Posted by: bluethunderheart on: 11 Maret 2011
Sejenak maya seakan terdiam Seperti hendak menjemput sang maut yang datang dengan tabir yang bergema, penegas isyarat, penunjang kehendak. Bibir merah yang ranum sang penghuni bumi tiada pernah memudar. Meski lidah telah membasah perih. Meski maut sedang berterbangan diatas maya impian impiannya. Melumat kehendak tuk menerimanya. Namun sang bibir merah delima itu tetap tertidur dengan [...]
Posted by: bluethunderheart on: 3 Maret 2011
kegelisahan yang kini kurasakan semakin membuat aku bertanya dalam hati; adakah ini hanya ilusi dari kejemuhan sikapku akan derita hatiku? mestikah rangkaian duka ini terus menerus kususun di barisan langkah hari hariku? oh, dewa kebijaksanaan yang agung. perlihatkanlah padaku jika memang ada satu langkahku yang membuatmu kecewa, jabarkanlah dengan arahan yang benar pabila diriku ini [...]
Komentar Terakhir