Posted by: bluethunderheart on: 18 Mei 2010
Laki laki setengah baya itu………….
Dia masih disana di surau yang dulunya ramai dengan suara suara bocah bocah yang sedang melafalkan ayat ayat alfatiah serta mendengarkan dongeng yang selalu menjadi kesukaan favorite mereka dari nya itu kini sedang menunduk dalam dekapan kepalanya pada kedua kakinya yang meringkuk di dekat teras pintu masuk surau tersebut. Tak ada ucapan yang terdengar bahkan suara nafasnya seperti hendak membisik dalam kesunyian yang seperti hendak bercerita. Bercerita tentang dirinya yang kini dalam kesunyian malam malamnya.
Laki laki tua seusia lima puluh delapanan itu masih disana…………
Dengan baju koko yang masih terlihat wangi meski warna putihnya sudah memudar serta bau tanah yang membecek dan bercak bercak tetesan hujan sudah menyentuh sebagian lengannya namun ia masih disana. Menelungkup tak berdaya. Uban yang sudah menjadi hiasan di kepalanya seperti kilauan permata yang indah dan kerutan di ujung jemari tangan serta kakinya seperti menceritakan betapah gigihya kulit itu untuk tetap selalu menghidupkan surau yang berada di ujung dekat tanah kosong sebuah dusun yang sangat ramai oleh penduduknya. Masih berdiam dalam dekapan angin malam malam yang datang di sela gerimis.
Dan aku masih merasakan kehadiran laki laki itu di surau yang tetap menelungkup di dekat pintu masuk ke dalam surau. Adzan subuh masih tiga jam lagi. Tapi laki laki itu tetap ku rasakan sedang berdiam menanti bocah bocah yang kian berganti tahun semakin menjauh dari suaru bahkan sekedar untuk bermain saja mereka sudah tak mau. Sebuah krisis dari keglamoran masa masa kemilauan duniawi yang serba bisa memanjakan mereka. Dan aku, tetap berdiri di ujung dekat surau yang sepertinya laki laki yang dulunya suka memberi pelajaran mengaji serta ceramah itu tetap meringkuk meski sebagian tubuhnya basah oleh gerimis meski ia sudah meninggal dua minggu menjelang bada subuh. Dan aku tetap merasakan kehadirannya……………
Dan aku masih ingin tadarusan meski hujan diluar surau mulai gerimis. Meski laki laki itu telah tiada . Meski…………..
ayoo kita selalu beribadah kepada Allah walaupun dimasjid atau tempat2 ibadah lainnya sepi kunjungan..
walau hujan dan badai datang pun tak menghentikan kita untk beribadah kepadaNya..
sukses buat blue..
Mantab ceritanya blue
ayo kita giatkan tadarusan agar hati slalu tenang…
Nggak bisa dimalam yang cerah ya Blue, kalau gerimis saya nggak bisa datang dunk
Berserah diri kepada Nya adalah salah satu bentuk ibadah; sudah melakukannya ?
wah wah, crita nya bagus mas..
lama gak berkunjung kesini blue..
apa kabar..
empat jempol buat blue… mantab bgt!!!! hehhehhe
saya meminta maaf mas blue karena lama tidak berkunjung kerumah mas blue … waduh sudah lama tidak membaca cerita2 mas nih … jadi kangen juga ..
Salam hangat dari Bayu mas ,,, di Kalimantan Tengah.
cerita yang menyentuh sobat…
udah ngelirik cerita misteri ya blue
wah
jadi kangen bulan puasa
hehehe
mantap dech…
maap blue ga bisa berkomentar banyak
[...] Bagaimana dengan anda? Pilihan apa yang tepat kiranya jika dihadapkan pada pilihan seperti pemuda pemilik mie janda ini. [...]
