My Blue Thunder Heart’s BLOG

Archive for Desember 2008

I                    LOVE                     YOU

SELAMAT  TAHUN BARU SAHABAT

sayangku………

Pernah tidak kamu berpikir kalau aku tuh tak pernah bisa membandingkan pemberian sesuatu yang lebih dari kasihku yang lain? Atau barangali pernah terlintas di benak mu kalau aku tuh hanya mempermainkan hati dan cinta mu saja? Pernakah sayangku tercinta. Sungguh! sebesar apapun amarah yang sedang kau tujuan kepada ku. Sampai saat ini. Detik ini aku tak pernah mau mempersoalkannya. Aku sama sekali tak mau mengikuti ego perasaanmu

Saat ini. Bukannya aku tak punya perasaan sayangku. Namun aku memang tak akan pernah bisa marah hanya karena sesuatu hal yang sebenarnya tak perlu di persoalkan lagi. Itu juga jika kita memang sudah bisa menemukan jawabannya. Pokoknya aku teramat sayang padamu, kasihku.

Sayangku,pujaan hatiku!

Bila mana memang kamu sungguh sungguh menyayangiku. Aku juga tak akan pernah berharap banyak akan kesediaanmu untuk menemaniku jika ternyata kamu sedang ada kesibukan yang lain. Sungguh! Aku sangat percaya akan janji yang kemaren kemaren kamu ucapan padaku tempo hari, sehabis kita menonton di bioskop Pondog Gede. Aku sangat mengerti semua itu karena kamu memang sedang ada kesibukan di kantor atau sedang bantu keluargamu di rumah.Ya,kan sayangku?

O,ya?

Sebenarnya aku juga sadar koq kalau hubungan ini memang teramat istimewa sekali untuk kita berdua. Karena aku memahami betapa teguhnya kamu untuk mendapatkan jawaban cinta dariku. Kamu masih ingat sayangku. Saat kali pertama kamu menaruh hati padaku. Kamu menitipkan sekotak coklat dengan setangkai bunga yang di sertai beberapa puisi cinta darimu. Tadinya aku tak tahu kalau itu darimu,sayangku. Habis kamu menitipkan hadiah itu pada dia, sedangkan dia itu kan sahabat nya mantan kekasih ku, sayang. Aku benar benar nggak mengerti dan blank banget! Tetapi sudahlah sayang………yang penting kamu sayang ke aku dan aku akan berusaha menyanyangimu.

Sayangku, Kekasihu, Pujaan hatiku………

Semoga percintaan kita akan selalu abadi untuk selamanya. Dengan segala kelebihan serta kekuranganmu. Dalam kasih yang selalu ku balutan di  bahu mu perasaan cinta mu padaku, sayangku. Aku sayang padamu………….

“Kamu jadi diantar kekasihmu,Lan? Kalau tidak di jemput biar bareng aku saja,yuk!”ajakan Alang membuyarkan lamunan Mulan yang sedari tadi duduk bersender di depan campusnya. Ia segera menggeleng dan tersenyum.  Dia pasti datang,Lang”bisiknya dalam hati

(hadiah persembahan cinta tuk sahabatku di campus Mercusuar. Semoga langgeng,ya! MET TAHUN BARU)

“Saya tidak mau hal ini terjadi tuk kedua kali. Mengerti kalian?” suaranya datar hanya tatapan matanya yang menyalak terang penuh penegasan, selanjutnya panjang lebar sang father mulai memberikan tambahan tugas bagi para pengawal serta memberikan teguran pada semua keluarganya. Setelah itu semuanya keluar dari ruang kerja sang father. Tinggal beberapa pegawainya serta kaki tangannya yang berada di ruangan tersebut. Salah satu kaki tangannya maju mendekati meja tuk memberikan sebuah surat kabar harian pagi ini, menjelaskan tentang tertangkapnya mafia dari negara rusia, terangnya sebagai berikut; keganasan kelompok mafia rusia telah tertangkap malam tadi, mereka para pelaku berasal dari dua orang Rusia serta salah satu berwarga negara kita sendiri. Dalam aksinya mereka tak segan segan menyiksa korbannya sampai mati.
“Lalu apa tanggapanmu mengenai hal ini?”tanya sang father dengan penuh kekhawatiran.
“Itu dia bos. Aku punya ide untuk keterlibatan kita dalam masalah tersebut.

“Apa?”

“Seperti yang bos ketahui kalau salah satu personilnya adalah si Linxo………….Bos tahu siapa dia?”
Sang father menggeleng

“Dia itu merupakan salah satu anak buah bos Alex musuh kita sendiri bos”lanjutnya
“Lalu”

“Aku punya ide bos.”
Semua memandangi Bram penuh tanya.
“Gini bos, gimana kalau kita memasukan korban kita agar bisa satu sel dengan si Linxo”
Diam!
“Caranya………… kita gunakan master wajah yang mirip benar dengan wajah si linxo. Itu di gunakan setelah korban kita berada di dalam sel bersamanya. Terus si linxo kita kasih master yang wajahnya mirip dengan korban kita,bos. Soal nanti nanti dan kenapa serta jalan keluar agar korban kita terbebas itu gampang bos. Nanti kita bicarakan kembali.”

Semua menyetujui usulan Bram.

Di RUANG PENYELIDIKAN POLDA Jakarta Selatan

Susana di bagian ruang penyelidikan terlihat begitu banyak polisi di ruang sana berbaur bersama beberapa wartawan dari beberapa media cetak maupun televisi dalam negeri  maupun dari luar negeri. Semuanya menginginkan berita terbaru atas penangkapan kelompok tersebut. Beberapa polisi terlihat mondar mandir sembari menanti hasil dari penyelidikan atas penanganan masalah tersebut. Ada diantara orang orang itu merupakan suruhan dari kelompok tuan Alex maupun Sang father, yang di tugaskan untuk mencari tahu hasil akhir permasalahan tersebut.

