Posted by: bluethunderheart on: 26 Juni 2010
Selimut di tubuhku tak nampak kehilangan kehangatannya meski di luar sana deraian syimphoni dari langit mulai menyenandungkan iramanya-menari narikan air hujan di tanah becek di bumiku tercinta. Gerimisnya tetap saja belum sebegitu terasa dingin saat aku terjaga dalam malam malam gelap ini.
Aku berada diatas kasurku ketika nyanyian itu semakin lama semakin kencang seiring bunyi angin yang menghembuskan air hujan- dan aku cuma bisa menyaksikan tarian hujan di balik jendela kamarku yang kubiarkan tak ditutupi kain
Aku suka menyaksikan saat tetesan tetesan hujan mulai turun menjatuh di kaca jendela kamarku. Tetapi tubuhku tetap saja masih tak terasa dingin.
Dalam kehangatan selimut ditubuhku aku mulai merasakan ada sesuatu yang perlahan lahan menyentuh aroma lain dari ujung jari kaki hingga ke kepalaku. Aku diam! Tapi tetap saja rasa itu semakin kuat. Aku hampir menangisi keinginanku tetapi aku masih tak percaya akan kehadiran rasa itu disaat aku tak pernah memikirkannya bahkan untuk menjamah impianku saja aku sudah tak bersemangat. Duh, Tuhan yang maha segalanya, lihatlah hambaMu ini,Tuhan! Sungguh aku tak menduganya
Hujan yang Engkau turunkan nampak lebih bersinar dengan kehadiran rasa itu, Tuhan? Meski aku tak ingin. Meski aku tak yakin untuk menerimanya tetapi aku harus tetap menerima kehadirannya. Dan tanpa dosa aku mulai meraba raba rasa itu- mulai menyentuh gelombang rasa itu-menikam-mencakar dan mulai menikmati rasa itu.
Duh, Tuhan!
Aku jadi malu pada jemariku yang mulai menari nari diatas akar rasa itu.
Aku jadi malu pada mulutku yang terus menerus melahap nyanyian rasa itu.
Aku jadi malu pada hujan yang ternyata telah mengintip saat aura kehangatan di tubuhku itu datang
Aku jadi malu pada selimut di tubuhku
Tetapi aku juga manusia kan, Tuhan?
Jadi bolehkan aku memberikan bait bait yang indah pada celah gerimis yang Engkau hadirkan itu?
siapa yang masih sering masturabi?…….heheheh ini postingan untuk sahabat blue yang masih suka………………
“celah gerimis yang Engkau hadirkan itu”…diksi yg bagus ?
Ko sedih gini suasananya…
C’mon wake up guys…^^
Btw baru tau kalo om blue bisa malu juga..
*..ssstttt, biasanya malu-maluin soalnya…*
malang pancen adem… opo maneh udan2 ngene…
jiannn adem tenan…
sebuah nada yang sangat indah bang!
hujan selalu mengusung rasa mengingat sang Pencipta…salam kenal.
Hujan memang selalu indah, walaupun di pandang dari segi berbeda dirimu, dirnya, diri mereka ataupun diriku
coba jalan2 kesini…http://www.smashingmagazine.com/2008/09/07/35-brilliant-examples-of-rain-photography/
hujan memang indah bukan???
aku juga punya postingan tentang hujan disini :
http://ria.choosen.net/2008/11/13/di-pagi-yang-hujan/
…mmm…hujan…semoga besok cerah oleh mentari
puisi di blog ini memang sip sip
Untung nya saya dah Nikah jadi hehehehe…..
Met nikmati cerahnya hari atau romabtika nya hujan Blue… ^_^
Hmm…cerpen yang sepertinya mengimajinasi seseorang untuk merasakan nikmat dunia.
Btw, cerpen ini sepertinya di posting ulang ya, soalnya beberapa komentar ternyata bertahun 2008
hahaha… cerpen sampeyan membuat berkembang imaginasi ini..
Prosa yang manis dan bugus blue…
Dengan demikian masih dapat engkau merasakan apa yang sesungguhnya, hayal boleh melambung memberikan sesuatu yang indah dlam menikmati suatu kedamaian hati, sebatas manusia yang memiliki hasrat dan kemauan tidaklah terlalu ego jika dia masih mengutamakan keindahan dalam dirinya.
Yang bikin postingan masih nggak ya ? (* kabuurrr……)
hahaha..aja-aja ada…tapi keren dah
berkunjung….
kisah masturabi yg diceritakan dengan indah
kalo ga hujan jemarinya sering nari juga ga ni?hehe
wah ujan2 malah nari2 nih heheh
bingung saya .. apanya yaa .. ?
:kabur juga : hehehe
salam
sepertinya saya harus membaca berulang2 untuk memahami maknya sob, tata bahasa yang indah dengan makna yang mendalam…
Sukses slalu!
Xi..xi… kayaknya nggak jauh-jauh amat dari pengalaman pribadi…(kaburr…)
Maaf neh mampir dulu ajah yah… duh
wah mantap
lebih baik menyegerakan nikah
25 Juni 2008 pada 8:51 pm
Makna puisi ni berat kemana ya? asli gak ngerti aqu… hehe…