Posted by: bluethunderheart on: 27 Januari 2010
Sujud dengan kesempurnaanya tengah aku lakukan saat ini,Tuhanku yang kesempurnaannya melebihi kebajikan yang telah aku lakukan saat saat ini, tetapi tidak! Bukan karena pasir pasir permasalahan itu telah menimbun tembok dan dinding dinding kejiwaanku hingga aku benar benar bersujud padaMu. Aku tahu, aku terlalu jauh saat mencoba membangun pondasi rumah imanku. Aku rapuh saat memilih [...]
Posted by: bluethunderheart on: 26 Januari 2010
Sahabat…….. ini adalah bagian dari novel Remember me blue harap sahabat masih mau memberikan masukan tuk karya yang kagak berkarya ini Sidney di sebuah pagi Entah mengapa di saat Alfin hendak mendekatkan diri aurel pada buah hatinya tiba tiba saja carol datang untuk memastikan kalau aeldya itu buah hatinya juga. Aurel tak bisa berbuat apa [...]
Posted by: bluethunderheart on: 25 Januari 2010
Perlahan lahan aurel mencoba merenggangkan jarak. Dan Alfin menyadari itu. Ia sadar kalau pebicaraan tentang aedya tak akan pernah bisa membuat aureal tenang. Di usapnya punggung tangan aurel untuk beberapa kali. Dan Aurel hanya terdiam. Bukan karena ia ingin melupakan aeldya. Bukan! Aurel tak akan pernah lupa. Dia menyadari bahwa masa lalunya memang menghasilkan buah [...]
Posted by: bluethunderheart on: 23 Januari 2010
“Alfin?” Suaranya tersendat sendat antara percaya dan tak percaya. Dan Aurel benar benar hanya terdiam sampai akhirnya lelaki tampan itu sudah duduk di sebelahnya. Nafasnya masih sulit tuk dikendalikan oleh aurel namun sesaat kemudian ia akhirnya bisa juga menenangkan dirinya saat lelaki yang di panggil alfin itu mencoba memberi kekuatan tuk kontrol dirinya,katanya,”Apa cabar,aurel?” mata [...]
Posted by: bluethunderheart on: 22 Januari 2010
Australia dalam kelembutan saljunya………….. Keletihan masih terasa oleh aurel saat menghabiskan malam pertamanya di tempat kediaman tante Sari Indira . Kedua anaknya juga masih tergeletak di atas kasur setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang. Aurel sejenak bangkit dari tempat tidur dan berjalan mendekati jendela. Di geserkan sedikit kainnya untuk memastikan kalau ia memang sudah berada [...]
Posted by: bluethunderheart on: 21 Januari 2010
Sebagai tuan rumah yang baik dan menunjukkan kalau malam ini adalah malam yang spesial bagi dia dan suaminya maka mau tak mau Aurel mencoba berdamai dengan situasi yang menjemukannya itu. Di berikan senyuman yang sebisa mungkin terlihat nyaman di mata Carol dan juga dimata Nino. Kegundahan merupakan tempat yang nyaman di hulu hati saat ini [...]
Posted by: bluethunderheart on: 19 Januari 2010
Sepanjang malam hanya kesunyian yang ada Aurel kini mulai merasa ada ketidak pahaman jalan pemikirannya logikanya dengan imajinasi ketidak sanggupannya. Sisi lain hati dia menyesalkan kenapa Carol sampai menceritakan bahwa ia adalah teman dari Nino. Dan di sisi lain hati ia juga merasa kesal karena nino tetap memilih carol sebagai iconnya. Setiap hari Aurel merasa [...]
Posted by: bluethunderheart on: 17 Januari 2010
Dalam beberapa detik serasa ada tusukan di jantungnya Mau tak mau aurel mengikuti ajakan suaminya untuk bergabung dengan mereka. Suasana cafe sedikit agak ramai. Dan Nino telah memesan tempat di sudut belakang dekat piano. Beberapa tawaran menu telah diajukan suaminya namun aurel hanya memesan steak ikan dori dan juga puding jagung manis di tambah minuman [...]
Posted by: bluethunderheart on: 16 Januari 2010
“Bram………………….!” Sebuah teriakan yang sangat kencang itu telah membahana seisi ruangan. Tanpa lelah aurel terus berteriak sambil terus memanggil manggil nama anak bungsunya. Aurel tersentak dari tidurnya. Dan duduk diatas kasur. Dan mengatur nafasnya tang tersengal sengal. Susah payah ia memastikan bahwa semuanya itu hanyalah mimpi belaka. Namun tetap saja aurel masih bergetar. Sementara itu [...]
Posted by: bluethunderheart on: 15 Januari 2010
Beberapa menit setelah berkata aurel bergegas dari duduknya dan melangkah cepat menerobos barisan hujan yang menghujami tubuhnya. Carol tak melakukan sesuatu tindakkan apapun. ‘ Dan aku minta kamu menjauh dari kehidupan ku,carol!” ujar aurel sambil membelakangi wajah laki laki yang selalu mengganggu pemikirannya. Diam! Ia biarkan perempuan itu berjalan menjauh dari tatapan matanya. Di biarkan [...]
Komentar Terakhir