****

Misa kudus akan segera dilaksanakan di sebuah gereja kecil di sekitar perumahan ellite tersebut. Semua keluarga Sang father sudah berkumpul disana. Dan juga beberapa pengunjung gereja lainnya. Ruangan telah terisi oleh ummat nasrani menanti kedatangan pasteur Andre untuk segera memulai acara seromoni di akhir pekan ini. Tak beberapa lama kemudian ruangan terasa sunyi saat pasteur dan juga beberapa rombongannya telah berjalan menuju tempatnya masing masing. Semua berdiri. Semuanya menikmati kehikmatan suasana misa kudus. Semua mata menundukkan kepalanya ke bawah saat doa itu berlangsung. Semuanya. Lalu………..Sebuah pisau berkilau tajam kecil itu terlempar ke arah sang father……….Lalu…………..

Bersambung

Permasalahan itu masih saja ada bahkan hingga ia sudah kembali lagi ke Bali. Annette sadar keduanya memiliki sesuatu yang bisa membanggakan namun hati dan perasaannya tak mungkin bisa di permainkan. Ia masih berharap akan selalu menjadi kekasih bagi lelaki itu. Dan juga tak berharap berpisah dengan Hanz. Biar bagaimana pun Hanz orang yang memiliki cinta yang begitu antusias. Hanz lah cinta pertama bagi Annette. Sama seperti pemikiran teman teman blogernya;namakuananda, itman aulia, nug, thevemo, daiichi, catatan muslim. airlanggadan bang Indra. Semuanya bertanya mengapa begitu cepat aku jatuh cinta. Mengapa segampang itu ia menerima cinta laki laki itu dan juga menerima cinta Hanz.Ach! andai saja hati bisa di bagi dua. Dan andai aku bisa memiliki perasaan yang sama sekali tak membuat mereka seperti aku mainkan. Andai saja…………

“Kapan, tiba dari jakarta,Nett?”seruan laki laki itu membuatnya tersadar dari lamunannya. Ia segera bangkit dari kursi tamu dan menghampiri laki laki itu. Membantu mendorong kursi rodanya. Hingga mendekat ke ruang tamu.”Siang kemaren aku tiba. Maaf aku tak segera menemui mu,” ujarnya dan segera duduk dibangku dekat laki laki itu. lalu katanya,” Kamu tak marah kan, sayang?” Dia menggelengkan kepala. Lalu tersenyum.

‘Hmm………….tante mu mana. Dari tadi aku tak melihatnya?”

“Biasa bisnis woman emang kayak gitu. Dah ngacir saat kita lagi tiduran…kalau ada waktu bisa kita temui kalau tidak…………

“Kalau tidak apa hayo…………..,” seruan tante Myra mengejutkan semuanya. Annette terdiam dan laki laki itu menyapanya dan memberi salam. Setelah berbincang sebentar dengan kekasih anak dari kakaknya akhirnya tante Myra pamit tuk pergi.

“Dah…….sayang!” serunya saat sampai di bagasi mobilnya.

Suasana kembali hening.

****

Dalam renungan malam

Annette menyadari kalau laki laki itu memang tak sempurna. Dan tak sebanding dengan Hanz kekasih pertamanya. Namun apakah cinta memberikan suntikan pada mata bathin kita tuk menyegarkan rasa yang memang kita rasakan? Apakah ketulusan hati lebih terbelakang di bandingkan dengan kesempurnaaan tubuh? Lalu gimana dengan sekelompok yang tak memiliki kesempurnaan. Lalu gimana menaruh hati dan perasaan yang ada pada sosok yang tidak sesempurna Hanz?!Ditaruh dalam hatinya yang terdalam dan tak boleh membaginya pada sosok yang lain. Tidak! aku tak sesempit itu. Aku memang mencintai Hanz namun aku juga tak bisa mengelak akan pesona kasih sayang yang ada pada laki laki itu. Hanz memang sempurna, tampan, putih,wangi serta tinggi. Tapi ia juga tak begitu jelek malah lebih masculin dengan senyumnya yang memang selalu membuat Annette jatuh hati padanya. Ya, Aku menyanyanginya, Tuhan! Namun aku tak bisa begitu saja melupakan Hanz. Aku sadar tentang hubunganku dengan Hanz yang sudah lama sekali tak memiliki rasa saat aku pergi ke Bali dan ia meneruskan kuliahnya di Boston. Namun aku yakin perasaan yang ada di hati hanz masih padaku. Aku tahu itu,Tuhanku.

Kenapa.Nett?” sapa tante Myra saat memergoki keponakannya sedang termenung bersender di tembok jendela kamarnya. Annette menoleh sebentar dan tersenyum kemudian ia kembali lagi memandangi ke luar jendela kamarnya. Berkali kali ia menghembuskan nafasnya.

“Tante tahu apa yang sedang kamu pikirkan,”

Annette menoleh kembali

“Pasti kamu sedang memikirkan pilihan hatimu.ya,kan?” katanya sembari membereskan bantal dan bantal di kasurnya.”Kamu memikirkan tentang Hanz dan juga……laki laki si pelukis itu kan?”

Annette diam.

“Sudahlah..kamu masih muda,Nett.Tante yakin kamu bakalan memilih yang terbaik atas hubunganmu dengan orang orang yang memang menyanyangi mu. Pasti kamu juga sadar kalau pelukis itu memang tak sesempurna kita. Tapi tante percaya bukan karena itulah kamu akan mendepaknya atau memilih dia hanya karena kasihan. Tante percaya keponakan tante tak sepicik itu.Ya kan,Nett?” Sekarang tante Myra pamit tu kembali ke kamarnya. Dan saat hendak menutup pintu kamar keponakannya ia kembali berkata.” Tadi Hanz menelpon, Ia menanyakan keadaanmu dan juga tempat tinggal tante,”

“Terus tante kasih tahu alamatnya?”

