Posted by: bluethunderheart on: 4 Januari 2011
Sedekah nyawa sudah berada di ujung tenggorokanmu, kakimu, lidahmu bahkan mengena di pelupuk kedua bola matamu yang indah. Namun tetap saja engkau masih berada dibarisan terdepan saat musim senggawa mulai dipagelarkan hasratmu. Hendak mengelak namun tetap saja mendustai sang waktu.
Engkau merasa sudah moderat dibandingkan dengan globalisasinya sang maut. Tertawa bahkan menjungkal balikan hatimu pun semakin meluas.
Engkau berada di duniamu sendiri tanpa memperdulikan hakekat Sang Tuhan. Dan engkau merasa lebih sempurna saat egomu disandingkan dengan meluasnya sang kehendak.
Engkau tetap berdiri dipinggiran jalan meski polusi udara malam sangat menyakitkan, bahkan melukaimu. tetapi dengan polosnya engkau mengatakan kalau ini sudah kodratku untuk menemani semua penghuni malam malam mengganas
jakarta, jatinegara malam 2011
Jujur nih, Blue… Denuzz kurang ngerti maksudnya apa tuh
Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…
Blue…aku ingin bertanya kepadamu
Senggawa artinya apa ya?
Jatinegara malam….hmmm…apakah ini ungkapan untuk si Bunga trotoar ?
Apa yang telah dikodratkan, semoga bisa dijalani dengan ikhlas…
SALAM hangat dari Kendari…
yang bisa merubah nasib mereka adalah mereka sendiri, mengatas namakan kodrat ah…. mengapa harus seperti itu yah >.<
Hanya keinginan yang kuatlah untuk bisa mengubah apa yang melekat pada diri mereka. Memang tidak mudah tapi harus tetap berusaha untuk mengubah semua itu
Coba ku tebak, ‘ini tentang mereka yg sering mangkal d lampu merah/taman lawang’ bkn?
Jangankan ‘mereka’ blue..aku pun kadang mengatas namakan kodrat, untuk mencari pembenaran atas tindakanku.
begitulah sebagian manusia begitu mudah untuk digelincirkan oleh syetan tapi ini juga tugas dai mengajak orang kepada kebaikan, wah hampir 7 bulan nggak pernah kesini
Hidup itu memang kodrat, tetapi berusaha dan berjuang untuk merubah kodrat juga merupakan kodrat.
Aduh, bingung Blue….
Seperti mimpi dalam tidur yang tak bisa kita benarkan. Meski beberapa di antara mimpi terasadi bantalan kasur.
Prosanya kereen.
saya nggak bisa komen banyak, cuman bisa menikmati aja..
Perempuan malamkah ?
Apapun itu semoga “dia” cepat menyadari bahwa yang dianggapnya “kodrat” itu masih bisa dirubah.
Salam.. .
masih dapat meski akan menemukan senggang waktu yg tak bisa dijelaskan leh mereka..kapan dan kapan………….
thx y
salam hangat
bang, abstrak banget tulisannya… bikin pikiran jadi liar utk mengartikannya…
Blue….emang paling pintar mendramatisasi suasana, menggambarkan situasi dengan rangkaian kata bermakna…komentarku blue…..idealisme kadang harus dibarengi sikap yang mampu menerima realita…..kalo ngga, aku takutnya bisa terdampar di “Wismo Gerah Jiwo”
salam hangat blue
Menyerah pada keadaan dengan alasan kodrat. Begitu kah Blue isi ceritanya?
terimakasih Blue…
Yap. Keren bgt nih ![]()
Tapi gue harus baca berulang2 supaya ngerti
kunjungan pertama….
Selamat Siang Mas ..
Selamat Beraktifitas ..
Salam dari Kalimantan Tengah.
mas blue,maksunya hidup dalam dunia gemerlapan ya,contohnya apa ya..?
Menyapa Blue dimalam hari.
Selamat Tahun Baru 2011 Blue…
Apa Khabar?
Tahun Baru, Tahun 2011.
Tahun yang penuh harapan, ya blue…
Hi Sahabatku Blue…
Mendoakan semoga Blue dan keluarga dalam keadaan yang baik-baik saja, amiiin
dan apakah aku bisa menaruh komentar disini juga bagian dari kodrat?
blogwalkinggg.. salam hangat dari makassarr
“Dan engkau merasa lebih sempurna saat egomu disandingkan dengan meluasnya sang kehendak”
suka ini…
mereka msh sbuk bertanya “dosakah yg mreka krjakan, dosakah mreka yg datang?” entah sampai kpn.
salam kenal mas blue,
mhon do’a jg atas kabar duka di http://kakmila.wordpress.com/2011/01/04/semangat-sembuh-untuk-sausan/
mnyentuh..
jadi terharu nih hehe
Keren kata-katanya mas,,
salam hangat!
Selamat berakhir pekan mas .. bersama keluarga tercinta.
4 Januari 2011 pada 11:57 am
wow, so deep.
Sayangnya dia tidak sadar jika ada nasib yang bisa dirubah.
Hmm. . .
4 Januari 2011 pada 12:04 pm
nasib merupakan simbul dari rasa ketakutan kita sendiri,kawan
kerana terlalu dini jika kita (yang bukan memperagakan kodratnya dijalanan) untuk menikmati apa yang sesungguhnya dirasakan oleh jiwa jiwa jiwa tertindas,kawan
maaf.
blue pun tak bisa berkutik tuk melakukan sesuatu pada mereka namun kita pasti punya banyak harapan atas mereka.
dunia adalah kodrat tuk kita semua menikmati sebisa kita nikmati
dan pilihannya sangat beragam
salam hangat dari blue