Posted by: bluethunderheart on: 19 April 2011
melentik jemari angin di suraunya sebuah pedesaan hati yang kesepian
lalu berterbangan daun daun kerinduan dari dahan jiwa yang menangis menahan kerinduannya sendiri
jatuh ke tanah yang berbecek, seperti melengketkan hasrat dengan keinginan yang kuat
tetapi angin terus berhembus,menina bobokan rasa kerinduannya yang tak akan pernah berhenti seperdetik pun
pada kawan
pada saudara
bahkan pada semua unsur senyawa di jagat persahabatan itu sendiri
apa kabar kawan semua?
kabar kerinduan itu telah terjawab dengan kehadiran para sahabatmu.
Salam hangat blue. 8)
membacanya seperti lagi menikmati angin sibu2 di pinggiran pantai Blu.. salam hangat saudara.
baik khabar… esok IM cuti. bawa ibu_suri jumpa pakar di pusat kesihatan!
Kerinduan yang terus menghangat akan membangun kedekatan dengan sesama, sobat.
Salam kekerabatan.
bahkan pada semua unsur senyawa di jagat persahabatan itu sendiri
Unsur senyawa itu maksudnya Hidrogen, Oksigen, Carbon, Nitrogen, dll itu ya?? Huehehe….
Salam.
Kabar baik mas blue..
Salam dari green…
kabar baik bang..
salam kenal
Aku datang blue
dan aku baik-baik saja
mencoba kembali mengurai kata-kata
sahabatku semoga engkau selalu bahagia
Blue memang hebat….
Masih tetap konsisten menulis puisi yang indah …
Wah tambah kesedot neh ama bahasanya Mas Blue.. He
wah, hebat biki puisi nih, mau dunk dibikin kan puisi, xixixi
apa kabar kawan semua?
baik-baik saja
masya Allah, puisi yg serasa hidup… buatkan saya satu sobat, akan q muat di blog q… thnaks…
membalas kunjungan kamu.
terima kasih atas komennya sob, wah keren juga nih WPnya .. sukses deh dan terus maju sob
pertama kali melayari blog ini… tertarik dengan judul puisi `tertidur sapa hangatku’… walaupun sebenarnya tidak berapa faham isi kandungannya…
salam dari malaysia
Datang, sudah disambut keindahan puisi mba.
Kabar disini masih baik, bagaimana mba…
angin semilir menyapa langkahku
di hari sabtu ini ku teringat dirimu wahai sahabatku
apa kabarmu, blue…?
kabar baik baik moga blue juga ya ![]()
salam dari surabaya
19 April 2011 pada 7:59 pm
dalam temaram sinar purnama, semilir angin membelai mesra.
kudapati diriku dalam keadaan baik.. semoga blue disana juga, tanpa tangisan jiwa dalam ratap kesepian..
19 April 2011 pada 8:02 pm
trims y om
blue selalu merindu sapamu…….sukses tuk om disana
20 April 2011 pada 9:31 pm
gaya penulisanmu khas Sobat