Tante Myra menganggukan kepalanya pelan, dan sebelum ada pertanyaan lagi dari keponakannya tante Myra segera menutup pintu. Annette mengelos.

“Sabtu depan ia akan datang ke Bali,Net.” serunya dari balik pintu

Annette tambah menlongos. Hanz akan ke Bali,” bisiknya pada hatinya sendiri.

Bersambung

Beranjak dari tempatnya. Semuanya berjalan meninggalkan danau, masing masing masih menyisahkan sebuah kenangan yang tak akan pernah bisa mereka lupakan terutama bagi para anggotanya Tuan Alex. Semuanya hanya bisa mendoakan saja. Segalanya menjadi sebuah dilema yang mesti terus melekat saat mereka menyadari kalau sahabatnya itu juga menjadi seorang mata mata bagi musuh majikannya sendiri. Karena dialah akhirnya anak majikannya mesti kehilangan nyawa oleh musuhnya sendiri. Hanya desiran angin saja yang mungkin bisa menyejukkan sisa sisa nafas sahabatnya di pagi ini.

Dan anginlah yang bisa menjadi teman dan menyejukkan jiwa jiwa yang tertindas

****

Perumahan kelas atas

Di daerah perbatasan jakarta- Bogor. Perumahan yang hanya berisi empat rumah saja dengan jarak yang sangat menjauh dari rumah satu dengan rumah yang lainnya. Hanya orang orang tertentu saja yang bisa tinggal di daerah tersebut. Rumah yang sangat luas dan besar itu memiliki fasilitas danau buatan bagi masing masing penghuninya.  Serta hutan buatan merupakan bagian dari jarak rumah yang satu dengan yang lainnya. Dan disana baru di isi dua rumah saja. Dan salah satu pemiliknya adalah keluarga Sang father.

RUANG SANG FATHER

Semua duduk di tempatnya masing masing. Duduk di ruang kerja sang father;Ada anak anak lelakinya, Garry, Predo dan Michael, juga para staf keuangan serta sang penghubung di bagian bisnis. Semuanya  mulai membicarakan tentang kerja sama bisnis dengan beberapa kolega yang mereka kenal.

Kemal memberi masukan agar sang father mau bekerja sama dengan mitra bisnis “BRAEXZ”. Dia pun mulai ungkapkan, “Kalau jenis Opiat  Candu masak itu akan banyak keuntungan buat keuangan kita, bos? Morfin Mentah serta Heroin3 dan 4. Lalu perlahan lahan dia mulai menerangkan kalau jenis  Morfin mentah ini berbentuk blok atau serbuk. Bentuk blok biasanya berukuran 5cm, 10cm dan beratnya kira kira1.200 gram. Dan semuanya mengandung 70% morfin hidroklorid. Jenis ini kalau di asia adalah nomor satu bos. Benar!”

“Kamu bisa memastikan kalau kitalah yang pertama kali di beri kesempatan tuk kerja sama dengan kolegamu itu?”

“Pasti bos!”

“Kalau aku mengusulkan agar bos mau bekerja sama dengan pemerintah untuk membeli semua asset asset mengenai  wisata  di tengah laut , yang ada di pulau Bidadari, bos. Aku yakin inilah saatnya kita untuk memberi sesuatu yang mungkin bisa menutupi bisnis kita sebenarnya,bos,” ujar Tyan saat diberi waktu untuk mengungkapkan idenya. Namun belum ada reaksi apapun dari sang father.

Tiba tiba anaknya yang pertama mengajukkan penjelasannya,”Pah…..kita lagi sedang mengalami krisis keuangan,pah. Aku usul sebaiknya ide tyan jangan dulu di tekenkan. Lagipula di seluruh dunia juga sedang mengalami global perekonomian,pah.  Bukan kita saja. Bahkan menurut enam pakar keuangan besar dunia yang terdiri dari ;ING, Goldman Sacha, Credit Suisse, Deutsche Bank, BNP Peribas, dan Merrill Lynch. Mereka mengungkapkan kalau ekonomi global akan tetap suram. Mereka juga memperkirakan kalau ekonomi dunia tetap melemah.”

Dan di ruangan itu pula terjadi perdebatan yang membutuhkan waktu yang lama. Masing masing dengan memegang teguh tawarannya masing masing. Semuanya berdebat.

****

Di sebuah restro, di sebuah hotel berbintang. Beberapa perempuan kaum socialis sedang menyaksikan peragaan busana serta beberapa aksesoris dari merek Louis Vutton. Disana juga ada istri sang father datang bersama anak perempuannya. Bergabung dengan sesama kaum soccialis lainnya.

Sementara di ruang hidangan beberapa pegawai sedang sibuk mengatur makanan serta minuman juga termasuk gelas dan piring piring yang mesti di berikan sesuai dengan nama para tamu di acara tersebut. Seseorang sesaat memandangi sebuah gelas tamunya. Berjalan menghampiri benda tersebut….mendekat..mendekat…….dan berada di hadapan gelas tersebut. Melakukan sesuatu untuk kemudian pergi meninggalkan ruang tersebut.

