Posted by: bluethunderheart on: 16 Desember 2010
trilogi terakhir dari 2 cerpen kemaren Siang disebuah sel penjara Ruangan dengan sepercik sinar cahaya dari lampu pijar yang menempel di dinding, diujung dekat jendela bertelari besi itu seperti meninggalkan bayangan hitam. Bayangan atas sosok seorang narapidana, yang terhukum seumur hidup atas balasan kesalahannya sendiri, membunuh anak dari kekasihnya tersebut masih terdiam sambil menumpangkan wajahnya [...]
Posted by: bluethunderheart on: 1 Desember 2010
Gombal! itu kalimat pertama yang ingin gue tulis saat sekarang ini ketika mendengar rayuan dari mulut si Toyib, teman sepermainan gue, katanya; gue kayaknya pengin lho jadi pacar gw dech. maukan ? ujarnya tanpa dosa saat sepulang dari rapat dirumah pak RT, saat ia mengantar aku pulang (padahal, saat itu gue tidak meminta agar ia [...]
Komentar Terakhir