Posted by: bluethunderheart on: 10 November 2009
bagian ketiga
Saat semuanya bergegas ke tempat dimana leo ternyata itu hanyalah tipuannya sendiri saja agar teman temannya jadi panik. Dan balasan yang diterimanya adalah sebuah makian,tendangan kecil serta pukulan di bahunya. Setelah itu semuanya kembali kumpul ke rumah kosong yang menjadi markas mereka. Semuanya kembali dengan tanpa menyadari ada sesuatu bayangan hitam di balik tembok rumah kosong tersebut yang sedang memperhatikan keberadaan Topan cs.
Sebuah bayangan yang terkadang menjadi sebuah lukisan menakutkan pada emosi perasaan ketakutan kita sendiri
****
Sudah hampir tiga hari Hanz belum bertemu dengan kekasihnya. Tiga hari pula ia tak berkunjung untuk sekedar mencari tahu kabar kekasihnya itu. Semuanya belum ia inginkan. Semuanya masih menjadi sebuah kegalauan yang semu di pelapis kulit asanya. kehidupan memang sedang berlangsung. Sesuai dengan mata kuliahnya saat ini mengenai psikologi perkembangan terutama tentang Memaknai peristiwa hidup. Ia terlihat malas malasan saat pak dosen itu mulai menerangkan……..
Lalu terdengar kembali suara Darwin mulai mengutarakan pendapatnya mengenai pelajaran psikologi itu.
Katanya; apabila kita mengacu pada kisah kehidupan orang orang sukses yang kita kenal dan diperkenalkan oles sejarah maka cenderung diperoleh kesimpulan yang sama persis bahwa kegagalan merupakan suatu peristiwa potensial yang bersifat netral, lanjutnya lagi,” hidden potential events yang tidak memiliki makna tertentu kecuali setelah diberi pemaknaan oleh kita, nasib, takdir,siksaan.cobaan, tantangan ataupun pelajaran.”
Every adversity, every unpleasant circumstance, every physical pain carries with it seed of an equivalent benefit……sebuah ungkappan yang terdengar sangat bijak sangat mungkin untuk kita memahaminya. Tetapi ternyata.kadang saat ketika kita mengalami sebuah kegagalan maka hanyalah segelintir individu yang dapat atau bisa mengaplikasikan sesuatu makna yang terkandung dalam kalimat yang di buat oleh Ralp Waldo Emerson tersebut. Maka………….
Selanjutnya yang terdengar oleh Hanz hanyalah sebuah bisikan yang sangat sangat lembut memanggil namanya.semakin ia mengendus bisikan itu semakin dekat rasanya ia dengan sumber suara tersebut. Gelap! Lalu……gubrak! Hanz tak bisa mengimbangi tubuhnya sehingga ia jatuh ke samping saat matanya terlelap tadi. Ia berusaha bangkit dengan sejuta kecemasan serta tertawaan dari raut raut yang senang melihat kesialannya itu. Hanz duduk kembali ke tempatnya dengan sejuta rasa malu. Selamjutnya ia pamit keluar ruangan.
****
Susah payah Clara berusaha mencoba melepaskan diri tetapi semakin kuat saja ikatan tali tersebut. Keluh kesah semakin membuatnya tak karuan. Ia berteriak sekencang kencangnya. Di goyang goyangkannya tubuh sehingga meja tersebut ikutan bergoyang. Ia menarik nafas. Mengeluh kesah. Segalanya terlihat semakin tertekan apalagi saat pintu itu mulai sedikit terkuak. Dan bayangan yang selama ini menjumpainya tampak membawa sepiring bubur tanpa apa apapun juga. Masih panas. Masih mengempulkan asap di atas bubur tersebut. Di hampirinya Clara yang semakin terlihat membencinya. Ia diamkan saat sang bayangan itu mulai menyuapinya. Ia diamkan. Bahkan yang dilakukannya hanyalah makian penuh kebencian serta meludahkan muka si bayangan tersebut. Bayangan yang nampak di tutupi wajahnya itu mulai resah. Tetapi Clara semakin menjadi jadi. Ia ludahi lagi bukan hanya sekali tapi dua kali, tiga kali dan beberapa kali lagi.
Hingga akhirnya bayangan tersebut emosi jadinya. Ia tumpahi bubur panas tersebut ke kaki, tangan serta pangkal paha Clara. Clara menjerit kesakitan tetapi semakin ia menjerit semakin banyak bubur yang di tumpahi ke tubuh clara. Sampai habis. Sampai tidak ada sisa dan hanya menyisahkan jeritan dan tangisan Clara yang mengaduh aduh kepanasan.
“Anjing kamu!”
pyuh! satu semprotan ludah itu di arahkan ke wajah sang bayangan tersebut, lalu katanya lagi,” Gue nggak kenal siapa lho. “Tapi gue yakin lho tuh iblis berwujud manusia ………. seiblis iblisnya orang gila!” Anjing…..tai……….”
Bayangan itu menggeram. Bayangan itu menaikan emosinya. Bayangan itu mengambil sebilah pedang panjang yang tampak berkilauan. Clara tak takut. Clara tetap memaki maki bayangan tersebut. Clara akhir……………………
Setega itukah manusia misterius akan membunuh clara? Lalu sebenarnya siapakah dia itu? KangBoedkah, mas kawanlama,atau yangputri mungkin……………….hmm, jangan jangan bluethuderheart sendiri si tokoh tersebut?heheh……..kalau yang terakhir cuma mau narsis doang dech kayaknya . Jadi tetaplah bersambung ………..
aduh itu bubur ke pangkal paha clara..?? wah kalo yang ngebayangin aja kena UU pornografi gak yah..heee
Ya ya … semakin asyik nich. Lanjuuuuuuuut
lanjuuuuuuuuuuuttt
Jadi penasaran
Ditunggu cerita selanjutnya nih
Semakin asyk nih di bagian tiga..
Kayaknya Yangput. Abis cemburu banget sama clara…
Wekekekekekek
semakin mendekati klimaks ni yg ketiga ..
lanjut blue …
salam hangat selalu …
wow… sayang nich, belum negikutin dari awal, nggak tau jalan critanya
xixixixixi yangput mah gak semisterius itu…. lagian yangput gak cemburu ma clara…. sumpeh deh blue… beneran… suwer tek kewer kewer….
bikin buku aja Blue…
Nanti tetep 1 gratis buat ane..
Blue, saya ingin melihat ini tulisan berjilid dan ditemukan di gramedia yah …… sambung teruuuus ![]()
Salam sukses selalu blue
menyempatkan OL dan mampir sebentar
salam blogger kalsel
2 Desember 2008 pada 9:28 pm
tolong dong… dibikin link ke bagian-bagian sebelumnya…