Gemuruh tepuk tangan bergemuruh di ruang pagelaran saat acara telah selasai. Setelah itu acara selingan diisi dengan penampilan sang Diva Krisdayanti menyanyikan lagu lagu hitnya. Setelah itu acara di break untuk memberi kesempatan bagi semua tamu yang hadir untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan. Dan semuanya telah menikmati hidangan dan juga menggunakan peralatannya sesuai nama nama yang sama dengan nama para tamu tamu. Dan istri sang father hendak menikmati minumannya saat pengawal perempuannya menyenggol gelas itu hingga tumpah ke lantai. Dan dia melirik ke perempuan yang ada di samping istri bosnya. Dengan satu gertakan ia menyuruh perempuan itu mengikutinya. Suasana sedikit menegang memang. Namun tuan rumah akhirnya meminta agar tamunya tuk tak terusik dengan kejadian tersebut.

Perempuan itu sudah ada di dalam mobil bosnya. Dan pengawal itu sedang berbicara dengan bosnya melalui Hpnya. Pembicaraan sengit mulai terlontar diantara dua orang tersebut. Dan selanjutnya ia menyuruh perempuan tersebut tuk berada di tempatnya dengan todongan pistol oleh supir bosnya . Tak bisa berbuat apa apa saat pengawal itu keluar dari mobil dan mengambil sesuatu dari bagasi mobilnya. Beberapa menit kemudian orang itu sudah berada di dalam mobil dengan membawa gunting taman. Sesaat suasana menjadi menegang. Di layar televisi yang ada di depan supir tampak bos memberi perintah pada pengawal istrinya untuk segera melaksanakan perintahnya.

Antara deru nafas serta rasa menghiba berbaur di hatinya saat ia memegang tangan perempuan yang hendak meracuni istri bosnya. Tangan itu sudah di pegang dengan erat. Pandangan mulai bermain main di kelopak matanya masing masing. Rasa takut segera dirasakan oleh perempuan tersebut,namun pengawal itu tak bisa berbuat apa apa saat bosnya menyuruh agar ia segera memotong jari jari tangan perempuan tersebut. Dan gunting itu telah di genggamannya. Dan tangannya mulai gemetaran. Dan selanjutnya………..

AKH…………………………….

Teriakan itu tak terdengar karena mulut itu sudah di sumbat kain oleh supir bos. Satu persatu jemari itu telah terpotong. Dan tetes tetesan darah sudah mengalir dan menetes berbarengan dengan hilangnya satu persatu jemari tangan perempuan tersebut.

Bersambung

Perkampungan dekat komplex pemakaman

Kali ini dihari seminggu setelah perbincangan mengenai masalah pejabat kali ini si jhon ngesex ngajak para ibu ibu yang ada di dekat tanah perkuburan untuk mengadakan salah satu misi yang emang udah lama banget ia rencanakan. Maka di hari itu di hari minggu jam setengah tujuh pagi, ia mengumpulkan ibu ibu yang ia kenal maupun yang tidak dikenalinya bahkan ia tanpa segan segan atau lebih tepatnya tanpa rasa malu ia ajak ibu ibu dan para gadis yang baru saja datang untuk berziara kemakam sanak saudaranya yang telah meninggal itu untuk mengikuti program acara yang ia bikin; maka atas balasan yang ia terima adalah caci maki bahkan ada yang memukul dan melempar si jhon dengan sandal maupun kembang yang mereka bawa ( bagaimana tidak kesal para ibu ibu tersebut wong baru turun dari mobil bahkan ada yang sedang membaca doa untuk arwah yang telah meninggal eh sudah disuruh mengikutinya. Maka habislah tubuhya menjadi boneka kekesalan mereka bahkan para suami dan anak laki laki mereka pun ikut ikutan membombasir tubuhnya dengan tonjokan, pukulan serta tendangan.

dengan berjalan tergopoh gopoh ia dituntun ame cssannya yaitu si ucup ariel menuju ketempat peristirahatan yang ada di ujung gang dekat pohon kamboja, setelah sampai jhon di dudukin di bale bale yang terbuat dari kayu rotan.

“Abang sih pake acere ngajak ibu ibu ntuh tuk ikut berdemo yang kayak gini dah jadinya.”

“Ape saleh kalo abang ngajak mereka, toh ntar siapa tahu aje pas mereka berdemo suara mereka di dengar ame pare pejabat ntuh tahu.”

kagak bang! niat abang kagak salah yang salah ntuh abang tanpa ba bi bu abang maen ngajak aje para ibu ibu yang baru dateng ame yang lagi berdoa, ntuh yang saleh bang tahu.

“weh….”

“Hei… cup lihat tuh ade bayak rombongan ibu ibu yang sedang berjalan, ini cup saat yang tepat tuk aye lanjutin niat aye untuk ngajak ibu ibu berdemo. okey!

ucup cuma bengong dan kagak ade exspresi apapun atas usulan sahabatnya ntuh. Dan tak berapa lama kemudian saat rombongan para ibu ibu ntuh udah dekat benget ame tempat dimana mereka berdua berada  maka si jhon yang emang rade rade nekat mulai memamerkan kesan keakraban ame pare ibu ibu ntuh (padahal dalam hati ibu ibu ntuh masih heran ame orang yang baru dikenalinnye. Namun entah emang mereka kasihan  atau emang terkesan ame senyum dan wajah jhon yang tampan itu mereka pun membalas keakrabannye) bahkan ade diantara ibu ibu justru lebih sok akrab banget ame si jhon yang bikin si jhon jadi lebih bersemangat untuk mengatur stratrgi mengajak ibu ibu itu untuk berdemo. Jhon tampak kelabakan menerima tingkah laku para ibu ibu ntuh yang kini mulai berani merabah pundak bahkan ada yang menyentuh bulu bulu di dadanya yang emang terlihat lebat. Dan ada yang minta nomor hpnya.

“Gimana maukan ibu ibu ikut acare saya untuk berdemo besok?”

“Mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuu” serunya serentak

“Okey… jadi besok ngumpul ditempat ini . pukul delapan pagi.okey………

“Okey………”

Maka berangsur angsur rombongan ibu ibu mulai meninggalkannya

Sementara itu si ucup tetap terheran heran di pojokan bale bale. Dia heran atas tingkah jhon yang tadi terlihat kesakitan ntuh  sekarang nampak tidak terlihat kesakitan.

Keesokan harinya………..

Terlihat ada mobil metromini yang sengaja di sewa jhon untuk mengantar ke tempat demo. jhon juga sudah menyiapkan atribut dan selembaran selembaran yang menuliskan agar pemerintah kembali menurunkan harga bbm kembali dan memberikan bantuan bagi para penduduk yang emang pantes di bantu. Semuanya sudah di siapkan semuanya sudah di tempel di bagian depan dan sekeliling mobil tersebut. Tidak lupa beberapa dus minuman dan makannan kecil.

Dengan memakai kaos bertuliskan KAMI KAGAK MENDUKUNG KENAIKKAN HARGA BBM dan ikat kepala bertulisan sama jhon dan ucup mulai gelisah menanti kedatangan rombongan ibu ibu yang kemaren janji mau ikut berdemo.sebentar bentar jhon melirik jam tangannya. Ia gelisah. Mereka berdua saling memandang…memeluk………merangkul dan berciu…………alah ngaco.

Tak berapa lama jhon mulai gembira karena nampak dari jauh rombongan yang ditunggu tungguh itu sudah terlihat batang hidungnya.Tapi perasaan jhon kagak tenang. Dan ia tambah tidak tenang saat rombongan itu sudah hampir mendekatinya. Begitu juga dengan si ucup, dan puncak dari ketidak tenangannya adalah saat mereka melihat barang barang yang dibawa oleh para ibu ibu tersebut; ada yang membawa panji kecil, serbet, alat pengocok telur, tepung terigu, telur, gula pasir dan entah barang apa pun yang tidak berkaitan dengan program demo di pikiran si jhon. Semuanya membuat jhon kebingungan…”bang kita mau demo ke istana negara kan?” tanya ucup pelan di dekat telinga jhon. Ia mengangguk angguk. Melihat tampang sipunya acare nampak bingung membuat para ibu ibu balik keheranan atas sikap jhon. “HEi….jadi kan kita berdemo sekarang?” tanya salah satu ibu ibu tersebut. jhon mangangguk

“Bang kita mau demo dengan bawaanseperti itu bang?” tanya ucup lagi.

Ia mengangguk pasrah. Dan tanpa di aba aba lagi rombongan tersebut mulai naik ke atas mobil dengan suara yang bikin jhon tambah pusing. maka terdengarlah obrolan mengenai menu masakan yang nanti mereka akan buat;ada yang bilang akan bikin kue apem, kue bolu pisang ada yang mau bikin gorengan tape. Yang semuanye di luar pemikiran jhon. Sementara itu si jhon dan ucup terlihat pasrah bersandar di bangku paling belakang. Bayangan demo anti kenaikan harga bbm pudar sudah bahkan yang ada di pikiran jhon sekarang adalah kesibukan para ibu ibu yang akan berdemo masakan di sepan istana negara. wuuhhhh pusingggggggggggggggggg….

Bang…………

Mau bicara apa yah aku tentang perasaanku saat ini-saat bisa berbicara dan berkeluh kesah dengan abangku sendiri. sungguh! aku saja hampie tak percaya kalau aku bisa ada kesempatan untuk berbicara  dengan abangku.

Sungguh! tadinya aku sama abangku jarang berbicara berdua karena  memang aku dan abangku tak serumah lagi. Apalagi waktu yang kita punya seakan telah ditetapkan untuk jarang jarang bertemu, bukan abangku sih yang salah dalam kondisi seperti ini akunya saja yang memang tidak memiliki waktu untuk sekedar say hello.

Tetapi waktu abang yang dimiliki juga terkadang memang tidak banyak untuk kesempatan itu, apalagi jika ada pasien yang perlu perawatan atau sedang banyak pasien yang hendak dioperasi, duh rasanya waktu abang cuma untuk pasien dan pasien terus. Belum lagi untuk praktek dirumah sakit lainnya terus untuk pengajian bareng ikhwan ikhwan lainnya. Terus……dan terus………. Terkadang aku suka kasihan sama abangku yang super sibuknya tapi kata abang itu demi kepentingan ummat tidak perlu ditunda tunda

Kalau dulu aku selalu menemani abang  ke tempat prakteknya tetapi sekarang duh, boro boro temani dia nyupir sekedar main kerumah saja aku seakan tidak ada waktu. Beh! sok ngartis banget dech aku ini, jarang banget kumpul ama saudara atau ummiku sendiri.

Makanya ketika kamaren aku ke  rumah sakit tempat abang tugas aku merasa senang betul,  meski sebelumnya aku harus bertemu sama suster baru yang bantu abangku, dia bilang udah janji belum? mau periksa, ya? capek dech. Aku langsung ke ruangan abangku saja.

Tahu tidak bang!

Pas bertemu aku merasa senang karena abang masih ada waktu sebentar untuk berbicara denganku meski di mejanya masih tergeletak catatan pasien yang hendak periksa. Sepanjang waktu aku terus menampakkan kesan bahagia senang kangen dan segalanya.  Duh, aku jadi ingin nangis. Habis waktu untuk bertemu seperti ini sangat jarang banget.  Aku yang sok sibuk dan abangku yang benar benar sangat super sibuk.

pokoknya aku senang dan bahagia dech, Tuhan.  Banyak hal yang kami bicarakan tetapi dari semua itu abang kebanyakkan selalu mempersoalkan tentang aku dan lingkungan di kehidupanku, abang minta aku selalu tetap menomor satukan urusan dengan ALLOH terus jangan banyak bergaul dengan orang yang tidak baik……….pokoknya abang minta aku jangan bikin masalah baik tuk diri sendiri maupun dengan keluarga…..duh! aku sedewasa ini….(pengganti kata sudah berumur…….heheheh) pasti dimata abangku aku masih terlalu kekanak kanakan.  Masih harus dikontrol dengan siapa dan siapa aku bertemu dan berbicara pada orang lain. Abangku is the best dech kalau soal memperhatikan aku…..

