Posted by: bluethunderheart on: 17 Januari 2010
Dalam beberapa detik serasa ada tusukan di jantungnya
Mau tak mau aurel mengikuti ajakan suaminya untuk bergabung dengan mereka. Suasana cafe sedikit agak ramai. Dan Nino telah memesan tempat di sudut belakang dekat piano.
Beberapa tawaran menu telah diajukan suaminya namun aurel hanya memesan steak ikan dori dan juga puding jagung manis di tambah minuman golden syrup. Sedang nino memesan honey lamb ( paduan rempah dan madu mampu mengubah aroma prengus daging kambing menjadi hilang) plus fried chicken with longan sauce. Sedang untuk minuman mereka memesan segelas semilir brastagi serta strawberry manggo slush.
Aurel duduk disamping kanan suaminya sedang carol berada tepat di depannya. Tadinya ia hendak bertukar tempat namun kata suaminya sudahlah tak usah di bahas.
Carol nampak lebih mempesona dengan baju casual warna peach sedikit coklat samar samar buatan perancang Denny wirawan. Dan carol justru yang terperangah saat menatap wajah aurel. Sebegitu dalamnya energi kekaguman atas pesona wanita yang pernah merenggut nyawa cintanya dimasa lalu. Aurel salah tingkah.
Sementara nino sibuk bebincang bincang dengan relasinya lewat hpnya. Carol semakin menajamkan tatapannya. Sampai nino menegurnya sambil membicarakan proyek kerja samanya.
“Dia papah ajak tuk menjadi icon station tv papah yang akan segera meluncur tahun depan,mah. Gimana pendapatnya?”
Aurel hanya menatap wajah suaminya. Diam.
Ia sebenarnya enggan menjawab bila situasinya semakin kian membeku. Namun agar tak terjadi salah pemikiran antara dia dan suaminya. Aurel mencoba berlagak rilex serilexnya. Lalu katanya,” Bayarannya pasti mahal,pah. Papah sanggup membayar honor super start nomor satu saat ini?’
Nino dan carol berpandangan kemudian tertawa bersamaan.
Sebuah tawa yang menimbulkan rasa nyinyir di hati aurel. Entah mengapa pemikirannya semakin kian tak menentu. Kecurigaan yang akhirnya menyerobos pada sekat otak lemahnya. Berkali kali ia mencoba meyakinkan kalau itu semua hanyalah kebetulan saja. Nino memakai jasa carol tuk menjadi icon karena memang carollah yang sedang menjadi pusat pemburuan para pesohor segala acara. Aurel hanya memendam segala kecurigaannya itu lewat hembusan nafas yang ia tarik ulur berulang ulang. Sampai mereka benar benar berpisah .
***
Dalam kerapuhan angan
Pada titik tak bisa bertahan akhirnya aurel mengungkapkan rasa tak sukanya jika suaminya berkerja sama dengan carol. Untuk pertama nino cuma berpikir kalau itu hanyalah sebuah guyonan yang berlalu begitu saja yang di utarakan oleh istrinya. Namun saat aurel semakin menunjukkkan ketidak sukaanya ia bekerja sama dengan carol akhirnya ia membela diri.
“Kamu koq jadi yang berubah pemikiran sih,mah?” tanyanya sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur di samping istrinya.’”Ada alasan yang lebih kuat di terima akal papah atas penolak kanmu,mah?
Diam!
lengan tangan aurel sudah di genggamnnya dipelukannya.” Apa permasalahannya? Bukankah itu yang bagus buat mempromisikan stasiun papah yang baru nanti,mah. Bukannya carollah yang sekarang menjadi artis papan atas saat ini. Tampan, ramah, keren dan…………”
“Tapi mamah tidak suka papah memilih dia . Bukankah masih banyak artis yang lebih dari carol. Apa sih kelebihan dia?”
Nino mengatur nafasya yang kian sedikit naik namun ia mencoba lebih bersabar. Dibiarkan aurel istrinya menumpahkan uneg unegnya atas ketidak setujuanya. Di biarkan aurel menunjukkan rasa tak simpatiknya jika carol menjadi iconya.
“Tapi papah tetap memilih carol menjadi iconnya,mah”
berangsur aurel melepaskan tangannya dari pelukan suamiunya danm ia memalingkan tubuhnya. Hingga saling membelakangi.
Diam
“Bukankah carol……………..juga bekas ………teman satu sekolah denganmu,mah!”
Pelan dan hampir menyerupai bisikan memang yang keluar dari mulut suaminya. Namun terasa menggelegar kedengaran di telinga aurel. Aurel terperangah. Kaget!
Aurel menggigit bibirnya sendiri. Lalu beberapa detik membalikkan tubuhnya memandangi wajah suaminya. Nino yang menerima sambutan paras istrinya yang terkejut hanya mengulum senyum manisnya sedikit.
Bersambung
Mmmm…, kalo Nino tau Aurel dan Carol teman satu sekolah, kira2 Nino tau ndak ya apa yg terjadi diantara mereka dulu?
mungkinkah carol yg ngasih tau klo mereka temen smu?
duh, ga baca dari awal euy T_T
blue aku datang lagi membawa sejuta prtanyaaan
wah selingkuh ya aurel?..bersambung lagi…kayak sinetron ram punjabi nih blue….
Selamat hari minggu…. Sahabat..!!
.
BTW ini boleh di print kan?? mo di baca dari edisi satu:-D Boleh??
Aurel lum ju2r tu bro….
malam bang blue………saya kembali menyapa dikeheningan malam……..
Penasaran dengan yang namanya steak ikan dori, hehehehe, sama dengan fish n chips ngga ya
hmmmm…. menunggu kelanjutannya..sambil makan steak ikan dori….
saya ketinggalan Blue, kesibukkan kontes he he. Maafkan ya blue. Harus runut dari awal neh baca episodenya. Trims kawan.
Salam hangat selalu
selamat sore sahabat, …
sekedar berkunjung untuk menyapa kabar ..
lanjut mang…. dimana ya tempat beli steak ikan dori…
Hmmm… mbacanya harus runut nih… Ijin save dulu ya, Blue
Mampir berlama-lama bukan karena hujan melainkan karena lagi membacamu,..berkali-kali.
makin memanas.. saya tunggu lanjutannya
blue salam malam aku hanya berkunjung dulu ya , semangat terus ya .
Masih bersambung yah? nampaknya masih panjang nih critanya.
Belum klimaks konfliknya.
ada apakah antara nino dan carol…? tambah penasaran
Hmmmm,… bisa jadi novel yg sangat menarik neh blue,…. tetap semangat ya,.. lanjutkan
Berkunjung, blue…
Selamat Siang,
Selamat hari Senin,
Semoga tetap semangat dalam berkarya dan sukses selalu,
Salam Hangat,
AbulaMedia.com
wah saya harus balik dari awal dulu nih, lanjuuut
absen malem selasa…
oh Aurel….
untuk kawan2, jangan ditiru perbuatan aurel ini yaaa…
biar disimpan serapat mungkin, yg namanya barang busuk pasti akan tercium juga..payah deh aurel..
Lama tidak mampir, salam kenal kembali
sukses itu butuh perjuangan tman?
mantab nih. sekuelnya ya…
20 Maret 2009 pada 6:29 pm
kok nino bisa tau kalau carol teman satu sekolah aurel????