Posted by: bluethunderheart on: 3 Maret 2011
kegelisahan yang kini kurasakan semakin membuat aku bertanya dalam hati; adakah ini hanya ilusi dari kejemuhan sikapku akan derita hatiku? mestikah rangkaian duka ini terus menerus kususun di barisan langkah hari hariku?
oh, dewa kebijaksanaan yang agung. perlihatkanlah padaku jika memang ada satu langkahku yang membuatmu kecewa, jabarkanlah dengan arahan yang benar pabila diriku ini salah dalam melangkah, kan ku terapkan kesigapkanku itu, duhai pelangkah yang bijak.
tapi jangan hari ini!
aku masih terasa nyinyir tuk melangkah lagi. kakiku saja masih merasakan tusukan duri janjinya, janji yang kemaren petang ditawarkan oleh kekasihku tuk diberikan padaku, ada harum bunga kesungguhan pada awalnya, semerbak mewangikan genderang penciumanku tatkala bibirnya yang memerah ranum itu mulai mendesahkan kalimat kalimat yang membuatku terbius. Sungguh! saat itu hatiku benar benar terperangkap oleh harumnya, yang kemudian aku tunduk karena tak kuat menimbun rasa itu di penatku hingga aku pun mengikuti kemana wangi itu menebarkannya. Dan aku benar benar ikut!
dan kedua lenganku mulai lunglai saat menggenggam bunga ingkarnya, sehelai ingkar telah ia tanamkan di taman hatiku tepat disaat aku mulai menyatakan kekagumanku akan dirinya, kekaguman yang selalu saja ku umbar umbarkan kepada sahabat anganku dan membisikan kepada angin bahwa aku telah menyatakan kekagumanku padanya, pada kekasihku. Aku benar benar lemas akibatnya, dan ia pun tak membisikan kalimatĀ janjinya kembali. ia pergi dan entah kemana.
dan hari ini, dan hari esok esoknya lagi aku benar benar sendiri disini, menyejukan tubuh asaku dengan terpaan angin kepasrahan. karena akuĀ yakin ia dan cintanya tak akan pernah kembali disini.
sendirian dikamar,
Wuih… stressnya membaca kata-kata puitis… walaupun kutau lebih pusing untuk menulisnya apalagi merasakan dan melaluinya..
Sabar-sabar bro…
Karena gelap jadi rembang pagi dan remang jadi siang trang
Wah…, sangat menyedihkan. Siapakah dia itu. Namanya, alamatnya, atau indentitasnya yg lain.
carilah yang seindah bahasa puitismu dan raihlah ia dengan keanggunan jiwamu, bukan dengan ratapan bulu perindu
salam singgah.. nice bro dgn kata2 puitis ni.. jgnlh lemas..
masih banyak cinta yg lainnya menanti mu blue…jangan cepat menyerah…
Blue, ketika sendirian begitu sering mudah inspirasi meluncur. Jadi, malah banyak hal yang dapat ditulisakan. Semoga blue tidak teramat dalam tenggelam dalam kesedihan, jika terus menulis.
Salam kekerabatan.
Blue.. Tiada kata lain Hanya aku padamu… Blue
salam..jalan2 di sini ya..ngeh3
deseperate ni yeee hehehe
singgah disini sobat..
sedih artikelnya
semua manusia kan menjadi sendiri…..suatu saat nanti….kawan.
tak perlu sesali yg yg sdh meninggalkanmu…. biarlah…mintalah gantinya yg lebih baik atau mungkin ada skenario lain yg lebih baik untukmu….. salam hangat….
terima kasih tas infonya..
senang membaca di blog anda..
kunjungi jg bahan bacaan saya :
jurnal
ekonomi andalas
10 Oktober 2008 pada 8:04 pm
semoga saja sang kekasih selalu menepati janji nya ====
=========================================
yang paling bawah kenapa gak kembali lagi