Duh,kapan lagi aku punya waktu yang banyak tuk berbincang dengan abangku yang super sibuk ini?

I LOVE YOU BANG…………

Pah………
sudah hampir dua minggu papah tidak di rumah. Ada apa sebenarnya,pah? Resty masih penasaran dengan papah. Apakah karena masalah resty tidak lagi mau memilihkan pakaian untuk di pakai papah makanya sampai malam yang ke empat belas ini papah tidak lagi ada di rumah. Bahkan untuk seperdetiknya saja papah tidak mau lagi menampakkan sosok diri papah kepada kami, pada mamah, maupun sama abang Gilang. Apa yang sedang terjadi dengan papahku tersayang ini? Kemaren kemaren saat resty ngambek dan langsung memutuskan untuk pergi berlibur ke rumah oma yang di australia tidak ada kabar tentang papah. Padahal kan papah tahu kalau resty tuh tidak akan bisa pisah lama lama dengan papah. Papah juga begitukan,pah? resty yakin papah pasti akan selalu merindukan anak gadisnya yang sudah akan beranjak remaja ini, yang selalu manjadi idola bagi kaum adam seperti papah dan bang gilang. Ya,kan Pah?

Pah…tersayang!

Sewaktu resty habis dari liburan ke rumah oma, dan sewaktu resty bertanya pada mamah tentang keberadaan papah semuanya terdiam,pah. Bahkan bang Gilang malah nyelonong pergi begitu saja saat resty tanya tentang papah. diam! Semuanya mendiami resty,pah. Sebenarnya ada apa sih,pah? resty tolong diberi penjelasan yang sedetil detilnya tentang masalah ini? Tolong ya,papah tersayang! Tahu tidak,pah! abang sekarang sudah berubah. Abang sudah tidak pernah kerasan lagi dirumah ini,pah. itu yang dikatakannya saat resty memergoki abang sampai di rumah sudah jam dua malam,pah? itukan bukan kebiasaan abang kita ya kan,pah. Malah sekarang abang sudah malas malasan pergi ke kampus padahal sebentar lagi ujian semesteran pah tetapi tetap saja abang bilang abang sudah tidak mau meneruskan kuliahnya. Ada apa lagi sebenarnya,pah. Kenapa dengan abang Gilang,pah.

Oya,pah!

Mamah juga sekarang lebih banyak mengurung di kamar bahkan sesekali resty memergoki mamah sedang menangis di atas tempat tidurnya.lalu setiap resty mau tanya tetap saja mamah malah semakin kencang menangis di dalam pelukkan tubuh resty. Kenapa juga dengan mamah ya,pah. Papah, sebenarnya papah kenapa sih masih tidak mau pulang dan berkumpul lagi dengan kami? Biar kita kita bisa bersama lagi terus keluarga kita tetap berkumpul seperti sediakalanya.Papah……bahkan mamah pernah bilang kalau kita akan pindah rumah terus kami akan tinggal di rumah oma dari mamah di australia.Terus sekolah resty juga akan pindah. Duh pah kan resty baru ngerasain enaknya jadi anak smp,pah. Kenapa sih pah kita harus pindah? Pah……….

“Maaf pak Handoko. Waktu berkunjung untuk keluarga bapak sudah habis. Kami harap bapak bersedia kembali ke ruang tahanan kembali.” Suaranya tegas tak melihat kalau yang diajak bicara itu salah satu orang kaya di negerinya. Hanya karena dia jadi tersangkah koruptor makanya sang sipir berani bicara seperti demikian? Lalu pak Handoko melipat dan disimpan di kantung bajunya surat dari anak gadisnya itu.

Bagian kelima

Berhari hari sudah hanz menemani kekasihnya yang masih belum sadarkan diri. Menamani kekasih hati yang tampak terbalut perban di sekitar kepala, leher dan seluruh tubuhnya. Kesedihan kian menunjang kedatangan emosi di akal pikirannya pada si pembuat ulah kekasihnya. Emosi yang tinggi menjentak lelah di balur kulit pengharapannya. Siang,malam bahkan pulang kuliah maupun saat bolos ia selalu memberikan waktunya hanya untuk kekasihnya.  Meski terkadang ada sanak saudara clara yang menamaninya namun ia tak perduli karena ia ingin selalu ada di dekat clara. Di biarkannya keluarganya yang prihatin dengan kondisi dirinya, di biarkannya semua rencana untuk perlombaan basket antar perguruan tinggi tak terprogam dan di biarkannya sahabat sejatinya bermain dan tak bersama sama lagi. Waktunya hanya untuk kekasihnya. Waktunya hanyalah di habiskan di rumah sakit ini. Dan waktunya………..

“Tapi kamu meski terus melangsungkan segala cita citamu sebagai mahasiswa,Hanz?” sapa Darwin saat menemani Hanz di sore ini.

Hans diam Dan menatap senduh pada sosok kekasihnya itu.

Bilakah semesta pencapaian kesedihan kita ini kan tertampak di wajah nan penuh duka?

Segala duka berantak di jantung hati Hanz, menelan peluh ludah emosinya sendiri. segalanya terdiam diantara kokohnya di sudut sudut ruangan. Sampai akhirnya Topan datang dengan membawa sekeranjang buah buahan serta seikat mawar merah. Dan segalanya menjadi sebuah arena penuh kebencian di hati Hanz dan juga Topan. Ia telah menaruh semua bawaannya diatas rak kecil dekat Darwin berdiri. Tatapannya menusuk tajam pada sosok gadis yang menjadi impian hatinya. Duka yang berlapis dendam telah menikam tubuhnya yang kokoh berwibawa.

