My Blue Thunder Heart’s BLOG

ada apa dengan dia, bang?

Posted on: 13 Juni 2008

PUKUL SETENGAH DUA BELAS MALAM

udin dan bang jhon sedang asyik berbicara mengenai kenaikkan harga dimana mana, baik; harga minyak tanah, bensin, sayuran dan juga harga ongkos angkutan umum. Begitu seriusnya sampai sampai imereka tidak menyadari kehadiran seeorang yang berjalan perlahan lahan dengan wajahnya yang menyimpan banyak kesuraman. bahkan angin malam yang berhembus saja tidak dirasakannya. Mereka malah semakin bersemangat membicarakan banyak tofik tofik yang sebenarnya tidak begitu familiar di kepala udin, cuma karena ia merasa tak enak hati saja dan yang terpenting adalah; ia terlihat berisi dimata sahabat setianya itu. dan sebenarnya lagi jhon juga yakin kalau ia tak akan nyambung bila membicarakan masalah yang berat padanya, cuma yaitu tadi; ia merasa tak enak hati juga pada udin. merasa mempunyai pemikiran yang sama persis berdua akhirnya cuma saling berpandangan dan tersenyum.

Hingga akhirnya berdua merasa ada sesuatu yang aneh dengan suasana dimalam hari ini. Bukan karena akan ada mayat yang datang dan menakut nakuti mereka . Bukan! mereka berdua tak pernah takut dengan hantu, malah justru hantu hantu itulah yang takut bila bertemu dengan mereka berdua.hantu pikir: lebih baik bertemu dengan preman hantu daripada bertemu dengan mereka berdua apalagi dengan udin.ofst! semua mayat akan ngacir meski cuma dengan mencium akan kehadiran udin.bukan karena wajahnya yang menyeramkan yang bikin mereka ngacir.ya cuma karena kagak tahan ama bau badannya saja yang bikin mereka ngacir. maklum kuburan disini kuburan khusus orang orang kaya yang super kaya, yang mayatnya pun saat dikubur terbiasa wangi. Pernah  suatu hari ada satu mayat baru yang dikubur mencoba menakut nakuti udin tetapi yang terjadi justru mayat itulah yang kabur tak karuan sembari pesta muntah saking kagak tahan ama baunya udin. sejak saat itu tak ada satu mayatpun yang enggan mendekat atau didekati si udin,

Bang…, panggil udin.

kenape? merasa ada sesuatu…..hmm?

udin mengangguk

lalu berdua saling berjalan perlahan lahan menuju ketempat yang mereka pikir terasa aneh. suasana semakin dingin. suasana semakin mencekam.malam semakin merambat kelam. dan untung jhon membawa senter yang cahayanya sangat terang. udin berjalan dibelakang jhon. tubuhnya sudah bergemetar. ditengah kegelisahannya berdua mendengar suara tangisan yang menyayat pilu. udin semakin gemeatr setiapdetik tangannya meremas lengan jhon yang membuat jhon sedikit kesal. semenit kemudian udin hendak berteriak kencang namun dibekap mulutnya dengan tangan jhon. hingga tak terdengar teriakkannya. jhon mencoba menenangkannya.

dihamparan ramput tergeletak sosok wanita memakai seragam sekolah dengan pisau yang menancap di dadanya.darah masih mengucur deras dari tubuhnya. bahkan isakkan suaranya masih terasa terdengar oleh mereka. Kemudian jhon mengajak udin menjauh dari tempat sosok wanita itu. kemudian berdua mulai mencari jalan keluar yang harus mereka lakukan terhadap wanita itu. dan setelah beberapa menit dengan keputusan menolong wanita itu maka berdua kembali berjalan ketempat semula. Tiba tiba……………………………….akh! berdua berteriak saat tidak menemukan sosokwanita tersebut.berdua menjadi terheran heran saling pandang. lalu……………..akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh tiba tiba mereka dikejutkan dengan teriakan seperti teriakan yang tadi ia dengar. kembali berdua saling berpandangan membuat udin kembali gemetar ketakutan. lalu jhon mengajak udin mencari asal suara tersebut. dengan bantuan cahaya senter mereka berdua mencari sosok suara tersebut sampai pada tempat di sudut pojokkan dari area perkuburan akhirnya mereka mendapati sosok mayat tersebut. udin baru saja hendak berteriak tapi keburu dibekap sama jhon. dan udin cuma pasrah dengan keringat mulai mengucur di sekujur wajahnya. kali ini tubuh wanita tersebut sudah kaku dengan wajahnya yang pucat pasih. MATI!

angin semakin kencang dan tiba tiba hujan mulai turun rintik rintik saat akhirnya jhon memutuskan untuk mengubur sosok tersebut setelah ia yakin tak ada lagi nafas dari ronggah mulutnya dan juga tak menemukan indentitas dari mayat tersebut. Hanya sebuah buku diary warna ping yang sudah terkena cipretan darah yang dimilikinya tak ada alamat indentitasnya. hanya sebuah nama LARAS.

knapa bang? ada apa dengannya Bang? tanya udin berkali kali sambil ikut menggali tanah dikuburan itu. Jhon menggeleng. (bersambung dulu ya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

arsip bluethunderheart

my blue calendar

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blue Stats

  • 133,729 hits
%d blogger menyukai ini: