My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Desember 3rd, 2008

bagian keempat

Pedang telah terhunus tepat pada sosok Clara yang merintih perih dan ketakutan yang kini mulai meremukkan keegoannya sendiri. Tubuhnya bergetar namun tatapan mata bayangan tersebut tak bisa memperjelaskan keberadaan pemilik tubuh itu adalah perempuan. Kebencian kian nampak. Keemosian berjuntak keras di kepalanya. Lalu………….

:Haaaaaaaaaaaaa……………….

Sebuah teriakkan yang sangat keras itu terdengar memecah denyut ruangan nan sepi itu.

****

Sebuah teriakkan yang sangat keras itu sama juga terdengar di kediaman Topan. Nampak si bibi bergemetaran dengan rasa ketakutan yang amat sangat kuat. Ia berlari lari tanpa arah hanya di sekitar dekat seekor anjing helder kesayangan anak majikannya. Berkali kali ia mencoba menenangkan dirinya namun semakin kuat rasa ketakutannya. Meski akhirnya pak usep serta bi min berlarian keluar halaman depan menemui bi yum, yang segera menyambut kedatangan mereka lalu ia memeluk tubuh bi min. Isakkannya kini mulai terdengar jelas di tubuh temannya itu. Dengan susah payah serta isakkan yang sesunggukan yum mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Semuanya saling melempar pandangan. semuanya jadi panik, Semuanya kian panik saat  majikannya datang menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi. Selanjutnya sebuah teriakkan kencang di lontarkan oleh Topan di dekat anjing kesayangannya yang kini sudah bersimpuh dan berlumuran darah di sekujur leher, kaki dan tubuh anjing kesayangannya. Sumpah serapah ia memaki maki semua pembantu di rumahnya itu. Kesedihan sudah teramat begitu menyesakkan dadanya hingga ia tak sadar telah memaki maki pembantunya yang sebenarnya tak perlu ia salahkan. Dan semuanya terdiam.

Sesuatu yang terkadang kita lebih lebihkan itu hilang maka tanpa di sadari sudah membuat kita seakan terhempas di dasar juram yang terdalam. Menyisahkan sebuah mutiara penuh sinar penyesalan di sanubari kita.

“Kita akan kemana,hanz?” tanya Darwin saat sahabatnya itu melajukan kendaraanya ke daerah pondok gede. terheran heran dianya karena selama ini ia yakin Hanz belum bercerita kalau dia punya sahabat di daerah yang baru ia kunjungi ini. Dan Hanz yang menyadari keheraanan sahabatnya itu akhirnya memberitahukan kalau ia akan ke campus Mercusuar untuk bertemu dengan Dosen antoe utntuk memberikan undangan partisipasi untuk lomba basket antar perguruan tinggi. Beberapa jam kemudian akhirnya ia sampai juga ke campus yang di tuju. Dan Hanz memasuki parkiran campus itu dan memarkirkan di dekat kantin Pak Jo. tepat disana ia langsung bertemu dengan dosen tersebut, yang ternyata disana juga ia dikenalkan oleh beberapa mahasiswa yang akan ikut perlombaan tersebut. Satu persatu Hanz dikenalkannya;ada Gilang, Indra, Wira, wulan, novie ,Farus serta yogi dan yang lainnya. Panjang lebar mereka saling mengutarakan maksud dan tujuan acara tersebut dan setelah dapat kepastian kalau anak anak campus tersebut bersedia ikut maka hanz langsung pamit. Dan Hanz benar benar meninggalkan campus tersebut  yang menurut Darwin masih bertanya tanya tentang maksud Hanz mengajak campus yang baru dikenali keberadaannya.

Di tengah perjalanan darwin menyalakan tv dan mencari chanel yang dirasa asyik untuk di tonton ( meski kebanyakan banyak acara yang tak terlalu penting banget yang di tayangkan oleh beberapa chanel tv tersebut) Dan pilihannya jatuh pada sekilas info lalu………….Satu berita mengerikan terjadi pagi hari tadi di sebuah tempat rekreasi kebun binatang Ragunan. Telah di temukan sosok tubuh wanita yang berlumuran darah serta cakaran di sekitar tubuhnya di dekat kandang macan tutul. Sebagian kulit tubuhnya telah terkupas……sekarang sosok tubuh wanita itu sudah dibawa ke sebuah rumah sakit terdekat untuk diperiksa untuk mendapatkan pertolongan. Nampaknya masih ada harapan untuk hidup. Napasnya masih berfungsi meski sosok itu masih dalam tak sadarkan diri………..’KLIK!

“Kenapa dimatikan,Hanz?” tanya darwin selanjutnya.” kita kan belum sempat lihat wajah perempuan tersebut,Hanz”

Hanz menggeleng cepat!

Pandangannya terus di arahkan ke depan.

Meskikah kita menjadi penonton yang fana saat kesakitan dan penderitaan datang?

Sebuah lagu dari Kla projek yang menjadi nada dering Hanz berbunyi. Hanz mengambil Hp dari saku bajunya dan membukanya. Sebuah pesan dari Henry temannya mulai dibacanya, lalu…….dreajhy! Hanz mengerem mendadak mobilnya hingga membuat tubuhnya dan darwin terhempas ke depan. Darwin menoleh dan bertanya apa yang terjadi. Namun Hanz diam dan malah melajukan mobilnya dengan kecepatan yang kencang, Darwin keheran namun mencoba untuk mencari aman. Maka di biarkan Hanz memacuh kendaraannya dengan kecepatan sangat tinggi. Sampai di daerah pondok Indah Hanz memasuki ke area menuju Rumah sakit tersebut. Tergesah gesah ia nampak memarkirkan mobilnya. tergesah gesah pula ia berlari dan membiarkan temannya itu tetap berada di mobilnya. Ia lupa membawa hpnya. Darwin semakin heran.

Selanjutnya dalam agenda perjalanan hidupnya Hanz memastikan kalau ia akan sellau menemani Clara yang menjadi korban kejahatan bengis seseorang. Ia menangis saat di televisi kembali mengulangi berita tersebut dan semakin perih saat mendengar penuturan Pak Rudy, penjaga kebun binatang tersebut yang mengatakan kalau dirinya sedang hendak memberi makan pagi itu saat melihat ada pemandangan yang janggal di depan kandang macan tutul tersebut. Dan ia tersentak saat mengetahui kalau macan macan itu sedang mencakar cakar tubuh perempuan tersebut hingga berdarah. Dengan sentakkan akhirnya ia bisa mengusir macan itu agar menjauh dari jeruji kandang.

Hanz kian sedih duduk terpaku di kursi sebelah tempat tidur Clara.

Bersambung


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Desember 2008
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blue Stats

  • 141.192 hits