Dalam emosi terkadang menyisahkan sebuah pertanyaan yang enggan di tolaknya. Namun akankah emosi harus hadir dalam kedukaan ini.

Dan selanjutnya keributan mulai terjadi. Dalam rasa curiga mereka saling menghantam di pertikaian tersebut. Darwin membela Hanz namun dia malah terkena bolgeman tangan Topan yang keras itu. Ia jatuh di lantai. merintih perih di wajahnya. Sedang Hanz terus berusaha memberi pelajaran pada Topan. Begitupun Topan ia juga menyerang Hanz lewat tendangan, terkaman serta tonjokkan. Keduanya tertikam emosi penuh dendam. Tak di hiraukan darah yang mulai mengucur di pelipis matanya, di biarkan hidungnya yang mengalirkan darah segar serta cakaran di sebagian tangan dan wajah mereka. Tak di hiraukan kalau di sudut dekat mereka ada sang gadis sedang meringkuk dalam pencapaian antara hidup dan matinya. Segalanya terhenti saat seorang perawat datang dan mengusik tegas atas ulah mereka. Cacian maki pun terlontar dari perawat tersebut hingga mereka berdua berhenti. Hanz serta Topan merapihkan pakaiannya yang sontak berantakan akibat pertikaian tersebut. Selanjutnya Topan pergi meninggalkan ruangan dengan menyisahkan kesan ancaman di jemari tengah kanannya. Hanz diam.

Akhirnya hanz dan Darwin keluar ruangan sebantar. Mencari makanan serta sekedar melonggarkan pernafasannya yang sedari tadi melonjak naik. Di bangku dekat tamanlah akhirnya hanz mendaratkan pantatnya. Darwin berusaha menenangkan hati sahabatnya itu dan selanjutnya ia pergi mencari makanan untuk mereka berdua. Ia meninggalkan hanz sendirian di bangku taman. Membiarkan Hans menghapus sisa sisa pertikaian tadi. Sendirian

Terkadang sendiri terasa lebih bijaksana untuk menenangkan emosi kita.

Beberapa menit kemudian darwin datang dengan membawa makanan ringan untuk sahabatnya, sepotong roti berisi sosis serta  segelas lemon tea di berikan padanya.

****

Penyelesaian di ujung penyesalan

Darwin sendiri di ruang teras kamarnya. Memandang malam yang telah sempurna meletakkan kain kegelapannya yang semakin pekat hitamnya. Hanya sinar dari bintang nan jauh terlintas sekedarnya disana. Dan Darwin selalu menyukainya. Malam nan sunyi. Malam yang pekat. Malam yang selalu membuatnya terpaku diam. Tak di hiraukan ajakan mamahnya serta papahnya yang hendak mencari makan di luar. Tak di hiraukannya seruan pembantunya yang menawarkan makan malamnya. Semua tak berarti. Karena ada sesuatu yang mesti ia nikmati di saat malam malam seperti sekarang ini.

Beberapa waktu kemudian ia turun dari terasnya menuju garasi. Ia masuk kedalam sebelumnya ia minta pada penjaga rumahnya untuk membuka pintu pagar. Ia nyalakan mesin mobil untuk selanjutnya melajuhkan kendaraannya ke jalan raya. Menikmati susana malam.

****

Di sudut Ruangan salah satu Rumah sakit nampak banyak tamu di ruangan Clara, ada Hanz serta keluarga clara sendiri dan beberapa teman teman campusnya. Dan Hanz menikmati persahabatan teman temannya yang datang membesuk Clara. Beberapa lama kemudian semuanya pamit dan hanya Hanz sendiri disana. Pintu telah tertutup kembali. Dan Hanz juga kembali duduk di bangku berhadapan dengan clara. Kesedihan kembali datang dan butiran butiran keringat mulai nampak menghiasi wajah tampannya. Tepat saat ia hendak membasuh keringat seseorang telah menawarkan sapu tanganya. Dan Hanz menerimanya dengan tak menoleh ke arah orang yang menawarkannya itu. Ia basuh keringat di wajah, hidung dan mulutnya dengan saputangan tersebut. Ia tersentak saat tanpa di sadari bola mata Clara mulai bergerak….bergerak………………dan mulai terbuka perlahan lahan. Dan ia hendak berlari menemui perawat saat tiba tiba kepalanya terasa berat. Pandangannya mulai rabun dan terkasat bayang bayang yang tak jelas fokusnya. Dan Hanz………………

bersambung

bagian keempat

Pedang telah terhunus tepat pada sosok Clara yang merintih perih dan ketakutan yang kini mulai meremukkan keegoannya sendiri. Tubuhnya bergetar namun tatapan mata bayangan tersebut tak bisa memperjelaskan keberadaan pemilik tubuh itu adalah perempuan. Kebencian kian nampak. Keemosian berjuntak keras di kepalanya. Lalu………….

:Haaaaaaaaaaaaa……………….

Sebuah teriakkan yang sangat keras itu terdengar memecah denyut ruangan nan sepi itu.

