Posted by: bluethunderheart on: 27 Februari 2010
Rintihan hujan perlahan lahan diujung dedaunan yang membasah meninggalkan jejak wangi yang merindu membiru selaksa terhembus siulan angin hingga membawanya ke relung hati sanubari yang terdalam debur ombak di tanah lot engkau berdiri menatap ujungnya tarian ombak yang menjilat hingga di ujung kakimu lalu duduk bersimpuh dengan khusuk menyempat pujakan doanya matamu tertutup dengan diamnya [...]
Posted by: bluethunderheart on: 24 Februari 2010
Milikku kah malam ini,Tuhan? selepas shalat magrib aku masih duduk di atas sejadahku di sudut ruang shalat di rumahku nan sepi. Ya sendirian aku disini di lepas mengerjakan perintahMu. Tetapi Tuhanku yan maha Adil dimanakah akan kau tautkan nama seseorang di bait bait doa pengharapanku saat ini. Saat dengan lapasnya aku membenahi kodrat nyawaku di [...]
Posted by: bluethunderheart on: 21 Februari 2010
Hampir ku bunuh semua waktu yang telah terjadi kemudian hari saat semua kenangan yang pernah ku alami itu mulai terkuak di bongkahan peti ingatanku saat aku tanpa sadar telah menjilat kembali lukisan wajahmu yang menempel erat di dinding diaryku saat aku sedang tak ada yang bisa kulakukan apapun saat perjalanan waktuku kembali pada masa yang [...]
Posted by: bluethunderheart on: 19 Februari 2010
masih hujan saat ini? Biarkan….karena aku akan selalu membaca buku La Tahzan gerimisnya menari nari di lautan! Biarkan karena aku memang ingin nyebur di laut Disini di kotaku hujan lho Berarti sama di Mataram Lombok island juga sedang demam hujan tak berhenti hujannya,Niz Dan aku akan menikmati Drama Comedi serta mendengarkan music dari artis kesayanganku [...]
Posted by: bluethunderheart on: 15 Februari 2010
bagian V Dalam riuhnya suasana tersebut membuat bayu tak bisa mengendalikan kekuatan tenaganya. Dan ia hampir rubuh ke jalan jika saja tak ada tangan yang siap memangku tubuhnya sehingga bayu tak jadi jatuh dalam kerimuanan masa yang semakin tidak terkendalikan. Massa dari berbagai ornamen ornamen tersebut sudah memasuki titik didih dalam emosinya. Di ujung depan [...]
Posted by: bluethunderheart on: 12 Februari 2010
Bagian IV Pukul 10.34.21 Di pusat ibukota nampak ada beberapa agenda yang akan segera terlaksana. Sebuah acara utuk menerima seratus harinya seorang bapak Presiden di negeri kita tercinta. Sebuah angka seratus yang berbagai maknanya sangat ingin dinikmati oleh seluruh rayatnya. Seratus harinya menegaskan dari janji untuk memberantaskan korupsi. Meski kita tersadar bahwa di seratus harinya [...]
Posted by: bluethunderheart on: 10 Februari 2010
Bagian III Pukul 24.01.28 Seperti pemberitahuan atas kemarahan sang langit di jagad malam. Diantara gemuruh angin yang memperlihatkan betapa egoisnya petir mencabik cabik kulit awan yang terdiam dalam kehitaman pekat. Gemuruhnya membentang dari sudut yang tak beraturan lalu menukik tak berhorizontal membabi buta. Tetesan hujan sudah tak lagi berirama bahkan tak berbentuk sebuah tariannya yang [...]
Posted by: bluethunderheart on: 8 Februari 2010
Bag II Antara sadar dan tidak akhirnya bayu bermain pada perasaan bayangan semenjak tabrakan tersebut. Segalanya membuyarkan pandangan matanya. Ia yakin kalau orang tersebut benar benar ketabrak mobilnya namun disisi lain ia tak bisa mengelak saat orang itu berjalan dan berlalu dari pandangannya. Seperti dalam pertunjukan yang sedang mempertautkan antara seni dengan sebuah kondisi lakon [...]
Posted by: bluethunderheart on: 6 Februari 2010
Novelet kecil di bulan penuh cinta Yoza terduduk diam dalam pekatnya malam diantara desiran angin yang menyapa lembut hingga ke hulu hatinya. Dipandanginya berkali kali langit yang menghitam pekat penuh ketegasan. Sesekali ia menghirup dan menghempaskan nafasnya perlahan lahan. Kedua bola matanya yang dulu tajam kini serasa tertunduk dalam sekatnya sebuah kepedihan. Diam! ************** Diatas [...]
Posted by: bluethunderheart on: 4 Februari 2010
mentari menggelap dalam gantungan sang musim menina bobokan terasa lelah namun menggemaskan api membara dalam tatapan tungku nasi yang memasak keringat namun embunnya pagi serasakan menyegarkan pagi membuta air mengucur dengan tenang penuh kelembutan pada sang permata hati dan sebagainya dan sebagainya seperti rutinitasnya seorang perempuan di jagat yang banyak sebagian ummat tak menghargai jasa [...]
Komentar Terakhir