Posted by: bluethunderheart on: 9 Juli 2011
cerpen yang ringan
Selasa dalam kehangatan pelukannya
Dasi bermotif batik sudah dipasangkan di kerah baju yang aku pakai, atas inisiatif sang kekasih. Pagi ini, seketika aku hendak berangkat ke kantor. Dan secangkir kopi panas yang gulanya hanya sesendok pun sudah ia buatkan dan diletakkan di atas meja kerjaku. Bahkan sepotong roti tawar sudah dioles dengan mentega beserta sepotong keju, tergeletak dipiring ceper berwarna biru. Warna kesukaanku. Dan aku tinggal mengikuti aturan yang sudah ia ajukan jika dalam situasi seperti ini. Setiap saat. Setiap hari. Dan setiap jam keberangkatanku ke kantor.
Suasana yang sebenarnya sangat diimpikan oleh semua sepasang kekasih. Suasana yang seperti melukiskan betapa hangatnya hubungan antara aku dan dia. Dia seorang Wanita karir , seorang janda beranak satu. Namanya Mila, sedangkan anaknya bernama aldy ,berusia hampir enam tahun dan bersekolah di taman kanak kanak sentossa.
Di ruang meja makan. Tepat jam setengah sepuluh pagi. Aku sudah menyerumput kopi hangat tersebut dan sudah merapihkan stelan pakaian yang aku pakai. Sebuah kecupan sudah kudaratkan dipipinya sebelum akhirnya aku sudah benar benar hendak melangkah menuju ke bagasi .
Sebuah mobil vios warna hitam. Mobil yang di dekat pintu sebelah kanannya tergores goresan panjang akibat kena obeng yang dilakukan aldy, anak dari perempuan yang sangat ku dambakan sebagai istriku kelak. Kemaren sore saat aku bertandang kerumahnya, Dan saat aku hendak tinggal bersamanya sampai hari minggu.
Aldy memang sangat tak menyukai seketika aku hendak berhubungan dengan mamahnya. Ia terang terangan mengajak perang bathin denganku dari awal pertemuanku dengan mamahnya. Berapa kali kata kata kasar serta sikap yang membenci ia tunjukkan padaku. Tetapi aku tetap bersabar atas prilakunya.
“Kamu sudah mengantar aldy sampai sekolahkan sayang?”tanyanya manja.
Aku terkejut sesaat, namun aku menganggukan kepalaku cepat cepat sebelum ada pertanyaan soal tersebut. Ku raih tas yang tergeletak dimeja makan. Dan melangkah menuju grasi dan masuk ke mobil.
“I love You,sayang,”serunya sambil mengecup pipiku dan merapihkan sejenak dasiku.”Kita akan selalu menjadi sepasang suami istri yang harmonis nantinya,”ujarnya lagi. Dan aku hanya memberikan senyuman atas pertanyaan tersebut. Dia memeluk tubuhku dari luar jendela mobil. Dan tiba tiba tubuhku bergetar sangat cepat. Bahkan ku pikir ia juga merasakan denyut jantungku yang seperti berpacu di lintasan balapan. Dan sebelum ia menanyakan hal tersebut aku sudah mengatakan kalau hari ini aku meski mengikuti rapat di kantor.Makanya aku terlihat gugup kataku memberi alasan padanya.
Kami tersenyum bersama.
Beberapa menit kemudian aku sudah meninggalkan rumah dan bergegas menuju ke arah perkantoran kira kita butuh lima ratus meter dari rumah. Letak kantorku sebenarnya tak jauh sangat. Keluar dari komplex tempat tinggal dan belok ke kiri, yang di ujungnya dekat sekolah taman kanak kanak maka aku akan segera tinggal berbelok ke kanan saja maka akan sampailah ke kantor, dimana tempat aku berkerja.
Kini aku hampir mendekat ke taman sekolah taman kanak kanak sentossa. Dan suasana sudah agak sepi. Suasana yang beda seperti biasanya, jika sehari harinya akan kutemukan segerombolan ibu ibu yang berseliwiran kesan kesini dan tukang becak juga ada yang mangkal didekat sekolah tersebut.
Kini hanya kesunyian yang aku perhatikan. tak ada ibu ibu tak ada becak yang mangkal. Dan aku mengendari mobilku tetap dengan perlahan lahan kerana disana sini masih ada gang gang kecil yang menuju akses kesekolah tersebut serta ke jalan jalur jalan raya.
Perjalanan yang sangat sunyi.
Sedetik aku menarik nafasku dan mengeluarkannya secara perlahan lahan. Dan aku hendak mengambil tissue yang selalu tergeletak dibangku sebelah, ketika aku merasakan ada kehangatan dari bangku itu. Jemariku menari ke sana sini namun tetap kehangatan serta ada sesuatu yang mengental kurasakan di jemariku. Aku hendak menolehkan kepalaku saat didepan segerombolan massa sudah berdiri di ujung dekat sekolah tersebut. Bapak bapak, ibu ibu laki laki, perempuan, abang tukang becak, warga penduduk di sekitar sekolah tersebut sepertinya sedang mengepung mobilku dengan berbagai peralatan yang sedang digenggam di tangan tangan mereka.
Dan diantara gerombolan tersebut aku sepertinya mengenal salah satu sosok dari mereka. Sosok yang selama ini aku kenal dan aku impikan untuk menjadi pendampingku kelak. Sosok yang memiliki anak yang sangat membenci hubungan aku dengan mamahnya. Sosok yang sudah terlalu banyak aku manfaatkan kekayaannya.
