Posted by: bluethunderheart on: 11 September 2009
Saat blue lihat anak kecil di gendong ibunya di pinggiran jalan raya yang memanas dan berdebu
usah di haramkan saat engkau meletakkan matamu dalam kejapan kedua matamu,ya! dan jangan kau halalkan ketika engkau tersendak oleh tangisan bayang bayang yang engkau sendiri enggan memperjelaskannya pada alam kesadaranmu. Tidurlah dengan kepastian! Tidurlah dengan senyuman yang hanya engkaulah sendiri merasakannya kesentuhan itu dalam mimpi mimpi indahmu. Jangan kau ulangi kembang ketidak jelasan akan siapa yang telah melahirkanmu dan siapakah yang membuangmu di bumi ini. Jangan! Karena bumi masih mememerlukan banyak banyak tangisanmu. Karena bumi masih mengharapkan pencerahan dalam kenyataan yang tampak dikenyataan hidupmu kelak. Karena bumi mulah tempatmu merenggek dalam tetatihan langkah langkah kedua kakimu. Karena bumi akan selalu tersenyum menyambut kelembutan kulit halusmu, keceriahan tawamu serta ketajaman matamu usah mempoloskan penglihantanmu. Egkaulah sahabat bumi dalam impian mimpianmu duhai anakku!
anakku tersayang!
jangan kau kotori sesuatu yang memang pantas kau kotori tempat pembuangan mimpi mimpi burukmu yang menjelang engkau memejam matanya di kehitaman langit serta kesunyian malam malam yang membuta bathin. Jangan pula kau kecewakan ketangisanmu akan sentuhan tangan tangan yang engkau semdiri belum menyadari akan rasa dari sentuhan yang datang! Jangan! Karena sentuhan terkadang akan membuat mu merasakan banyak kotoran serta kemunafikan di alam bumimunya impian impian kelak nantinya. Namun jangan takut anakku! sebab bumi akan selalu meletakkan pada tempat yang kelak engkau sendiri memilihnya. Sebab bumi akan selalu memberi ruang gerak yang engkau sendiri yang akan menentukan langkah langkah apa yang engkau tempuh di dalam mimpi mimpimu kelak nantinya. sebab bumi akan selalu memberikan banyak rasa yang selalu mungkin membuatmu tertawa,terluka kecewa serta rasa lainnya yang engkau belum pernah merasakan di impian impianmu malam ini dan seterusnya.Tidurlah nak dan bawakan mimpimu mendekat bulan dan bintang………………
Yun ayun anakku ratu…………ayun ayun dalam ayunan
lakas bapajam lakasi guring………………matanya kalat bawa bapajam
ayun dinana anakku guring……..bamimpi terbang karakun tinggi
guring anakku dalam Bismillah………….bawakan bulan ……bawakan bintang
(lagu dari kalimantan selatan ini enak banget kalau kita senandungkan saat kita menidurkan adik kita, anak kita lho sahabat)
gua susah mencerna kata2nya nich
tapi tetep nice post
kunjungin rumah ane lagi yaa
Sore mas Blue………dah lama nich gak singgah kemari
ternyata semakin indah aja nich
terlena oleh buaian kata yang indah dan sedikit berkonotasi.
syair khusus untuk adinda sayang…?
tidur lah kau nak dalam pelukan dan dekapan PURY cinta mu….damai lah kau disana…..kejar lah…kjar lah PURY cinta mu mas BLUE..sebelum ia pergi dan tak kan pernah kembali lagi…..
: D
salam mercu
Kalau saya bilang:
Tidurlah kalau setelah bloghicking ke sana kemari sampai lecet jari-jarimu.
he.. he..
anaknya siapa ya…
loh, di tampilin lagi ya blue
salam sahabat
Ayah datang membawa sejuta rindu…
Guringlah anakku sayang….
kena kita bamainan kambali….
guringlah anakku sayang…..
kena abah baayunan wan pian…
Mampir balik nih, makasih yak udah mau mampir ke rumahku ![]()
Kalo soal lagu pengantar tidur siy, aku taunya cuma ‘nina bobo’, maklum blom punya anak, besok deh belajar lagu pengantar tidur yang banyak kalo dah punya anak hehehe
jadi inget ma syairnya bang iwan…
“ibu ku sayang masih terus berjalan walau tanpa kaki untuk anak mu tersayang”
bner ga yah syairnya…
jadi pengen nina bobokan rangga
kasian mereka yg di jalanan….
belum waktunya, mereka telah merasakan kerasnya dunia…
jaga baik2 semua pona’an tercintanya blue ya….^^
Melihat anak-anak di jalanan sangat miris rasanya…Di kota-kota besar banyak sekali orang dewasa menjadikan anak-anak sebagai ladang mereka untuk berusaha, di jembatan2 penyebarangan banyak sekali anak-anak yg sengaja dibaringkan begitu saja dan disamping nya ditaruh tempat uang. Padahal udara malam sangat tidak baik untuk anak-anak itu…
Anak-anak telah dieksploitasi sedemikian terang-terangan nya. Tapi apa yg bisa kita lakukan??. Mereka bilang itu demi perut dan kelangsungan hidup…Yah terkadang melihat itu hanya doa-doa yg bisa kupanjatkan kepada Sang Pencipta, semoga anak-anak itu selalu berada dalam lindungan NYA…
Tak kirain orang banjar…(kalsel) karena lagunya pake bahasa banjar.
Calon seniman yang mendayu-dayu, menguraikan kata demi kata seperti air yang mengalir perlahan. Melepaskan kalimat demi kalimat seperti semilir angin senja yang temaram.
Blue…setiap orang akan melipatkan kelopak matanya jika melihat anak kecil dalam gendongan dijalan yang berdebu, tetapi percayalah kebesaran Yang Kuasa akan melindunginya dan penderitaan yang kita lihat dengan kasat mata, mungkin itulah kebahagiaan buat sianak yang tidak pernah kita rasakan.
Tabik Sahabat.
Kalau bahasa kerenya “segeralah sleeping slonjor, slepinglah dengan nama Allah, bawalah bulan dan bintang dalam tidur/mimpimu”….Nasehat dalam lagu yang penuh makna, terjemahannya…blue sudah menuliskannya….salam hijau.
Anak kecilnya kasian, kepanasan melepuh tersengat panas matahari bertarung dalam kerasnya hidup ..
bahasanya sedikit rumit ya……..but bagus kok….
aku langsung meneteskan air mata begitu dengar dan baca syair lagu itu (maayun anak). terkenang saat ibu ku maayun aku waktu kecil dan juga ingat anakku dirumah saat ibunya menidurkannya dan saat ayahnya sedang jauh bekerja.
30 Juni 2009 pada 3:30 pm
petromax neh….
nitip ngiklan ajah,,skalian nambah temen,,,
setuju????