****

Sebuah teriakkan yang sangat keras itu sama juga terdengar di kediaman Topan. Nampak si bibi bergemetaran dengan rasa ketakutan yang amat sangat kuat. Ia berlari lari tanpa arah hanya di sekitar dekat seekor anjing helder kesayangan anak majikannya. Berkali kali ia mencoba menenangkan dirinya namun semakin kuat rasa ketakutannya. Meski akhirnya pak usep serta bi min berlarian keluar halaman depan menemui bi yum, yang segera menyambut kedatangan mereka lalu ia memeluk tubuh bi min. Isakkannya kini mulai terdengar jelas di tubuh temannya itu. Dengan susah payah serta isakkan yang sesunggukan yum mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Semuanya saling melempar pandangan. semuanya jadi panik, Semuanya kian panik saat  majikannya datang menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi. Selanjutnya sebuah teriakkan kencang di lontarkan oleh Topan di dekat anjing kesayangannya yang kini sudah bersimpuh dan berlumuran darah di sekujur leher, kaki dan tubuh anjing kesayangannya. Sumpah serapah ia memaki maki semua pembantu di rumahnya itu. Kesedihan sudah teramat begitu menyesakkan dadanya hingga ia tak sadar telah memaki maki pembantunya yang sebenarnya tak perlu ia salahkan. Dan semuanya terdiam.

Sesuatu yang terkadang kita lebih lebihkan itu hilang maka tanpa di sadari sudah membuat kita seakan terhempas di dasar juram yang terdalam. Menyisahkan sebuah mutiara penuh sinar penyesalan di sanubari kita.

“Kita akan kemana,hanz?” tanya Darwin saat sahabatnya itu melajukan kendaraanya ke daerah pondok gede. terheran heran dianya karena selama ini ia yakin Hanz belum bercerita kalau dia punya sahabat di daerah yang baru ia kunjungi ini. Dan Hanz yang menyadari keheraanan sahabatnya itu akhirnya memberitahukan kalau ia akan ke campus Mercusuar untuk bertemu dengan Dosen antoe utntuk memberikan undangan partisipasi untuk lomba basket antar perguruan tinggi. Beberapa jam kemudian akhirnya ia sampai juga ke campus yang di tuju. Dan Hanz memasuki parkiran campus itu dan memarkirkan di dekat kantin Pak Jo. tepat disana ia langsung bertemu dengan dosen tersebut, yang ternyata disana juga ia dikenalkan oleh beberapa mahasiswa yang akan ikut perlombaan tersebut. Satu persatu Hanz dikenalkannya;ada Gilang, Indra, Wira, wulan, novie ,Farus serta yogi dan yang lainnya. Panjang lebar mereka saling mengutarakan maksud dan tujuan acara tersebut dan setelah dapat kepastian kalau anak anak campus tersebut bersedia ikut maka hanz langsung pamit. Dan Hanz benar benar meninggalkan campus tersebut  yang menurut Darwin masih bertanya tanya tentang maksud Hanz mengajak campus yang baru dikenali keberadaannya.

Di tengah perjalanan darwin menyalakan tv dan mencari chanel yang dirasa asyik untuk di tonton ( meski kebanyakan banyak acara yang tak terlalu penting banget yang di tayangkan oleh beberapa chanel tv tersebut) Dan pilihannya jatuh pada sekilas info lalu………….Satu berita mengerikan terjadi pagi hari tadi di sebuah tempat rekreasi kebun binatang Ragunan. Telah di temukan sosok tubuh wanita yang berlumuran darah serta cakaran di sekitar tubuhnya di dekat kandang macan tutul. Sebagian kulit tubuhnya telah terkupas……sekarang sosok tubuh wanita itu sudah dibawa ke sebuah rumah sakit terdekat untuk diperiksa untuk mendapatkan pertolongan. Nampaknya masih ada harapan untuk hidup. Napasnya masih berfungsi meski sosok itu masih dalam tak sadarkan diri………..’KLIK!

“Kenapa dimatikan,Hanz?” tanya darwin selanjutnya.” kita kan belum sempat lihat wajah perempuan tersebut,Hanz”

Hanz menggeleng cepat!

Pandangannya terus di arahkan ke depan.

Meskikah kita menjadi penonton yang fana saat kesakitan dan penderitaan datang?

Sebuah lagu dari Kla projek yang menjadi nada dering Hanz berbunyi. Hanz mengambil Hp dari saku bajunya dan membukanya. Sebuah pesan dari Henry temannya mulai dibacanya, lalu…….dreajhy! Hanz mengerem mendadak mobilnya hingga membuat tubuhnya dan darwin terhempas ke depan. Darwin menoleh dan bertanya apa yang terjadi. Namun Hanz diam dan malah melajukan mobilnya dengan kecepatan yang kencang, Darwin keheran namun mencoba untuk mencari aman. Maka di biarkan Hanz memacuh kendaraannya dengan kecepatan sangat tinggi. Sampai di daerah pondok Indah Hanz memasuki ke area menuju Rumah sakit tersebut. Tergesah gesah ia nampak memarkirkan mobilnya. tergesah gesah pula ia berlari dan membiarkan temannya itu tetap berada di mobilnya. Ia lupa membawa hpnya. Darwin semakin heran.

Selanjutnya dalam agenda perjalanan hidupnya Hanz memastikan kalau ia akan sellau menemani Clara yang menjadi korban kejahatan bengis seseorang. Ia menangis saat di televisi kembali mengulangi berita tersebut dan semakin perih saat mendengar penuturan Pak Rudy, penjaga kebun binatang tersebut yang mengatakan kalau dirinya sedang hendak memberi makan pagi itu saat melihat ada pemandangan yang janggal di depan kandang macan tutul tersebut. Dan ia tersentak saat mengetahui kalau macan macan itu sedang mencakar cakar tubuh perempuan tersebut hingga berdarah. Dengan sentakkan akhirnya ia bisa mengusir macan itu agar menjauh dari jeruji kandang.

Hanz kian sedih duduk terpaku di kursi sebelah tempat tidur Clara.

Bersambung


arsip bluethunderheart

my blue calendar

Desember 2008
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blue Stats

  • 141.192 hits