Diam!
Menarik nafas dan terus menghempaskannya perlahan lahan. Tatapan mata terbelalak dengan mimik wajah seperti tertimpa dedaunan yang tumbang akibat hujan deras semalam tadi.
Tetapi massa terlihat mengganas. Amarah sangat terlihat jelas dimata mereka.
Sesaat aku benar benar terpana. Mobil ku hentikan. Dan aku semakin terkejut saat menemukan darah segar dimana mana, tergeletak disekitar bangku ………benar bener terpana. Diam dan diantara sadar tak sadar tiba tiba aku merasakan sesuatu menimpa mobilku serta seluruh tubuhku. Dan saat aku tersadar tiba tiba aku sudah berada disalah satu ruang tahanan polsek polri di jakarta selatan. Dan aku sudah dihadapkan pertanyaan pertanyaan sehubungan tragedi yang terjadi tadi pagi. Dengan rintihan atas rasa sakit disekujur tubuhku aku menjawab sebisanya. Dan namaku amir azzam. laki laki yang tega membunuh anak dari perempuan yang aku sayangi. Tadi jam tujuh lewat tiga puluh menit saat mengantar aldy kesekolahnya. Saat sebelum berangkat ke kantor.
Pondog gede dengan nuansa berbeda 08122010
Campur kang, antara hayalan penulis dengan kejadian yang disaksikan
best, heuh tegang saya baca nya…
Apakah cerita ini masih bersambung mas?
Blue apa kabar? lama tak jumpa…
kangen nih sama dirimu…
Tulisan Terbaru Denuzz BURUNG HANTU Kompetisi WEB Kompas Muda & AQUA
Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…
Kalau ketemu amir azam Blue mau apa?
*cerpennya bagus, ide cerpennya tiap hari selalu ada
Penulisan yang lancar dan kasian ya si anak. Btw di bunuhnya di Tabrak atau diapain Blue?
Salam hangat di pagi hari
Kunjungan balik, membaca cerpennya aku kira awalnya sudah jadi pasutri, eh ternyata… berakhir tragis
mengaduk perasaan
ceritanya “”nendang” banget…
wih cerpennya bagus banget… saya kasih 4 jempol buat yang nulis… kalo boleh tahu nih idenya dari mana???
nggak terduga endingnya
Ko’bisa nabrak sih blue? gimana critanya? btw… very nice story… kejutan di endingnya wow…. hehe….mantabzz
Hatiku berdebar-debar menunggu kelanjutan dari cerita si amir ![]()
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
tulisan mantaf sobat…salam hangat
apa kabar sahabat??sudah lama kita ga bersua…
terbawa suasana, adu duh
bagian akhrinya mantaf mas …
“AKU” dalam cerita tersebut itu apakah blue sendiri..????
salam kangen maen kesini Om.
ajib cerpennya ![]()
teruskan bro!
hmmm…nih diangkat dari kisah nyata atau berangkat dari khayalannya blue aja??? keren ^_^
Benar-benar cerita yang mengejutkan. Saya menjura kepada blue yang menghadirkan cerita yang tak terduga
wahh..tambah kreatif cerpennya..
salam hangat ya…blue 8)
tema cerpennya semakin menarik dan seru …
salam ya blue…
ga ada cerita bersambungnya yah mas..wah..seru..deg2an pas bacanya..tapi kasihan deh aldynya ditabrak ma calon papanya.hiks..
kok engga di tahan di rutan tempatnya Gayus aja, kan lebih panjang nanti ceritanya.. uhui mantap kisahnya, tapi jangan sampai mas penulis praktekkan ya
Salam kenal
cerita yg bagus.. tapi ada pertanyaan, Itu kapan aldy matinya nih kok tiba2 dibilang membunuh?..
wah bagus infonya.
bertukar link dengan
http://blog.umy.ac.id/tutorialblogging/
kalau mau kabarin yah ![]()
salam kenal
Bahasanya kok enak banget ya mas,
Hehe,, I Like This!
Salam kenal! ^__^
hmm… berkunjung di sore hari…
Jujur saya baru pertama ini nemuin blog yang isinya cerpen…
Salut dah.. semangat terus gan
wah menyentuh banget..membuat kita merenung setelah membaca. .
Innalillahi, kisah nyata kah? beneran terjadi kah?
speechless..
tragis ![]()
penulis berhasil membawa emosi pembaca pada alur cerita ![]()
thumbs up
cerpen yang mungkin mengejutkan setiap pembaca, blue. Di bagian endinya itu, perasaan saya tergetar.
salam kekerabatan.
idenya hebat
Seperti biasanya
Blue memang ga pernah kekurangan ide
Salut!
a very nice fiction
nanti aku sampaikan mas…kebetulan tetangga ada yg nama demikian,,ckckkc
sereeeemmmmm…..
i like it
prosa yg cukup berat untuk ditebak,..nice post ![]()
makasih ya dah main ke blogku,..:)
ga coba kirim ke media cetak mas??
This really is one great blog article.Much thank you. Significantly required.
akhir cerita yang sungguh tragis sekali…:(
8 Desember 2010 pada 9:41 pm
(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
Wah, sebuah kisah yang sangat tragis…
Apakah ini diangkat dari kisah nyata?