Posted by: bluethunderheart on: 9 November 2010
Nak!
Benar yang selalu kamu katakan kalau ibumu akan tetap setia menemanimu. Benar sangatlah anakku,tersayang. Setetes airmata ibu tak akan pernah bisa berwarna kesedihan jika melihatmu bisa melenggang dengan kesuksesan jerih payahmu sendiri. Benar sekalii itu,nak! Bunda akan tetap berada disampingmu saat engkau merangkak untuk menggapai semua keinginan serta cita citamu. Karena apa,nak? Karena ibu yakin dirimu bisa menaklukan semua impian impianmu. Karena ibu akan selalu mewujudkannya mesti tertatih tatih langkah kaki ibu untuk memenuhinya. Meski ibu sekedar tukang gorengan di sekolah sekolah. Meski ibu harus berjibahu atas terik mentari yang megitu sangat senang memancarkan percikan sinarnya tetapi ibu tetap akan terus menaklukannya. Meski panas. Meski penat. Meski lelah ibu tetap akan mewujudkannya. Karena hanya dikaulah permata hati ibu untuk saat ini.
Anakku tersayang!
Benar! Saat ini saat kita sudah mengalami pasang surutnya kehidupan dengan berbagai ragam emosinya, Bunda bisa mewujudkan impianmu. Mewujudkan segala impianmu yang hendak menaklukan Sang nasib. Waktu sudah bergulir massanya y,nak! Dirimu sudah bisa menerima kebahagiaan yang menurut jiwamu serta pedampingmun adalah sebuah berkah Kasih Tuhan. Itu sangat benar,anakku tersayang! Tuhan begitu menerima keinginan hambaNya yang meminta perubahan dengan terus berdoa serta berusaha. Dan itulah berkah kasih Tuhan untukmu,sayang. Kamu benar benar bahagia sekarang ya,nak!
Tetapi mesti kamu ingat;Bahwa kebahagiaan bukanlah sekedar telah mendapatkan semua keinginan. Bukan itu anakku! Lihat sekarang saat ibumu sudah menjelang usia tujuh puluh dua tahun……..sangat sulit engkau menempatkan ibumu dengan kondisimu yang sudah berhasil itu. Ibu tak akan pernah berpikir bahwa kamu sangat sengaja menepatkan ibumu di kandang seperti ini. Bukan,nak! Ibu tak berpikir engkau telah jahat. IBu mana yang tak senang melihatĀ kebahagiaanmu itu. Meski ibu ada di kandang ini. Meski ibu terus menikmati sisa hari hari ibu dengan berada dikemuningannya rasa sepi namun ibu akan tetap tersenyum melihat engkau bahagia di istanamu yang besar itu. Jangan menangis,nak! Jangan pernah merasa engkau telah melaknatkan kasih sayangmu hingga ibu berada disini. Ibu tak akan menangis,nak. Karena ibu tetap senang melihatmu sudah berbahagia. Meski………..’Nek, maafkan ibu Setyantocahyo ya”tuturnya dengan penuh penyesalan dan linangan airmata saat mengetahui bahwa neneknya sudah bertahun tahun ditempatkan di kandang dekat pekarangan rumahnya yang besar.”terus katanya dengan penuh berbisik di telinga neneknya”Aku akan menjagamu,nek. Maafkan ibuku,nek!
Kisah seorang ibu yang diasingkan di daerah Jambi hanya karena ibunya sering buang air besar sembarangan
Kawan,maukan tetap menerima Ibu kita dengan segala kekurangan serta keadaannya!
untuk semua anak yang berbakti kepada ibunya…
salam hangat…
nudah”an kita di ridoi Allah…
amien..
ummi…, ummi…, ummi…
Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya…
Salam hangat & sehat selalu…
kasih ibu sepanjang masa.
kewajiban kita sebagai anak-anaknya untuk terus berbakti kepada beLiau sampai kita menutup mata di akhir hayat.
seLamat berakhir pekan, saLam sehat dan sukses seLaLu.
Bermacam ragam didunia sayang tidak seperti sayang ibu pada anaknya , walau bagaimanapun tingkah- laku anaknya dia tetap sayang!!!!
jadi kangen emaaaaaaak ^^
benar-benar cerita yang menggugah.
salam weekend dari saya, kawan ^^
Ibu… I Luv U.. 4ever
Blue emang baik… Sukses Blue.. Piss
Sebesar apapun jasa kita, tidak akan bisa menyamain jasa Ibu ke kita..
I love so much Mamaaaaaaaah…
mkashy buat kunjungan dan komentarnyaa… ^________^
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintang untuk aku anakmu,
Ibuku sayang masih terus berjalan walau telapak kaki penuh darah penuh nanah,
Seperti udara kasih yang Engkau berikan, tak mampu kumembalas Ibu…..
Salam hangat dari Masda
kisah yang sangat inspiratif sobat. ingatkan kita untuk kembali merenungi betapa besar kasih sayang ibu pada anaknya. sehingga tidak pantas bagi kita memperlakukan mereka secara tidak baik dan sopan. semoga kita dapat ambil hikmah dari pelajaran itu.
salam persaudaraan dari ahsin.
salam sobat
kasih sayang ibu sepanjang masa,,
sayangilah ibu.kasihilah ibu, hormatilah ibu.
