Posted by: bluethunderheart on: 20 Oktober 2008
Butiran airmata di pipi anak seusia dua belas tahunan itu terus saja mengalir deras,meski malam telah merambat gelap, dan ia telah berdiri bersandar di dinding tembok rumah tua tak berpenghuni itu, hampir setengah hari. Dan waktu menunjukkan tepat jam tujuh malam. Bayu namanya, lengkapnya Bayu Langit Prakoso, anak ke dua dari enam sanak saudaranya, [...]
Komentar Terakhir