Posted by: bluethunderheart on: 28 Juli 2009
Pah…………benar yang papah bilang beberapa tahun yang lalu. Saat papah masih berada dalam kehangatan rumah kita. Bahwa cinta tak memerlukan sebuah teori. Bahwa cinta tak akan pernah menjadi sebuah rangkuman jika diantara hati kita masih belum peka akan perkenalam diri kita masing masing. Papah juga benar bahwa semua cinta adalah suci. Sangat suci hingga sampai saat ini saat papah hanya menjadi sebuah kasat di mata pandanganku. Cinta itu belum menyapa anakmu. Cinta yang seharusanya bisa aku perkenalkan pada papah. Cinta yang semestinya juga menjadi bagian jiwa jiwa hati papah.Ternyata belum papah rasakan. Belum juga papah nikmati kehangatan cinta dari cinta yang lainnya. Maafkan aku,pah. Karena sampai saat ini pun cinta sepertinya enggan menyentuh jiwa jiwa di hati anakmu ini,duhai papah yag sangat mengerti akan emosi jiwaku.
Mah………..
Jangan katakan kalau mamah masih ingin melihat anakmu tak bahagia. Jangan ucapkan kalau seandainya mamah juga belum menemukan rangsangan cinta yang semestinya aku nikmati. Jangan ya,mah! Karena cinta hanyalah semusim,mah? Cinta nggak akan pernah melarutkan egoisnya hati ini untuk mendapatkan dan memiliki cinta itu sendiri.Mamah tak akan pernah marah,kan!
Mamah yang semestinya dapat bertutur sapa pada cinta saat ini. Saat usia semakin mendekat pada jiwa langit keabadian Sang Khaliknya. Saat mamah sedang merajut tali kasih sayang yang semestinya. Namun mamah belum dapat merasakannya dari pendamping anakmu ini. Maafkan anakmu,duhai mamahku tersayang! Jika pada akhirnya sebuah rencana pernikahan itu hanyalah nyanyian dalam musimnya langit langit jiwa saja. Mungkin hari ini, nanti atau esok lusa aku pasti menemukan cinta yang bisa menyatukan jiwa jiwa insan yang di dalam hakekat sang cinta. Atau beberapa jam lagi………………
“Bu Lusi yang sabar yah,” sentuhan dalam tutur kata mengena kesat kesedihan dari ibu ibu tetangganya membuatnya semakin terharu. Dibacanya surat yang belum selesai di tulis oleh anak laki laki satu satunya yang tertinggal karena keburu di tikam sebilah pisau oleh orang yang menghendaki barang milik anaknya itu. Airmatanya terus menetes perlahan lahan jatuh diantara kata perkata dalam surat itu sendiri. Dalam pelukan seorang ibui disebelahnya akhirnya bu lusi mencoba berbagi kesedihan.
tapi yang jelas dan aku yakin pasti seluruh mamah di dunia ini ingin melihatnya anaknya bahagia tentu saja dengan jalan yang baik. smg bu lusi diberi kekuatan kesabaran, >)
salam hangatz dulu untuk Blue…, smoga bahagia walopun gagal dulu..
tulisan² blue memang mantafff…saya suka sekali…
pakabar sahanat..???
salam hangat, sehangat tulisan²mu
salam, ^_^
Hmm..
Tuhan punya rencana..
Manusia tetap bersabar..
Dan bersemangat menjalani hidup..
yang penting jangan larut dalam kesedihan. jangan remehkan kemampuan manusia untuk bangkit dari serpihan menjadi bangunan megah.
istana pasir yang indah itupun awalnya adalah sebutir zarah
salam semangat!
iya bener blue, ntar sms balik aja, ksh nama blue ya. ditunggu sms nya…
maaf, cuma absen nih….:) sukses ya sobat
hiksss…ko ceritanya tragis bener……
Poko’e I Luv U Full blue …
Nite kang Blue…malem2 mo minta ijin utk tautkan link xixixi
Sblmnya matur tengkyu
Salam sayank
Pagi Blue…
Maaf gak bisa berkomentar dulu….,hanya sekedar coretan untuk meninggalkan jejak.
Salam hangat dan persahabatan selalu
28 Juli 2009 pada 9:37 am
petamax gan. hehe..
cinta semusim apaan sih?
salm kenal..