“ibuku sayang masih terus berjalan, walau tapak kaki penuh darah penuh nanah”…sepenggal syair dari Iwan Fals..
salam…
saya membaca dengan hati berdesir..
ibu, adalah kasih sayang abadi…
Astagfirullah, kejam sekali menempatkan ibu kandungnya sendiri di dalam kandang…. Kok aku ketinggalan berita ini ya..? Kalau tadi gak mampir kesini pasti gak tahu berita ini deh.
Sedih sekali membacanya… Semoga saja kita akan tetap mencintai dan menerima segala kekurangan orang tua kita.
iya
Empat tahun telah berlalu tanpa seorang Ibu….sepi, sedih,dan…ibu selalu hadir dalam hatiku, tak tergantikan.
Wah aku rasa sedikit keterlaluan tuh Sob….kalau mesti diasingkan hanya karena Buang Air Besar…….
I Luv My Mom…………aku udah ga bisa Ngomong klo yg ini ………..
Buat semua Ibu Didunia salam Hormat dari Ferdinand………..
semoga saya tidak menjadi salah satu yang menelantarkan ibu ketika ibu sudah uzur. amin.
Haduh..kasian banget deh sang Ibu.
Ya..mudah2′an saja saya tidak seperti itu. Amin.
Sedih bacanya.
Sungguh kasih sayang ibu yang luar biasa kepada anaknya yang durhaka.
I lop may mom,,,,
Jadi teringat tentang kejadian seorang ibu di china yang menyelamatkan anak nya dengan mengorbankan hidup nya sendiri =(
big Salute to the Whole Mothers in this world especially my mom =)
wiw asli ya??
tega banget tuh ampe kaya gitunya sama ibunya sendiri..kekayaannya ga kan berarti apa2..
Ada pepatah “kasih ibu atau orang tua sepanjang badan, kasih anak sepanjang galah”. Secara realitas memang itu banyak terjadi dan secara alamiah tidak mengherankan. Walaupun dalam cerita di atas kelakuan sang anak memang sudah keterlaluan dengan menempatkan sang ibu di kandang hewan, namun ibu yang baik juga tidak akan menuntut balas budi yang setimpal kepada anaknya. Jikalau kita ingin “membalas budi” orang tua kita, sayangilah anak kita sebagaimana orang tua kita menyayangi kita. Dan jikalau kita memperlakukan orang tua kita semena-mena, ingatlah bahwa mungkin kita kelak akan diperlakukan serupa oleh anak kita… Dengan begitu mudah2an kita selalu dapat menghargai jerih payah orang tua kita walaupun mereka tidak mengharapkan balas budi kita…
Ralat:
Ada kekeliruan sedikit. Disana tertulis:
Ada pepatah ākasih ibu atau orang tua sepanjang badan, kasih anak…
seharusnya:
Ada pepatah ākasih ibu atau orang tua sepanjang jalan, kasih anak…
hiks jadi sedih, uni jg sering nyusahin ibu, ijinkanku membahagiakannya Tuhan ^_^
ibu.segalanya
memuliakan beliau sungguh sangat diwajibkan
saya datang Blue..
menemukan renungan yang bagus tentang Ibu disini..
Nice post..!
Halo blue, apa kabar….?
Salam hangat dari Ujung Utara Jakarta
Mencintai ibu … untuk selamanya ….
Kasih ibu sepanjang masa …
kasih ibu sepanjang masa
kasih anak sepanjang galah
Yupz ksh seorang ibu memang tidak ada habisnya sob kpd anaknya serta tdk ada pamrih sedikitpun, dan semoga kita semua bs menjadi anak yang berbakti khususnya pada ibu kita…:D
mother . . . dah lama gw gak ketemu . . .
ibu..surga dibawah telapak kakimu…
i love you mom…
thank tulisan ini sangat menyentuh sekali
ibu … oh … ibu …
seringnya orang membuang ibunya yang telah renta ke panti jompo…
nice………………………………………..^_^b…………………….
kasih ibu sepanjang masa…ibu yg telah melahirkan kita, wajib bagi kita utk berbakti kepadanya…
[...] Read More… [...]
kekuatan apa lagi yang bisa menggoncangkan dunia.
salam.
Jadi mau menangis ingat ibuku nun jauh di sana
menyedihkan sekali
Padahal ketika bayi,ibu lah yang dg sabar merawat dan membesarkan,termasuk mencuci bab nya
Semoga ini jadi pelajaran bagi kita semua..
Astagfirullah…
Semoga kelak kita dapat menjaga ibu kita hingga akhir hayat beliau
gmnpun keadaan dan kondisi ibu kita, kita harus tetep menjaganya, jarus tetep berbakti kepada kita,
karean surga dibawah telapak kak ibu,
jangan sampai kita menyia2kannya, melupakannya,
karena jasa ibu sangatlah besar terhadap kita, dan kita tak kan sanggup menggantinya.
Bali Villas Bali Villa
Hah
20 Juni 2010 pada 9:29 am
untuk anak yang berbakti kepada sang ibu, selamat pagi shobat apa kabar?