Posted by: bluethunderheart on: 14 September 2009
Anakku yang manis
Tidurlah dengan penuh keceriahan dalam dekapan hangat peluk ibumu. Nikmatilah tidurmu yang nyenyak di perantara malam nan gelap. Ibumu akan selalu menjagamu,nak. Pasti! pasti ibu akan melindungi dari terpaan angin malam yang mungkin menusukkan kedinginan di kulitmu yang masih melemah tak berdaya. Nikmatilah sekali lagi tidurmu agar kepulasanmu itu hanyalah milik mu saja,anakku tersayang. Jangan hiraukan akan datang serbuan sang penghuni malam di kulitmu. Jangan hiraukan teguran sang malam di ujung mimpimu karena aku…. ibumu, ibu yang telah melahirkanmu setahun tadi akan segera mengusir segala bala dalam mimpimu. Tidur ya,nak!
Anakku nan manis. Disinilah dalam dekapan hangat peluk ibumu akan kau temukan sinegri dari pancaran mata kasih sayang ibumu. Sungguh,nak! ibumu selalu ingin berdekatan denganmu. Sungguh ibu akan bersusah payah untuk mengusahakan agar kau tetap menikmati susu produk kaleng yang mungkin bagi kita harganya sama juga dengan harga setengah ibumu dibayar upah nyuci baju orang orang, tetapi sungguh,nak! ibu tak akan pernah mengeluh sama sekali jika ternyata hanya untuk membeli susumu ibu tidak bisa menikmati kunyahan makanan enak. Tidak! ibumu tiada akan pernah menyesal telah mengorbankan segalanya untukmu. Semuanya untukmu,nak. untuk rasa sehat yang akan kau nikmati di perjalanan mu yang masih perlu banyak waktu untuk membiasakan sesaknya penderitaan ibu semenjak bapakmu yang telah menitipkan nafas nikmatnya untukmu pergi begitu saja tanpa memperdulikan apakah kamu lahir dalam keadaan sehat maupun tidak, jangan ! jangan katakan bapak itu tiada beradab. Jangan ya,nak. Toh dia masih bapakmu. Biar dia penjilat,perampok maupun apapun dia itu bapakmu. Bapak biologismu. Duh,nak, ibu jadi menangis di hadapanmu yang masih tertidur dalam pelukan ibu.
Kamu tahu tidak,nak?
Seapapun beratnya tantangan untuk kelangsungan perjalanan hidupmu, ibu sampai sampai hampir mempunyai niat yang tidak tidak terhadapmu. Maaf,nak! ibu hampir saja tergoda oleh rayuan mpok hella sang penjual beli bayi itu. Maaf,nak. Ibu hampir tergoda tetapi tidak…… tidak akan pernah ibumu melakukannya, ibu masih senang memiliki anak seperti mu apapun kondisi kita kenyataannya miskin. Sini ,nak tersenyumlah tersenyumlah menerima kenyataan bahwa kau terlahir bukan dari golongan kelas atas maupun sang artis, tersenyumlah meski ternyata ibumu hanyalah sang pencuci pakaian keliling. Yah, senyummulah yang selalu bikin ibu semangat untuk terus memacu supaya tetap mempertahankan kesehatanmu,anakku. Kau memang anak yang manis nak. Kau sepertinya tak pantas hidup dalam sesaknya penderitaan kita ini. Sini,nak ibu gendong . Kita jalan jalan menikmati pemandangan serta kemajuan ibu kota yang dulu pernah memakan keegoan ibu dengan bapakmu bertahun tahun yang lalu. Akan ibu perlihatkan betapa hancurnya tanah yang lapang berganti dengan sebuah kondomonium serta gedung gedung nan menjulang tinggi. Dan di salah satu gedung itu adalah tempat bapakmu yang sedang asyik berkutat dengan pekerjaan serta bisnis keluar , dengan omset besar yang terpandang di ibu kota ini……Akh! kita tak perlu kesana ya,nak. Biarkan biarkan sang lelaki itu menepis kehadiranmu dengan segala cengkraman nan licik serta belaiyan dan juga rayuan pada korban korban lainnya. Biarkan……………”Lari……ada kantrib………bu heni lariiiii………lari cepat……………
……………………………………………………………… isi dengan ide kalian
Nah sobat………….blue pengen tahu dong ide kamu untuk meneruskan cerita ringan ini ok
jadi inget alm. ibu nih
(*uhm…oh..ternyata…i c…i c…good*)
Dan akhirnya semuanya bahagia…….
Ketika seorang ibu mercerita pada buah hatinya yang masih belum tau apa arti semua itu, si kecil akan mendengarkan dengan hatinya, tutur kata Bunda selalu terngiang (hikk…hi….hik.. opo iku terngingan) di benak kita sampai sekarang.
Hix. Ibu. . . . . . .
Jadi pengen punya anak… Lohh..!!, hihi.. mengingat kasih mamah selalu membuat ku sedih… Kapan bisa terbalas kasih sayangnya itu…
Jika kita belum bisa membahagiakan orang tua kita, maka janganlah mengecewakannya.
Kekuatan cinta…..(*wow…dahsyaat…)
jadi kangen sm ibuku T_T
sama aku juga kangen banget, tapi bentar lagi muydik… jadi bisa kangen2 nan deh
Aku tak akan lari bu’ akan ku tunjukan kepada mereka..betapa berharganya harga diri kita
salam hangat selalu
Tunjukanlah ananku….
Kalau engkau akan selalu membela ibumu
Tidak ada seorang ibupun yang rela anaknya disakiti walau oleh seekor nyamuk sekalipun.
Salaaaaaaaaaaaam
Trz ntar ibux lgsg nyelametin anakx. . .dia gendong anakx tdi ,dan lgsg lari . .hehe. . .
jadi kangen sama ibu
pingin pulang rasanya, tapi jauh
![]()
btw thanks yach
salam kenallll
Akhirnya si ibu dan kamtib pun hidup bahagia selamanya. Lho??…
Huhhhhfff *sambil menarik nafas panjang*
Sangat menyentuh…
Jadi ingat ma Ibu di alam sana…!
blue….blue……
namanya blue…….
blue……blue……..
salam hangat, sehangat pelukan meski sesaat.
salam kenal, dan nice story.., keep share
Maafkan aku, Ibu….
Sampai detik ini, aku belum bisa membahagiakan engkau…justru sebaliknya, kadang aku masih sering membuatmu sedih…
Sekali lagi maafkan aku…
Terimakasih yg tak terhingga untukmu, wahai Ibuku tersayang…
Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, selalu melimpahkan Rahmat dan Kasih SayangNya kepada Ibuku…dan semua para Ibu dari seluruh sahabat2ku, serta semua para Ibu Yg ada….
Salam hangat dana damai selalu, utk Bule dan Keluarga….
Ibuuuu aku rindu padamu
kapankah daku bisa membahagiakanmu lahir dan batin
ternyata hidup memang penuh cobaan dan rintangan
24 November 2008 pada 11:09 pm
Kasih Ibu sepanjang jalan, tidak akan pernah ada ujungnya. Thanks Blue