Posted by: bluethunderheart on: 22 April 2011
untuk kesekian kalinya aku menutup mataku dan seperti hendak mendengar bunyi gema yang terdengar samar samar, seperti suara rintihan angin yang berhembus disela sela gerimis hujan sedari tadi
dan aku tertidur sepertinya diantara tangis yang menyayat pilu
dan aku menggapai impian yang membayang disudut kerling kedua bola mataku yang terpejam
lalu tarian Diam pun berlanjut
dan seketika aku membuka kedua bola mataku, aku seperti kehilangan gambaran wajah wajah sang putera kegelapan
hanya desir ombak yang sedang dipeluk halimun
dan aku duduk di pasir yang membasah
dan membaca tulisan di kertas berwarna biru muda, yang di titipkan pada kawanku yang kemudian meninggal secara mendadak!
sampean benar2 bagus bikin puisi.. ane bs ngasih saan buat cetak puisi ini ke buku…
Sy boleh minta puisi yang menggambarkan pantai dipetang hari… (sy tdk pernah kepantai T_T)..
thanks sobat..
nnti akan sy post dan ngasih link sampean tentunya..
ini flash fiction ya Blue?
agak horor ya..
selembar kertas warna biru muda: wah 2 info yg bagus kang
endingnya tragis banget sob…
semoga yang meninggal diterima Allah SWT.. aamiin
puisi yg indah dan nyaman untk dibaca, segar mengalir kejiwa…
Senyum perdanaku dan trimakasih untukmu
selamat jalan buat kawan2 yang sudah mendahului kita. satu kata untuk kata2nya, “Mantabb”
waw, nyastra banget. bagus bagus..mudah2an aku bisa nulis kaya gini suatu saat nanti.amin:)
wakkkk..temennya apaan tuh?…sebuah mimpi ya…keren banget tulisannya.nyastra abis….salut
salam
cukuplah tulisannya menjadi teman..
monolog..
turut berduka
fuh!!
sungguh tragis..
kontradiksi
seperti itu ya Blue
menyentakkan dalam sesaat ya blue…
22 April 2011 pada 7:51 pm
dalam kepergian sang sahabat seperti menyentuh ketidak percayaan setelahnya pergi………….
23 April 2011 pada 3:24 pm
begitu cepatnya bahkan sangat mengangetkan