Posted by: bluethunderheart on: 29 Januari 2011
melepaskan penat menitip dahaga segera tetapi tak mengelak pada ingatannya menanam masalah menghasilkan ketidak nyamanan di jiwa tetapi serumpun apapun rasanya tetaplah tak bisa kerana sang luka masih tersimpan sangatlah rapih dalam massa dan waktu kamar,menyendiri 2011
Posted by: bluethunderheart on: 25 Januari 2011
Benar sebuah mata rantai itu seolah olah laksana penghubung diantara pencarian nyata di dunia saat ini dan dunia yang tak pernah kita mengetahui kapan berakhirnya. Penghubung diatas sebuah kertas putih dimana sejarah tinta pena perlakuannya mengisi di serat serat lembar kertas putih tersebut. Hitam, biru, atau apalah warnanya,tetap saja sebuah sejarah kehidupan penghubung bagi jiwa [...]
Posted by: bluethunderheart on: 23 Januari 2011
nyenyak menanti harapan namun semangat masih berselimut keengganan kita meratapi kenyataan namun kita menunda perjalanan sebuah niat menatap kesekeliling dan kita pun menimbun rasa iri sedang doa telah kita selingkuhi dengan keikhlasan dan juga penuh pertanyaan kapan hal sedemikian kita impikan terwujud kita terus berharap namun selalu enggan tuk bergerak hingga waktu semakin menjahui hari [...]
Posted by: bluethunderheart on: 13 Januari 2011
karena blue lagi kesal saat diputusin sama ez terpaksa blue ulang aza nich pstingan biar blue bisa damai dengan perasaan sedihnya Sore diantara hujannya dan juga kemaraunya musimnya musim film film aneh dalam kehidupan bokapnya blue serta teman temannya blue sendiri. Tepatnya saat blue udeh beranjak ke jenjang pendidikan di sekolah menengah pertamanya negri 191 [...]
Posted by: bluethunderheart on: 9 Januari 2011
tertinggal waktu seketika pagi menyapa tanpa beban mentari terus menyinari bumi tetapi tetap saja mengelak atas lelapnya sang tertidur mengilerkan air disekitar bibir menimbun belek disekitar bola matamu tetapi tetap saja enggan untuk bangun enam kurang dua puluh menit sepertinya menggigil diantara deru nafasmu seketika dan tersadar sesaat melirik jam di dinding m’Bo Min………………………… lalu [...]
Posted by: bluethunderheart on: 4 Januari 2011
Sedekah nyawa sudah berada di ujung tenggorokanmu, kakimu, lidahmu bahkan mengena di pelupuk kedua bola matamu yang indah. Namun tetap saja engkau masih berada dibarisan terdepan saat musim senggawa mulai dipagelarkan hasratmu. Hendak mengelak namun tetap saja mendustai sang waktu. Engkau merasa sudah moderat dibandingkan dengan globalisasinya sang maut. Tertawa bahkan menjungkal balikan hatimu pun [...]
Komentar Terakhir