Posted by: bluethunderheart on: 27 Desember 2009
Bunda
Hari ini tepat setahun dia mengajaku jalan berdua . Setahun pulalah di bulan yang kata orang penuh cinta dia mengungkapkan kesukaannya padaku. Dia, bunda……… kekasih yang selalu aku bangga banggakan akan memberi ruang yang sangat nyaman dengan wangi akan bunga bunga cinta bertebaran pesona khayalan penuh kasih mendalam. Dia,bunda. Kekasih yang setiap akhir pekan selalu saja menjemput aku di tempat aku beraktifitas lalu datang kerumah dengan selalu membawa sesuatu yang katanya untuk, bunda tersayang. Ach, bunda dia memang kekasih yang sempurnakah buat aku,bunda?
Bunda yang manis.
Aku lupa menanyakan sesuatu pada kekasihku meski sudah berjalan setahun. Setahun menikmati hari hari yang penuh keindahan serta kesempurnaan prilaku. Ada sesuata yang sampai saat ini juga aku belum pernah mempertanyakan padanya kenapa dia belum mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya padaku. Dia belum mengatakan isi hatinya padaku,bunda. Meski aku tahu dia sangat menyayangi aku dan dia sangat melindungi aku. Namun selalu saja perasaan itu kembali hadir di benak pikiranku. Diakah kekasih yang selalu kita sanjung sanjungkan itu dan dia yang selalu memberi pesona pada kasat mata kita itu belum juga mengungkapkan perasaannya padaku, bundaku tersayang. Sungguh! aku ingin sekali mempertanyakan ini padanya? tetapi apa aku pantas untuk mempertanyakan ya? apakah aku perlu mempertanyakan masalah yang semestinya tak perlu ada menjadi ada? Pantaskah aku melakuannya untuk membutikan rasa cintanya padaku,bunda? Sedangkan dari sisi keromantisan serta kasih sayang yang ia ciptakan sunguh sungguh membuatku nyaman lho. Dia selalu memeperhatikan aku. Dia selalu memberikan suport saat aku jatuh dan letih akan masalah yang aku hadapi.
Dia, kekasih yang selalu aku anggap kekasih itu…………..
Dia sangat sempurna ternyata bunda untuk aku miliki. Dia hanya memberi ruang tapi tidak memberi jendela dan pintu hatinya untuku. Dia bilang kalau aku hanya sangat menghargai keberadaanku semata sebagai sahabat,bunda. Hanya sebagai sahabat semata! TITIK. Hanya sahabat? Sempurnakah penderitaan ini untuku,Tuhanku. Dimana rasa kesempurnaan cinta yang selalu ia hadirkan di kepingan waktu waktuku. Lalu kemana akan ku titip kan rasa kagumku padanya yang selalu kita bangga banggakan telah menjadi kekasih hatiku. Aku tak kuat,bunda. Aku tak mengerti kenapa mesti sampai sedemikian rapihnya ia meletakan batu kedukaan di dinding keropohan jiwaku. Haruskan aku memaksanya untuk mencintaiku Tuhanku yang Baik? Sedangkan dia sama sekali tak menganggapku sebagai kekasihnya.
(Bagaimana perasaan kalian jika ternyata kau termasuk kekasih yang tak dianggap. Siapakah yang salah? Siapa?)?
ga enak bngt klo keadaannya seperti ini….. itulah pentingnya pengungkapan perasaan… biar ga salah paham, jadi qt tau posisi masing2. ika aja dulu pernah ky gitu… salah paham ma sahabat ndiri.. perhatiannya terlalu berlebihan, setiap ada yg deket ma ika dia ga pnah bisa terima. ehh giliran dia yg deket ma org lain aq nya ga bisa bilang apa2, sampe akhirnya aq brani’in diri tuk nanya ” mau tau jawabannya yg paling ngeselin bwat ika” dia bilang ” Ika tw terlalu baik untuk nya”" uh basiiii kn?? nah tapi setelah semuanya jelas, kan kitanya jadi enjoy… don’t wory itu bakalan bwat blue jadi tambah dewasa…bakal ada yg lebih baik untuk blue.. i believe that. SMILE
dirayukan dong bos
Sebuah tantangan agar dapat dianggap.
Semangat eksis dimana aja. Mulai dari penampilan yang sopan, ramah (rajin jamah), pokoknya abis-abisan dech… full mentok usaha dan upayanya.
Bon courage.
gelap terang lalu menuju pencerahan…. hangat ceritanya
senoaji
hanya sahabat yg ku anggap…
Blue..
Mbake sedih.. ternyata Blue sampai sekrang masih biru dan pilu..
Cinta memang hanya bisa dirasakan.. tak perlu dipertanyakan.. tapi hendak kemana cinta itu dibawa.. aku kira haruslah jelas dari semula.. Agar tidak ada yang tersakiti nantinya.. karena “cinta”. butuh kesetiaan, keteguhan hati dan kepercayaan.
ga ada yg salah sih, namanya cinta kan datang sendiri tanpa ada yg maksa, cm ya kita jangan terlalu geer atau terlalu cepat menyimpulkan kalau sikap baiknya pertanda dia juga suka kita. br ga terulang untuk yg ke dua kali. heeee…
Biarkan semua menjadi jelas pada akhirnya
Gemana ya? tapi setidaknya dia sudah menganggap seperti sahabat…
ga pha² lha..
setidaknya tidak dibenci…
keep smiLe ya, bang bLue
kok samaan sih? yang pasti sih sakiiiiiiiiiiiiit bangget!!!!!!!!
pagi yang cerah
Kekasih selalu menganggap kita dihatinya walau kadang tak acuh
tidak ada yang salah ketika kita mengedepankan perasaan
yang diduga/bersalah ada dipenjara
kunjungan malam untuk sahabatku blue…
pakabar blue? salam super hangat yg dahsyat
mampir kerumah blue..
Tak ada yang salah, Sob.
Soal hati memang gak dapat dipaksakan.
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Menyapa Blue Chayank di tengah kesibukan..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
katakan padanya shobat. katakan mengapa tak ada cinta untukku hehe. salam dingin2 hangat panas shobat
tak ada yang salah sobat hanya situasi yang sangat berbeda bukan pada tempatnya *emang buang sampah*
met berakhir pekan blue
blue sahabatku
bila ia tak pernah menganggapmu kekasih maka lupakanlah
karena ia bukan milikmu
Salam kenal, trima kasih sudah berkunjung ke blog saya ya..
selamat pagi
KEKASIH = KEbanyakan maKAn SIriH
terima kasih dan mohon maaf
makasih ya dah main ke blog aku… huhuhu… kalo pake wordpress bingung mau follownya gimana…. hehehehe
so pasti nggak ada yang salah gan…………………….yang salah hanya persepsi kita aja gan
kasih tak di anggap?hmmmmmmmmm cinta oh cinta……
2 Februari 2009 pada 3:12 pm
bs jadi mother complex dong mas blue