Posted by: bluethunderheart on: 27 September 2011
Benar
sang awan nampak kian menghitam jika sudah saatnya langit meniduri kegelapannya dengan penuh pekat kehitaman. Sangat hitam seperti sangkaan seseorang terhadap bapak bapak tua yang sedang menggunakan keilmuan agamanya lewat tutur kata. Sangat hitam bisikan negatif pada pola pemikiran bapak tersebut, sedang niatnya saja belum teloransi pada sekehendak lainnya. Dan bapak tua tersebut sedang duduk membisu di dekat perbatasan antara gereja dengan sebuah masdjid tua yang megah tersebut. Dengan sedikit kelemahannnya dia menyambut uluran tangan sang Rohaniawan yang hendak mengajaknya menikmati segelas air teh hangat. Dan tanpa rasa curiga dengan tanpa memberi sesuatu pemikiran yang beda laki laki tua tersebut mengikuti ajakan nya tersebut dengan penuh suka cita. Apakah sebuah perbedaan Iman akan selalu terpandang sebagai sebuah permusuhan? Agamakah yang mesti menuntun manusia menjadi baik atau sebaliknya? Sedangkan Tuhan adakah berada disimpang perbedaan tersebut? Ach,terkadang bisikan lebih murni pendengarannya daripada siraman rohani dariNya. Dan laki laki tersebut asyik bertukar pemikiran dengan penuh keakraban dengan tetap tak melihat dari sisi perbedaan mata rantainya sebuah keimanan.
Laki laki dengan sorban putih dengan baju koko yang sedikit nampak lusuh tersebut tetap terus berjalan menuju ke masdjid setelah berbincang dengan sang rohaniwan.Dengan senyum yang nampak maniz meski usia senja lebih nampak di sekitar kulit sekujur tubuhnya. Dan laki laki tersebut terus melangkah memasuki ruang utama masdjid tersebut untuk melaksanakan sholat magribnya. Sedang di luar langit masih saja menghitam pekat diatas awan.
saling toleransi antar sesama yuk kawan!
Adanya perbedaan untuk bisa disatukan maknanya dan saling dihargai intinya, karena msing-masing punya nilai hakiki sebagai pelayanan sejati kepada Yang Maha Kuasa.
SALAM hangat dari Kendari..
iman tiap orang beda2.. tergantung pribadinya sendiri bagaiamana mereka memelihara imannya
knjungan perdana stelah hiatus.. hhe
pagi blue,,,
selamat beraktivitas,,
salam hangat dari reza,,,
Heeee mirip tapi tidak sama bahasa disini lebih bagus,, sebaiknya kita tidak perlu meributkan perbedaan itu , kalau tidak salah saya pernah membaca dalam sebuah buku disana dituliskan “dalam Q.S. 2:213 manusia pada mulanya merupakan kelompok manusia yang satu, satu umat, satu bangsa dan menyebar kemana-mana dalam ruang geografi yang terpisah, kemudian membangun kelompok-kelompok menjadi suku dan bangsa, kurang lebihnya begitu”
kok hari ini denuzz ketemu banyak postingan yang serius ngomongin agama …
denuzz minta maaf ya, blue …
denuzz gak bisa kasih pendapat … tepatnya sih gak berani … takut salah dan jadi fitnah aja nanti …
salam akrab dari burung hantu …
perbadaan bukan alasan yang pantas menjadi biang permusuhan
dengan kedewasaan, kita pasti mampu menyikapi perbedaan dengan cara yang indah…
selama tidak mengganggu satu sama lain dalam urusan ibadah kepadaNya…
salam hangat dari bangauputih
numpang komen ah….
keimanan? cuma kita yang merasakan Tuhan….follow your heart…..
semua mengajarkan sama
kebaikan, ketentraman hati dan persaudaraan
nice topic, friends ;b
tentang iman…
keyakinan yang tak dapat dipaksakan pada orang lain
dan tidak pula bisa dipaksakan pada diri kita ^^
untukmu agamamu, untukku agamaku. Saling menghormati, saling menyayangi, saling mengerti, tanpa ada rasa ingin mencelakakan orang lain…
perbedaan itu indah.. yang penting tidak menggangu antar sesama, saling menyayangi dan menjaga kerukunan antar sesama makhluk ciptaan tuhan.
thnksinfonya sob..
sesama manusia memang harus begitu
Adanya perbedaan itu memang tidak untuk dipertentangkan, tapi lebih manis untuk dipandang sebagai keragaman yang harus saling dihargai sehingga sungguh akan memperkaya khasanah kebudayaan dan keagamaan.
salam kekerabatan.
dalam masalah aqidah sudah paten gak boleh dicampur adukkan, tapi dalam masalah muamalah, hubungan sosial, semua bisa berperan dan bekerjasama
Setuju dengan pendapat Mas Ekopras. Islam sudah memberi pedoman yang lengkap dan jelas tentang tata cara berinteraksi dengan non muslim
Semoga paradigma keimanan selalu melekat
Mungkin akan lebih nikmat andai keseimbangan hubungan di antara Tuhan dan manusia,manusia dan sesama makhluk ataupun alam sekitar tetap terjaga.
Salam..
asik
Hidup itu penuh warna.
Jadikan perbedaan menjadi suatu keunikan tersendiri.
Tidak ada pembatas antara agama yang satu dengan yang lainnya.
Toh semua mengajarkan kebaikan.
Jadi, mulailah merangkul antar satu yang lainnya, tanpa membedakan perbedaan tsb
bagimu agama mu dan bagiku agama ku.
perbedaan itu seperti pelangi.
Jika bisa bersanding damai dengan perbedaan yang plural di masyarakat, perbedaan itu bisa seindah pelangi
Perbezaan yg tercipta hanyalah di mata manusia
Namun di sisiNYA,kita semua sama..
Yang membezakan kita cuma amalan…
keimanan erat kaitannya dengan keyakinan.. keyakinan biarlah jadi kepemilikan pribadi..
wow xsangka blog saya disinggah dari sini.. thanks ya..;)
nice blue…….suka banget sama tulisan blue
salam
pa chabar, Blue ?
…
sekedar menyapa melepas rasa kangen…
salam superhangat.
muga ianya bukan mimpi…
salam singgah dari syahthebest..
post yg menarik.. semuanya berbalik pada hati manusia.. kerana iman seseorang itu boleh bertambah atau berkurang..
Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam juga berhubungan baik dengan pemeluk agama lain
indahnya kisah keimanan yang mengalir dengan kata yang sangat nyastra…
Makasih untuk Artikel dan Motovasinya
menyentuh banget artikel nya
tulisannya bagus bgt
salam kenal yaa…thanx
bagus ya artikelnya…thanx
wow, bahasannya sangat baik. trima kasih sudah brbgai informasi bermanfaan ini
24 Agustus 2010 pada 10:33 pm
(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
Keimanan dan keyakinan adalah urusan hati dan pribadi masing-masing berkaitan dengan Tuhannya. janganlah itu kemudian menjadi jurang dalam bersosial dan bernegara.
24 Agustus 2010 pada 10:34 pm
tentunya sebagai sesama manusia.