Posted by: bluethunderheart on: 19 Oktober 2010
benar
sepertinya sang burung ibarat jiwa yang seakan hendak menyejukkan kedukaan yang telah berlangsung sesaatnya tadi. Meneduhkan buluh perindu diibaraan sangkarnya. Meski sendirian menjuntaikan sayap sayapnya yang patah diujungnya, seperti selembar kain sutra membungkus sebagian lengan seorang gadis gadis tatkala menyenandungkan syair lagu puji pujian di altar gereja atau selaksa jilbab yang menjadi hiasan sang perempuan yang hendak malafalkan ayat ayat suciNya. Meski sang putra kegelapan masih asyik melebarkan kain hitamnya zagat yang pekat menghitam. Namun sang burung tetap berusaha menikmatinya. Meski kelelahan mencari makan di malam malam yang gelap. Seperti julukan nocrurnalnya seseorang manusia.
Dan burung burung itu tak pernah lelah meski harus bekerja di malam hari yang pekat hitamnya……………
tuk om andi saputro….semoga bisa menerimanya y.hehehe
Orang yang memiliki kesempatan membaca adalah orang yang bahagia. Karena dia dapat memetik bunga dari taman alam semesta, bisa berkeliling mengitari keajaiban dunia, dan bisa melipat waktu dan tempat.
Selamat malam sobat
Dengan Mengatasi Permasalahan Yang Kecil; Maka, Kita Dapat Mengatasi Permasalahan Yang Besar.
Sukses selalu.
Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog
Ehm.. Hebat dah ini bahasanya.. Salam kenal aja.. Tukeran link boleh gak?
(Maaf) izin mengamankan KELIMAAAX dulu. Boleh, kan?!
kayaknyapun para blogger makin banyak yang jadi nokturnal
bukan hanya burung tapi kelelawar juga begitu yah
keren bahasanya.
hidup harus dijalani dan dinikmati
wah ceritanya tentang kehidupan malam memang selalu menyisakan makna dan misteri tersendiri, ya blue..
salam hangat kembali.. 8)
hadaw……., tak tau harus berkata apa, hilang rasa, tenggelam dalam seribu bahasa ketiak kubaca tulisan ini
bahasamu, selalu membuatkku terdiam seribu kata dan bahasa, hanya bisa meresapinya saja, tanpa tau harus membalas yang bagaimana ;P
wah, malam jadi siang dan siang menjadi malam dong….
smoga kita pun sama kaya burung2 itu.. gak pernah lelah…….
aduh langsung speechless aku klo baca kata2mu Blue haha… tapi tumben yg ini gak panjang blue.. biasanya udah kaya baca novel aku hhe… maaf lama gak kesini…. Semangat
indah
Sarat makna
Harus belajar banyak darimu kawan
aduh…sampai gak ngerti maksud artikelnya…
kata-katanya terlalu tinggi buatku… hiks…
wah mesti belajar banyak dari sini nih…
untaian kata yang indah…
burung hantu ya?
blue memang pandai merangkai kata, hal sederhana bisa disajikan secara menarik
ku kangen salam hangatmu di parkiranku blue
-flying-
Seperti julukan nocturnalnya seseorang manusia…
aku merenung…manis diksinya mas. Dalem.
Pagi Blue, nocturnal…
Postinganyg bisa dijadikan pelajaran
artikel mantaf bluee..hehehe
Selamat malam mas … sudah lama rasanya bayu tidak bergelut di dunia blog dan tidak berkunjung ketempat mas … maaf yah mas …
maklum karena beberapa kesibukan yang ada ,,,
semoga mas blue dalam keadaan sehat dan baik2 saja … bersama keluarga tercinta …
Salam hangat dari Bayu di Kalimantan Tengah.
Asyik nih rangkaian kata=katanya!
burung hantu juga nocturnla loh … hehe
hidup burung hantu!!!
Semoga persahabatan kita tiada lekang oleh waktu dan tiada terbatas oleh ruang
Dan burung burung itu tak pernah lelah meski harus bekerja di malam hari yang pekat hitamnya……………
tetap semangat.!
Saya angkat tangan saja …. angkat topi pada gaya bertuturnya. salam dari pinggir sungai Brantas.
Artikelnya memberikan inspirasi, ditunggu postingan selanjutnya.
jadi nambah ilmu niee…
Ketika berangkat si burung perutnya kosong
keika kembali pulang perutnya penuh
Itulah rejeki yang dijemputnya….
Burung tak hanya menunggu rejeki di sarangnya
salam hangat dari Surabaya
i want it
sweet
19 Oktober 2010 pada 10:29 pm
malam Mas Blue….
Selalu speechless, habisnya rangkain kalimatnya itu lho..bisaaaa aja!
20 Oktober 2010 pada 9:46 pm
blue hanya belajar kawan
thx y
]salam hangat dari blue