Pembelajaran menarik blue…
tadarusan…. sudah mulai jarang sy lakukan
teringat masa kecil saat masih sering bertadarus di masjid……….lalu kemudian hanya datang ke masjid saat shalat jumat………..lelaki tua itu adalah imam masjid yang setia menjaga masjid………
tadarusan teringat bulan puasa yang mungkin akan datang beberap bulan lagi, ayo galakan tadarus biar menentramkan hati kita..
Aku juga merindukan masa2 seperti itu. Bertadarus di surau / langgar t4 ku. Aku sudah jarang sekali melakukannnya. Seingatku, terakhir aku bertadarus waktu masih Sekolah Dasar di Bulan Ramadhan. Selanjutnya hanya dilakukan di rumah. Ah, Kenapa kesibukan dunia itu semakin membelengguku
dan
mesjid pun hanya terisi oleh orang-orang tua
yang mengabdi kepada-Nya
dan
menanti kehadiran anak-anak muda
untuk juga mengabdi kepada-Nya
met siang….
zaman sekarang anak-anak memang seperti menjaui surau atau mesjid karena mungkin bagi mereka kurang menarik, ini menjadi tugas para orang tua untuk mengenal dan membiasakan anak-anak untuk cinta kepada rumah ibadah…
zaman sekarang anak-anak memang seperti menjaui surau atau mesjid karena mungkin bagi mereka kurang menarik, ini menjadi tugas para orang tua untuk mengenal dan membiasakan anak-anak untuk cinta kepada rumah ibadah…
pukulan telak untuk generasi muda zaman sekarang
ketika…pengabdiannya telah kembali kepada Sang Khalik…..kunjungan balik di siang menjelang sore…
biasanya kalau hujan gerimais males ke mesjid apalagi hujan gede terimakasih kawan mau mengingatkan
Kenapa saya merinding membaca ya. Semoga lelaki itu berada ditempat yang terbaik..
hm…..
bhagus banget amalan nya…
makasih banget ya infonya….
salam kenal juga….
pernah baca yang beginian, tapi dalam bentuk cerpen. lupa judulnya, masih termasuk zaman penjajahan gitu latar waktunya
Kebaikan seseorang memang akan terus membekas …..
salam kenal sob.
Sebuah kisah yang telah mampu memotret kondisi kita dewasa ini. Bagus sekali tulisannya…
Sepertinya lelaki tua itu akan selalu hadir di surau itu.. sampai kapanpun.
ah, terharu
lanjutkan mas, meski..
sudah lama juga aku ga tadarusan,,membaca ini jadi di ingatkan..syukron,,bermanfaat sekali
wah,, teringat tadarusan, teringat waktu lagi di kampung,,, apalagi pas bulan puasanya…
semoga dalam menjalankan acara ibadahnya, bertambah khusuk dan penuh suasana khidmat.
Kendati ada banyak halangan, acara ibadah harus tetap berjalan.
tadarus di malam yang gerimis..
Indah banget diksinya, sobatku…
memory yang sangat melekat di benak tentunya…
Tadarus di bulan ramadhan hanya diisi oleh beberapa gelintir muslim, yang lain asyik nonton sinetron, apalagi di kota.
Makin dekat kiamat makin banyak pecinta duniawi.
Salam hangat dari Plesiran-media untuk mempromosikan pariwisata daerah anda secara gratis. Pengirim artikel yang dimuat akan mendapat tali asih berupa sebuah buku yang bermanfaat. Silahkan join di Plesiran.
tempat terbaik dalah masjid dan tempat terburuk adalah pasar
Udah lama ni ga tadarusan…
hehe..
Belum ada update, blue lagi liburan ke Bali…
pelaksanaan ibadah berlandaskan hati dan berbajukan jiwa, musti lakukan dengan ketulususan dan keiklasan…
semoga selalu istiqamah tuk melakukan kebaikan ya blue
mantap blue,,,
thanks dah mampir
18 Mei 2010 pada 4:13 pm
pertamaxxxxx…