan ke udara asapnya dan menoleh ke arah anak perempuannya. Lalu………
praex!

bersambung

Iklan

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blue Stats

  • 139.088 hits
Iklan